NovelToon NovelToon
Trapped In Forbidden Desire

Trapped In Forbidden Desire

Status: tamat
Genre:Cinta Terlarang / Saudara palsu / Tamat
Popularitas:417.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Mutzaquarius

Axeline tumbuh dengan perasaan yang tidak terelakkan pada kakak sepupunya sendiri, Keynan. Namun, kebersamaan mereka terputus saat Keynan pergi ke luar negeri untuk melanjutkan pendidikannya.

Lima tahun berlalu, tapi tidak membuat perasaan Axeline berubah. Tapi, saat Keynan kembali, ia bukan lagi sosok yang sama. Sikapnya dingin, seolah memberi jarak di antara mereka.

Namun, semua berubah saat sebuah insiden membuat mereka terjebak dalam hubungan yang tidak seharusnya terjadi.

Sikap Keynan membuat Axeline memilih untuk menjauh, dan menjaga jarak dengan Keynan. Terlebih saat tahu, Keynan mempunyai kekasih. Dia ingin melupakan segalanya, tanpa mencari tahu kebenarannya, tanpa menyadari fakta yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Agnes tidak benar-benar pergi. Sebaliknya, dia justru melangkah mendekati meja kerja Axeline yang tengah sibuk menatap layar komputer. Tanpa basa-basi, Agnes berdiri tegak di depan meja, kedua tangannya di lipat di depan dada.

"Hei, kau!" suaranya terdengar tajam.

Merasa ada yang menghampiri, Axeline mendongak. Pandangannya bertemu dengan tatapan menusuk Agnes. Sesaat, ia menoleh ke sekeliling, memastikan tidak ada orang lain yang dipanggil, sebelum akhirnya menatap Agnes dengan alis mengernyit.

"Kau berbicara denganku?" tanyanya, menunjuk dirinya sendiri.

"Tentu saja. Kau pikir siapa lagi yang cukup berani menggoda tunanganku jika bukan kau?"

Axeline semakin mengerutkan kening. Kata-kata Agnes jelas bernada tuduhan. Ia memperhatikan wanita itu yang kini bergerak mendekat, berdiri tepat di sampingnya. Dengan tubuh sedikit membungkuk, Agnes mendekat dan berbisik penuh peringatan.

"Keynan itu calon suamiku. Jadi, jangan pernah sekali pun mencoba menggodanya, atau aku akan membuatmu menyesal."

Axeline tetap diam. Dia bisa merasakan tatapan rekan-rekannya yang mulai memperhatikan interaksi mereka. Entah, apakah mereka mendengar ucapan Agnes atau tidak, tapi perhatian yang tertuju padanya mulai membuatnya risih.

"Aku harap kau paham maksudku," lanjut Agnes, suaranya lebih pelan namun tetap mengancam.

Alih-alih gentar, Axeline malah tersenyum sinis. Dengan gerakan tiba-tiba, dia berdiri, membuat Agnes terkejut. Kini, posisi mereka sejajar, dan Axeline menatapnya tanpa rasa takut sedikit pun. Ia menyilangkan kedua tangannya di depan dada, membalas menatap Agnes dengan tatapan penuh tantangan.

"Kau memberiku peringatan? Apa kau takut Kak Keynan akan berpaling darimu, hm?" tanyanya dengan nada sinis.

Wajah Agnes menegang. Bibirnya sedikit terbuka, seolah hendak membalas, tetapi terhenti saat melihat seringai tajam di wajah Axeline.

Axeline mendekat, mencondongkan tubuhnya hingga bibirnya hampir menyentuh telinga Agnes, lalu berbisik dengan suara yang begitu tenang, namun mengandung ancaman yang tersirat.

"Percaya atau tidak, hanya dengan satu kalimat dariku, seluruh keluarga Dirgantara tidak akan pernah menyetujui pertunangan kalian. Dan ... mungkin saja, keluargamu akan hancur." Senyuman tipis Axeline tetap terpatri, sementara wajah Agnes mulai memucat.

Mata Agnes membelalak mendengar bisikan Axeline. Napasnya tercekat, tetapi ia cepat-cepat menenangkan diri dan memasang ekspresi angkuh.

"Omong kosong! Kau pikir siapa dirimu berani mengancamku seperti itu?" suaranya sedikit bergetar, tapi ia berusaha tetap terlihat percaya diri.

Axeline hanya tersenyum miring, ekspresinya penuh arti. Ia menatap Agnes dari ujung kepala hingga kaki, lalu mendekat sedikit lagi, membuat Agnes secara refleks mundur setengah langkah.

"Jika aku hanya omong kosong, kenapa kau terlihat begitu panik?" suara Axeline terdengar lembut, tetapi setiap kata mengandung ancaman yang terselubung.

Agnes mengepalkan tangannya erat. Ia tidak bisa membiarkan Axeline mengendalikan situasi. "Dengar, kau cuma magang di sini. Jangan bermimpi bisa merebut Keynan dariku!"

Axeline terkekeh pelan. "Siapa bilang aku mau merebutnya? Dan lagi ..." ia mencondongkan tubuhnya sedikit, menatap Agnes dengan tatapan tajam. "Kau tidak lupa siapa aku, bukan? Seharusnya kau tidak perlu datang padaku dengan wajah putus asa seperti ini."

Agnes terdiam, dadanya naik-turun menahan emosi. Ia ingin membalas, tetapi tidak ada kata-kata yang cukup kuat untuk menyangkal kebenaran di balik ucapan Axeline.

Sementara itu, rekan-rekan kerja Axeline yang sedari tadi mengamati, mulai berbisik-bisik. Tatapan mereka penuh rasa ingin tahu, bahkan ada yang tampak menahan tawa melihat ekspresi Agnes yang mulai kehilangan kendali.

Mengetahui dirinya berada di posisi lemah, Agnes mengertak kan giginya. "Kau akan menyesal!" desisnya sebelum berbalik pergi dengan langkah cepat.

Dia bisa saja mengancam Axeline dengan ancaman yang sama, yang ia lakukan pada Keynan. Tapi, tidak sekarang. Saat ini, mengancam Keynan, sudah cukup membuatnya mendapatkan keuntungan besar.

Sementara itu, Axeline hanya tersenyum tipis, lalu duduk kembali di kursinya. Ia mengambil berkas di mejanya dan mulai membaca, seolah tidak ada yang terjadi. Namun dalam hati, ia dia berusaha sekuat tenaga menahan sesak di dadanya.

"Tenang, Axeline. Yang kau lakukan itu, sudah benar. Jangan biarkan siapapun menindasmu," batin Axeline.

Sementara itu, Keynan duduk di kursinya, matanya tidak lepas dari layar laptop yang menampilkan rekaman CCTV. Ia melihat dengan jelas bagaimana Agnes mendekati Axeline, melontarkan kata-kata tajam yang penuh ancaman. Namun, yang lebih mengganggunya bukanlah Agnes, melainkan ekspresi Axeline yang terlihat begitu tenang, seakan percakapan itu tidak berarti apa-apa baginya.

Tangannya mengepal erat di atas meja. Rahangnya mengatup kuat. Ia menekan tombol interkom dengan gerakan kasar.

"Ke ruanganku sekarang!" suaranya terdengar dingin dan penuh ketegasan.

Matanya masih terpaku pada layar, memperhatikan setiap perubahan ekspresi Axeline. Namun, tidak ada sedikit pun emosi yang bisa ia baca dari wajah wanita itu.

"Apa kau benar-benar tidak mencintaiku lagi, Axeline?" gumamnya pelan, nyaris tidak terdengar, hanya untuk dirinya sendiri.

Hingga suara ketukan pintu membuyarkan lamunannya. Ia berdehem pelan, berusaha menenangkan diri sebelum kembali dengan ekspresi dinginnya yang biasa.

"Masuk!"

Pintu terbuka, Andrian melangkah masuk dengan sikap hormat, sedikit membungkuk sebelum berbicara.

"Ada yang bisa saya bantu, Tuan?"

Keynan menutup laptopnya perlahan, kemudian menatap Andrian dengan sorot mata tajam.

"Aku ingin kau mengirim orang-orang ke rumah Tuan Reno untuk mendekorasi setiap ruangan yang akan digunakan untuk acara pertunangan."

Andrian mengangguk, mencatat instruksi itu dalam pikirannya. Namun, sebelum ia sempat merespons, Keynan melanjutkan.

"Dan ..." suara Keynan lebih rendah dan dalam dengan tatapan yang semakin tajam, seolah menyembunyikan rencana terselubung. "Aku ingin mereka melakukan sesuatu untukku."

Andrian menegakkan tubuhnya, menunggu perintah selanjutnya. Namun, dalam hati, ia tahu, apa pun yang akan diperintahkan Keynan kali ini, pasti tidak sekedar mendekorasi ruangan semata.

1
Nurwana
buktikan axeline... bahwa kamu bisa move on dari keynan. bikin keynan menderita dalam penyesalannya. bikin keynan memohon dan bersujud dikakimu untuk satu kata maaf darimu. bikin hidup keynan hancur sehancur hancurnya. enak saja habis berbuat dan tidak mau tanggung jawab, hanya dia bilang minta maaf. emang dengan kata maaf bisa mengembalikan keadaan seperti semula, tidak kan....
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
🥰🥰😘😘😘😘😍😍
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
🥰🥰🥰🥰😘😘😘😘😘
Kusii Yaati
satu hal yang pasti kebungkaman bukanlah Solusi yang terbaik keynan, kalau ingin menghilangkan perasaan mu kepada alin.kalian bersama sudah dari kecil kalau tiba-tiba sikap mu berubah tentu Alin akan bertanya-tanya.kalau sudah seperti ini gimana coba 🙄... pusing sendiri kan😩
🌹Mariana 🌹
Luar biasa
LikCi Vinivici
axel dimana ni??
LikCi Vinivici
video nya Agnes tuh si gadis jalang
LikCi Vinivici
kelamaan si keyra ni... klo terjadi tragedi... nyesel lhoh
LikCi Vinivici
keyra keyra... cinta boleh, egois jangan
LikCi Vinivici
tts teruusss ni
LikCi Vinivici
gadis jalang ternyata
LikCi Vinivici
heran dg keynan, kaya bunglon deh
LikCi Vinivici
heran deh g ngerasa ya, klo si wanita yg kebelet banget. bikin curiga akhirnya
LikCi Vinivici
axel ni mana sihh??
LikCi Vinivici
bisa diperdaya ni seorang keynan
LikCi Vinivici
kok gitu aja
LikCi Vinivici
siapa tuh yg merhatiin keynan& axeline??
LikCi Vinivici
payah keynan ni..
LikCi Vinivici
piciknya keynan
Pcy retno
dih kamu yang mulai duluan keynan🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!