Narendra cakrawala seorang pria badboy berusia 25 tahun, niat hati melarikan diri ke kampung halaman sang nenek untuk menghindari perjodohan, namun siapa sangka di sana justru Naren malah di paksa menikahi salah satu gadis di sana, akibat kecerobohan nya mengendarai motor...
Ayuna mandala seorang gadis yang selalu hidup mandiri sejak kecil karna keadaan ekonomi, kini dirinya baru berusia 19 tahun, niat hati ingin menghirup udara segar di sawah saat sore hari, namun dirinya malah di sangka mesum akibat kecerobohan dari si pengendara motor tersebut...
❤️❤️❤️❤️❤️
Bagaiman kisah mereka selanjutnya? penasaran, yuk baca 👉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon emak naufal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 34 : balik kampung
setelah beberapa hari berada di jakarta kini Ayuna dan Naren memutuskan akan kembali ke kampung halaman Ayuna.
" udah siap semua ay ?" Tanya Naren, waktu masih menunjukan pukul 9 pagi, tadi bunda Farah juga sudah menyiapkan beberapa oleh-oleh untuk keluarga Ayuna di kampung.
" Sebentar by, hp Una kemana ya tadi kok ga ada sih ?" Tanya Ayuna dengan wajah bingung nya.
" Bukan nya tadi kamu abis teleponan sama ibu ?" Ujar Naren balik bertanya, pasalnya tadi saat Naren tinggal ke bawah untuk berbicara dengan bunda Farah, istrinya itu nampak sedang bertelponan dengan orangtua nya untuk mengabarkan jika hari ini mereka akan pulang.
" Iya, tapi seinget Una udah Una taruh di sini by, tapi kok ga ada ya ?" Tanya Ayuna sambil mengecek laci nakas sebab seingat Ayuna tadi ia menaruh hp tersebut di atas nakas dan setelah itu dirinya langsung mandi.
" Coba aku telpon dulu !" Ucap Naren sambil mengeluarkan hp miliknya dari saku celana.
Terdengar nada dering dari ponsel Ayuna dan ternyata ada di atas tempat tidur, lebih tepat nya ketutupan oleh bedcover, langsung saja Naren ambil ponsel tersebut.
" Kebiasaan, ceroboh !" Omel Naren sambil menyerahkan ponsel itu kepada Ayuna dan di balas cengiran khas oleh wanita itu, Ayuna akui kalau dirinya memang terkadang ceroboh yang suka lupa jika menaruh sesuatu.
" udah kan, ga ada lagi yang ketinggalan ?" Tanya Naren dan langsung di angguki oleh Ayuna.
" Udah kok by !" Sahut Ayuna dengan yakin.
setelah itu mereka pun langsung keluar dari dalam kamar dan menyusul bunda Farah yang tengah berada di ruang keluarga untuk berpamitan.
" Bakalan sepi lagi deh rumah ga ada kalian !" Keluh bunda Farah begitu Ayuna dan Naren berpamitan.
" Nantikan kita ke sini lagi Bun !" Sahut Naren dengan cuek, karna sudah terbiasa tinggal di luar negri membuat Naren tidak terlalu merasa sedih meninggalkan sang bunda.
" Secepatnya ya sayang, nanti bunda bakalan telpon Orangtua kamu !" ucap bunda Farah lalu langsung memeluk Ayuna membuat Naren memutar bola mata nya malas.
" Iya Bunda, insyaallah !" Sahut Ayuna singkat, dan bunda Farah pun akhirnya melepaskan pelukan mereka dan kemudian memberikan kecupan di dahi menantunya itu dengan sayang membuat Ayuna langsung tersenyum hangat.
" Bawa motor nya hati-hati ya bang, jangan ngebut-ngebut, kalo capek istirahat dulu jangan di paksain, jas ujan udah di bawakan, ada yang ketinggalan ga ?" cecar bunda Farah membuat Naren menghela nafas kasar.
" Iya bunda, aman semua pokoknya !" Jawab Naren membuat bunda Farah langsung mendelik sebal.
" Jangan aman-aman aja bang, masalah nya kamu bawa menantu bunda, awas aja kalo bawa motornya ngebut-ngebut nanti !" Ucap bunda Farah dengan tatapan yang seolah mengancam membuat Naren mengangkat kedua tangan nya tanda menyerah.
" Iya Bunda, kalo gitu kita berangkat sekarang ya Bun biar ga terlalu siang, takut macet juga nanti !" Pamit Naren sambil menyalami punggung tangan sang bunda, sementara ayah Bagas sudah berangkat ke kantor sejak pagi tadi dan hanya menitipkan salam saja untuk kedua orangtua Ayuna.
Naren langsung menaiki motor milik Oma Ratih, di bagian depan sudah ada dua buah kardus berisi oleh-oleh, tadi nya bunda Farah akan membelikan lebih banyak lagi oleh-oleh nya, namun Naren berkata jika mereka tidak akan bisa membawanya sebab menggunakan motor bukan mobil, dan saat itu bunda Farah kembali mengomeli Naren karna malah menggunakan motor di perjalanan yang jauh ini dan respon Naren hanya seperti biasa yang diam saja.
" hati-hati ya sayang, kalo udah sampe langsung kabarin bunda !" Ujar bunda Farah pada sang menantu begitu Ayuna menyalami nya, sementara Naren menggerutu dalam hati karna merasa di anak tirikan oleh ibu nya sendiri.
" Iya bunda, berangkat dulu ya Bun, assalamualaikum!" sahut Ayuna dan mereka pun langsung melajukan motornya setelah Bunda Farah menjawab salam mereka.
setelah motor yang di Kendarai oleh anak dan menantunya surah tidak terlihat lagi, bunda Farah pun langsung masuk kembali ke dalam rumah, dan seketika bunda Farah langsung menghela nafasnya begitu suasana rumah kembali sepi.
***
" Kira-kira kita bakalan sampai jam berapa by nanti ?" Tanya Ayuna dengan sedikit berteriak.
" Mungkin sekitar jam 2'an kalau ga macet mah !" Sahut Naren setelah membuka kaca helm nya.
Ayuna pun hanya mengangguk saja dan berhenti bertanya, perempuan itu langsung menyenderkan kepala nya di punggung sang suami.
Sebenarnya Ayuna merasa sangat betah tinggal di jakarta, terlebih kedua mertua nya memperlakukan dirinya dengan sangat baik, menurut Ayuna tinggal di kota itu menyenangkan sebab gampang untuk kemana-mana dan ramai juga suasana nya.
Di perjalanan kali ini Ayuna lebih banyak diam menikmati suasana, Ayuna sedang berfikir apakah nanti bapak dan ibu nya akan mengizinkan dirinya untuk kuliah di jakarta.
Kalau tidak di beri izin akan seperti apa respon Naren nanti, apakah mereka akan LDR sebab semua pekerjaan Naren ada di jakarta.
Hingga tidak terasa mereka sudah melakukan perjalanan selama kurang lebih 3 jam, dan selama perjalanan itu Ayuna juga banyak meminta berhenti kepada Naren dengan alasan pegal lah, pengen pipis lah, dan tadi Naren juga sudah sempat mengisi bensin.
" makan siang dulu ya Ay ?" Ucap Naren sambil memberhentikan motor nya di sebuah rumah makan, sebab jam makan siang memng sudah tiba, mereka juga ingin sekalian melaksanakan solat Dzuhur dan kebetulan di rumah makan itu ada sebuah mushola kecil di dalam nya.
" pesen dulu aja, abis itu sholat dulu !" Ucap Naren lagi dan langsung meminta Ayuna untuk memesan kan makanan untuk mereka dan sekalian izin menumpang untuk sholat.
" Kita numpak sholat ya mas, nanti kalo sudah selesai makanan nya di taro meja sana saja !" Ujar Naren pada pegawai rumah makan tersebut.
" Siap mas, tempat wudhu nya ada di sebelah sana ya mas !" Sahut si pegawai tersebut dengan ramah.
Akhirnya Naren pun langsung mengajak Ayuna untuk ke mushola tersebut setelah mengucapkan terima kasih terlebih dahulu ada si pegawai.
selesai mengambil wudhu akhirnya mereka pun melaksanakan sholat Dzuhur dengan Naren yang bertindak sebagai imam.
selesai sholat mereka pun langsung menuju meja yang sudah mereka pesan tadi, dan ternyata menu yang mereka pilih sudah ada di sana.
" Makan dulu ay, ga usah buru-buru sekalian istirahat aja di sini !" Ucap Naren sambil mendudukan dirinya di sebelah Ayuna.
Ayuna memesan menu ikan nila bakar, sedangkan Naren memesan menu cumi saus Padang, mereka juga memesan cah kangkung sebagai pelengkap, untuk minum nya mereka memesan jus jeruk dan juga air mineral.
" Nambah ga by ?" Tanya Ayuna begitu melihat piring Naren sudah kosong.
" Ga usah, udah kenyang aku !" Tolak Naren, bagaiman tidak kenyang jika tadi Naren memesan dua porsi nasi untuk dirinya sendiri, sedangkan Ayuna satu porsi aja belum habis-habis hingga sekarang.
setelah selesai makan dan istirahat sebentar akhirnya mereka pun kembali melanjutkan perjalanan.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Terima kasih thor untuk cerita nya
tapi bener juga kata Naren udah niat berbagi jadi harus ikhlas...
Niatnya Naren dan Ayuna kan memang bersedekah