NovelToon NovelToon
Hipertenlove

Hipertenlove

Status: tamat
Genre:Playboy / Teen Angst / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Tamat
Popularitas:564.8k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Menyukai seseorang itu bukan hal baru untuk Bagas, boleh dibilang ia adalah seorang playernya hati wanita dengan background yang mumpuni untuk menaklukan setiap lawan jenis dan bermain hati. Namun kenyataan lantas menamparnya, ia justru jatuh hati pada seorang keturunan ningrat yang penuh dengan aturan yang mengikat hidupnya. Hubungan itu tak bisa lebih pelik lagi ketika ia tau mereka terikat oleh status adik dan kakak.

Bagaimana nasib kisah cinta Bagas? apakah harus kandas atau justru ia yang memiliki jiwa pejuang akan terus mengejar Sasmita?

Spin off Bukan Citra Rasmi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hipertenlove~ Bab 34

Sasi baru saja mulai anteng di dalam mobil, bahkan laju mobil baru menjauh beberapa meter dari gerbang komplek, namun teriakan Bagas yang memotong jalur mobil Sasi sukses membuat mang Ujang menghentikan mobilnya dan menepi.

"Kenapa, a? Motornya ada masalah?" tanya Sasi melongokan kepala dari kaca jendela mobil, melihat ke arah Bagas dan Wilang.

"Turun kamu." Pinta Bagas pada Wilang, praktis saja pemuda itu mengernyit kebingungan, "gimana, a? Saya turun?" tanya nya memastikan diangguki Bagas.

"Iya. Pindah angkutan ke mobil...motor saya keberatan bawa kamu." Ujarnya, "tapi a, tadi kata den nganten, saya..." debat Wilang.

"Amih Sekar udah ngga disini. Sekarang saya yang punya kuasa, toh saya yang punya motor...turun, pindah..." titahnya menyebalkan.

Meski hati Wilang greget, sampai-sampai ingin sekali ia mendaratkan bogemannya di wajah si aa satu ini, namun Wilang bergegas turun, menaruh helm yang menekan rambutnya dan pindah ke dalam mobil, dimana Sasi masih duduk manis di dalam sana. Mungkin, si aa itu sudah menyerah dan memilih pergi saja, begitu pikirnya.

"Loh, kenapa disuruh pindah? Tadi kan a Bagas sendiri yang mau bonceng Wilang?" justru Sasi yang menggerutu sekarang.

Bagas hanya tersenyum tengil, "Wilang yang aa turunin kamu yang sewot, bocil..." Bagas ikut menghampiri mobil.

"Ngga apa-apa den rara, memang rencana awalnya begini, kan?" jawab Wilang bersemangat, sungguh...ia lebih nyaman begini ketimbang mesti nikmatin perjalanan di kota yang katanya romantis waktu hujan ini dengan Bagas, berboncengan pula!

Sasi sungguh tak paham, apa maunya si playboy itu, "ya udah. Aa mau berangkat sendiri? Kalo gitu Sasi lanjut...takut keburu telat." Namun belum Sasi berhasil menutup jendela kaca lagi, Bagas justru membuka pintu bagian Sasi.

"Turun kamu, cil..." Sasi masih melongo melihat Bagas, benar-benar tak paham dengan semua keribetan yang dibuat Bagas.

"Ehhh.."le nguh Bagas, "malah bengong. Turun, katanya takut telat...mau diojekin rossi engga?" tanya nya menaik turunkan alis dan meledakan tawa Sasi.

"Kalo masih ngga paham, cipoxx juga gera (nih)!" Bagas sudah memajukan bibirnya ke arah Sasi yang dihadiahi dorongan di wajahnya oleh Sasi, "ganjen."

"Loh, den rara..." Wilang cukup dibuat terkejut dengan tipu muslihat Bagas sementara mang Ujang, yang sudah tau tindak tanduk Bagas maupun Sasi hanya bisa cengengesan di tempat tanpa mau menegur apalagi melarang.

Sasi bergegas turun, "Lang, aku berangkat bareng a Bagas...kamu sama mang Ujang aja. Biar nanti mang Ujang jadi tour guide kamu..."

"Tapi den rara, tadi kan..." Wilang sungguh tak terima, namun Sasi sepertinya tak mau mendengar.

Blugh!

Pintu ditutup oleh Sasi yang langsung menerima helm dari Bagas, dimana tadi Wilang menaruhnya di atas jok motor Bagas, "silahkan neng geulis."

Sasi masih tertawa-tawa, "makasih aa jelek." Patutlah si playboy ini main iya-iya saja, kirain udah belok ke Wilang, rupanya punya siasat lain. Bukan Bagas kalo tak cerdik macam kancil.

"Kirain aa mau beneran bonceng Wilang sampe sekolah. Hujan angin aa jadi baik bangettt..." oceh Sasi mulai naik ke atas boncengan Bagas, "taunya prankk!"

"Mang jalan!" Titah Bagas pada mang Ujang menepuk body mobil yang kemudian mang Ujang sudah menginjak gas dan memberikan klakson pada keduanya.

Titt!

"Dadah Wilang! Sampai ketemu di sekolah, ya!" Sasi berdadah ria, "nanti Sasi tunggu di gerbang!"

Wilang benar-benar dibuat tak bisa berkutik, padahal ia bisa saja melapor, namun...jika dipikir lagi...maka Sasi yang berpotensi menerima hukuman berat dari raden nganten, nantinya. Ia hanya bisa menggeram dan mengepal tangannya saja.

"Sabar Lang, namanya juga orang lagi kasmaran...memangnya kamu belum punya pacar, Lang? Atau belum pernah ngerasain jatuh cinta?" tanya mang Ujang mulai mengajaknya mengobrol.

"Belum punya mang. Lagipula, saya lebih fokus sekolah sama jalanin tugas dari den nganten saja untuk saat ini." Jawabnya dengan wajah datarnya, menahan sesuatu yang sudah ngamuk-ngamuk di dalam sana.

Mang Ujang melirik Wilang dari rear vision, "kamu suka sama den rara, Lang?"

Dan reaksi cepat Wilang yang membuat mang Ujang paham satu hal, jika abdi dalem ini menyukai majikannya.

Ia cukup miris dengan kondisi ini. Perasaan adalah anugrah yang Maha Kuasa, dan siapa juga yang bisa memilih pada siapa itu berlabuh, wajar...jika Wilang menyukai den rara-nya...toh sudah sejak orok, keduanya bersama...dimana Sasi lahir setelah Wilang berada di dunia setahun.

Wilang menjaga Sasi, menjadi teman bermain Sasi, melindungi, dan kapan pun Sasi membutuhkan seseorang, maka Wilang dan ambu Endah yang menjadi biyung pengganti Sasi.

Wilang adalah pemuda normal, meski sempat berpisah beberapa tahun, namun sepertinya kebersamaan mereka telah menumbuhkan sesuatu di dalam perasaan pemuda ini.

"A Bagas hampir setiap hari antar jemput den rara, mang?" tanya nya.

Mang Ujang tersenyum geli, "katanya engga suka. Tapi den rara sama den Bagas masih jadi topik pembicaraan? Kamu ini...ada-ada saja, Lang...toh kalo kamu suka den rara pun sah-sah saja, den rara cantiknya bukan main. Saya juga kalo masih jadi pemuda sudah pasti suka...Perasaan cinta hak semua orang, Lang." Jawab mang Ujang memancing Wilang untuk menggeleng seraya tersenyum miring, "engga mang. Cuma tanya saja, sekarang kan den nganten nyuruh saya buat jagain den rara lagi...saya harus tau keseharian den rara yang mungkin saya ngga tau." Kilahnya diangguki mang Ujang seraya melengkungkan bibirnya.

Sasi mengeratkan pegangannya di pinggang Bagas, wajah yang semula sempat murung kembali ceria, meski kemudian ia redup lagi.

Bahkan kini Bagas sudah tak segan merapatkan tangan Sasi di perutnya membuat Sasi semakin khawatir jika ini semua akan berakhir dengan cepat. Sasi bersandar di punggung Bagas, "a...mulai siang sampai besok, jangan hubungin Sasi dulu."

"Kenapa? Ngga punya kuota?" tanya Bagas langsung dihadiahi cubitan dari Sasi, "hape Sasi disita amih."

Bagas mengangguk paham, jika begini sudah pasti Sasi tengah kena hukum.

"Disuruh ngapain?"

"Cuma diputus dari dunia luar, biar fokus jaipongan di paviliun." Jawab Sasi, suaranya beradu dengan angin. Jelas naik motor bukan solusi waktu sekarang, karena Bagas justru melambankan lajunya agar bisa berlama-lama dengan sang adik.

"Oh." Singkatnya. Dan ketahuilah, jika ucapan sesingkat dan sedatar ini, ada *bad feeling* yang tengah dirasakan Bagas.

"Oke. Sampai kapan kamu jadi manusia purbanya?"

Sasi kembali tergelak namun kondisi itu tak bertahan lama karena kini seperti ada yang tengah Sasi pikirkan.

"Sasi----" Sasi menggantung ucapannya di udara membuat Bagas penasaran.

"Kenapa?" Bagas membelokan arah laju motor, suasana pagi cukup ramai, meski belum masuk waktu macet.

"Sasi mau ke Cigugur, seren taun tahun ini mau ngisi acara, jaipongan..." lanjutnya dan Bagas masih menyimak itu tanpa curiga sedikit pun, "ohh..." angguk-angguknya, memang begitu kan, setiap tahun?!

Dengan wajah santainya, Bagas minta ijin pada Sasi, "taun ini, kayanya aa ngga bisa ikut bang Alva sama teh Asmi kaya taun kemaren, Si. Soalnya harus udah deadline tugas, buat ngisi nilai abis itu persiapan kkn."

Sasi sangat paham, dan ia tak berharap banyak Bagas bisa datang karena jelas, agenda acaranya setiap tahun ya begitu-begitu saja.

Namun, hatinya mengatakan...sepertinya seten taun kali ini akan ada sesuatu yang terjadi dan Sasi cukup khawatir akan itu.

Ia menggeleng tak mau memikirkan, yang akan ia lakukan adalah menikmati saat-saat yang membuatnya bahagia sekarang, terutama saat-saat bersama Bagas.

"A.."

"Hm."

"Udah punya pacar lagi?" tengok Sasi memiringkan kepalanya tepat di samping kepala Bagas.

Bagas mendengus geli, "udah."

Sasi langsung menarik kedua tangannya dan menegakan duduknya dari semula berleye-leye di punggung Bagas, "emh," angguknya kecewa, namun itu sudah biasa untuknya.

"Anak fakultas mana? satu kampus?"

Bagas menggeleng kali ini tanda tebakan Sasi salah.

"Pasti anak komunitas di underground kalo gitu." Tembak Sasi lagi yakin, namun tebakannya meleset lagi. Bagas sedikit menoleh ke arah belakang, "kamu."

Dan Sasi hanya menggerak-gerakan alisnya merasa konyol dengan bibir yang sudah mesam-mesem, "kapan?"

"Apanya?" tanya Bagas menjatuhkan kepalanya sedikit ke belakang.

"Kapan kita jadian, kenapa Sasi ngerasa geli ya, a?" tawanya kecil.

"Sejak aa bilang, sayang kamu lebih dari seorang kakak...sejak a Bagas bilang, kalo ngintipin dompet cowok...niscaya bakalan jadi jodoh."

"Apa-apaan..." cibir Sasi menepuk punggung Bagas keras dan memancing keduanya untuk tertawa bersama.

.

.

.

1
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
wawww merinding uy bacanya
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
wihhh akang alva 😘😘😘
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
yesss👍
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
nah lanjut...
ini yg kami mau...
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
kena dia...
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
wihhh keren👍
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
aku malah lebih suka ke rahwana loh, secara dia cinta secinta cintanya ma sinta cuma caranya yg salah.
tapi aku team rahwana...
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
hei kamu jangan ngelunjak ya kisanak🤣🤭
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
kenapa mang, keliatan banget ya🤭
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
Astaghfirullah ni bagas... 🤣
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
kasihan banget kamu wilang🤭
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
kasihan sama amih😭
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
aduhhh, berat berat lebih berat dr keluarga den agah
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
sabar ya wilang
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
wah bagas dah terang terangan banget ya🤭
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
kenapa second lead di novelmu selalu yg aku suka, ada den agah, ini wilang terus kmrn ada arlan juga 😭
💜 Shin_Chan 💜: dan harus berat hati ku bilang, iya lagiii aku juga 😏😏
total 1 replies
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
gak sekalian minta do'ain gas🤭🤣
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
🤣🤣🤣🤣🤣🤭
Dicky Sugandi
keren
Triana Oktafiani
Emang selalu beda karya2mu, diluar nalar semua, kerennnnn 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!