Rumah mewah di tengah hutan yang di akui kepemilikan nya oleh sepasang suami istri , karena rumah mewah itu memiliki banyak kamar dan dekat dengan tempat wisata akhir nya mereka sewakan untuk para wisatawan yang ingin menginap dengan harga murah tapi pemandangan alam sekitar mampu memanjakan mata .
Tanpa di sadari sepasang suami istri itu jika tak gratis untuk bisa memiliki rumah mewah itu .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zulia Almanshur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
" Aku kecelakaan karena memang sengaja di buat kecelakaan oleh bibi ku , dulu aku di suruh kerja kerja terus tanpa di beri makan , sekali nya aku nyuri makanan malah di buat kecelakaan seperti ini " .
" Mbak masuk saja nanti aku buatkan makanan dan minuman hangat " .
Perempuan itu menurut kemudian berjalan dan duduk di sofa ruang tamu , air pun menggenang di lantai dan membasahi sofa .
" Bu .. " . Pak Soni memanggil dari dalam kamar yang kebetulan pintunya terbuka setengah .
" Ada tamu pak , sebentar ya ibu mau buatkan minum dulu " .
Tidak berapa lama suara azan pun terdengar membelah kesunyian .
" Allaahu Akbar , Allaahu Akbar .. Allaahu Akbar, Allaahu Akbar .. " .
Pak Soni menghampiri bu Wati yang sedang merebus air di dapur .
" Bu .. mau masak apa ? " .
" Ini pak , ibu masak air mau bikin teh buat tamu di depan " .
" Tamu siapa bu , bapak nggak melihat ada siapa - siapa di depan " .
Bu Wati hanya tersenyum dan tetap menyeduh teh di gelas kemudian membawa nya ke depan . Sesampainya di depan bu Wati berhenti dan berdiri mematung .
" Kenapa bu ? " .
" Ta tamu nya kemana ya pak ? , tadi dia di sofa itu baju nya basah kuyup bahkan sofa dan lantai juga basah , tapi ini .. " .
Bu Wati melihat sofa dan lantai nya kering padahal sangat jelas kalau tadi basah semua terkena baju basah perempuan tadi .
" Kita sholat dulu bu " . Pak Soni menggandeng bahu bu Wati untuk masuk ke dalam kamar karena di kamar juga ada kamar mandi yang busa digunakan untuk berwudhu .
...*******...
Pak Soni melihat banyak anak - anak dan remaja meminta tolong pada nya , semua nya berjalan ngesot .
Ada juga seorang pemuda yang menjadi korban kecelakaan yang meninggal semalam yang juga ikut ngesot di antara mereka . Pak Soni ketakutan dan berlari dengan kencang akan tetapi anak - anak dan remaja yang mengesot itu bisa mengejar nya .
Pak Soni yang jatuh tersungkur mereka kelilingi , ada yang menduduki kaki nya , ada yang hendak memegang perut nya , ada juga yang menarik tangan nya . Tubuh pak Soni melemas berpasrah karena sudah tidak bisa berontak lagi .
" Kang .. Kang .. bangun kang ..! " . Pak Soni merasa ada yang mengguncang tubuh nya dengan keras .
Pak Soni membuka mata perlahan dengan dahi yang sudah mengeluarkan banyak keringat .
" Istighfar kang " .
" Astaghfirullahal'adziim .. Astaghfirullahal'adziim .." .
" Alhamdulillah .. Akang sudah sadar " .
" Akang seperti orang kerasukan tadi , mata akang putih semua , tangan akang juga memucat " .
" Makasih kang , aku tadi seperti bermimpi " .
" Nama ku Jalal yang biasa jualan sayur di desa Rejo Sari , akang suami nya mbak yu yang tinggal di rumah itu kan ? " . Orang yang menolong pak Soni adalah penjual sayur yang kemarin lusa dagangan nya di beli oleh bu Wati .
Pak Soni mengangguk pelan .
" Aku bantu jalan kang " .
Pak Soni menurut saja di bantu Jalal karena merasa badan nya ngilu semua meskipun tidak ada luka .
" Astaghfirullah pak , ada apa ini ? " . Bu Wati yang sedang menyapu halaman samping rumah bergegas berlari menghampiri pak Soni yang di papah kang Jalal .
Kang Jalal mendudukkan pak Soni di kursi panjang yang berada di teras .
" Bentar ibu ambilkan minum dulu " . Buru - buru bu Wati ke dapur mengambilkan air minum kemudian di serahkan nya pada pak Soni .
Pak Soni menerima dan menghabiskan segelas air minum dengan cepat seolah benar - benar sangat kehausan .