NovelToon NovelToon
BITE ME IF YOU CAN

BITE ME IF YOU CAN

Status: tamat
Genre:Perperangan / Vampir / Cinta Beda Dunia / Balas Dendam / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Mafia / Tamat
Popularitas:18.3k
Nilai: 5
Nama Author: YoshuaSatrio

Tyo Fuller, seorang detektif pembasmi kejahatan, tengah mencari siapa pembunuh orang tuanya. Dalam perjalanannya, ia bertemu dengan Raise Lee, vampir wanita yang tengah menghisap darah seorang manusia.


Tak disangka, setelah tak sengaja menyentuh tatto di pundak Tyo, justru membuat Raise Lee kehilangan sebagian kemampuannya untuk menghisap darah manusia.


Mengetahui kelemahan sang Vampir, akhirnya Tyo Fuller mengajukan perjanjian kerja sama memanfaatkan kemampuan indra penciuman dan penglihatan sang vampir untuk membantunya menangkap para penjahat, sedangkan Tyo akan menyiapkan darah sebagai makanan bagi Raise Lee.

"Penciumanmu berguna juga! bantu aku menangkapnya!"

"Itu mudah bagiku! pastikan kudapanku tersedia setelah ini selesai, minimal satu liter darah!" tegas Raise Lee memperjelas syaratnya.

Mampukah kerjasama dua makhluk berbeda itu akan berjalan semestinya?

Bisakah Tyo Fuller menemukan pembunuh orang tuanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YoshuaSatrio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

"34

Malam pun tiba, petugas Tyo tertidur pulas di sofa ruang tengahnya, setelah Raise Lee pun kembali ke kastil.

......🌲

“Bagaimana? Kamu menikmati perjalanan ini kan, Nak?” ucap manis seorang ibu disertai senyum teduh menoleh ke belakang, ke kursi penumpang.

“Ya! Aku tak sabar untuk memancing bersama Ayah!” sahut seorang bocah laki-laki penuh semangat.

Seorang pria paruh baya yang tengah fokus dengan kemudinya pun menyahut, “Maafkan Ayah yang selalu banyak bekerja, hingga baru kali ini kita bisa mewujudkan waktu untuk bersama-sama setelah sekian lama.”

“Aku mengerti Ayah! Jangan terlalu dipikirkan, kita bisa habiskan waktu beberapa hari kedepan!” Didikan pembiasaan yang tepat, membuat bocah laki-laki itu tumbuh dengan segala pengertiannya.

CIIIT!!! SREEET!!! BRAK!!

Decit panjang dan keras dari ban mobil yang dipaksa menghentikan lajunya dengan cepat, membuat mobil sedan yang ditumpangi keluarga kecil itu kehilangan keseimbangannya di atas jalanan licin sehabis hujan. Jalanan menurun di areal pegunungan, sepi, sunyi hanya terdengar suara rintik sisa-sisa tumpahan air dari langit.

Dua kali mobil itu terguling bebas diudara, hingga akhirnya dihentikan oleh batang pohon tua yang berdiri tepat di sisi jalan hampir di ujung tikungan. Ringsek dan hancur di beberapa bagian.

“A-anak … ku ….” rintih begitu lirih sang Ayah yang terhimpit diantara badan depan mobil dan batang pokok kayu tua yang akhirnya tumbang menimpa body depan mobil, menambah parah kerusakan.

Beruntung sang istri masih bisa bergerak meski susah payah, dengan luka dan darah segar mengalir hampir disekujur wajah dan tubuhnya karena pecahan kaca ayang berhamburan dan singgah di sebagian besar kulit cantiknya.

Wanita itu merangkak keluar dari mobil, lalu membuka pintu belakang mobil, dimana sang putra terdiam memejamkan mata, masih duduk lunglai dengan tubuhnya masih terikat sempurna oleh seat belt.

“Putraku … bangun …” rintih si wanita seraya berusaha mengeluarkan sang putra yang tak sadarkan diri.

Setelah berhasil menepikan sang putra, wanita itu kembali pada suaminya.

“Suamiku, apa yang terjadi? Kamu … ayo aku bantu keluar ….” Dengan napas tersengal wanita itu tak menyerah berusaha membebaskan sang suami dari tempat itu.

Asap mobil semakin mengepul, bau bensin semakin tercium kuat. Namun tak membuat pasutri itu menyerah.

“Kakiku mati rasa … carilah bantuan … dimana ponsel … carilah bantuan, Sayang!” pinta sang pria menyadari tak ada yang bisa diusahakannya.

“Ayah! Ibu! Ayah!!”

………🌲

“Ayah!!” teriak petugas Tyo terbangun langsung terduduk. Detak jantungnya begitu cepat, hingga membuat nafasnya terasa nyeri dan sesak. “Mimpi itu … anak kecil itu … it-itu aku …” ucapnya gagap.

Keringat dingin masih membasahi tubuhnya yang gemetar. Dengan sisa tenaganya, petugas Tyo berjalan terhuyung menuju ke dapur untuk mengambil beberapa teguk air putih dingin.

“Ingatan ini … sedikit demi sedikit … semakin menyakitkan …” gumamnya masih duduk tertegun, luruh dan jatuh ke lantai, dengan punggungnya tersandar pada lemari dapurnya hingga membuat pintu usang itu terbuka.

Sepasang sepatu usang, terlihat oleh mata gusar sang detektif. Perlahan diraihnya dan dikeluarkannya dari tempat persembunyian yang tak seharusnya, lalu dipeluknya dengan erat.

“Ayah … ibu … aku merindukan kalian!” keluhnya dengan mata yang berkaca-kaca.

Setelah merasa cukup tenang, petugas Tyo membersihkan tubuhnya, lalu bersiap untuk kembali ke kantor polisi untuk melanjutkan tugasnya.

Dalam perjalanan, ia melewati rumah wanita paruh baya yang terakhir kali mengadukan kehilangan bayinya. Sontak ingatan itu menuntun keputusannya untuk sejenak berhenti dan bertanya kabar pada wanita paruh baya yang kebetulan tengah berdiri di depan rumahnya dengan sapu didekap dengan dua tangan di dada.

“Apa kabar, Nyonya? Apa yang terjadi? Kenapa berdiam diri di terik matahari?” sapa petugas Tyo perlahan berjalan mendekat.

Wanita itu menoleh dengan tatapan kosong dan sayu, tergambar jelas kesedihan dan kehilangan yang tak akan bisa dengan mudah diuraikan. “Aku sedang menunggu makhluk itu datang!” sahutnya datar.

“Makhluk?” tanya petugas Tyo, memastikan pendengarannya berfungsi dengan benar.

Wanita itu menghela napas ringan, lalu mengulas senyum misterius, “Kamu harus percaya padaku! Di sekitar kita, juga hidup makhluk penyuka darah! Merekalah yang membawa bayiku! Jadi … aku menyerahkan diri agar mereka membawaku juga!”

“Apa dia juga mengenal seorang vampir? Atau memang sebenarnya vampir itu ada sejak awal mula? Hanya aku yang terlalu bodoh dan tak menyadarinya?” pikir petugas Tyo seraya menjejalkan permen lolipop kedalam mulutnya.

“Kamu masih tampak muda dan tampan, mengapa kamu memilih bekerja sebagai polisi?” tanya wanita itu tak mengalihkan pandangnya pada langit cerah pagi yang terik.

“Aku … hmm … entahlah, aku hanya menikmati apa yang aku sukai.”

“Bagus, teruskan itu semua, tapi anak muda harus memiliki tujuan hidup,” ucap wanita itu lalu berjalan mendekat dan berdiri berhadapan dengan petugas Tyo. “Mungkin jika makhluk penyuka darah manis manusia itu tidak merampas bayiku, dia pasti tumbuh setinggi dan setampan dirimu.”

Genggaman ringan di kedua bahu sang petugas, disertai tepukan lembut dari tangan hampir renta itu, cukup memberikan kekuatan untuk sang petugas, entah kenapa, sentuhan wanita itu mengingatkannya pada kebiasaan sang ibu, masa kecilnya dulu.

…..🌲

Suatu hari di sore yang berangin di musim awal musim semi, Tyo kecil berlari dengan derai air mata dan tangis pilu menuju ke ibunya yang masih sibuk di kebun kecil di belakang rumahnya.

Mendengar tangis itu, wanita dengan rambut sebahu itu menoleh lalu merentangkan kedua lengannya, menyambut kegundahan sang putra, memeluknya hingga sang putra merasa tenang tanpa banyak bertanya, membiarkan pria kecil itu meluapkan semua emosinya, hingga akhirnya bisa berbicara dengan tenang.

“Ibu, apa yang harus aku lakukan, seorang temanku dipukuli oleh temanku yang lain. Aku mau membantunya tapi aku juga dipukuli, sakit sekali rasanya. Aku ingin sekali membalas, tapi tubuhku tak cukup kuat untuk melakukannya!”

Sang ibu melonggarkan pelukannya, menghapus air mata dari wajah pria mungil itu, mengusap lembut kepala kecil itu, dan terakhir menggenggam lembut kedua bahu putra semata wayangnya itu dan berkata, “Putraku … kamu sudah melakukan hal besar, kamu tidak harus menang dalam setiap pertarungan, tapi jangan mengalah untuk hal yang menurutmu benar. Keberanianmu membela yang lemah sudah cukup membuat lawanmu akan merasa kalah.”

“Apa.maksud ibu?”

“Badan mereka jauh lebih besar darimu kan? Tapi kamu berani menunjukkan perlawanan. Itu sudah cukup, Sayang. Sekarang mari ikut ibu, kita obati semua luka di tubuhmu.”

Kalimat-kalimat indah yang menenangkan, selalu mampu mengembalikan kepercayaan diri bagi pria kecil yang berjalan beriringan dengan sang ibu, menggenggam erat jemari lembut wanita yang telah melahirkannya itu.

…….🌲

“Jadi, aku memang sangat kehilangan bayiku, terkadang kesedihan membuatku kesakitan, lalu kepalaku terasa sakit, hingga ingatan-ingatan itu terus bertumpuk dan membuatku bingung. Maaf jika aku sering merepotkan kalian, aku terkadang tak bisa mengendalikan diri, merasa bayiku masih ada di sekitarku.”

Setelah mendengar langsung penjelasan dari wanita paruh baya itu, petugas Tyo berpamitan sekadarnya lalu kembali melanjutkan perjalanannya menuju ke kantor polisi.

Petugas Tyo berjalan dengan langkah tegas masuk ke ruang rapat, sesuai dengan arahan dari sang ketua divisi melalui pesan singkat beberapa menit sebelumnya.

Petugas Tyo membuka pintu geser itu, disambut dengan kepala yang tertunduk dari semua rekan-rekannya. Sontak pemandangan aneh itu membuat sang petugas menyelidik bingung.

“Ada apa ini?”

Semua tampak membuang muka, menghela napas begitu panjang. Hanya petugas Dakka yang akhirnya beranjak mendekat.

CEKREK!

Sebuah borgol ditautkan oleh petugas Dakka, membatasi pergerakan kedua lengan petugas Tyo.

...****************...

To be continued....

1
༄𝚂𝙽⍟𝕬𝖗𝖓𝖊𝖙𝖆 🥑⃟
lupa aluur,yng mak inget cm gadis vampire nya doank ini nm nya lupaaaaa😭😭😭
Soraya
luar biasa thor. terimakasih telah membuat cerita yg menyuguhkan pengalaman fiktif yang luar biasa. ending yang memuaskan.
yosh—: terimakasih kk Soraya, 😁
total 1 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
luar biasa
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
yeeeaaahhh....
akhirnya tamat juga.
selamat ya Thor.
maaf baru bisa ngikutin.
beberapa hari pull terus.
tetap semangat, sukses juga di karya-karya berikutnya
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: Aamiin
total 2 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Siap,ditunggu karya barunya 😁
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Nah gitu dong 🤭
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
yah, padahal berharap tyo bisa sm raise lee, 🤗
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
cerita paling teranuuu pokoknya...sukses terus buat authornya...🤗 bingung lah mau kasih emot apaan 🤭
yosh—: terimakasih author Mentari Senja. sukses juga buat anda😁😁👏👏👏
total 1 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Petugas Tho apa Atho 🤔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
#Ayo semangaaat lagi 💪
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
ketahuan kau Kalkon 🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
bahkan
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Tyo kah 🤔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
mimpi 😛
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
waduh 😣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Tadi katanya ga butuh pengacara🤪
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
yang panik
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
semua
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
hanya ada
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
sejenak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!