NovelToon NovelToon
Catatan Kultivasi Sang Kaisar

Catatan Kultivasi Sang Kaisar

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / Petualangan / Fantasi Timur
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: TEGUH APRIANSYAH PUTRA SEMBIRING

Kubiarkan Takdir menghempas diriku, membawaku ke suatu masalah yang tak ada habisnya.

Langit dan Bumi ku lawan, Dewa dan Dewi ku tantang, seluruh Semesta menyebutku Yang Mulia.

Atas Nama Jalur Kultivasi Dewa, Sang Kaisar Kultivasi ~ Fang Wei ~

***

Update : Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu.

***

Sistem kultivasi dunia fana...
1. Tingkat Ahli
- Awal
- Menengah
- Akhir
2. Tingkat Ksatria
- Awal
- Menengah
- Akhir
3. Tingkat Jendral
- Awal
- Menengah
- Akhir
4. Tingkat Raja
- Awal
- Menengah
- Akhir
5. Tingkat Kaisar
- Awal
- Menengah
- Akhir
6. Tingkat Bumi
- Awal
- Menengah
- Akhir
7. Tingkat Langit
- Awal
- Menengah
- Akhir

Sistem kultivasi Domain Dewa...

1. Tingkat Kesengsaraan
- Kesengsaraan Angin
- Kesengsaraan Api
- Kesengsaraan Petir
2. Prajurit Dewa
- Merah
- Hitam
- Putih
3. Jendral Dewa
- Jendral Dewa Bumi
- Jendral Dewa Langit
4. Raja Dewa
- Raja Dewa Semesta
- Raja Dewa Surgawi
5. Kaisar Dewa
- Kaisar Dewa dunia Bawah
- Kaisar Dewa dunia Atas
6. Penguasa Dewa
- Tingkat Abadi
- Tingkat Menguasai

#Selalujagakesehatan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TEGUH APRIANSYAH PUTRA SEMBIRING, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 34 ~ Racun Kalajengking Tiankong

Hutan Yesheng, Sebelah Utara Kota Jialan...

Pagi itu Fang Wei sedang bersiap-siap untuk pergi. Tak lupa pula ia menyuruh agar Duan Yun bersiap-siap untuk pergi. Ia menyarankan untuk membawa banyak pakaian agar nanti jika mendesak tidak terlalu gelagapan karena hal itu.

Setelah mendapat persetujuan dari Tang Shan, ia dan Duan Yun secepat kilat menuju arah Utara Kota Jialan, lebih tepatnya Hutan Yesheng. Meskipun dikelilingi oleh hutan hutan, tetapi keamanan kota dagang tersebut sangat terjamin oleh kekaisaran, mau bagaimanapun Kota Jialan tetaplah kota besar yang sangat berpengaruh dalam kemajuan Kekaisaran Wei. Bahkan beberapa Kekaisaran lainnya, seperti Kekaisaran Xu dan Kekaisaran Zhou.

Kadang juga ada beberapa penyerangan terhadap kota ini, penyerangan Hewan Buas ataupun penyerangan Kekaisaran lain sama sama membuat warga resah. Untungnya Kekaisaran pusat selaku membantu Kota Jialan untuk menghindar dari kehancuran.

Meskipun begitu, beberapa warga miskin kerap menjadi sasaran dari serangan tersebut. Alhasil, banyak korban berjatuhan. Mungkin perkampungan kumuh seperti daerah pinggiran Timur Kota Jialan menjadi imbasnya.

Fang Wei yang mulai menyusuri hutan yang dipenuhi oleh semak belukar itu. Sedangkan Duan Yun hanya mengikuti Fang Wei dari belakang. Kewaspadaan tingkat tinggi sudah Fang Wei pasang, itulah mengapa ia seringkali menangkap beberapa suara aneh yang menakutkan.

"Yunyun, berlindung dibelakang ku."Pinta Fang Wei pada Duan Yun. Duan Yun pun menurut dan bersembunyi dibalik badan Fang Wei.

"Groaaar..."Suara Singa melolong panjang terdengar. Semak belukar bergoyang pekan menandakan raja hutan tersebut telah tiba.

Sesosok singa besar keluar dari semak tersebut. Wajah garang dari singa tersebut membuat Fang Wei dan Duan Yun bergidik ngeri. Meskipun begitu, seperti ada yang janggal dengan singa tersebut.

Singa tersebut tidak menyerang, melainkan hanya melolong keras atau menggertak Fang Wei dan Duan Yun.

"Grrr... Groaaaaaarr..."Lagi lagi singa itu melolong panjang. Meskipun begitu, terlihat singa tersebut tak berniat menyerang Fang Wei maupun Duan Yun.

"Ada yang aneh. Aku akan mencoba mendekatinya."Gumam Fang Wei yakin.

Fang Wei mendekati singa tersebut dengan perlahan. Tetapi reaksi selanjutnya membuat Fang Wei lebih berwaspada. Singa tersebut menggeram dengan keras. Ia menatap intens kearah Fang Wei.

Fang Wei baru menyadari ada sebuah luka memanjang tepat pada punggung bagian belakang singa tersebut. Fang Wei secepat kilat tanpa ragu mendekat kearah singa tersebut dan menjinakkannya.

Setelah merasa aman, Fang Wei kemudian memeriksa luka dari singa tersebut. Ia seketika terkejut ketika luka hitam tersebut mengeluarkan bau busuk yang menyengat.

"Ini... Racun Kalajengking Tiankong."Gumam Fang Wei terkejut. Bagaimana tidak, Racun Kalajengking Tiankong adalah racun paling mematikan di Kekaisaran Wei saat ini.

Meskipun beberapa resep obat yang dianggap manjur telah ditemukan, tetap ada saja korban yang meninggal akibatnya.

Fang Wei ingat bahwa ia memiliki Api Langit yang sangat berguna untuk menetralisir racun. Ia kemudian berusaha untuk mengeluarkan bentuk Aura Api Langit.

Ketika Aura Api Langit tersebut muncul, Fang Wei secepat kilat mengarahkannya pada luka bekas racun tersebut.

Beberapa saat kemudian, Racun Kalajengking Tiankong akhirnya selesai dinetralisir. Tetapi yang mengejutkan selanjutnya sungguh membuat Duan Yun keheranan. Tubuh Fang Wei seketika berwarna ungu dengan beberapa urat hijau berkekuatan.

Racun tersebut memang berhasil dinetralkan. Tetapi, keadaan Fang Wei bahkan beberapa kali lipat lebih parah daripada milik singa tersebut.

Fang Wei menggertak kan giginya menahan rasa sakit yang luar biasa. Rasa panas dan dingin menyatu dengan sempurna. Rasa bagai ditusuk-tusuk menjadi pelengkap rasa sakit tersebut.

Fang Wei yang menyadari sesuatu mulai duduk bersila. Ia menang bisa menetralisir racun yang menetap ditubuh singa tersebut, tapi ia sana sekali tak bisa menetralisir racun ditubuhnya. Jadi, hanya satu yang dapat ia lakukan, yaitu menyatukan tubuhnya dengan racun tersebut.

Ada dua kemungkinan jika Fang Wei melakukan hal itu, yaitu menjadi ahli racun terkuat atau mati.

Meski begitu,persentase keberhasilan dalam menyatukan tubuh dengan racun sangatlah tipis. Bahkan kemungkinan hidup saja hanya 1%.

Fang Wei yang sudah duduk bersila segera melakukan Proses Penyatuan Tubuh Dengan Racun. Api Langit tak bisa diam saja, ia juga berusaha membantu Fang Wei untuk melakukan proses tersebut.

Proses menegangkan tersebut pun berlangsung. Api Langit bahkan beberapa kali memberi instruksi pada Fang Wei untuk memperbaiki beberapa Teknik dalam Penyatuan Tubuh Dengan Racun.

"...Posisi duduk mu harus tetap. Jangan terlalu seperti santai atau seperti sedang berkultivasi. Teknik Pernapasan punya mu pun sangat payah..."Suara keras nan menyebalkan terdengar dan membuat telinga Fang Wei menjadi panas. Bukan karena apa, hal itu terjadi karena Api Langit sekarang berada di samping telinga Fang Wei. Bahkan Api Langit membesarkan suaranya, meskipun itu tak perlu.

Sedangkan Duan Yun menatap Fang Wei dengan perasaan harap-harap cemas. Ia kemudian mendekat kearah Fang Wei yang sedang duduk bersila tersebut.

Singa yang telah pulih dari kondisi terkena rancunya segera menyadari Fang Wei sebagai penolongnya sedang dalam keadaan bahaya. Ia akhirnya merasa menyesal karena telah memperlakukan Fang Wei dengan tidak baik.

Fang Wei berulang kali menggertak kan giginya. Proses menyakitkan tersebut meskipun tak lama, tapi menurutnya lamanya berabad-abad.

"Arrrgghh..."Ketika sampai pada puncak proses tersebut, Fang Wei sudah tak bisa bertahan lagi. Seluruh tubuhnya serasa mati.

Meskipun itu tak sebanding dengan proses Kepemilikan Api Langit, tetapi tetap saja ia tak mau rasa sakit tersebut terus berulang-ulang.

Perasaan Duan Yun kian memburuk. Dari matanya, ia melihat aliran Tebaga Dalam Fang Wei kacau. Beberapa kerusakan aliran energi juga terlihat. Duan Yun tak mengerti, bagaimana ia harus membantu Fang Wei.

Tapi hatinya berkata ia harus memeluk Fang Wei. Tanpa ada pilihan lain, ia mendekap Fang Wei dalam pelukannya. Sepasang anak kecil tersebut seperti saudara-saudari yang selalu bersama meskipun banyak kesulitan yang harus mereka lalui.

Perlahan tapi pasti, tubuh Fang Wei tak berwarna ungu lagi. Beberapa urat hijau yang tadi muncul seketika menghilang tanpa bekas.

Fang Wei terkejut melihatnya. Ia membuka sepasang mata birunya. Yang pertama ia lihat adalah wajah Duan Yun yang terlihat berekspresi cemas dengan mata tertutup. Fang Wei sedikit terkejut melihatnya sampai termundur beberapa inci. Duan Yun juga terkejut melihatnya dan buru-buru melepaskan pelukannya.

"Ah, maaf Wei Gege. Aku tak bernaksud-..."Ucapan Dyan Yun terpotong oleh perkataan Fang Wei yang mengejutkan.

"Yunyun, aku mengerti maksudmu. Sudahlah, lebih baik kita melanjutkan perjalanan kita."Dyan Yun tersenyum tipis sebelum mengangguk pelan.

"Aku tak menyangka,ternyata perpaduan antara Tubuh Lina Elemen dan Nadi Peri sangat berguna saat seperti ini. Bahkan Racun Kalajengking Tiankong pun tunduk pada hal tersebut."Batin Fang Wei terkagum-kagum.

Meskipun telah dinetralkan dan telah disatukan dengan tubuh Fang Wei, tetapi masih ada Racun liar yang ada didalam tubuh Fang Wei.

1
Nanik S
cukup menarik
Nanik S
Lanjut
Sang M
cerita jadi jelek..... payah stop aja..
Sang M
dasar bocil goblok kayak kau itu...
Sang M
dancokkkk gak suka intrik2 thor ini. Gak punya imaji yg lain kah,?? Lu payah....haiii... cerita lama dan kotor kok koh pake Thor.👊...nih
Sang M
sampah
Sang M
sekte terkutuk aliran gak genah ini.
minak jinggo
judulnya aja yg keren, isinya smpah..
calon murid aja blom bisa berkultivasi suruh bunuh binatang buas.... pekok
Menarik antara guru dan murid
Numpang.... simak.... 🙏
alexander
bagus ceritanya rekomen untuk di baca
spooky836
apa cerita ni lan lan baru 5 th, fa g umur 6th. dasar anak pelacur buat cerita plagiat.
spooky836
aku rasa yng menulis ni anak haram baru belajar dgn pelacur maknya.
Lanjutkan
Katanya mau menyembuhkan tangan Qin
Ming Lanlan... hatinya jahat sekali berbalik dg Ayahnya
Kebersamaan Ayah dan anak yang merubah segalanya menjadi lebih baik
Bsgus
Gong
Lanjutkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!