NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Si Perawan Tua

Terjebak Cinta Si Perawan Tua

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Berondong / Pernikahan Kilat / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.6
Nama Author: Bhebz

Terjebak menikah dengan seseorang yang tidak pernah diinginkan adalah sebuah musibah besar, terlebih jika keduanya mempunyai latar belakang sosial yang berbeda. Tak ada cinta tapi harus hidup seatap adalah hal yang harus dilakoni Marvin Andrian dan Malena Rachman.

"Terang saja Miss mau menikah denganku karena aku ini siswa terpopuler di sekolah!" Marvin Andrian.

"Meskipun aku dapat predikat perawan tua, aku juga tidak ingin sembarang menikah, apalagi dengan anak ingusan seperti kamu!" Malena Rachman.

Mampukah mereka hidup bersama meskipun tanpa ada cinta diantara mereka berdua

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bhebz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 Perang Saudara

"Marvin?!"

Andrian, Indira, dan Martin tanpa sadar terpekik kaget dengan kalimat yang baru saja keluar dari bibir Marvin.

"Kenapa?" tanya Marvin dengan ekspresi polosnya.

"Apa ada yang salah?" lanjut pria berusia 18 tahun itu dengan pandangan ia arahkan ke semua orang yang ada di hadapannya.

"Kamu pasti ingin mendahului abangmu ini menjawab 'kan hahaha?" tawa Martin.

"Makasih Marvin, kamu mewakili aku mengatakan apa yang aku rasakan."

"Ah ya, Marvin sepertinya tahu apa yang kita pikirkan jadi dia mendahului apa yang ingin kita katakan," sahut Indira membenarkan.

"Maksudnya bagaimana mah?" tanya Marvin dengan kening mengernyit.

"Aku suka sama gurumu Marvin dan ingin menikahinya sebelum lanjut S3." Martin menjawab dengan lidah yang mulai lancar karena telah diberikan bantuan oleh sang adik.

"A-apa bang?" balas Marvin dengan tubuh yang terasa membeku. Jantungnya sepertinya berhenti memompa darahnya selama beberapa detik saking kagetnya ia dengan perkataan sang kakak.

"MasyaAllah Martin, kok bisa sih pikiran mama dan kamu sama? Jadi Miss Malena, wanita yang sangat kamu inginkan?" pekik Indira dengan wajah yang sangat senang.

"Iya ma. Aku sangat menyukai guru biologi itu. Kami mempunyai hobi dan visi yang sama kedepannya. Marvin sepertinya juga tahu hal itu iyyakan dek?" jawab Martin seraya memandang wajah pias sang adik.

Marvin tidak menjawab. Rahangnya mengeras dengan tangan terkepal kuat. Sejak awal ia memang mencurigai kalau sang kakak suka pada Miss Malena, tapi ia tak menyangka kalau pria itu benar-benar serius ingin mengambil wanita itu dari dirinya.

"Miss Malena memang cocok banget sama kamu Martin. Satunya dokter hebat dan yang satunya lagi guru yang sangat cerdas dan juga disiplin. Mama yakin kalian berdua akan memberikan mama dan papa cucu yang juga cerdas." Kali ini Indira ikut berbicara. Wanita paruh baya itu benar-benar sangat bahagia sampai tidak menyadari kalau sang putra bungsu sedang tidak baik-baik saja.

"Miss Malena adalah istriku ma," gumam Marvin dan berhasil membuat semua orang yang ada di dalam ruangan itu tersentak kaget.

"Ya ampun Marvin. Kamu benar-benar suka bikin kami sport jantung ya hahaha," ucap Martin tertawa.

"Gak bang. Aku gak bercanda. Miss Malena benar adalah istriku. Kami telah menikah sekitar dua bulan yang lalu." Marvin menjawab dengan wajah serius.

"Astaghfirullah Marvin. Otak kamu gak lagi stress karena habis ujian bukan?!" pekik Indira dengan ekspresi yang semakin kaget tak percaya dengan pendengarannya.

Marvin menegakkan punggungnya kemudian tersenyum tipis, "Gak ma. Aku gak stress. Aku sadar sesadar-sadarnya. Miss Malena udah aku nikahi dan telah halal untukku. Otomatis wanita itu adalah milikku dan juga merupakan menantu mama dan papa."

"Jangan bercanda dengan hal yang sangat sakral Vin. Pernikahan itu bukanlah permainan," tegur Andrian yang sejak tadi diam saja.

"Aku gak bercanda pa. Aku sungguh-sungguh. Malena Rachman adalah istriku. Tak ada seorang pun yang bisa mengambilnya dariku meskipun itu adalah abangku sendiri!" tegas Marvin.

Untuk sesaat, Indira dan Andrian tak bisa lagi berkata-kata. Mereka berdua hanya bisa saling bertatapan dengan wajah yang masih tak percaya. Keduanya benar-benar tampak sangat shock dengan kejadian yang terjadi secara Live di hadapan mereka berdua.

Marthin sendiri mendengus kasar dan langsung berdiri dari duduknya. Tatapannya tajam pada Marvin, yang berusia 7 tahun lebih muda dari dirinya.

"Bercandamu tidak lucu tahu gak?!" ucap Martin, sang dokter spesialis jantung.

"Kamu tahu berapa umur kamu sampai percaya diri sekali mengaku telah menikah heh ?!"

"18 tahun bang." Marvin cepat-cepat menjawab.

"Dan Miss Malena sendiri, apakah kamu tahu berapa umurnya heh?!" lanjut Martin menahan emosinya. Ia benar-benar yakin kalau Marvin sedang tidak sadar dengan apa yang sedang ia ucapkan.

"Kamu kayaknya butuh air dingin agar kamu sadar dengan apa yang kamu ucapkan!" geram Martin dan langsung menyiram kepala Marvin dengan sisa air es dari minumannya.

"Astaghfirullah Martin!" teriak Indira dan Andrian bersamaan. Mereka berdua tampak sangat kaget dengan apa yang dilakukan oleh sang putra sulung pada adiknya sendiri.

"Bang Martin!" teriak Marvin ikut marah. Ia langsung ikut berdiri kemudian meraih kerah kemeja sang kakak dan mencengkeramnya kuat. Tubuhnya yang lebih tinggi dan berbobot membuatnya sangat mudah melakukanya.

"Hey! Lepaskan aku atau jajan kamu aku stop!" ancam Martin dengan leher yang terasa tercekik.

"Stop saja. Emangnya aku pikirin!" balas Marvin santai.

"Marvin Martin duduk!" titah Andrian tegas. Martin pun berusaha melepaskan cengkraman tangan sang adik tapi ia tak bisa.

"Lepaskan aku Marvin! Atau kamu akan menyesal!" ancam Marthin. Marvin mendengus kasar kemudian melepaskan kerah kemeja pria yang lebih tua darinya itu.

"Abang yang akan menyesal kalau sampai aku lupa diri," geram Marvin kemudian duduk ke tempatnya kembali. Ia patuh pada papanya tapi Marthin tidak. Pria itu masih berdiri dengan ekspresi yang sangat marah.

"Martin, dengarkan papamu nak!" tegur Indira pada sang putra. Akan tetapi, pria yang berprofesi sebagai dokter itu tetap saja berdiri pada tempatnya dengan tatapan tajam ke arah Marvin.

"Anak ingusan mana boleh berpikir terlalu tinggi untuk menikahi seorang wanita hebat seperti Miss Malena," sindir Marthin sarkas. Marvin hanya diam berusaha untuk tidak terpancing.

"Cih! Khayalan siswa pada gurunya. Apa kamu tak tahu malu heh?!. Kamu itu bagaikan pungguk merindukan bulan!"

"Usia baru 18 tahun. Baru lulus SMA dan sekarang pengangguran. Mana mungkin bisa menafkahi anak orang! Ngaca kamu!" lanjut Martin dengan jari telunjuk ia arahkan pada wajah Marvin.

"Martin sudah!" tegas Andrian karena sudah mulai gerah dengan kata-kata kasar dari sang putra sulung pada si bungsu.

"Gak apa-apa pa, biar ia sadar diri kalau ia hanya bermimpi!" balas Martin masih dengan emosi diwajahnya.

Marvin langsung melompat ke arah Marthin karena sudah tidak kuat lagi dengan sindiran-sindiran dari sang Abang. Tangannya langsung memberikan satu pukulan telak pada perut pria yang telah lebih dahulu lahir daripada dirinya itu.

"Marvin!" teriak Andrian marah dan menarik tubuh putra keduanya itu agar melepaskan Abangnya.

"Kalian ingin saling menyakiti hanya karena seorang wanita heh?!" ucap pria paruh baya itu kesal.

"Menyedihkan sekali kalian!" lanjut Andrian dengan tatapan ia arahkan ke arah dua putranya yang sudah sangat dewasa.

Marthin dan Marvin tidak bisa menjawab, mereka lebih memilih untuk menundukkan kepala mereka.

"Kalian dengarkan papa. Tak ada seorangpun diantara kalian yang bisa menikahi Malena!"

"Tapi pa?!" ucap kedua pria muda itu bersamaan.

"Tapi apa?!"

🌻

*Like dan ketik komentar agar author semangat updatenya oke?* .

1
Lia Babher
bener² author cinta mati sm marthin
Lia Babher
dih mls bgtt deh sm martin...knp part nya marvin sm malena bentaran doang..ni author nya lebih pro sm martin kaya nya
Lies Atikah
konplik nya ringan dan menderita pun gak dibuat lebay hingga bacanya jenuh makasih thor di tunggu cerita yang lain nya
Bhebz: mampir dikarya yang lain ya. gak ada yang berat kok konfliknya 😍
total 1 replies
Lies Atikah
kok tamat sih thor kirain sampai beranak pinak hasil anu
Bhebz: 😄😄😄, mampir dikarya yang lain ya 😍
total 1 replies
Lies Atikah
jangan dulu tamat thor malena nya belum hamil siapa tahu di kasih kembar hehe
Lies Atikah
aduuuuh si anu nih meresah kan banget anuuuu anuuu
Lies Atikah
semoga gak banyak konplik dan mereka bisa bahagia
Lies Atikah
apa susah nya ngomong bego G J banget
Lies Atikah
bukan nya ngejelasin malah pergi dasar oon parah
Lies Atikah
anu2 aja gas keun
Sondry Kaday
Buruk
Lies Atikah
culik aja vin dan buat dia percaya wkwk
Lies Atikah
lena jangan terlalu pd lah bisa jaga perasaan
Lies Atikah
jangan di buat terlalu menyedihkan lah si lena nya thor sampai segitu gak laku nya masa sih katanya cantik menderitnya jangan lebay konplik jangan terlalu parah raider ingin bahagia bukan nya sedih pasti uthor ngerti deh lanjuuuut
Bhebz: makasih kk udah mampir 😍. baca karya yang lain juga ya
total 1 replies
Lies Atikah
mulut si marvin pedas nya keterlaluan songong arogan gua sumpahin bucin parah luh
Lyeend
kalau kami di Sabah Malaysia pula makan+minum sup lihing ayam yg dicampur dengan halia.Lihing itu bermaksud minuman yang sudah ditapai.bila minum sup lihing ayam,susu badan akan menjadi lebih banyak
Bhebz: makasih banyak 😍
total 1 replies
Iwan Sukendra
mati aja sekalian
Iwan Sukendra
bete baca nyokap nya
Iwan Sukendra
Luar biasa
Nur Syamsi
😂😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!