Seorang gadis kampung yatim piatu yang terpaksa tinggal bersama pamannya di kota Jakarta karena dia ingin melanjutkan pendidikannya. Hidupnya begitu sulit karena istri dari pamannya menjadikan Naomi layaknya seorang pembantu sampai akhirnya dia diusir tanpa sepengetahuan pamannya.
Naomi terpaksa bekerja sebagai pelayan restoran untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang tinggal sebatang kara di Kota Jakarta. Disaat yang sama, dia bertemu dengan seorang CEO tampan nan sombong.
Mampukah dia melanjutkan cita-citanya? Mungkinkah sang CEO jatuh cinta kepadanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Tanjung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 34
💖Bantu like, komen dan vote agar author lebih semangat dalam menulis. Happy reading dan terima kasih💖
Tiba-tiba saja Pak Saga merasa ingin sekali kabur dari tatapan tajamnya Kenzo yang terasa menakutkan. Dia merasakan ada cairan yang ingin keluar dari kantong kemihnya saking takutnya melihat pandangan mata dari Tuan Kenzo Heriyanto.
"Anda kenapa Pak Saga? Apakah anda sedang sakit? Kok wajahnya pucat sekali," tanya Kenzo datar tanpa ekspresi.
"Ti tidak ada Tuan Kenzo. Sebenarnya apa yang membuat Anda datang ke sini? Apakah kami pernah menyinggung anda?" tanya Pak Saga dengan jari yang bergemetaran.
"Hahaha, kenapa Pak Saga harus berpikiran buruk seperti itu kepada saya? Apakah selama ini saya sering membuat kerugian restoran ini?" tanya Kenzo menatapnya tajam.
"Hehehe, Anda benar Tuan. Perusahaan anda sangat besar dan terkenal, apalagi di situ semua berita tentang artis idola dan juga pemain sinetron bisa didapatkan. Jadi apalah daya kami yang hanya punya restoran kecil ini. Sudah tentu kami tidak berani untuk menyinggung perasaan Anda."
Pak Saga hanya berbasa-basi seolah sedang tertarik dengan informasi tentang dunia Entertainment yang ada di dalam perusahaan Kenzo Heryanto.
"Saya hanya ingin menitipkan seorang karyawati yang bernama Naomi di dapur Anda. Jika sampai terjadi sesuatu padanya, maka Pak Saga yang akan saya cari walaupun harus sampai ke ujung bumi!" Penuh nada yang menakutkan, membuat bulu roma Pak Saga menjadi merinding.
"Apakah yang Tuan maksud adalah Naomi?" bertanya dengan kaku dan juga gugup akibat rasa takut yang berlebihan.
"Hemm." tanpa jawaban apapun, sombong dengan gaya yang selalu cuek.
"Saya akan selalu mengingat bahwa Naomi adalah gadis Anda. Saya akan menjaganya seperti emas yang Tuan titip kan, sehingga tidak akan tergores sedikit pun." janji Pak Saga dalam ketakutannya tanpa berpikir panjang lagi apapun yang akan terjadi nanti.
"Ok, saya akan memegang semua ucapan yang keluar dari mulut Pak Saga dan jika anda melakukan kesalahan terhadap gadis itu, maka jari-jari saya ini akan menari di wajah Anda." Berkata penuh dengan aura yang menakutkan, bagi siapapun yang melihat dan juga mendengarnya.
Dasar penguasa, sukanya hanya bisa menekan dan juga, mengancam. Andai saja kalau Anda bukanlah seorang Kenzo Heryanto, maka akan ku ajak bergelut di depan restoran ini. Jadi bisa kita lihat siapa pemenang yang sebenarnya. Gerutu Pak Saga di dalam hatinya.
"Apa sekarang Pak Saga sedang menyumpahi Saya? Biasanya orang yang saya ajak bicara, dia akan mengutuk perkataan yang saya katakan." Dingin dengan pandangan yang mematikan.
****** deh. Memangnya orang ini apa bisa membaca pikiranku? Jangan-jangan dia juga punya ilmu pembaca hati manusia. Memang benar-benar tuan yang satu ini punya segalanya, termasuk ilmu membaca hati. Prasangka Pak Saga di dalam hatinya.
Saat aura ketakutan itu masih berlanjut di dalam pikiran Pak Saga, tiba-tiba Ayu datang menyelamatkannya dengan membawakan dua porsi nasi goreng spesial telur angsa. Ayu meletakkan pesanan Kenzo di mejanya, lalu mempersilahkan Tuan Sombong itu untuk memulai sarapannya.
"Silahkan dinikmati Tuan Saga!" ucap Ayu dengan rasa hormat sambil menundukkan kepalanya.
"Panggil Naomi ke sini dan suruh dia menemani saya untuk sarapan, karena porsinya sudah saya pesan dua piring!" perintah Kenzo tanpa melihat pada pelayan Ayu.
Ayu melihat ke arah Pak Saga sebagai tanda ingin meminta izin dari kepala koordinator pelayan tersebut. Pak Saga Hanya bisa pasrah dengan cara menganggukkan kepalanya terhadap Ayu.
Ayu akhirnya melangkah pergi meninggalkan Pak Saga dan juga tuan Kenzo yang masih berbincang di ruang depan Restoran Perlente.
Kasihan Naomi, punya cowok tapi tak punya hati, orangnya kaya tetapi sangat sombong. Idih bikin kesal saja, masih pagi tapi malah sudah ngatur orang. Aneh ... kenapa Pak Saga takut pada Tuan Kenzo ya. Ayu menggerutu mengingat wajah Kenzo yang menyebalkan.
Sesampainya di dapur dia langsung menyampaikan pesan Kenzo yang menyuruhnya untuk ikut sarapan di ruang depan restoran.
"Naomi, kamu ditunggu sama Tuan Kenzo di depan loh!" meminta agar gadis tersebut segera pergi menemui si tuan songong.
"Hemm, malas ah, Mbak, Kenapa nggak Mbak Ayu saja yang menemani Singa Jantan itu." menolak tanpa melihat wajah ayu.
"Hahaha, bahkan Kamu pun punya panggilan sayang terhadap Tuan Kenzo."
"Panggilan sayang dari Hongkong, justru itu adalah panggilan yang paling tepat untuk orang seperti dia yang suka mengatur hidup orang lain semaunya." bicara penuh dengan nada kebencian.
"Terserah kamu mau ngomong apa, yang penting sekarang Kamu cepat ke depan temui orang itu. Ayolah cepat Naomi! Jangan sampai Tuan Kenzo datang ke dapur menjemputmu. Semua akan kacau kalau si tuan sombong itu sampai mengacak-acak restoran kita ini." memaksa Naomi segera pergi menemui laki-laki tersebut.
"Iyaaa Mbak Ayu cerewet, enggak Kenzo, enggak Mbak Ayu sama-sama tukang paksa." melengos pergi ke arah depan restoran dengan wajah kesal.
Nih orang sebenarnya maunya apa sih, udah tadi mengantar kerja ku terima dengan baik. Sekarang orang lagi kerja masih saja diganggu, benar-benar kurang kerjaan. Padahal tadi katanya mau cepat pergi ke kantor karena ada meeting, hadeeh pusing deh. Gumam Naomi di dalam hati.
Saat Kenzo melihat kedatangan noni ke arah mejanya, dia langsung mencantikkan tangannya kearah Pak Saga agar dia segera pergi. Pak Saga mengerti dengan keadaan yang sedang dia hadapi, lalu dia menundukkan kepala sebelum akhirnya meninggalkan Kenzo Heryanto di meja nomor 5 restorannya.
Saat Naomi berpapasan dengan Pak Saga, terlihat Gadis itu sangat sungkan dengan memandang sambil tersenyum kecut menahan rasa malu akibat ulah Kenzo yang seenaknya mengatur dia dalam bekerja.
"Ada apa lagi sih? Aku kan sudah bilang kalau disini aku itu sebagai pekerja, jadi jangan diganggu dong!" pinta Naomi sedikit Ketus bercampur kesal.
"Kamu adalah wanitaku, dan Kamu bekerja disini atas izin ku. Jika terjadi sesuatu padamu di restoran ini, maka Pak Saga itu akan ku Habisi," Kenzo berbicara penuh dengan tekanan.
"Loh loh gak bisa kayak gitu dong! Pak Saga itu orangnya sangat disiplin. Jangan sampai gara-gara aku bekerja di sini, dia terpaksa memberikan kelonggaran pengecualian hanya padaku. Aku tidak mau diberikan kompensasi yang tidak sewajarnya dari restoran ini." Bicara penuh aura keberanian tanpa ada rasa takut menatap tajam mata Kenzo.
"Kamu tidak punya pilihan apapun selain mengikuti semua perintah ku, karena kamu adalah milikku."
"Hello Tuan Kenzo Heriyanto yang terhormat, Aku adalah Naomi Manusia bebas yang belum punya suami. Ingat itu ya! Kamu hanyalah seorang manusia lainnya yang kebetulan punya masalah yang tidak jelas denganku."
"Ayo makan dulu Ratu ku! Tidak boleh menolak rezeki yang sudah ada di depan mata!" Perintah Kenzo menatap dengan selembut mungkin kepada gadis tersebut agar mau menemaninya sarapan.
Naomi hanya bisa mengalah terhadap laki-laki yang penuh kuasa di depannya karena dia tak ingin membuat keributan di Restoran Perlente tempatnya bekerja.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Baca juga karyaku OB KERUDUNG BIRU yang juga kocak dengan sedikit ilmu.