Sudah kering air mata ku menangisi pria seperti mantan suamiku.Setelah penghianatan yang begitu sakit akhirnya aku sadar mencintai pria berlebihan sangat tidak baik.Sekarang aku akan balas semua perbuatan mu dengan kesuksesanku kamu akan menyesal telah mengkhianati ku.
Ikuti kisah rumah cerita ini sanggup kah Sarah bangkit dari keterpurukannya setelah penghianatan suaminya Bima,akan kah Bima menyesal mengkhianati Sarah wanita pekerja keras yang tidak banyak tuntutan? ikuti kisahnya dalam cerita ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agustina Pandiangan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34 ~ Kejam ~
Bima membawa balok besar dari belakang,tanpa pikir panjang dia langsung memukul kepala Sarah hingga dia tidak sadarkan diri.
"Bima apa yang kamu lakukan apa kamu sudah gila? kamu bisa di penjara kalau sampai ada yang tau." Ucap ibunya dengan wajah ketakutan,dia tidak menyangka Bima sejauh itu melangkah.
" Biarkan saja bu,kalau tidak begini Sarah Tetap akan mengusir kita,biarkan saja dia mati,masalah kedua bocah kecil itu kita bisa memanfaatkan dia untuk jadi pembantu di rumah ini." Jawab Andin sama sekali tidak takut atau kaget.
Raisa jongkok di hadapan Sarah lalu memegangi pergelangan tangan Sarah dan memeriksa detak nadinya,dia sok tau memeriksanya padahal dia juga tidak tau membedakan orang yang sudah mati dan belum.
" Sepertinya dia sudah mati,ayo kita buang mayatnya jauh,entah kemana,aku tidak ingin tubuhnya membusuk hingga orang-orang curiga kepada kita." Ucap Raisa.
" Aku tidak mau mengurusnya,kalian lakukanlah sendiri,aku tidak menyangka kamu akan melangkah sejauh ini Bima,bagaimana pun kedua anakmu masih butuh sosok ibu,bagaimana kalau mereka sampai tau." Maya tampak masih syok dia tidak setuju dengan apa yang dilakukan Bima.
" Ibu bisa diam tidak,sekarang lebih baik ibu masuk kamar,ibu terlalu berisik,aku melakukan ini karena rasa benciku sudah melampaui batas,dan aku juga harus menikahi Raisa,bagaimana aku bisa menikah dengannya kalau Sarah masih ada,aku ingin rumah ini menjadi rumah bahagia kami." Jawab Bima terlihat emosi dengan ibunya yang tampak tidak suka dengan apa apa yang dia lakukan.
Raisa sangat puas mendengar jawaban yang di lontarkan kekasihnya,dia sangat bangga karena telah membuat Bima menuruti semua keinginannya.
Maya meninggalkan mereka semua,dia langsung ke kamar,begitu juga Andin, dia langsung mengejar ibunya saat dia meninggalkan tempat itu.
" Bu,kenapa kamu pergi begitu saja,untuk apa kamu terlalu peduli untuk hal itu,lagian kalau bukan kayak gitu caranya menyingkirkan Sarah dia akan terus mengusir kita,coba pikir kapan lagi kita dapat rumah bagus seperti ini? aku saja pengen punya rumah ini." Ucap Andin tanpa perasaan.
" Sudahlah tidak usah dibahas ibu hannya kaget saja,aku takut suatu saat semuanya akan terbongkar,kita juga bakal kena." Ucap Maya dengan nada yang gemetaran.
" Tidak akan ada yang tau,di rumah ini hannya ada kita berempat memangnya siapa yang akan membocorkan hal ini." Jawab Andin tetap tenang.
Sementara itu,Bima keluar dari rumahnya,dia ingin pergi mencari carteran mobil,karena tidak mungkin mereka membawa Sarah dengan sepeda motor.
" Hahahah,akhirnya wanita sialan ini tersingkir juga,akhirnya aku bisa memiliki rumah besar di kota besar ini dengan mudah,sekarang tinggal menyuruh Bima mengusir ibu dan adiknya,agar aku benar-benar menjadi pemilik rumah yang sesungguhnya." Ucapnya dalam hati dengan wajah bahagia.
" Maafkan aku Sarah!! aku sengaja ingin memiliki semua apa yang kamu miliki,hartamu dan juga suami mu,mau gimana lagi kamu terlalu hebat untuk cari uang,dan kamu juga banyak uang simpanan,sementara aku sangat cinta uang,kalau tidak membunuhmu terlebih dahulu mana mungkin aku bisa jadi orang kaya." Ucap Raisa sambil menepuk wajah Raisa tanpa perasaan.Dia sudah lupa sekecil apa pun kejahatan di dunia ini pasti ada ganjarannya cepat atau lambat.
Setelah mengucapkan kata-katanya,Raisa berlari kecil ke depan pintu saat mendengar suara mobil memasuki halaman,Bima dengan cepat keluar dari dalam mobil lalu dia langsung menghampiri Raisa yang menunggunya di depan pintu.
" Ayo cepat,nanti keburu anak-anak kembali,kamu tidak mau kan,kedua anak itu menghancurkan rencana kita." Ucapnya sambil masuk ke dalam rumah.Sebelum dia pergi dapur,terlebih dahulu dia masuk ke dalam kamarnya dan mengambil spray,untuk membungkus tubuh Sarah.
"Untuk apa itu mas?"
" Untuk menutupi tubuh Sarah,aku tidak ingin ada yang melihatnya nanti saat kita membuangnya." Jawab Bima segera ke dapur lalu menutup tubuh Sarah setelah itu dia memboyongnya ke halaman dan memasukkannya ke dalam bagasi mobil.
Maya dan Andin mengintip dari dalam kamar,entah kenapa Maya merasa ngeri dengan apa yang dilakukan oleh Bima dan Raisa.
" Aku merasa Bima agak berbeda,kok bisa dia begitu berani_
"Sudahlah bu,aku juga mendukung apa yang dilakukan oleh bang Bima,sudah seharusnya dia melakukan itu,pria mana yang tahan dengan sikap Sarah yang selalu meremehkan dirinya,wajar saja,sebagai pria dia seperti tidak punya harga diri dimata Sarah." Jawab Andin tetap pada pendiriannya yang setuju dengan apa yang dilakukan abangnya itu
Tidak lama setelah mobil yang mereka sewa pergi meninggalkan rumah,Yuna dan Yola kembali dari sekolah,keduanya tampak biasa saja saat tidak menemukan ibunya di rumah karena mereka pikir ibunya pergi berjualan.
Andin keluar dari dalam kamar,lalu mendekati kedua keponakannya yang baru saja kembali dari sekolah.
" Yuna kalian ganti seragam,setelah itu cuci piring di belakang,kalian sudah besar harus mandiri." Ucap Andin Yuna dan Yola saling menatap setelah tantenya meninggalkan mereka berdua.
"Kakak,mama kemana? kenapa Tante tiba-tiba menyuruh kita biasanya dia tidak pernah menyuruh kita untuk melakukan apa pun." Tanya Yola polos.
"Mama pasti jualan,sudah kita masuk kamar saja,kita masih kecil belum bisa melakukan pekerjaan seperti itu." Jawab Yuna lalu membawa adiknya masuk ke dalam kamar.
Sementara itu Bima dan Raisa membawa Sarah jauh ke pinggiran kota yang sepi,disana tempat pembuangan sampah dan tempat itu jarang sekali di kunjungi orang-orang.
" Kamu keluar lalu lihat situasi aku akan membuangnya disini,kita harus melakukannya dengan cepat." Ucap Bima lalu membuka pintu mobil.
Raisa melihat situasi,dia memberi kode untuk Bima kalau tempat itu sangat aman saat ini,Bima buru-buru membuka spray yang menutupi tubuh Sarah lalu membuangnya di tumpukan sampah.
Mereka buru-buru meninggalkan tempat itu,lalu kembali ke rumah setelah mengembalikan mobil yang dia sewa.
" Kita harus mendapat surat-surat rumah dan juga ATM milik istrimu,kalau masalah pin tenang saja,pasti nomor PIN tidak jauh-jauh dari tanggal lahir anak-anakmu,kita harus menjadi orang kaya mas,kita buka usaha dan kita hidup bahagia." Raisa dengan bahagia mengutarakan semua rencana jahatnya.Padahal dia tidak tau kalau Raisa telah menyimpan semua itu jauh dari rumahnya.
" Benar sayang,aku tidak sabar segera menikah dengan kamu,aku beruntung punya wanita pintar sepertimu,aku beruntung kamu datang ke kota ini,kalau kamu tidak datang aku tidak bisa membayangkan bosannya hidupku menikah dengan wanita jelek seperti Sarah." Ucap Bima tidak kalah bahagianya.
🌺🌺🌺 bersambung 🌺🌺🌺
sungguh mantap sekali
terus lah berkarya dan sehat selalu