"Kalian harus menikah jika tidak, desa kami akan terkena sial" Begitulah kata para warga yang terus mendesak.
Shasa Bella Putri yang baru saja menyelesaikan pendidikannya di jenjang SMA, namun dia terpaksa menikah dengan lelaki yang tak di kenal karena terciduk berduaan di sebuah rumah kosong.
Niatnya ingin berteduh karena hujan deras, siapa sangka mala petaka terjadi. Hari itu adalah hari kesialan bagi Shasa, yang di mana kekasihnya berselingkuh di depan matanya sendiri. Dan parahnya dia berselingkuh dengan saudara tirinya sendiri.
Dan sekarang dia harus terjebak dengan pernikahan yang sangat tidak di harapkannya. Akankah dia mendapatkan akhir yang bahagia dari pernikahan ini?
Atau malah sebaliknya?.
Ikuti ceritanya yuk. "Terjebak Menikah"
IG : Lesmiyelesti_07
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Les07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 34
"Tak lama dari itu, tuan Harison terbunuh...."
Shasa mendelik. "Yang membunuhnya tuan Devan?." tanya Shasa semakin penasaran.
"Bukan!." jawab bi Ranti dingin.
"Lalu?." tanya Shasa mengerutkan dahinya.
"Sampai saat ini tidak ada yang tahu bagaimana kabar tuan Devan, pria itu menghilang bak di telan bumi bersama dengan kepergian tuan Harison."
"Dan yang membunuhnya adalah...Carlina Jhonson!. Kau pasti bisa menebaknya bukan?."
Shasa terdiam, sungguh rumit sekali konflik keluarga ini dia saja bingung mendengarnya.
"Ibunya Ameera Jhonson!."
"Biar ku tebak, Ameera masuk kedalam keluarga Bagaskara untuk menguasai harta keluarga ini menggantikan tuan Devan, karena Carlina Jhonson adalah...." Shasa menatap bi Ranti dengan kening berkerut.
Bi Ranti menghela nafas. "Carlina Jhonson, Harison Bagaskara, Devan Smith, Shafira dan satu lagi Nafhira!. Mereka semua adalah sahabat!."
"Nafhira?." gumam Shasa, dia baru mendengar nama itu.
"Kembaran nyonya Shafira, yang aku tahu beliau menyukai tuan Devan, dia meninggal dengan misterius. Tidak ada yang tahu dengan kematiannya!."
Shasa memijit keningnya yang terasa pusing, mendengar kisahnya yang berawal dari kakeknya Jaevano. Entahlah apa tujuan bibi Ranti menceritakan ini, mungkin akan berguna untuknya di masa depan.
"Carlina menyukai tuan Devan, sedangkan tuan Devan menyukai Shafira, namun Shafira sudah lama mencintai tuan Harison. Dan akhirnya mereka berdua menikah, semenjak itu hubungan yang tadinya persahabatan berubah renggang!."
Bi Ranti terdiam, jika kalian bertanya dimana dia mengetahui seluk beluk keluarga ini. Karena Dia adalah anak yatim piatu yang pernah di rawat oleh tuan Harison. Bahkan dia sudah menganggap pria itu seperti kakak kandungnya sendiri.
Mengingat itu, bibi Ranti meneteskan air matanya. Mengingat semua kebaikan tuan Harison, sehingga membuatnya mengabdi sampai sekarang ini.
Shasa terdiam melihat wanita itu menangis. "Hanya sebatas ini yang aku ceritakan, suatu saat nanti kau pasti akan memahami segalanya. Hanya satu yang dapat aku sampaikan, berhati hatilah!." ucapnya memperingati.
Shasa mengangguk. "Kembalilah, aku ingin beristirahat!." bibi Ranti mendesah lelah.
Shasa mengangguk, dia berdiri seraya meletakkan album dan foto di atas sofa.
"Ambil saja album itu, kau belum membuka semuanya!." ucap bibi Ranti.
#POV
"Kenapa belum tidur?." suara bariton itu membuyarkan lamunan Shasa, ia tersentak saat sebuah jaz menyelimuti pundaknya. Shasa berbalik badan ia mendongak melihat wajah dingin Jaevano yang sama seperti sebelumnya.
"Gerah!." jawab Shasa seraya nyengir kuda.
"Alasan, cepat masuk!." titah Jaevano tegas, namun Shasa sama sekali tak menggubris.
"Sebentar lagi." jawabnya seraya berbalik kembali memegang pembatas balkon. Mengadahkan kepala menatap langit, suasana yang sangat menangkan ia menyukainya. Tidak di siang hari yang berisik apa lagi di tengah hiruk pikuk kota.
Jaevano tak habis pikir, hari sudah menunjukkan pukul satu dini hari. Sedangkan istrinya masih betah berada di sini, sungguh di luar dugaannya. Setahunya gadis seumuran Shasa sekarang sudah tidur nyenyak bergelung di bawah selimut, namun dia masih betah berada di luar tak menghiraukan udara dingin menusuk tulang.
"Jaevano, hey apa apaan ini cepat turunkan aku!." pekik Shasa meronta-ronta, tentu saja dia terkejut tak kala Jaevano menggendongnya bak karung beras.
"Jaevano, minimal kalau gendong bini itu yang romantis dikit perutku sakit!." pekik Shasa, dia memukul punggung suaminya. Jaevano sama sekali tak menggubris, dia langsung melemparkan tubuh Shasa di atas ranjang dengan kasar.
"Argh....Kau!." mata Shasa seketika membulat.
"Hem."
Jaevano melumat bibir yang selama ini menarik perhatiannya. Kecupan itu terdengar nyaring di dalam kesunyian yang membisu, Jaevano mencium Shasa dengan brutal di iringi nafsu yang memuncak.
Shasa meronta memukul bahu Jaevano. Karena merasa istrinya kehabisan nafas, Jaevano melepaskan ciuman itu walaupun sebenarnya tak rela.
Nafas keduanya memburu, Shasa mengirup pasokan oksigen sebanyak banyaknya. Hampir saja pria itu membuatnya mati kehabisan nafas.
"Kau!." tunjuk Shasa dengan mata memerah, dia tidak suka di perlakukan kasar seperti itu. Jaevano terdiam, lalu mengusap wajahnya dengan kasar.
"Kenapa aku bisa khilaf seperti ini?." batinnya merasa gusar. Dia tak kuasa melihat air mata yang mengalir dari pelupuk mata istrinya.
"Maaf!." lirihnya tanpa suara, seakan akan sangat berat mengucapkan kata itu.
"Tidur lah, ini sudah larut!." ucapnya dingin lalu berlalu memasuki kamar mandi.
"Jaevano sialan." geram Shasa, air matanya menetes.
"Sial, beraninya dia terus mencium ku, bahkan dia juga mengambil ciuman pertamaku. Mana caranya tidak romantis lagi." ucapnya mewek. Ingin menangis meraung raung, tapi ya sudahlah.
Semuanya sudah terjadi, namun tetap saja Jaevano memperlakukannya dengan kasar tidak ada lembut lembutnya sama sekali, harga dirinya terluka.
"Awas saja, kalau dia kembali nyosor akan ku rontok kan semua giginya!." gerutunya kesal seraya memukul bantal, untuk melampiaskan kekesalannya.
Jaevano tersenyum tipis melihat istri kecilnya sudah tertidur lelap, dia berbaring lalu memeluk tubuh Shasa.
Dengan gemas pria itu mencium setiap inci wajah sang istri. Entah lah dia hanya bisa melakukannya di saat Shasa tertidur.
"Apakah aku terlihat seperti seorang pencuri?." kekeh nya pelan.
*
Matahari sudah terbit, menyinari bumi. Suara kicauan burung bernyanyi merdu, awan dan langit biru terbentang dengan indah. Langit terlihat cerah di hiasi mentari pagi.
Shasa sudah terbangun sedari subuh tadi, gadis itu tidak bisa tidur akibat ulah Jaevano. Sedangkan pria itu entahlah pergi kemana, Shasa tak ambil pusing.
"Sialan, mataku sudah seperti mata panda!." gerutu Shasa, tentu saja dia sangat kesal melihat tampilannya pagi ini sangat buruk.
"Eca pasti akan mentertawakan ku!." keluhnya.
"Ini semua gara gara batu bernafas itu, awas saja dia!." ujarnya sembari meremas tangannya untuk melampiaskan kekesalan, terhadap pria itu.
Setelah selesai melakukan rutinitas paginya, Shasa langsung keluar dari kamar. Tentunya dengan lingkaran hitam yang menghiasi di bawah matanya. Semalam dia tidak bisa tertidur lelap.
"Hay cantik!." sapa Satria dengan tubuh yang sempoyongan.
Shasa mengerutkan dahi, melihat tampilan pria itu yang sangat kacau. Semenjak kejadian beberapa hari lalu, dia sudah lama tidak melihat pria ini.
"Ah sayang, kenapa kau sangat cuek sekali!."
"Harum!." gumam Satria terkekeh, dia menghampiri Shasa ingin memeluk gadis itu.
"Brakkkkk!."
"Sssttt."
"Mampus." ledek Shasa mendelik tajam, dia tentu saja menendang Satria dengan kuat, sehingga tubuh pria itu terbentur di pintu.
Enak saja dia di peluk peluk, amit amit. Apalagi tubuh Satria di penuhi dengan bau alkohol yang menyeruak, menyakitkan hidung.
"Pagi ku hah, sangat sial sekali bertemu pria menyebalkan ini!." ucapnya kesal, lalu berbalik untuk melanjutkan langkahnya.
"Apa yang kau lakukan!." suara lengkingan yang menyakiti telinga itu, membuat Shasa memutar bola matanya jengah.
"Bertambah sial lagi kan. Kapan aku bisa tenang tanpa suara nek lampir itu!." keluhnya.
_To Be Continued_
kenapa hidup Shas & Jaevano begitu menyedihkan sichh.., sudah cukup penderitaan mereka berdua akibat ulah dari orang2 yang serakah..
Pertemukan Shasa dengan JaeVano serta kedua anaknya agar penderitaan selama 6 Tahun bisa terobati dengan kebersamaan dalam keluarga yang seharusnya Memnag hidup bersama..😥😥💙💛💙😘😘😘
Samapi harus baca dr awal walau sebagian ada yg di lewati nichh.. lupa kisah awalnya shsa dn jaevano l.. 💙💛💙😘😘😘