Rania adalah gadis cantik berusia dua puluh tahun, yang lari dari rumah menghindari perjodohan orangtuanya.
Tanpa sengaja bertemu dengan Tomi Rahardian Putra pria tampan yang sengaja dia copet. Sayangnya Tomi dapat menemukan identitas nya dan memaksa Rania bekerja padanya, jika tidak mau di laporkan kepada polisi.
Bagaimana mereka. Akankah cinta hadir di hati Tomi yang susah lama menjomblo??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamie kembar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengakuan
"Tapi kau sungguh tidak romantis. Mengungkap cinta dengan cara seperti ini." ucap Rania bersungut.
"Jadi kau ingin yang seperti apa?" Makan malam romantis, atau ....."
Rania menutup mulut Tomi dengan jari telunjuknya. "Aku tidak ingin apa pun, aku hanya ingin kau mencintai ku dengan sepenuh hatimu." ucap Rania.
Tomi kembali memeluk Rania. Akhirnya dia menemukan cinta sejatinya.
Rania melepaskan pelukan nya.
Tomi menghapus jejak airmata di pipi putih Rania.
"Kau jelek kalau menangis!" ucap Tomi.
Kembali Rania mengerucutkan bibirnya. " semua ini karena kau?" ucap Rania kesal.
"Aku????" tanya Tomi memicingkan matanya.
"Mengapa jadi aku yang salah?" tanya Tomi lagi.
"Ya, karena kau berdansa dengan Alena dan kalian terlihat sangat mesra. Bahkan dia memeluk mu erat?" ucap Rania. Masih merasa kesal,
Tomi terkekeh melihat sikap manja Rania.
"Jadi kau cemburu???" ulang Tomi masih tertawa.
Rania semakin kesal karena Tomi mentertawakan nya. Dia memukuli Tomi.
"Ampun..ampun...aduh sakit, ampun...." ucap Tomi mengakhiri tawanya.
Dia terlihat malu, sungguh menggemaskan...
"Maaf, tapi kan kau yang mulai duluan?" ucap Tomi membuat Rania menatap protes ke arahnya.
"Kenapa jadi menyalahkan aku?"
"Bukan kah kau dulu yang berdansa dengan Mark. Dan aku lihat, dia terus saja mendekati mu, semula aku kira kau juga tertarik dengannya. Sampai aku dengar kau menolaknya di taman." ucap Tomi.
Rania kembali memicingkan matanya." Kau mendengarkan apa yang aku bicarakan dengan Mark? Kau me mata matai ku?" ucap Rania.
Tomi mendesah pasrah.
"Iya, awalnya aku mencari mu dan ingin mengajak mu ke rooftop karena aku ingin menyatakan cintaku padamu, tapi saat aku mencari mu kau tidak ada, jadi aku keluar ke taman. Saat aku tiba disana kulihat kau berdebat dengan Alena dan Mark juga ada disana. Tapi aku senang, akhirnya aku tahu kau juga menyukai aku." ucap Tomi tersenyum lebar.
"Lalu kenapa kau membiarkan aku sendiri?"
"Aku kira kau butuh waktu untuk berpikir dan aku akan mengajakmu ke rooftop setelah acaranya selesai, tapi ternyata aku salah.
Kaualah nekad ingin kabur dariku." jelas Tomi.
"Siapa yang lari?" Aku tidak lari darimu. Aku hanya ingin kembali ke rumah orang tua ku. Aku rindu mama!" ucap Rania mengelak.
"Selain polos, kau juga tidak pandai berbohong. Sudah lah aku sudah tahu semuanya. Sekarang, kau istirahat, aku akan mengunci pintunya dari luar." ucap Tomi.
"Atau kau mau aku menemani ku disini?" tanya nya.
"Tidak boleh," jawab Rania cepat.
Kembali Tomi terkekeh...
" Aku tahu kau akan menolak, aku hanya bercanda. Sekarang tidurlah." ucap Tomi mencium kening Rania. Merapikan selimutnya dan berjalan keluar kamar.
Tomi membuka pintu kamarnya dan membersihkan dirinya sebelum dia menaiki ke tempat tidur untuk beristirahat.
Wajahnya selalu tersenyum mengingat kejadian yang baru saja dia alami. Sungguh cinta bisa membuat orang menjadi gila. Buktinya dirinya yang hampir gila saat Rania akan pergi meninggalkan nya.
...****************...
Pagi pagi sekali Tomi sudah bangun. Dia segera bangkit, membersihkan dirinya dan segera menemui Rania.
Sudah dua kali dia mengetuk pintu kamar Rania, namun tidak juga di buka. Karena penasaran dan khawatir dia mendorong pintunya yang ternyata sudah tidak terkunci.
"Sayang.....kau dimana?" Panggil Tomi.
Dia menuju balkon tidak ada, kemudian dia membuka pintu kamar mandi tidak ada, dia menutup pintu dan berbalik. Rania sudah berada tepat di hadapannya.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Rania.
Tomi langsung memeluknya."sayang...kau darimana? Aku khawatir dengan mu?" ucap Tomi.
"Aku dari bawah, membeli sarapan. Nih bubur ayam, aku beli dua. Boss, belum sarapan kan?" tanya Rania.
"Kenapa masih manggil aku Boss?" Tomi mencebik kesal.
"Lalu aku harus panggil apa? Bukan kah aku memang harus memanggilmu boss."
"Panggil aku sayang...." ucap Tomi tegas.
"Sayang...." ulang Rania.
"Bagus, mulai saat ini kau harus memanggil aku sayang, jika salah aku akan mencium mu!" ucap Tomi tersenyum miring.
"Mana bisa seperti itu?" protes Rania
"Bisa saja, terserah aku?" ucapnya.
"Sudah ayo sarapan, keburu dingin jika harus berdebat dengan mu. Mana bubur ku" ucap Tomi sebelum Rania kembali protes.
Rania memberikan bubur Tomi dan mereka berdua sarapan bersama.
"Bagaimana kaki mu, masih sakit?" tanya Tomi di sela makan nya.
"Tidak, aku sudah sembuh. Kaki ku tidak apa apa, kau saja yang terlalu khawatir!" ucap Rania.
"Aku tahu." jawab Tomi enteng.
"Lalu mengapa kaki ku di bungkus dengan perban tebal seolah olah kaki ku luka parah?"
"Agar kau, mau aku gendong. Jika kaki mu tidak di perban, kau pasti tidak mau aku gendong kan?"
"Dasar modus!" ucap Rania pelan. Namun dapat di dengar oleh Tomi.
"Tapi kamu suka, kan!" jawabnya tersenyum lebar.
Rania melanjutkan makan nya tanpa menjawab ucapan Tomi.
"Setelah sarapan kita akan kembali ke Jakarta, karena ada pertemuan dengan klien jam dua belas." ucap Tomi.
"Iya, aku mengerti." jawab Rania.
Setelah selesai makan, Tomi dan Rania menuju bandara dan akan terbang kembali ke Jakarta.
Kali ini Tomi berjalan sambil menggandeng mesra tangan Rania.
Tak lupa Rania menyempatkan photo berdua di depan bandara, dan memposting nya di akun Instagram nya, dengan hastag My lovely. Namun wajah Tomi dia pasang emoticon love untuk menutupinya.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Tomi melihat Rania senyum senyum sendiri.
"Nih, lihat!" Rania menunjukkan photo mereka yang dia kirim ke akun Instagram nya dan sudah banyak mendapatkan komentar. Terutama teman teman Rania yang kepo dengan kekasih nya.
"Kenapa wajahku di tutup?" protes Tomi.
"Karena kau hanya milikku, jika aku menunjukkannya, mereka akan menggoda mu nanti. Aku tidak mau mereka melihat wajah tampan mu. Lebih baik aku simpan saja untukku sendiri." ucap Rania.
Pipi Tomi memerah mendengar pujian Rania. Namun dia berdehem untuk menutupinya.
...****************...
Tomi dan Rania telah tiba di Jakarta dan langsung menuju kantor nya.
Tomi langsung menemui Juan yang mempersiapkan kontrak kerja sama yang akan mereka bawa pada meeting siang ini.
"Sayang...aku berangkat dulu, tunggu hingga aku kembali." ucap Tomi mencium kening Rania.
Rania mengangguk malu, karena ada Juan di sana.
Setelah itu Juan dan Tomi berangkat menuju tempat mereka membuat janji temu dengan klien.
Juan yang sangat kepo tak dapat menutupi rasa penasarannya.
"Boss," ucapnya.
"Apa boss, sudah jadian dengan nona Rania?" tanya Juan akhirnya.
"Kenapa? Apa kau menyukainya?" tanya Tomi.
"Tidak, bukan seperti itu. Saya lihat pandangan boss beda terhadapnya, Boss menyukai nya, kan?" tanya Juan
"Iya, aku dan dia sudah jadian, dan aku akan membawa Rania menemui Papa Minggu depan." jawab Tomi penuh keyakinan.
"Berarti boss, akan segera menikah?" ucap Juan.
"Ya, kau benar. Aku akan menikahi Rania. Kau segeralah menikah, apa kau tidak bosan jomblo terus. Usia mu juga sudah cukup untuk menikah." jawab Tomi.
"Sombong, baru juga jadian sudah menghina aku jomblo. Padahal kemaren dia juga masih jomblo sama seperti aku". guman Juan pelan.
Ha..haa...ha...
Tomi tertawa keras. Juan merasa heran.
"Aku dengar apa yang kau ucapkan Juan." ucap Tomi sukses membuat Juan Pucat pasi.
" Tapi karena aku lagi senang, aku memaafkan mu." ucapnya lagi, Juan bernafas lega mendengarnya.
Kasih like, vote dan koin seikhlas nya. Terima kasih...