Diselingkuhin oleh kekasihnya? Kedua orang tua meninggal karena penyakit yang tidak mampu disembuhkan? Menderita karena miskin?
Semua ini di alami oleh Aditya Narayan. Seorang pria yang bisa dibilang gagal dalam kehidupan.
Penderitaan Adit tidak berhenti disitu saja, dia juga mengalami tindakan keriminal dan terbunuh di tempat kasir, tempat dia kerja.
Menganggap bahwa semua telah berakhir, Adit menutup kedua matanya.
[Ding! Selamat anda mendapatkan sistem: Pengubah takdir]
[Apakah anda ingin mengubah takdir anda?]
Namun itu belum berakhir sama sekali. Tiba-tiba sebuah layar notifikasi muncul di udara.
Melihat adanya kesempatan untuk mengulang kehidupan menyedihkan ini, Adit memutuskan untuk mengulangi waktu.
Dia kembali ke tujuh tahun saat dia masih SMA dan sebelum semua pristiwa buruk menantinya.
Mampukah Adit mengubah masa depannya? Bisakah dia membuat masa depan di mana kedua orang tua masih hidup?
----
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.A Wibowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 34. Membasmi preman jalanan 2
Malam yang kelam menyelimuti jalan ketika dua preman dari Geng Elang menghadang Adit. Mereka merasa kuat dan berkuasa, tapi Adit tetap tenang, memilih untuk memberikan pelajaran tanpa kekerasan jika memungkinkan.
Dua preman itu, terlalu percaya diri, melemparkan pukulan ke arah Adit. Namun, dengan gerakan cepat, Adit menghindar, mengelakkan serangan dengan lincah.
Adit menanggapi serangan dengan tendangan kilat yang menghantam dada salah satu preman. Sang preman terdorong ke belakang, merasakan rasa sakit yang memilukan.
"Ach!" dia mengeluarkan darah dari mulutnya karena luka yang dia dapat.
Preman lainnya marah, melancarkan serangan brutal, tetapi Adit menghindar dengan keahlian yang luar biasa. "Kalian tidak sebanding denganku," ujarnya dengan tenang.
"Jangan sombong dulu dasar anak sialan!" Dihina oleh anak kecil tentu saja dia tidak Terima, dengan cepat preman itu melancarkan pukulan lagi.
Tapi dengan mudah dihindari.
Adit melancarkan serangan balasan, mendaratkan pukulan dan tendangan dengan presisi yang mematikan. Preman-preman itu terus terdesak dan bingung, menyadari kesalahan mereka.
Akhirnya, salah satu dari mereka terluka parah dan melarikan diri, sementara yang lainnya segera mengikutinya, meninggalkan Adit.
"Cih mereka kabur juga. Dasar pecundang!" Adit tampak marah karena dua orang itu kabur, namun emosi itu akan mereda karena layar notifikasi misi yang muncul.
[Ding! Selamat anda menyelesaikan misi.]
[kalahkan dua preman tidak tahu malu itu dan selamat gadis tersebut.]
[ Hadiah 2.000 coin.]
Lalu Adit melihat gadis kasir yang hampir menjadi korban. "apa kamu baik-baik saja?"
Dia memandang Adit dengan ekspresi syukur. "Terima kasih, kamu menyelamatkan hidupku dari preman Geng Elang. Mereka sering mengganggu aku."
Adit tersenyum sederhana. "Tidak perlu berterima kasih. Hati-hati dengan mereka di masa depan. Mereka mungkin tidak akan suka telah dikalahkan olehku."
Gadis itu mengangguk mengerti.
Lalu Adit teringat hal penting. "Ah, mengenaj perkataan mereka di mini market. Apakah kamu mencari uang untuk membantu temanmu yang terkena kasus?"
Dia tampak terkejut karena Adit tahu akan hal itu. "Iya kamu benar. Asal kamu tahu aku punya teman, dia adalah dokter rumah sakit. Dia adalah orang yang sangat baik, hangat dan asik, tapi suatu hari dia tiba-tiba mendapatkan kasus atau bisa dibilang tuduhan palsu! Pasti ada yang salah, dia tidak mungkin melakukan kejahatan sampai harus ditangkap."
Mendengar semua cerita dari sang gadis Adit sudah tahu siapa yang dimaksud oleh temannya. "Apa yang kamu maksud adalah dokter Nabila?"
Mata gadis itu terbuka lebar. "Bagaimana bisa kamu tahu?"
"Bisa dibilang aku adalah pasien setianya... dan aku sekarang sedang mencoba untuk membuat tuduhan itu hilang, jadi sebisa mungkin aku meminta bantuanmu. Katakan apa yang kamu tahu tentang kasus itu!"
Gadis itu tampak sedikit ragu untuk berkata, dia lalu menatap mata Adit yang penuh dengan kebaikan. Dia menjadi yakin untuk percaya dengan remaja ini.
"Sebenarnya aku tidak terlalu tahu detailnya. Tapi satu hal yang pasti. Aku curiga dengan geng Elang."
Adit mengerutkan kening karena bingung. "Kenapa bisa begitu?"
"itu karena geng elang terkenal dengan jaringan di dunia gelap. Bisa dibilang dia menjual segala barang, obat-obatan, racun ke seluruh orang yang memesan. Barang tersebut tentu adalah terlarang, jadi polisi sudah mencoba untuk menangkap mereka tapi geng elang terlalu punya koneksi yang kuat. Bahkan pihak polisi masih tidak mengetahui di mana markas mereka."
Adit menganggukkan kepala paham dengan maksudnya. "Terima kasih, kamu tidak perlu khawatir lagi. Aku akan membantu untuk mencari cara agar nabila selamat."
"Tunggu!"
gadis itu berteriak karena Adit telah hilang entah kemana. Adit sendiri sudah memutuskan untuk membahas ini dengan Amel dan Bambang.