Aku seorang wanita yang harus memikul beban kehidupan yang amat sangat pahit, hanya demi gengsi dan ambisi untuk menguasi anak laki-lakinya untuk harta dan tahta karena ingin dipandang oleh semua orang.
Awalnya kusangat bahagia karena dipersunting seorang calon imam yang mumpuni dalam segala hal, namun dengan berjalannya waktu semuanya terbuka dengan sengaja yang mengakibatkan buta mata buta hati, jangankan untuk mengerti pedulipun sudah tiada arti lagi.
Hidupku dihiasi dengan rasa penuh pana dan derita, hatinyapun sudah tak sanggup menerima karena duka yang mendalam. Padahal kuhanya pengakuan saja bukan ingin dimanja dan dipuja, pengakuan itu sudah luar biasa. Harta ku punya keluarga ku punya tapi pengakuan sebagai menantu buatnya kini tinggal kenangan semata.
Walau kelihatanya bahagia padahal kami sangat menderita karena perlakuan yang berbeda dan perhatian yang penuh dengan kebencian semata. Hilanglah semua harapan kini tinggal kenangan batu nisan jadi saksi kebencian seorang mert
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PASKUD Official Channel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 34
Disepanjang perjalanan kami bercanda dan sesekali ngobrolin tentang kebutuhan apa saja dan persiapan apa saja yang harus disiapkan, takutnya nati disana kake dan nenek kebingungan. Anak anak menyampaikan pendapatnya dengan gaya khasnya.
Si kaka “mih, mah yah, kalau kataku alat yang harus disipakan kain ihrom kan, mukena, dan alat idaha lainnya.
Si ade menambahkan “obat obatan jangan lupa, paspor dan visa juga harus siap.
Ayah “terus apa lagi.
Umi “insyaallah semua sudah siap, yang harus kita siapkan oleh oleh yang akan dibagikan kewarga dan selamatan keberangkatan kake dan nenek mau seperti apa. Jangan mendadak dan tempatnya mau dimana.
Ayah “oh iya, makasih sayang, itu yang harus kita sipakan dengan matang ya anak anak. Bantuin papah mikirin ya.
Anak anak “asiiap yah, kami siap membantu ayah dan Umi , dengan nada serempak.
Kami satu mobil ketawa, mendengar perkataan mereka dan nenekpun terpingkal dengan perlakuannya.
Selama perjalanan kami beridiskusi kecil dengan ayah dan mamih, untuk memutuskan tempat selamatan keberangkatan umroh nanti, dan akhirnya nenek minta dirumahnya karena kemungkinan kalau dirumah kami kake tidak akan mau dan kemungkinan gagal. Dan kamipun sepakat dengan dengan permintaan nenek.
Biarlah kami mengalah demi kebaikan dan kebahagiaan kelak nanti, biarkan kami mengangis sekarang asal nanti kami tersenyum karena mendapat pengakuan dari kake utamyan.
Kami titip amanat dan salam sama kake, untuk menerima pemberian ini, dan mohon maaf sudah didaftarkan tanpa meghadirkan kake. Dan nenepun berkata”biarkan urusan kakemu, nenek yang menjelaskan kekake, kalian jangan hawatir ya, insyaallah jalan menuju ka’bah sangatlah membuka pintu hati manusia, dengan cara apapun>
Kami sedikit lega semoga..semoga ya tuhan ada mujijat kebaikan yang engkau berikan pada kami.
Ditengah perjalanan kami mampir dan istrirahat untuk makan dan solat, kami berlima menuju Rest Area. Setelah selesai beristirahat kami melanjutkan perjalanan dan kurang lebih 2 jam lagi sampai ditempat tujuan. Kami tak terasa saking capenya diperjalnan istriku anak anak dan mamih pada tidur semua, tinggal kami berdua dengan mang ujang. Dan biar ga ngantuk kami ngobrol lepas.
Tak terasa tibalah kami ditempat tujuan dan sampai dengan selamat, kami datang disambut oleh adik bungsu dan memeluk nenek sambil berkata “mih lama amat tinggal disana kami disini hawatir, aku mau hubungin mamih tapi tapi dilarang oleh semuanya jadi ya nurut.
Mamih “aku baik baik aja sayang, seperti keliatannya. Bahkan mamih disana tadinya pengen tinggal lama. Disini kaya engga ada keluarga mamih dirumah aja, disanamah kami bisa main sama cucu sama mantu sama kakamu kekantornya, jadi nenek sangat senang.
Adik bontot “iya tapi kake disini marah ,marah terus, ga ada mamih jadi gak keurus, aku dilarang sama kaka kakaku, sedangkan mereka ga ngurus kake juga. Jadi bingung mih.
Mamih “iya sabar nak,
Kami masuk kerumah kake, dan ayah menurunkan semua bawaan yang dibawa oleh nenek. Sekaligus oleh oleh buat yang lainnya.
Assalamualaikum, kata mamih sambil ngetuk pintu. Waalaikumsalam. Dari dlama kake menjawab.
Alhamdulillah mamih sudah pulang, papih kesepian mih, ga bisa ini itu, aku ga bisa jauh dari mamih, “imbuh kake.
Ya si papih, batu ge seminggu ditinggalin, bagimana kalau selamanya. Atuh suruh siapa kemrin gam au ikut kesana “jawab mamih
Si papih terdiam dan ga mau menyapa kami, kami memaksa untuk salaman dan mencium tangan papih. Kami raih tanganya dan mencium tangannya sambil mengucapkan kata “maafkan kami ya pih”.
semangat terus berkarya 👍👍
itu apa ya 🤔🤔
Sahur
sahuuuurrr
Terpaksa menikahi kepsek kejam hadir memberi like...
di tunggu ke hadirannya di karya ku ya...