NovelToon NovelToon
Papa, Ayo Kita Hancurkan Plot Novel Ini!

Papa, Ayo Kita Hancurkan Plot Novel Ini!

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Sistem / Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Masuk ke dalam novel / Balas dendam pengganti
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Setelah sang ayah—ketua mafia legendaris—tewas misterius, Livana ikut terlempar ke dunia novel dan menjadi Bellamy, si antagonis manja yang ditakdirkan mati tragis.
Kejutan besar menantinya! Jiwa sang Papa ternyata ikut bertransmigrasi menjadi ayah Bellamy. Namun, sang Papa terikat Sistem Novel yang akan mengurangi umurnya jika ia berani mengubah alur cerita.
Untungnya, jiwa barbar Livana adalah sebuah glitch yang kebal dari hukuman Sistem!
Menggunakan celah ini, duet maut ayah-anak mafia ini kompak bekerja sama mengacak-acak plot, menendang parasit manipulatif, dan memikat Dallas—si penguasa bayangan yang dingin.
Dua jiwa mafia vs satu Sistem Novel. Siapa yang akan menang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19: Catur Tiga Penjuru

​"Lihat ini, Livana. Ular kecil yang kau khawatirkan itu ternyata sedang asyik memilin racunnya sendiri dengan mangsa yang salah."

​James memutar laptop di atas meja kerjanya, mengarahkan layar beresolusi tinggi itu tepat ke hadapan Bellamy. Tangannya yang kokoh terangkat untuk menyesap kopi hitam tanpa gula, sementara sepasang matanya yang sarat akan pengalaman dunia bawah menatap sang putri dengan binar bangga.

​Bellamy melangkah mendekat, melirik sekilas ke arah layar yang masih menampilkan potongan adegan panas serta rekaman audio erangan antara Lucianna dan Damian. Alih-alih merasa jijik atau terkejut, Bellamy justru melipat kedua tangannya di dada dan mengeluarkan tawa renyah yang terdengar sangat dingin.

​"Astaga, Papa... ini bahkan jauh lebih menjijikkan daripada tebakan terbaikku," ucap Bellamy, berjalan memutari meja kerja James lalu menduduki sudut meja dengan santai. "Semalam menangis di bawah tubuh Javier sambil mendesah menyebut namaku, lalu paginya melompat ke ranjang Damian karena merasa diabaikan? Lucianna benar-benar pekerja keras."

​"Sistem novel bodoh ini mengira aku memantaunya untuk melindunginya dari bahaya," James mendengus geli, menyandarkan punggungnya ke kursi kulit. "Mereka tidak tahu bahwa perangkat pengawas ini sekarang resmi menjadi milik kita. Mau diledakkan sekarang, atau kau punya rencana lain untuk pesta gala minggu depan?"

​"Diledakkan sekarang? Oh, tentu saja jangan, Pa. Itu terlalu murahan," Bellamy mengambil diska lepas (flashdisk) hitam itu dari lubang port laptop, lalu memutarnya di antara jemarinya yang lentik. Matanya berkilat penuh kelicikan yang elegan. "Jika kita menyebarkannya sekarang, Lucianna hanya akan menangis dan Javier mungkin hanya akan memukuli Damian. Itu membosankan. Aku ingin bermain dengan cara yang jauh lebih cantik."

​"Cara cantik seperti apa yang ada di kepala mafiamu itu, hm?" tanya James, menaikkan sebelah alisnya tertarik.

​"Aku akan menyimpan kartu as ini rapat-rapat," Bellamy tersenyum manis, sebuah senyuman yang sanggup membuat bulu kuduk orang awam meremang. "Aku akan membiarkan Lucianna merasa di atas angin. Biarkan dia menggunakan kebohongannya untuk mengikat Javier masuk ke dalam pernikahan. Lalu, di saat yang sama, aku akan membisikkan beberapa umpan manis pada Damian agar pria hyper itu merasa memiliki hak milik atas Lucianna."

​James seketika menangkap arah pemikiran putrinya. "Kau ingin membuat mereka saling menggigit dari dalam?"

​"Tepat sekali, Papa," Bellamy menjentikkan jarinya dengan puas. "Cinta segitiga yang toksik di antara tiga sahabat karib. Biarkan Lucianna terjebak di antara obsesi gila Javier dan nafsu posesif Damian. Mereka akan saling menghancurkan reputasi, saling mencakar, dan merubuhkan Enrique Group dari dalam karena perebutan selangkangan ini. Sementara aku... dan Dallas?" Bellamy menjeda kalimatnya, matanya melembut sesaat saat menyebut nama pria itu. "Kami hanya perlu duduk di barisan paling depan, memegang segelas sampanye, dan menonton pertunjukan sirkus gratisan mereka."

​James tertawa lepas, sebuah tawa bariton yang sangat puas. Ia menepuk bahu putrinya dengan bangga. "Kerja bagus, anakku. Kau benar-benar mewarisi darah dingin Minerva. Jangan biarkan satu pun dari parasit itu menyentuh alur hidupmu lagi."

​Sementara itu, di sudut kota yang berbeda, atmosfer di dalam ruang kerja pribadi Dallas Enrique terasa begitu pekat dan berat. Sinar matahari siang yang menerobos masuk dari celah gorden tidak mampu menghangatkan ruangan yang dingin itu.

​Dallas duduk di balik mejanya dengan kemeja putih yang sengaja digulung hingga sebatas siku. Jas hitamnya yang robek akibat sabetan pecutan kemarin sudah dibuang, namun luka-luka memar keunguan di punggungnya masih terasa sangat perih dan membakar setiap kali ia menggerakkan bahunya.

​Tok. Tok.

​"Masuk," ucap Dallas, suaranya terdengar lebih parau dan dalam dari biasanya.

​Hans melangkah masuk dengan langkah teratur, membawa sebuah nampan kecil berisi obat merah dan perban baru. "Tuan Muda Dallas... ini saatnya mengganti perban Anda. Nyonya Danila baru saja tertidur setelah saya berikan obat penenang dari dokter."

​"Bagaimana kondisi memar di lengan Ibu, Hans?" tanya Dallas tanpa menoleh, matanya tetap tertuju pada dokumen analisis distrik barat yang dikirimkan oleh Bellamy.

​"Sudah mulai mengering, Tuan Muda. Beruntung cambukan Tuan Besar Fernando kemarin tidak mengenai pembuluh darah utama Nona Danila," Hans meletakkan nampan di atas meja, lalu berdiri dengan ragu. "Tuan Muda... mengenai pesta gala minggu depan... Apakah Anda benar-benar yakin tetap ingin hadir bersama Nona Bellamy? Tuan Muda Javier dan Tuan Besar pasti akan menggunakan kesempatan itu untuk menekan Anda kembali."

​Dallas menghentikan gerakan penanya. Ia perlahan menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi, sebuah ringisan kecil lolos dari bibirnya saat luka di punggungnya bergesekan dengan kain kemeja. Sepasang manik mata hitamnya menggelap, memancarkan aura dingin yang sangat pekat—aura dari seorang pria yang sudah tidak memiliki rasa takut karena miliknya yang paling berharga telah diusik.

​"Aku tidak akan mundur, Hans," jawab Dallas, suaranya sangat datar namun mutlak. "Jika aku mundur sekarang, Fernando dan Javier akan berpikir bahwa mereka selamanya bisa menginjak-injak harga diriku dan Ibuku menggunakan nama Enrique."

​"Tapi, Tuan Muda... Nona Bellamy..." Hans menggantung kalimatnya, merasa cemas jika spekulasi kota itu benar bahwa Bellamy hanya memanfaatkan Dallas.

​"Aku tahu apa yang ada di pikiranmu, Hans," Dallas memotong cepat. Ia mengambil ponselnya yang terletak di samping laptop, menatap layar yang bersih tanpa ada pesan baru dari Bellamy sejak tadi pagi. "Kau berpikir Bellamy hanya menjadikanku alat untuk membalas dendam atau membuat Javier cemburu, bukan?"

​Hans menundukkan kepalanya dalam. "Saya hanya khawatir pada Anda, Tuan Muda."

​Dallas terdiam sejenak. Ingatan tentang bagaimana jemari halus Bellamy mengusap punggung tangannya di restoran atap semalam, serta bagaimana gadis itu menatapnya dengan pandangan yang begitu intens dan blak-blakan, kembali berputar di otaknya. Sentuhan itu... dan kata-kata berani Bellamy yang meminta dirinya menjadi pasangan hidup dan pasangan di atas ranjangnya, entah mengapa terasa begitu nyata dan mengakar di dalam dada Dallas.

​"Dia berbeda, Hans," gumam Dallas, sebuah senyuman tipis yang sangat samar—nyaris tak terlihat—muncul di sudut bibirnya sebelum menghilang dalam sekejap. "Bellamy yang sekarang tidak memiliki ruang untuk Javier di matanya. Aku bisa melihatnya dengan jelas semalam."

​Dallas berdiri, mengabaikan rasa perih di punggungnya, lalu berjalan menuju jendela besar yang menghadap langsung ke arah pusat bisnis kota.

​"Kirimkan pesan pada tim legal kita," perintah Dallas, suaranya kembali berubah menjadi dingin dan penuh otoritas seorang penguasa bayangan. "Selesaikan seluruh pengalihan aset distrik barat di bawah nama aliansi privatku dan Guinevere Corporation sebelum malam pesta gala dimulai. Aku ingin memastikan bahwa saat Javier mencoba memamerkan kekuasaannya di depan Bellamy nanti... dia sadar bahwa pondasi tanah yang sedang dia pijak sebenarnya sudah resmi runtuh ke dalam genggamanku."

1
umie chaby_ba
ini novelnya bocor kemana-mana 🤭🤣
umie chaby_ba
waduh... takut james cepet mati nih..
umie chaby_ba
paman? berarti dallas dan bellamy sepupuan dong/Slight/
Ariska Kamisa: kita tunggu yuk kelanjutan nya 🤭🤣♥️
total 1 replies
umie chaby_ba
wah emang si sistemnya yang ingin diane mati kayanya🤭
Ariska Kamisa: Harus nurutin alur sistem kak🤭
total 1 replies
Ariska Kamisa
Terima kasih untuk semua yang sudah meluangkan waktu membaca novel ini. Cerita ini saya tulis dengan sepenuh hati, menghadirkan perjalanan penuh emosi, konflik, dan perkembangan karakter yang saya harap bisa meninggalkan kesan bagi para pembaca. Semoga kisah ini dapat menghibur dan membuat kalian ikut tertawa, menangis, serta jatuh cinta pada setiap tokohnya. Selamat membaca, dan jangan ragu berbagi pendapat kalian di kolom komentar. Dukungan kalian adalah semangat terbesar bagi saya untuk terus berkarya. ❤️
umie chaby_ba
ondel-ondel nih jahat bae ga kapok kapok lah .
Ariska Kamisa: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
owalah... sahabat Javier kagak ada yang bener nih... mengambil kesempatan dalam kesempitan 🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: iyah kasian javier yaa🤭🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
syukurin lu....
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
tuh kan... dibuat semuanya bersangkutan,
keren nih othor...
jadi alasan Sylvester masuk ke dunia novel untuk menyelamatkan ponakannya kali yaa... tapi belum tentu pasti plot twist lagi ah nanti... 🤣
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
Diego costa lagi nih nambah..
ah di othor nih... bikin penasaran aja.. dibuat nama-namanya huruf depannya D semua lagi🤣
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
nambah lagi aja nih nama dengan huruf depan D lagi.. Delara, Danila, Dallas siapa lagi hayo...
Ariska Kamisa: ayo siapa sebenarnya si D?🤭🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
lucu sih ngelamar kok dua-duanya gitu,
lagi tegang gini malah ngelawak Bellamy sama Dallas mah..🤣🤣
Ariska Kamisa: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
bushet 🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Dew666
🔮
Ariska Kamisa: terimakasih love nya kak🙏🙏🙏
total 1 replies
falea sezi
lanjut donk
Ariska Kamisa: otw ngedraft nih kak...
total 1 replies
falea sezi
D apakah dallas🤭🤣
Ariska Kamisa: stay read ya kak biar tau🤭.. soalnya banyak yang nama depannya D nih... 🤣🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
kesel banget sama javier ini/Right Bah!/
Ariska Kamisa: sabar kak..🤭🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
apakah danila di nikahi hanya untuk di jadikan babu? panggilannya aja tuan..
Ariska Kamisa: betul sekali dibawah ancaman Fernando sih kak
total 1 replies
umie chaby_ba
jangan-jangan D itu Dallas.. siapa sih thor... aku jadi penasaran inisial D nya ini namanya banyakan yang D nih 🤣
Ariska Kamisa: siapa ya???..🤭🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
akan tiba nih malam yang ditunggu
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!