Memperjuangkan cinta adalah sesuatu hal yang lumrah, terlebih lagi ketika kita memperjuangkan cinta istri kita sendiri yang tidak mencintai kita.
Hal itulah yang di alami Azriel yang sangat di benci oleh istrinya.
penasaran dengan ceritanya, yuk baca....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adhilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 34
"Kalau makan tuh pelan pelan, gak ada yang mau minta kok," ucap Azriel yang melihat Febby makan bakso dengan buru buru.
Azriel mengambil tisu yang tak jauh darinya, dan setelah itu dia langsung mengelap bibir Febby yang terdapat sedikit ada kuah bakso di sana.
"Apaan sih," sinis Febby.
"Aduh aku kok ceroboh banget sih, kalau gini kan dia jadi tahu makanan kesukaan aku," batin Febby menggerutuki kebodohannya yang tidak bisa menahan diri saat memakan bakso.
"Sesuka itu ya sama bakso, nanti kalau aku ada waktu luang aku akan membuatkan bakso spesial khusus buat kamu," ucap Azriel.
"Gak usah, lagian aku juga gak terlalu suka bakso," bohong Febby padahal mah sebenarnya dia suka dengan bakso, bahkan sangat suka.
"Oh ya udah, biar nanti aku buatkan bi Sumi aja, kebetulan aku ada skill cara membuat bakso yang paling enak," balas Azriel.
"Aduh kok aku jadi penasaran sama bakso buatan dia ya, mana katanya spesial lagi," batin Febby.
"Mang tambah baksonya lagi satu ya di tusuk," ucap Azriel setelah satu mangkok bakso miliknya habis.
"Ini tuan," ucap penjual bakso memberikan bakso permintaan Azriel.
"Terimakasih pak," balas Azriel dan langsung melahap bakso itu.
"Emmm... jadi gak sabar pengen cepat cepat buat bakso, keknya aku harus memerintah Riko buat minta hari libur sehari deh," monolog Azriel tapi masih di dengarkan oleh Febby.
"Pokoknya nanti kalau buat harus di kasih cabe dalamnya, trus di kasih telur puyuh juga, beuuh pasti mantap banget, jadi gak sabar," lanjut Azriel yang sekaligus berniat memanas manasi Febby.
Febby merasa kalau Azriel tengah memanas manasi dirinya pun langsung bangkit menuju penjual bakso dan meletakkan mangkuk nya di sana.
"Ini pak terimakasih, baksonya enak," ucap Febby mengembalikan mangkok sama memuji bakso itu.
"Alhamdulillah kalau nyonya suka," balas penjual bakso itu.
"Kamu gak mau nambah, bukannya kalau ini makanan kesukaan kamu?" tanya Azriel.
"Gak usah kenyang," jutek Febby dan berlalu masuk ke dalam rumah.
"Pak tolong di bungkusin ya, biar nanti kalau pengen lagi tinggal di panaskan," pinta Azriel pada penjual bakso.
"Baik tuan, mau berapa bungkus?" tanya penjual itu.
"Dua saja pak, sambal sama saos kecapnya tolong di pisahkan ya pak," jawab Azriel.
"Baik tuan," balas penjual bakso itu dan mulai membuat bakso untuk Azriel di bungkus.
Setelah selesai semua memakan bakso, Azriel segera membayar bakso miliknya dan seluruh penghuni rumah sambil tak lupa mengucapkan terimakasih.
Selesai masalah perbaksoan, sekarang Azriel tengah di sibukkan dengan masalah butik Febby.
Hari padahal sudah malam tapi Novi malah menghubungi Azriel dan katanya ingin berbicara penting, alhasil Azriel menunda tidurnya dan pergi ke ruang kerja untuk mendengarkan apa yang ingin Novi sampaikan.
"Iya nov ada apa?" tanya Azriel pada Novi melalui sambungan telepon.
"Emm... begini pak, klien yang memesan gaun sama kita tidak bisa di hubungi sedari tadi," jawab Novi memberitahukan alasan dia menelfon semalam ini.
"Cih, saya sudah menduganya," balas Azriel berdecih.
"Saya minta maaf tuan karena sudah teledor dengan menerima uang muka hanya seperempat, tolong maafkan saya," balas Novi meminta maaf.
"Ini sudah malam kita bicarakan besok pagi," balas Azriel karena dia ingin segera tidur memeluk istrinya meskipun dengan cara mencuri curi kesempatan.
"Tapi tuan, ini masalahnya serius, saya sedari tadi terus mencoba menghubungi nyonya Ajeng tapi nomornya tidak aktif," balas Novi kekeh ingin membahas masalah butik.
"Sudah saya bilang ini sudah malam waktunya tidur, lebih baik kamu tidur dulu, kita bicarakan ini semua besok," balas Azriel tegas.
"Ba-baik tuan," balas Novi gagap.
"Hmm, saya tutup dulu," balas Azriel dan langsung mematikan sambungan telefon.
"Ternyata dia sudah memulainya," gumam Azriel sambil tersenyum licik.
Karena tak ada kegiatan lain, Azriel pun memutuskan untuk segera kembali ke kamar dan langsung tidur sambil memeluk tubuh istrinya dari belakang tanpa sepengetahuan Febby.
...***...