Sejak bangku SMA Lili dan Anjas bersama, berangan-angan menikah dan memiliki pernikahan impian, memiliki banyak anak dan hidup menua bersama.
Rencana itu begitu indah, hingga sebuah malapetaka menguji cinta mereka.
"Gugurkan, dia bukan anakku," ucap Anjas.
Lili termenung, menyentuh perutnya yang berdenyut nadi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DW Bab 33 - Tidak Ada Yang Salah
"Baik Anjas ataupun Lili mereka tidak ada yang salah, keduanya sudah benar dengan keputusan masing-masing," ucap mama Meli setelah dia mengakhiri semua cerita yang begitu menyakitkan.
Gisel bahkan sudah menangis hingga sesenggukan, dia merasa telah gagal jadi seorang sahabat. karena nyatanya Gisel tidak pernah ada di saat Lili tengah mengalami Masa terpuruk dalam hidupnya.
Lili diperkkosa dan fakta itu benar-benar terasa menyakitkan.
Robby bahkan sudah menggenggam tangannya kuat sejak tadi, seperti ingin menghancurkan semua barang.
Apa ini namanya persahabatan?
Apa ini yang namanya saudara?
Robby seperti ingin meledak, dia tak bisa menunggu semakin lama lagi, saat ini juga dia harus segera menemui Lili dan Anjas.
Mungkin benar apa yang dikatakan oleh Mama Meli bahwa baik Anjas ataupun Lili keduanya tidak ada yang salah dan benar dengan keputusan mereka masing-masing. Tapi tetap saja diantara keduanya Lili adalah yang paling tersiksa.
Lili yang menanggung trauma seumur hidup. Lili yang harus merelakan pernikahannya untuk menyelamatkan anak itu.
Tidak, Robby tidak bisa berdiam diri terlalu lama.
Jika Anjas memang benar-benar akan melepaskan Lili. Maka dia yang akan jadi pelindung Lili mulai saat ini.
"Aku akan pergi sekarang, aku akan menemui kedua orang itu. Terserah kalian mau ikut atau tidak," ucap Robby, dia sudah tak peduli lagi pada ucapan Gala dan Gisel, kini hanya ingin bergerak sesuai dengan nalurinya sendiri.
"Aku pamit dulu Ma," ucap Robby pula pada mama Meli.
"Kamu mau apa Rob? jangan gegabah, masalah ini semua sudah beres, mama tidak ingin ada masalah baru lagi, kasihan Lili," mohon mama Meli, dia bisa melihat dengan jelas amarah yang terpancar dari kedua mata Robby Karena itulah dia bicara seperti itu.
Namun Robby sudah benar-benar merasa kehilangan kendali, jadi dia tidak menjawab lagi ucapan Mama Meli tersebut, melainkan langsung pergi dari sana bahkan meninggalkan Gala dan Gisel yang sejatinya datang bersama-sama ke rumah ini.
"Robby!" panggil Gala, tapi panggilan yang tersebut pun sudah tidak bisa menghentikan langkah pria itu lagi.
Sementara Gisel segera memeluk mama Meli yang kini jadi menangis.
"Ya Tuhan Sel, kenapa semuanya jadi seperti ini. Harusnya Lili dan Anjas bisa hidup bahagia di pernikahan mereka, tapi kenapa harus begini," rancau mama Meli, dia memukuli daddanya yang terasa sesak.
"Tenang Ma, tenanglah, semuanya akan baik-baik saja. Baik Anjas ataupun Lili pasti kelak akan mendapatkan kebahagiaan mereka masing-masing. Aku akan berusaha untuk menyatukan mereka kembali. mereka tidak akan berpisah," balas Gisel, diantara Isak tangis yang terdengar jelas.
Gala hanya terdiam, pikirannya pun sama kacau, seperti ditempatkan pada posisi tengah antara Anjas dan Lili. Sementara dia tidak bisa memilih salah satu untuk dibela.
Sementara di jalanan sana, Robby tengah mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia menghubungi Lili dan Anjas secara bergilir lalu mengatakan bahwa dia akan menunggu kedua orang itu di rumah Anjas.
Saat itu waktu masih menunjukkan jam 3 sore, Lili dan Anjas tengah berada di kantor. Jadi sangat terkejut ketika Robby menghubungi dan mengatakan bahwa dia menunggu di rumah.
Terlebih dalam telepon tersebut terdengar jelas jika suara Robby penuh dengan amarah.
Anjas bisa langsung pulang, sementara Lili masih harus mengerjakan beberapa pekerjaannya.
Ya Tuhan, Ada apa ini? Kenapa perasaanku tidak enak. Batin Lili. Dia buru-buru menyelesaikan tugasnya agar bisa pulang lebih cepat.
rasa sayangmu pada anakmu itu wajar walaupun hasil pelecehan.
dan rasa sakit hati anjas juga wajar karna hargadiri laki itu besar
yg salah kalian tidak bicarakan tuntas dr awal sebelum menikah...
tidak ada anak haram dan rasa sayang pada anak itu alami bagi setiap ibu terlepas itu hasil dr hal bejat.