Alesha Hanania, gadis kampung yang terpaksa berhenti kuliah karena ayahnya meninggal dunia dan ibunya sakit-sakitan.
Esha mulai mencari pekerjaan untuk bertahan hidup. Sampai pada suatu hari dia bertemu dengan Rosi, teman sekolahnya. Rosi menawarinya pekerjaan di Jakarta.
Setibanya di Jakarta, ternyata Rosi menipunya. Rosi membawa Esha ke sebuah klub malam untuk dijual kepada pemilik klub.
Malam itu menjadi malam yang bersejarah dalam hidup Esha. Malam yang merenggut kesucian yang selama ini ia jaga. Malam yang mempertemukannya dengan pria brengsek bernama Raffi Bastian Anggara ....
WARNING!!
Banyak mengandung bawang. Siapkan tisyu dulu yah sblm membaca... 😂
Budayakan untuk LIKE di setiap eps sbg bentuk dukunganmu terhadap penulis dan novel ini... TQ 🙏
Ig Author @_anita.rai
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Satu Tamparan
Hari sudah pagi, Raffi perlahan membuka matanya karena ia mendengar suara orang menangis. Raffi terkejut saat Aulia duduk di sampingnya sambil menangis sesenggukan. Raffi pun bangun lalu duduk menghadap Aulia.
"Lia kamu kenapa? Kenapa kamu menangis?" tanya Raffi dengan cemas.
Aulia menghentikan tangisnya lalu menatap Raffi dengan tajam.
"Apa benar orang yang kak Raffi cintai itu adalah Alesha? Sekretaris kak Raffi itu?" tanya Aulia dengan penuh amarah.
Raffi sontak membulatkan kedua matanya saking terkejutnya mendengar kata kata Aulia barusan.
"Jawab Lia kak!!" teriak Aulia.
"Da.. dari mana kamu tau Lia?" tanya Raffi dengan terbata.
"Jadi benar... Alesha lah orangnya?" ketus Aulia. Raffi hanya diam lalu mengalihkan pandangannya dari tatapan Aulia.
"Sial! Kalian benar benar jahat. Kalian tega menusukku dari belakang. Apa salahku pada kalian? Kenapa kalian tega menghianatiku?"
Aulia mengamuk sejadinya. Dia memukuli dada bidang Raffi berkali kali. Raffi pun memeluk Aulia dan berusaha menenangkannya. Aulia menangis sekencang kencangnya di pelukan Raffi.
"Maafkan aku Lia..." ucap Raffi lirih.
Aulia melepaskan diri dari pelukan Raffi dengan kasar.
"Dasar penghianat kamu Alesha... perempuan murahan... perusak rumah tangga orang... Aku tidak akan pernah memaafkanmu!" seru Aulia dengan penuh amarah.
Plakk !!!
Satu tamparan mendarat di pipi Aulia. Raffi menampar Aulia untuk pertama kalinya. Aulia memegang pipinya yang terasa sakit akibat tamparan Raffi. Tangis Aulia pecah lagi.
"Jangan pernah kau sebut Alesha itu perempuan murahan... Alesha adalah istriku. Sudah hampir satu tahun kami menikah. Aku telah menikahinya jauh sebelum aku menikahimu...!!" Raffi meninggikan suaranya.
Aulia terkejut mendengar kata kata Raffi barusan. Sontak Aulia menghentikan tangisnya dan menatap Raffi dengan tajam.
"What? Istri? Sial! Kenapa kamu mau menikahiku kalau kamu sudah menikah dengan Alesha?" ketus Aulia.
"Bukankah kamu yang menginginkan pernikahan ini? Padahal aku sudah pernah bilang kalau aku mencintai orang lain tapi kamu masih saja memaksaku untuk menikahimu..." Raffi tidak bisa mengontrol emosinya lagi.
Raffi beranjak ke kamar mandi lalu menyalakan shower. Raffi mengguyur seluruh tubuhnya tanpa melepas pakaiannya. Pikirannya makin kacau.
**********
Esha memberhentikan mobilnya ketika sampai di tempat parkir kantornya. Esha melirik jam yang ada di pergelangan tangannya. Jam masih menunjukkan pukul enam pagi. Suasana kantor masih sangat sepi. Belum ada staff yang datang. Terlihat hanya ada beberapa satpam yang bertugas di pos satpam. Esha turun dari mobilnya dan mengeluarkan kopernya dari bagasi mobil. Kemudian Esha berjalan menuju pos satpam. Ada seorang satpam yang menyapanya, karena dia mengenal Esha.
"Selamat pagi Bu Alesha, tumben datang sepagi ini? Kenapa ibu bawa koper?" sapa satpam itu.
"Selamat pagi Pak, assalamu'alaikum.. Saya cuma mampir sebentar kok pak. Saya mau mengantar surat pengunduran diri saya. Boleh saya titip koper saya sebentar pak?" tutur Esha.
"Wa'alaikumsalam... boleh bu. Jadi ibu mau mengundurkan diri? Memangnya kenapa bu? Apa ibu tidak betah kerja di sini?" tanya satpam itu lagi.
"Saya mau pulang kampung Pak. Kalau begitu saya permisi masuk dulu pak soalnya saya buru buru" jawab Esha.
"Oh ya, silahkan Bu" sahut pak satpam.
Esha pun masuk ke lobby dan menuju lift. Esha menekan angka 30. Setelah sampai di kantornya, Esha menuju meja kerjanya dan membereskan meja kerjanya tersebut. Begitu selesai, Esha langsung masuk ke ruang kerja Raffi. Esha meletakkan surat pengunduran dirinya di atas meja kerja Raffi beserta kunci mobil dan kunci apartemennya. Setelah itu Esha bergegas untuk keluar dari ruang kerja Raffi sebelum ada staff yang datang.
Esha keluar dari kantor dan mengambil kopernya dari pos satpam.
"Terima kasih pak, kalau begitu saya permisi dulu. Assalamu'alaikum" tutur Esha kepada pak satpam.
"Iya bu, wa'alaikumsalam" sahut pak satpam.
Esha pun mengangkat kopernya lalu berjalan keluar pintu gerbang kantor. Esha menaiki taxi online yang sudah dia pesan sebelumnya. Pak satpam memperhatikan Esha sambil garuk garuk kepala. Pak satpam jadi bingung kenapa Esha pergi naik taxi dan meninggalkan mobilnya di kantor.
Esha mengambil ponsel di dalam tasnya lalu mematikan ponsel itu.
"Maafkan aku kak Raffi. Aku harus pergi. Semoga kita tidak pernah bertemu lagi. Aku ingin kau bisa hidup bahagia bersama Aulia dan bayi yang ada dalam kandungannya. Aku harap kau bisa melupakanku untuk selama lamanya. Begitu juga denganku" gumam Esha dalam hati.
**********
Aulia masih mematung di atas tempat tidur. Pikirannya sangat kacau. Setelah mandi dan mengganti pakaiannya, Raffi beranjak keluar kamar. Aulia memperhatikan Raffi tanpa sepatah kata pun keluar dari mulutnya. Raffi keluar rumah tanpa sarapan terlebih dahulu. Nafsu makannya mendadak hilang. Raffi bergegas menuju parkiran. Raffi menaiki mobilnya dan mengemudikan mobil sportnya itu dengan kencang menuju kantornya.
Raffi memberhentikan mobilnya saat sampai di parkiran kantornya. Raffi turun dari mobil. Raffi melihat jam di pergelangan tangannya. Baru jam tujuh pagi. Suasana kantor masih agak sepi. Raffi heran melihat mobil Esha sudah ada di parkiran.
"Tumben Esha datang sepagi ini?" gumam Raffi dalam hati.
Raffi mengayunkan langkahnya menuju lobby kantor. Tiba tiba ada seorang satpam yang menghampirinya.
"Selamat pagi Pak Raffi. Tumben pagi pagi sudah datang pak.." sapa satpam itu.
"Selamat pagi. Oh ya, apa bu Alesha juga sudah datang?" sahut Raffi.
"Iya pak, tapi bu Alesha katanya tadi cuma mampir sebentar untuk menyerahkan surat pengunduran diri" kata pak satpam.
"Surat pengunduran diri?" Raffi terkejut setengah mati mendengar kata kata pak satpam barusan.
"Iya pak, malahan tadi bu Alesha bawa koper terus pergi naik taxi. Saya pun heran kenapa mobilnya ditinggal di kantor" kata pak satpam.
"Bawa koper?" Raffi makin terkejut. Bola matanya seakan mau keluar dari kelopak matanya.
"Iya pak, katanya mau pulang kampung" imbuh pak satpam.
Raffi langsung merogoh ponsel dalam saku celananya dan mencoba menghubungi Esha.
"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar service area. Cobalah beberapa saat lagi..."
(suara operator)
"Sial!" seru Raffi.
Raffi langsung berlari masuk menuju lift dan menekan angka 30 untuk memastikan apakah yang dikatakan pak satpam itu benar. Raffi masuk ke kantornya dan bergegas menuju meja kerja Esha. Raffi terkejut melihat meja kerja Esha sudah kosong. Lalu Raffi masuk ke ruang kerjanya. Raffi melihat ada sepucuk surat, kunci mobil dan kunci apartemen Esha sudah ada di atas meja kerjanya. Raffi membuka amplop surat itu lalu membaca surat pengunduran diri Esha.
"Sayang... kenapa kau meninggalkan ku seperti ini? Bukankah kau semalam berjanji tidak akan pernah meninggalkan ku?" gumam Raffi dalam hatinya.
Raffi menggenggam surat itu dan melemparnya dengan kasar ke lantai. Raffi meraih kunci mobil dan kunci apartemen Esha lalu bergegas meninggalkan kantornya. Raffi menaiki mobilnya dan langsung tancap gas menuju stasiun kereta api untuk mengejar Esha. Pak satpam dan para staff yang sudah datang merasa heran melihat bossnya keluar dari kantor dengan terburu buru.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung...........
Notes :
Jangan lupa tekan LIKE, LOVE, dan komentarnya setelah membaca...!!! Makacii 😉
Penulisnya cukup faham dalam Agama, sehingga tidak los kontrol.
Judul Kesucian Alesha dlm cerita ini ibu meligat tentang keiklasan hati dari Alesha, Amar ya sejak awal, disusul Raffi seyelah menikah siri dgn Aulia yg sederhana tp bisa mengetuk hati Raffi sbg suami untuk melakukan kebaikan dalam hidup termasuk Sholat n adab pd orang2 yang sdh berjasa mengurus dirinya, juga Aulia keiklasannya muncul saat tahu Raffi sangat mencintai Alesha apalagi tahu bgw mereka sdh menikah...
Semangat thor, sehat selalu, memang benar menulis tuh tidak mudah, mood nya harus bagus/Heart//Heart//Heart/