Tepat di usia pernikahan yang ke lima, diceraikan oleh suami yang selama ini dicintainya hanya karena tidak bisa hamil. Namun dia tiba-tiba hamil setelah perceraian itu datang...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La-Rayya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keluarga Wirawan
Beberapa saat kemudian, aku memutuskan untuk pergi dari rumah dan menemui keluarga Wirawan itu. Aku tidak memberitahukan hal itu kepada Elsa, karena hal itu hanya akan membuatnya panik.
Aku lantas pergi ke kota dan situasinya begitu berbeda dengan kehidupan di wilayah pesisir. Ada banyak suara kendaraan yang bising menyapaku. Cuacanya begitu panas membuat pipiku memerah.
"Apakah aku bisa membantumu Nona?" Ucap seorang pria tua yang memanggilku.
Aku begitu bersyukur karena aku diberikan kesempatan untuk bisa bertanya kepadanya arah tujuanku.
"Selamat siang Pak." Ucapku menyapa nya. "Apakah bapak mengetahui jalan menuju kediaman keluarga Wirawan?" Tanya ku kepada pria tua itu dengan mata penuh harap.
"Untuk wanita hamil seperti dirimu, perjalanan itu akan sangat panjang dan melelahkan. Akan membutuhkan waktu sekitar 1 jam dari tempat ini untuk tiba di kediaman keluarga Wirawan." Ucap pria tua itu.
Aku merasa lemas, aku tidak tahu bahwa lokasinya begitu jauh. Aku takut jika pergi terlalu jauh maka Elsa akan mengetahui apa yang aku lakukan karena aku hanya memberi tahu kepadanya bahwa aku akan membeli bahan-bahan makanan dan pergi ke taman untuk berjalan-jalan.
Sepertinya semuanya sia-sia. Aku hanya bisa kembali ke rumah dan berterima kasih kepada pria yang sudah menyapa ku ini.
"Apakah kau ingin menaiki kendaraan ku? Aku akan membawamu ke sana. Aku tinggal dekat dengan kediaman keluarga Wirawan itu." Ucap pria itu.
Aku begitu terkejut sekaligus bahagia dan mengatakan kepada diriku sendiri bahwa aku bisa melakukan hal ini dan mengikuti pria tua ini.
Pria tua itu mulai menjelaskan tentang keluarga Wirawan saat kami memulai perjalanan kami menggunakan truk tua miliknya. Dia adalah seorang petani bernama Pak Andi, memiliki kehidupan pernikahan yang bahagia dan dia mempunyai dua orang putri yang cantik. Dia berada di kota untuk membeli peralatan pertanian dan saat dia melihatku berdiri di sisi jalan, dia tahu bahwa aku tidak tinggal di sekitar kota itu.
"Oh, tapi kenapa? Semua itu tidak bisa dipercaya bahwa dia adalah pria yang kejam karena dia mempunyai 8 anak dari 8 wanita yang berbeda di usianya yang masih sekitar 20 tahun." Ucap ku.
Aku tidak percaya saat Pak Andi menjelaskan kepadaku tentang kehidupan pria yang bernama Alexander Wirawan itu.
"Adel De Amora adalah cinta pertama Tuan Wirawan. Mereka hendak menikah saat Adel De Amora meninggalkan dia bersama pria lain sementara dia tengah mengandung anak milik Tuan Wirawan. Hal itu membuatnya merasa tersakiti dan meninggalkan luka di dalam hatinya. Dia terus membawa luka itu sampai sekarang karena dia sangat ingin untuk mendapatkan putrinya kembali." Ujar Pak Andi.
Pak Andi tampak tersenyum menatap kearah ku.
"Aku tidak bisa membayangkan jika istriku sampai berlari dengan pria lain dan membawa anakku untuk dibesarkan dengan pria lain. Tentu saja rasanya sangat sakit. Dan aku pasti akan mati dalam kesepian jika itu terjadi padaku." Lanjut Pak Andi.
Aku akhirnya mengerti kenapa pria yang bernama Alexander Wirawan itu dikenal bersikap kejam. Semuanya terjadi karena dia kehilangan cinta dan juga putri pertamanya yang dibawa pergi bersama dengan pria lain.
"Apakah kau yakin bahwa kau tidak ada hubungannya dengan keluarga Wirawan?" Tanya Pak Andi kepadaku.
Pertanyaan yang diajukan Pak Andi kepadaku membuat aku menjadi bingung.
Itu adalah ketiga kalinya dia bertanya hal yang sama kepadaku dan aku terus menjawab tidak. Aku berpikir, apakah aku benar-benar terlihat seperti orang itu.
"Apakah kau mengatakan yang sebenarnya?" Tanya Pak Andi lagi seraya terus menatap kearah wajahku.
"Tentu saja. Aku tidak akan mendapat keuntungan apapun jika aku berbohong." Ucap ku dengan serius.
"Apakah serius?" Tanya Pak Andi lagi.
"Aku bersumpah. Aku mengatakan yang sebenarnya." Ucapku kali ini dengan mengangkat jemariku untuk membuatnya yakin padaku.
Pak Andi lantas menggelengkan kepalanya.
"Aku saat itu berusia 15 tahun saat aku melihat Clarissa Wirawan untuk pertama kalinya dan juga untuk terakhir kalinya. Saat itu dia sudah berusia 40 tahun. Dia wanita yang sangat cantik. Kau pasti heran kenapa aku mengatakan hal ini kepadamu tentang dirinya. Alasannya adalah, kau terlihat sama persis seperti dirinya dan aku berpikir bahwa dia adalah nenekmu." Ujar Pak Andi.
"Tidak, kami tidak ada hubungan apapun." Ucap ku dengan menggelengkan kepalaku. "Kami bahkan belum pernah bertemu sekalipun." Lanjut ku.
Obrolan kami terhenti saat truk itu berhenti di depan sebuah rumah yang tampak begitu mewah dan itu merupakan kediaman milik keluarga Wirawan. Aku mengambil napas dalam dan perlahan turun dari dalam truk itu dan berterima kasih kepada Pak Andi kamu sudah mengantarkan aku.
Aku perlahan berjalan ke arah gerbang dan melihat seorang penjaga yang terus menatap diriku seolah dia tengah terhipnotis dengan kedatanganku.
"Halo." Ucapku menyapa penjaga itu.
"Selamat siang nyonya. Apakah saya bisa membantu anda?" Balas penjaga itu.
Aku melihat ada banyak mobil yang terparkir di dalam halaman rumah mewah itu. Sepertinya keluarga itu mendapat banyak tamu hari ini. Aku rasa aku datang di waktu yang salah. Mungkin di dalam sana mereka tengah merayakan sesuatu.
"Aku ingin bertemu dengan Tuan Wirawan." Ucap ku dengan suara yang paling sopan.
Aku berharap bahwa penjaga ini tidak menyadari bahwa aku adalah tamu yang tidak diundang.
"Bolehkah saya melihat kartu undangan anda Nyonya?" Tanya penjaga itu dengan sopan.
"U.... Undangan?" Ucap ku dengan begitu terkejut.
"Iya Nyonya, undangan untuk masuk ke dalam pesta." Ucap penjaga itu lagi.
Aku terdiam, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan.
(Author POV)
Di dalam kediaman Wirawan....
Seorang detektif bayaran berdiri di tengah-tengah ruang pertemuan memegang sebuah amplop di jemarinya yang tampak gemetar. Ada keringat yang turun dari keningnya padahal ruangan itu terasa begitu dingin.
Ada 9 pasang mata yang menatap kearah dirinya di dalam ruangan itu. Tatapan mereka tampak seperti tatapan yang ingin membunuh.
Pria itu menelan ludah nya sebelum mulai berbicara.
"Aku membawa dua kabar, yaitu kabar baik dan juga kabar buruk." Ucap pria yang bernama Mike itu dengan suaranya yang cukup keras agar bisa didengar oleh para kliennya itu.
"Hentikan omong kosong mu itu Mike, katakan saja beritanya sebelum kesabaran ku habis dan aku bisa membunuhmu." Ucap putra tertua dari keluarga Wirawan, yaitu Evan Wirawan.
Sementara itu Alexander Wirawan pemimpin dari rumah itu tampak terdiam dengan tangannya saling menggenggam di atas meja.
"Lanjutkan Mike." Ucap Alexander Wirawan, pria yang hanya mengatakan beberapa kata saja, tapi suaranya terdengar begitu menyeramkan.
Dia adalah sosok pria yang orang-orang tidak akan berani membuat bermasalah dengannya.
"Aku akhirnya menemukan Adel De Amora, mantan tunangan anda. Tapi dia sudah meninggal beberapa bulan yang lalu karena penyakit kronis yang dialaminya. Suaminya juga sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Dia memiliki seorang puteri dan hanya itu saja anak yang dimilikinya. Putrinya itu berusia 23 tahun sekarang, usia yang sama dengan putri anda, jika dia masih hidup sampai sekarang."
"Foto, apakah kau punya foto dari putrinya itu. Aku ingin melihat apakah dia itu ternyata puteri tertuaku." Ucap Alexander Wirawan.
Mike lantas memberikan sebuah amplop coklat yang sudah terbuka dan memperlihatkan beberapa foto kepada Alexander Wirawan.
Beberapa foto itu tampak sangat jelas bahwa foto yang diambil secara diam-diam. Semuanya menampilkan sesosok wanita yang sama dengan rambutnya yang hitam dan sorot matanya yang membuat para pria bisa terpesona.
Wanita itu adalah wanita yang mereka cari selama ini. Wanita yang hilang secara misterius. Bahkan Alexander Wirawan tidak bisa menemukan informasi sedikitpun tentang wanita itu. Polisi pun bahkan menghentikan pencarian dan berpikir bahwa dia sudah mati.
"Katakan padaku tentang dirinya." Ucap Alexander Wirawan.
"Namanya adalah Putri De Amora. Dia bekerja sebagai staf di sebuah hotel. Dia gadis yang cantik dan pintar. Mempunyai masa depan yang cerah. Dia mendapat beasiswa dari sebuah universitas ternama. Tapi dia tidak bisa melanjutkan pendidikannya itu. Dia memaksa dirinya untuk bekerja di usianya yang masih muda untuk membantu keperluan keluarga. Dia menikah dengan seorang pria selama lima tahun. Tapi setelah itu mereka bercerai."
"Aku mau melihat putriku secepat mungkin Mike. Aku akan membayar dua kali lipat. Kau hanya perlu membawanya kemari." Ucap Alexander Wirawan dengan begitu putus asa, bahkan suaranya hampir terdengar tidak sabaran.
"Aku khawatir hal itu tidak akan mungkin terjadi Tuan Alexander Wirawan." Ucap Mike, detektif itu dengan lemah.
"Apa maksudmu?" Ucap Alexander Wirawan dengan memukul meja dengan sangat keras.
"Itulah berita buruk yang ingin aku katakan kepada anda. Putri De Amora sudah meninggal."
Bersambung.....
Gimana? Apa jalan ceritanya semakin buat kalian kesal? 😁😁
Author minta maaf ya kalau kalian ngerasa ceritanya terlalu lebay pakai acara hilang ingatan segala. Tapi inilah awal dari kehidupan baru Putri yang akan membuatnya bahagia. Dia akan bertemu keluarganya yang sebenarnya....
Sementara untuk Mas Al, kalian lanjutkan saja membaca kisahnya. Karena akan ada masa dimana Mas Al akan kehilangan semua yang dia punya. Sementara Putri hidup tenang dan berkecukupan...
Lalu bagaimana kelanjutan kisah percintaan Putri dan Mas Al? Kalian harus stay disini untuk mengetahui kelanjutannya... 🤭🤭
Udah ya, segitu aja dulu dari Author remahan ini. Jangan lupa tinggalkan like di setiap bab yang kalian baca, karena itu sangat berharga untuk kelanjutan kisah ini. Apalagi kalau kalian sampai berbaik hati memberi hadian dan vote... 🥰🥰
Stay healthy ya semuanya.... 😘😘
Salam sayang
La-Rayya ❤️
^^^ Sumbawa Besar NTB, 18 November 2022, 3:12 pm^^^