Seorang CEO penderita Post Traumatic Relationship syndrome, tidak bisa jatuh cinta lagi ketika kehilangan calon istrinya dikejutkan ketika melihat ada seorang gadis begitu mirip dengan calon istrinya yang telah tiada.
Tanpa berpikir panjang, gadis malang itu dipaksa menjadi pengantin pengganti sang CEO.
Aluna, gadis berusia 25 tahun yang dalam titik terendah dalam hidupnya.
Ayahnya terkena serangan jantung, calon suaminya selingkuh dengan sahabatnya sendiri, dan hutang menumpuk untuk biaya pengobatan ayahnya.
Rasanya dunia tempat ia berpijak dipenuhi oleh duri kaca yang menyakitinya.
Sampai ketika dia bertemu dengan seorang CEO bernama Edgar Brown (30), pengusaha terkaya namun terkenal dingin dan kejam.
Pertemuan itu membawa Aluna ke kehidupan yang jauh berbeda, semua masalah hidup dan finansial semuanya terpecahkan atas bantuan Edgar.
Namun ada bayaran untuk semua itu, dimana Aluna harus menjadi pengganti untuk Edgar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anak Kost, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 33 : Menjadi berwarna.
Episode 33 : Menjadi berwarna.
.
.
Edgar sudah sampai di ruangan meeting, dimana peserta meeting sudah duduk dan diam dengan sangat kondusif.
"Apakah kau sudah melihat berita? aku yang menghancurkan dia sebagai pelajaran karena mengganggu mu, tidak adakah yang ingin kau katakan padaku?"
"Seperti terimakasih atau yang lain?"
Edgar tersenyum sembari berpangku tangan, wajah nakal dan ucapannya membuat semua karyawan yang ada di ruangan itu terdiam membisu dan tak tahu apa lagi yang harus mereka lakukan.
Ini salah fenomena baru yang pertama kali meraka lihat selama bertahun-tahun.
"Ummm ... Te ... terimakasih Tuan, tapi lain kali bisakah aku yang melakukan nya? maksud ku, kau sudah memberikan aku banyak hal seperti kartu as, jadi bisakah aku saja yang membereskan orang-orang yang mengganggu ku?"
Aluna ingin Edgar tidak terlalu ikut campur dengan urusannya, Aluna ingin membereskannya sendiri, dia sudah memiliki black card jadi dia pasti bisa melakukan apa saja.
"Kartu as? sejak kapan aku memberikan mu kartu as?"
Edgar tidak tahu jika kartu as yang disebutkan oleh Aluna adalah black card nya.
"Ha ha ha, Tuan polos sekali, kartu as itu black card, anak muda di jaman ku mengatakan nya kartu as, karena bisa melakukan segalanya ..." Aluna tertawa karena Edgar tidak mengerti apa yang dia katakan mengenai kartu as.
Pipi Edgar memerah karena ditertawakan oleh istrinya, dia tidak terima dan dia memukul meja dan berdiri berkacak pinggang.
Saat Edgar melakukan itu sungguh jantung para karyawannya sudah hampir copot karena nya.
"Aku tahu! berani sekali kau meragukan kemampuan ku, awas saja kau ya! setelah aku meeting kau harus segera kesini! aku akan memberikan mu pelajaran karena telah mentertawakan aku!" seru Edgar dengan wajah angkuhnya dan tak mau kalah itu.
Mata Aluna melebar ketika mendengar itu, dia baru saja keceplosan dan menggali lubang kuburannya sendiri.
"Tuan, maksud ku itu, ummm ..." belum sempat Aluna mencoba mengalihkan pembicaraan untuk menyelematkan dirinya sendiri ...
Panggil itu langsung dimatikan oleh Edgar Brown.
"Tuan ..."
"Tuan ..."
"Mati aku, apakah aku akan dilemparkan dari gedung tinggi itu? mulut mu ini Aluna!"
"Tidak ... tidak ... tidak! kau harus lepas dari murka nya, kau harus kelihatan cantik dan mirip dengan Fiona, agar dia tidak marah!"
"Hmmm! jenius!" seru Aluna mengepal tangannya dan mengobarkan api semangat dari dalam dirinya.
Dia melangkah ke dalam rumah super besar itu seolah dia adalah pahlawan yang sangat kuat, waktu seolah berjalan lambat dan rambutnya dikibas oleh angin lembut.
"Semangat ini adalah untuk lepas dari amukan monster mesum!" seru Aluna akan melakukan apa saja demi menyelamatkan dirinya sendiri.
***
Sedangkan Edgar Brown ...
"Ha ha ha, seru sekali mengerjai dia! dia pasti panik sekali sekarang! haaah!"
"Hidupku yang monoton dan tidak berwarna akhirnya bisa berwarna lagi! ha ha ha!" Edgar tertawa terbahak-bahak, dia melangkah melewati semua karyawannya dan berdiri di depan dinding kaca perusahaan nya.
Melipat tangan dan menatap pemandangan kota yang spektakuler dari tempat ia berdiri.
"Haaah, entah kenapa dunia hari ini terasa indah sekali!" seru Edgar tersenyum puas mendengar kepanikan Aluna tadi.
Menurut nya Aluna sangat menyenangkan jika dikerjai seperti tadi.
"Ada apa dengan Bos kita, tiba-tiba marah, tiba-tiba tertawa ..."
"Apakah kita tidak terlihat? dia bahkan melalui kita seolah kita adalah angin disini ..."
"Sudah diam saja, dia yang memiliki perusahaan ini, dan kita adalah budak corporate jadi diam saja, sudah lebih baik kita tidak dipecat!"
Para karyawan Edgar Brown berbisik satu sama lain, mereka sangat syok melihat perubahan atasan meraka yang untuk pertama kali meraka lihat tertawa dan marah disaat yang bersamaan.
.
.
.
Author : Helo guys, maaf ya jika kalian menemukan banyak typo, aku menulis ngebut soalnya, dan untuk sekarang belum bisa revisi, nanti akan aku revisi typo nya jika sudah ada waktu luang ya...
Jangan lupa di like dan komen.
Follow Instagram author juga ya : @Anak_Kost_Joy
gak nyambung lah dengan sindrom"nya atau penyakit apalah itu. karena pd nyatanya mau fiona salah atau tdk ttp fiona yang diinginkan.