NovelToon NovelToon
CINTA NAZIFAH

CINTA NAZIFAH

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Tamat
Popularitas:160.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mala Cyphierily BHae

Nazifah Elyana, gadis berusia 19 tahun yang harus menerima takdirnya yaitu menjadi istri kedua setelah dinodai oleh majikannya sendiri.

Apakah akan ada cinta setelah pernikahannya? Bagaimana perjalanan cinta Nazifah yang terpaksa menjadi simpanan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mala Cyphierily BHae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cinta Nazifah

"Di mana ibu dan bapak?" tanya Adam seraya memperhatikan langkah, ia takut akan jatuh dan membuat Nazifah dalam bahaya.

"Mereka sedang pergi kondangan," jawab Nazifah yang tak berani menatap suaminya, ia sangat malu dan Nazifah menatap Adam saat Adam menanyakan dimana kamar Nazifah.

"Hah? Kamar?" tanyanya.

"Iya, katanya kamu mau perhatian dari ayah anak kamu?"

Nazifah pun menunjukkan di mana kamarnya dan kamar itu jauh dari kata sederhana, rumah gubuk yang masih berlantaikan tanah itu memiliki ranjang dari kayu dan ukurannya tidak terlalu besar.

"Maaf, rumah aku kaya gini," lirih Nazifah dan Adam pun segera meletakkan Nazifah di ranjang yang terlihat rapih dan bersih itu.

Adam segera melepaskan jaket juga celananya dan sekarang hanya tersisa kolor berwarna krem dan kaos oblong putih.

Adam yang sudah tidak sabar itu segera mendarat ke ranjang dan sketika ranjang itu berbunyi 'kret' membuat Adam mengira kalau ranjang itu tidak cukup kuat.

"Kuat, kok!" kata Nazifah yang berada di samping Adam.

"Dari mana kamu tau. Memangnya kamu pernah mencoba? Dengan siapa?" tanya Adam menyelidik, menatap Nazifah dan Nazifah dengan cepat menjawab.

"Buktinya, ibu sama bapak."

"Oh, iya juga ya."

Setelah mendengar jawaban Nazifah, tangan Adam pun mulai tak bisa dikondisikan, ia yang sudah beberapa hari tidak mendapatkan itu dari Vita pun mulai tidak sabar, terlebih lagi dirinya sangat kecewa dengan istri pertamanya dan ingin melampiaskan hasratnya dengan istri keduanya.

Nazifah menahan tangan Adam saat mencoba masuk ke roknya.

"Kenapa?" tanya Adam, ia berpikir apa yang salah dengan dirinya sampai kedua istrinya tidak menginginkannya.

"Aku mau bersih-bersih dulu," kata Nazifah seraya bangun dan kembali ranjang kayu itu berdecit.

"Oh, okeh. Yang wangi ya!" kata Adam dan Nazifah tersenyum malu.

Setelah beberapa saat menunggu, sekarang, Nazifah sudah kembali ke kamar dan Adam menarik Nazifah sampai gadis itu berada di atasnya.

Keduanya saling menatap, perlakuan manis Adam sore ini membuat Nazifah kembali hanyut dalam perasaannya dan Adam pun mencium bibir tipis Nazifah.

Baru saja pemanasan akan dimulai, di luar sudah ada Supardi dan Mirah yang meminta pintu.

"Zifah! Kenapa dikunci, Nak!" teriak Mirah dari luar.

"Astaga," ucap Adam yang sudah melepaskan ciumannya itu.

"Sabar, ya!" kata Nazifah yang kemudian turun dari ranjang, ia merapihkan kembali penampilannya seraya berjalan ke arah pintu.

Nazifah pun membukanya, terlihat Mirah dan Supardi yang pulang dengan membawa besek.

"Ini, biasanya kamu paling suka besek, ayo kita makan sama-sama," ajak Mirah seraya masuk dan memberikan besek tersebut pada Nazifah.

Nazifah meletakkannya di meja ruang tamu.

"Zifah panggil Mas Adam dulu, Bu." Nazifah pun kembali masuk ke kamar.

"Pantes di kunci, bu. Ternyata ada Adam," lirih Supardi.

Mendengar nama Adam, Supardi pun mengambil air putih dalam botol yang ia dapatkan dari dukun bodong waktu lalu.

Supardi menyiapkan air minum itu untuk Nazifah dan Adam, air yang sebenarnya hanya air mineral biasa.

Adam yang sudah ikut duduk di kursi kayu itu menatap makanan yang tersaji di meja dan Nazifah mengerti apa yang dipikirkan oleh Adam.

"Ini namanya besek, di kampung kalau kondangan pulangnya dapat berkat, ya kaya gini, ayo kita makan," ajak Nazifah dan Adam hanya memperhatikan Nazifah.

"Ayo makan!" kata Nazifah lagi dan Mirah mengajak Supardi untuk ke belakang supaya tidak menganggu anak dan menantunya.

Adam yang dipaksa itu membuka mulutnya dan Nazifah menyuapkan sesuap nasi beserta lauknya ke dalam mulut Adam.

Adam sendiri merasa aneh dengan rasa masakan kampung itu, tetapi entah mengapa Adam merasa suka apalagi Nazifah begitu perhatian di atas penderitaannya yang sedang ia sembunyikan.

****

Di rumah Adam, Bastian datang untuk menjemput Vita.

"Tidak tau malu!" kata Rima yang sedang berdiri di depan Bastian. Keduanya saling menatap, berada di ruang tamu.

"Vita dan Adam tidak saling mencintai, jadi untuk apa Vita di sini? Biarkan Vita ikut denganku!" kata Bastian.

"Kamu boleh membawanya setelah mereka berpisah!" jawab Rima, setelah itu, Rima memanggil satpam untuk menyeret Bastian pergi dari rumahnya.

"Vita!" teriak Bastian dan Vita yang mendengar suara Bastian itu melihat ke jendela dan memanggilnya.

"Bas, aku di sini!" jawab Vita.

Rima menggelengkan kepala, merasa kalau dirinya sedang menghalangi dua sejoli yang saling mencintai.

"Menjijikan!" geram Rima.

Rima pun segera menghubungi Adam.

"Mau sampai kapan kamu simpan bangkai itu di rumah mamah?" tanya Rima setelah Adam menerima panggilannya.

"Sampai Adam puas menghukumnya!" jawab Adam.

"Jangan main-main, Adam. Lebih baik cepat kamu putuskan!" kata Rima, setelah itu, Rima menyudahi teleponnya dan Adam yang sedang duduk bersebelahan dengan Nazifah itu menatapnya.

Selesai dengan makan Nazifah pun memberikan air minum yang sudah Supardi siapkan sebelumnya setelah itu Nazifah juga mengambil minumnya untuk sendiri.

Selesai dengan makan, Adam kembali mengajak Nazifah untuk ke kota.

"Tapi, Zifah nyaman di sini," jawab Nazifah seraya menundukkan kepala.

"Sudah seharusnya seorang istri ikut dengan suaminya!" kata Adam dan Nazifah menatap mata Adam yang juga sedang menatapnya.

"Setelah melahirkan, apa Zifah akan dibuang? Zifah tau kalau Mas Adam hanya ingin anak ini, kan? Sedangkan perasaan Mas Adam sudah ada untuk Mbak Vita!" lirih Nazifah, ia mau tidak mau harus menanyakan dan menyampaikan apa yang ada dipikirannya selama ini.

"Jangan bodoh kamu! Kalau aku enggak ada perasaan sedikitpun, mana ada bayi itu! Dan malam itu, aku yakin, kalau hanya melakukannya sekali di malam itu saja tidak akan ada bayi kita," kata Adam berusaha meyakinkan Nazifah.

Supardi yang menguping pembicaraan Nazifah dan Adam itu beranggapan kalau air dari mbah dukun itu sangat sakti, buktinya Adam bisa langsung bersikap lembut pada anaknya dan kembali meminta Nazifah untuk ikut dengannya.

"Zifah. Jujur saja, selama ini aku selalu dihantui oleh rasa bersalah, aku minta maaf!" ucap Adam seraya menggenggam tangan Nazifah.

Dalam hati, Adam berharap kalau Nazifah akan luluh dengan kelembutannya.

"Nazifah mau bicara dulu sama bapak dan ibu," jawab Nazifah.

"Zifah. Kamu harus bisa mengambil keputusan sendiri! Ikutlah denganku!"

Dan Supardi yang merasa yakin kalau Adam sudah tergila-gila dengan anaknya itu pun keluar dari persembunyian, ia mengijinkan Nazifah untuk ikut bersama dengan suaminya.

"Tapi ingat, jangan sesekali kamu sakiti anakku! Kamu harus bisa berlaku adil!"

"Baik, Pak." Adam menganggukkan kepala.

Dan malam ini, Adam membawa Nazifah ke rumahnya. Sebenarnya apa yang direncanakan oleh Adam sampai membawa Nazifah ke rumah Rima?

Nazifah yang melewati kamar Vita itu mendengar teriakan dan suara benda yang dibanting dari dalam.

Dan Rima yang berdiri di anak tangga paling bawah itu menatap Nazifah dan Adam.

"Apa maksud dari semua ini, Adam?" tanya Rima dengan geramnya.

"Nazifah hamil anak Adam, dia akan tinggal di sini, kalau mamah enggak setuju, biar Adam yang ikut keluar dari rumah ini," kata Adam, ia mengakui anak yang ada di dalam kandungan Nazifah, tapi, apakah Adam akan mengakui Nazifah sebagai istrinya?

Bersambung.

Apakah Nazifah akan segera menemui titik terang dari cintanya?

Bersambung.

1
Erni Ramadan
😂😂
Dedeh Rokayah
Luar biasa
Key Evllyn
kok tiap akhir kalimat pakenya tanda seru si?? jadi aga gimana bacanya, harusnya pake titik/koma. soalnya kalo tanda seru buat kalimat penegasan🙏🏻
Nopita Arfiantie
bagus
Mala–Bell: Terima kasih, kak. Jangan lupa mampir di karya yg lainnya, ya 🙏☺☺
total 1 replies
🌺𝕭𝖊𝖗𝖊-𝖆𝖟𝖛𝖆🌺
kacau ni anak...
🌺𝕭𝖊𝖗𝖊-𝖆𝖟𝖛𝖆🌺
kampret...berhayal ternyata
Mala–Bell: Hahahaahaaa 🤣🤣🤣
total 1 replies
🌺𝕭𝖊𝖗𝖊-𝖆𝖟𝖛𝖆🌺
nahhh loo...d gorok baru tau rasa lu😂
🌺𝕭𝖊𝖗𝖊-𝖆𝖟𝖛𝖆🌺
tin Titin...yg slh itu ponakan km lah...gmn sich...
🌺𝕭𝖊𝖗𝖊-𝖆𝖟𝖛𝖆🌺
yaelahhh pak..ada2 aja...mn mau orang nazifah cintanya sm Adam..
lagian..nazifah jg hamil...
Mala–Bell: 🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈
total 1 replies
🌺𝕭𝖊𝖗𝖊-𝖆𝖟𝖛𝖆🌺
serakah...mngkin jika suatu hari fizah pergi br nyadar dia...
🌺𝕭𝖊𝖗𝖊-𝖆𝖟𝖛𝖆🌺
aduhhh..jgn dulu dech zifah...
🌺𝕭𝖊𝖗𝖊-𝖆𝖟𝖛𝖆🌺
di nikahin pastinya...
🌺𝕭𝖊𝖗𝖊-𝖆𝖟𝖛𝖆🌺
mampir lg ak Thor..
Mala–Bell: Terima kasih, kak. Jangan lupa mampir di Suamiku Takdirku, juga, ya, kak🙏😇☺
total 1 replies
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
ceritanya menarik semangat jadi penasaran kelanjutan ceritanya
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
baru pertama baca sudah tertarik jadi penasaran kelanjutan ceritanya
Lena Sari
hadeuhhhhhh..laki2berdaster rupanya,gakpunya pendirian.
Ima Yuliantina Tony
najis
Rini Haryati
ceritanya keren
sukses
semangat
mksh
₦⑂. Ⓙυ☂€✘
Terimakasih atas karyanya Thor...
Di tunggu karya² bucin selanjutnya🥰

Semangat mbk Mal😍😍
Mala–Bell: Terimakasih bnyak kk 🤗🤗
total 1 replies
𝐀⃝🥀ᴍᷟᴀᷧᴄᷱᴇᷧ_ᷢᴘᴀᴘᴜᴀ
MENJADI YANG KE DUA BELUM TENTU SELALU BAIK APALAGI PASTI ADANYA KECEMBURUAN DARI YANG PERTAMA, SEMOGA NAZIFAH DAPAT MENEMUKAN KEBAHAGIANNYA
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!