NovelToon NovelToon
Anaknya Disusui, Daddy-nya Yang Terpikat

Anaknya Disusui, Daddy-nya Yang Terpikat

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / CEO / Janda / Cinta Seiring Waktu / Pengasuh / Ibu susu
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ita Yulfiana

Firdha diusir dengan kejam oleh Ibu mertuanya 2 hari setelah dia melahirkan bayinya. Dirasa tidak berguna lagi, Firdha diperlakukan seperti sampah.

Di sisi lain, ada Arman yang pusing mencari Ibu Susu untuk bayinya, tak disangka takdir malah mempertemukannya dengan Firdha.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ita Yulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 : Sikap Aneh

Arman tak berani lagi memantau putrinya melalui CCTV setelah penemuan tak terduga yang membuat pikirannya kemana-mana malam itu. Untuk mengetahui keadaan putrinya, dia lebih memilih menghubungi Bi Mina.

"Non Akira sedang berjemur bersama Rahmi di balkon, Tuan. Lihat." Wanita paruh baya itu mengarahkan kamera ponselnya ke arah Baby Akira yang anteng dalam gendongan babysitternya.

"Hai, Sayang. Anak Daddy sedang berjemur, ya? Pintar sekali." Arman mengajak putrinya bicara. Anak Usia hampir 2 bulan itu terlihat semakin lucu dan menggemaskan dengan pipi yang semakin bulat dan badan yang lebih berisi. Bagaimana tidak, stok makanannya melimpah. Selama 1 bulan lebih disusui oleh Firda, dia mengalami kenaikan berat badan yang signifikan.

"Tuan," panggil Bi Mina setelah Arman cukup melepas rindu dengan putrinya.

"Ya, Bi. Ada apa?"

"Hari ini jadwal non Firda terapi. Apa Anda tidak ada waktu untuk pulang walau sebentar saja? Kan biasanya Anda yang selalu menemaninya," tanya Bi Mina hati-hati. Dia masih mencoba menebak apa sebenarnya penyebab tuannya minggat dari rumahnya sendiri.

"Aku tidak punya waktu, Bi," jawab Arman dengan ekspresi wajah yang tadinya cerah mendadak datar setelah mendengar nama Firda disebut. "Maaf ya, Bi, teleponnya aku matikan dulu. Ada sesuatu yang penting yang harus aku kerjakan. Kabari aku jika terjadi apa-apa di rumah."

Tanpa menunggu jawaban dari Bi Mina, Arman langsung memutus sambungan telepon mereka. Hari-hari berikutnya pun demikian. Setiap kali Bi Mina membahas soal Firda, Arman langsung mengakhiri komunikasi mereka secara sepihak dengan berbagai alasan. Hingga akhirnya Bi Mina yakin bahwa Arman tidak pulang karena ada kaitannya dengan sang ibu susu Baby Akira.

...****************...

"Enak sekali ya jadi non Firda." Rahmi, babysitternya Akira berceletuk saat berkumpul bersama pelayanan-pelayanan lainnya di teras belakang ketika ada waktu senggang, sambil menikmati mangga mengkal yang dipetik di halaman belakang bersama dengan sambal rujak.

"Enak kenapa?" tanya Bi Wati, salah satu maid senior yang bekerja paling lama setelah Bi Mina.

"Ya enak," Rahmi memasukkan potongan mangga yang sudah dicocol sambel rujak pedas ke dalam mulut sebelum melanjutkan kalimatnya, "sudah cantik, punya suami kaya raya dan tampan. Punya bayi tugasnya cuma nyusuin, sisanya setelah selesai bisa me time, perawatan, pakai skincare dan make up mahal, dan lain sebagainya."

Bi Wati dan junior lainnya saling menatap keheranan. Mereka tahu babysitter yang baru bekerja seminggu lebih itu telah salah paham. Jadi, salah satu maid junior menjelaskan sambil terkekeh. "Non Firda itu bukan istrinya tuan Arman."

Rahmi melongo tak percaya. "Bukan istri tapi menyusui anaknya tuan Arman, bagaimana bisa? Apa jangan-jangan, non Firda itu ternyata wanita simpanan?"

"Buk—" Salah satu maid yang ingin menyanggah tuduhan itu tidak mendapat kesempatan karena Rahmi tidak mau berhenti bicara.

"Pantas tuan Arman tidak pernah muncul lagi setelah hari pertama aku bekerja di sini. Jadi itu penyebabnya. Aku yakin, pasti sekarang dia kembali ke rumah istri sahnya. Kalau mau ke sini, harus cari alasan dan curi-curi waktu."

Refleks Bi Wati memukul paha Rahmi karena sudah sembarangan bicara. "Kalau kamu mau panjang bekerja di sini, jaga bicaramu, Rahmi. Non Firda memang bukan istrinya tuan Arman, tapi dia juga bukan istri simpanan, melainkan dia bekerja sebagai ibu susunya non Akira."

Ditegur begitu Rahmi jadi salah tingkah. Wajahnya langsung pias. "Maaf, Bi. Aku tidak tahu." Dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Tadinya aku pikir dia itu istrinya tuan Arman karena dia dipanggil 'non'. Terus, dia juga diperlakukan dengan baik dan sopan oleh semua orang," lirihnya.

Bi Wati menarik napas. "Kalau masalah panggilan itu, itu permintaan tuan Arman sendiri. Lagi pula, non Firda itu tidak cocok dipanggil bibi seperti kita. Meski belum ada yang tahu asal usulnya, dari penampilan luar dan fisiknya saja kita sudah tahu kalau dia itu bukan dari kalangan orang biasa seperti kita. Dan masalah menghormati, semua orang di rumah ini juga wajib saling menghormati dan saling menghargai, apa pun pekerjaannya. Tuan Arman saja yang merupakan majikan kita memperlakukan kita semua dengan baik. Dia memanusiakan semua orang yang ada di sini, tidak peduli pembantu, satpam, atau pun tukang kebun. Di rumah ini, yang dijunjung tinggi itu adalah akhlak, perilaku, dan kejujuran. Siapa pun yang berani berbuat macam-macam, tuan Arman tidak akan segan-segan melemparnya keluar dari rumah ini."

Rahmi susah payah menelan ludah mendengar ucapan Bi Wati. Selera makannya seketika menghilang. Buru-buru dia mencari alasan untuk pamit dari sana. Setibanya di kamar Baby Akira, Rahmi mendapati Firda sedang duduk di depan meja rias sambil mengoleskan pelembab di wajahnya. Jika sebelumnya Rahmi merasa senang melihat cara wanita itu merawat diri saat punya bayi, kali ini berbeda, dia justru menyunggingkan senyuman sinis. "Merawat diri sedemikian rupa, pasti tujuannya ingin menggoda tuan Arman," batinnya.

Suara tangis Baby Akira seketika memenuhi ruangan. Jika sebelumnya Rahmi akan langsung berlari menghampiri untuk menenangkan lebih dulu, kali ini malah mengabaikan dan berdiri seperti patung sambil bersandar pada daun pintu. Untungnya Firda bergerak cepat menghampiri Baby Akira.

"Uh cup cup cup anak Bunda. Kenapa, Nak? Kamu buang air, ya?" kata Firda sambil mengangkat bayi itu pindah ke tempat tidur. Setelah popoknya diperiksa, ternyata memang benar anak itu habis buang air besar, jadi Firda berinisiatif menggantikan popoknya. Sayangnya, tisu basah yang ada di keranjang perlengkapan habis.

Firda menoleh ke arah Rahmi yang masih betah berdiri di tempat. "Mbak Rahmi, tolong ambilkan tisu basah di rak. Tisu basah Akira di sini sudah habis."

Bukannya bergerak, Rahmi justru pura-pura tidak mendengar sambil menatap kuku jari tangannya satu per satu. "Mbak?" panggil Firda sekali lagi.

Rahmi memperbaiki posisi berdirinya. Hidungnya mendengus. "Aku haus, aku mau ke dapur ambil air minum," katanya, memutar badan pergi begitu saja.

Kening Firda mengkerut. Dia heran melihat sikap Rahmi yang berbeda dari biasanya. Ditambah lagi, barang yang dia minta hanya berada kurang dari 2 meter di hadapan babysitter itu.

Apa Rahmi sebegitu hausnya kah sampai-sampai tidak sempat meluangkan waktu mengambil tisu basah walau hanya beberapa detik saja, begitu pikir Firda.

1
Cindy
lanjut
Lisa
Good morning Kak Ita..makasih y utk updatenya..
Lisa: Sama² Kak Ita..Amin..terimakasih juga y Kak..🙏💪
total 2 replies
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Indry Saleh
bagus karya..
Ita Yulfiana: ulala Kak Indry... thanks sudah jadi orang pertama yang kasih penilaian😍🫰🥰
total 1 replies
Indry Saleh
dek firza ohhhhhh di firza🤣🤣🤣🤣
Cindy
lanjut
💕Rose🌷Tine_N@💋
lanjut dong.. aku dah kasih vote ku yg satu satu nya nih😂
Ita Yulfiana: makasih banyak loh Kak sudah jadi orang pertama yang ngasih vote🫰😘🤭
total 1 replies
💕Rose🌷Tine_N@💋
apakah org tua Firda penghianat di perusahaan Arman ya?
tp kan Firda gk tau....jd gk bisa jg melampiaskan amarah ke dia nya dong..
💕Rose🌷Tine_N@💋
jd penasaran...ada informasi apa ttg Firda ya?
💕Rose🌷Tine_N@💋
aku mampir😍
Ita Yulfiana: makasih banyak Kak Rose🙏🏼🥰 semoga suka yah😊😊
total 1 replies
Indry Saleh
sippppp ceritanya, masih dipantau bab selanjutnya
Ita Yulfiana: makasih banyak Kak Indry🙏🏼🥰 semoga suka yah😊😊
total 1 replies
ollyooliver🍌🥒🍆
emng lu tau firda masuk jajaran penghianat?😏
Lisa
Padahal Arman suka sama Firda 😊🤭
Cindy
lanjut
Lisa
Nah mulai terungkap tuh kejahatannya Ibu Risma..ayo Arman bereskan masalah itu..lindungi Firda..
Sastri Dalila
😂😂😂
Lisa
😊😊😊 ya tuh 2 pria mulai memperebutkan 1 wanita 🤭
Lisa
Wah Pras mulai berani menggoda Firda y 😊🤭
Sastri Dalila
😅😅😅😅😅kocak 2 org ne
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!