Raisya vasty prayoga. seorang baby siter di kediaman keluarga besar nugraha. Wanita itu di minta untuk menikah dengan salah satu anaknya yang bernama Argantara Nugraha. Seorang perwira yang terkenal dingin dan angkuh.
bagaimanakah perjalanan pernikahan Rara dan Arga? ikuti kelanjutan kisah mereka di "Istri Pilihan Mama"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Mia Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dugaan Tomy
"Kenapa begitu sakit saat mengingat semua perkataan mu kak. Kat-kata mu sudah sangat melukai batin ku" Ucap Rra di sela isak tangisnya.
Rara masih tidak menyangka, Jika sosok Arga yang dulu sangat Rara kagumi mengatakan hal yang sudah bisa langsung mematahkan hatinya. Sungguh Rara benar-benar merasa sangat terluka dengan semua perkataan Arga.
"Tapi kak Arga dapat dari mana rekaman itu" Ucap Rara lagi sambil mengusap kedua matanya.
Rara memejamkan kedua matanya sejenak lalu kembali melangkahkan kakinya menuju lemari dan mengemasi semua barang-barang yang akan Rara bawa ke kediaman mama Lydia. Sesuai dengan apa yang Arga katakan jika mereka akan berangkat dalam 30 menit lagi.
Sedangkan Arga. Pria itu menatap black card yang ada di tangannya. Black card yang baru saja Rara kebalikan. Arga baru menyadari satu hal. Pria itu baru menyadari jika tidak pernah ada notifikasi transaksi yang masuk ke dalam ponselnya.
Dan hal itu menandakan jika Rara belum pernah menggunakan black card yang sudah Arga berikan sejak beberapa hari yang lalu. "Kenapa aku baru sadar jika tidak pernah menerima notifikasi apapun dari black card ini" Ucap Arga sambil terus menatap card itu
"Sudahlah. Lebih baik sekarang aku bersiap. Sebentar lagi aku harus segera berangkat ke rumah mama" Ucapnya dan langsung naik ke lantai atas.
Setelah tiba di atas. Arga bisa melihat jelas jika saat ini Rara sedang mempersiapkan barang-barang yang akan dia bawa ke rumah mama mertuanya.
Sejenak Arga memperhatikan Rara yang saat ini sedang fokus menyiapkan barang-barangnya sampai tidak menyadari jika ada Arga di sana. Wanita itu masih begitu fokus dengan kegiatannya sendiri.
"Kenapa perasaan ini begitu menyiksa Ra. Aku mencintaimu, Tapi juga membencimu. Aku tidak paham dengan perasaan ku sendiri Ra" Ucapnya sambil terus menatap Rara
Setelah itu, Arga masuk ke dalam kamarnya. Arga mengambil nafas panjang saat mengingat apa yang sudah dia lakukan terhadap Rara. Arga sadar, Jika perlakuannya sudah sangat melukai serta menyakiti Rara, Tapi pria itu selalu merasa kecewa setiap kali suara Rara yang ada dalam rekaman itu kembali terngiang.
"Aku kecewa sama kamu Ra. Aku pikir kamu itu berbeda dari wanita lain. Tapi ternyata aku salah, Kamu sama saja seperti mereka. Kalian tidak ada bedanya. Sama-sama lebih mementingkan harta dan harta."
Tanpa di sadari, 30 menit sudah berlalu. Rara sudah lebih turun dan naik ke dalam mobil Arga tanpa menunggu pria itu. Rara naik sambil memejamkan kedua matanya, Rasanya Rara ingin tidur saja supaya tidak merasakan sakit serta kecewa karna ulah suami dinginnya.
Tak lama kemudian. Arga datang dengan membawa dengan membawa barang-barangnya sendiri. Pria itu masuk ke dalam mobilnya dan melirik ke arah Rara sekilas.
Seperti orang asing yang tidak saling mengenal. itulah yang terjadi saat ini, Rara menoleh ke arah jendela, Sedangkan Arga memilih fokus mengemudikan mobilnya.
Ini adalah pertama kalinya mereka saling diam dalam satu mobil. Tidak ada satu pun dari mereka yang mau membuka suara. Keduanya sama-sama merasa tidak bersalah.
"Kenapa Rara sama sekali tidak menegurku" Ucap Arga dalam batinnya sambil sesekali melirik ke arah Rara
Setelah itu, Arga menyalakan mesin mobilnya dan melajukan mobil itu menjauh dari kediamannya. Di sepanjang perjalanan. Sams sekali tidak ada pembicaraan di antara mereka berdua.
Arga menepikan mobilnya saat mengingat jika tadi Rara tidak menghabiskan makanan yang Rara pesan karna perdebatan itu. "Kita makan dulu Ra" Ucap Arga dingin dan langsung turun dari dalam mobilnya.
Sedangkan Rara yang mendengar itu langsung ikut keluar dari dalam mobil Arga. Wanita itu juga baru menyadari jika perutnya mulai merasa lapar.
"Mau pesan apa kamu Ra?" Tanya Arga setelah mereka sudah duduk di dalam rumah makan itu.
"Aku pesan yang murah saja. Yang sesuai dengan bajet yang aku miliki" Jawab Rara dingin
Arga menatap raut wajah Rara yang begitu dingin. Tidak ada senyum yang terukir dari sana. Arga memanggil pelayan untuk memesan makanan buat makan mereka berdua.
"Mau pesan apa pak?"
"Pesan udang mentega 2 porsi ya"
"Baik. Mohon di tunggu sebentar ya pak"
15 Menit kemudian. Pelayan itu sudah kembali dengan membawa nampan yang berisi udang mentega. "Silahkan pak, mbk" Ucapnya sambil tersenyum hangat pada Arga dan Rara
"Keponakannya cantik sekali pak" Ucap karyawan itu
Arga yang mendengar langsung melirik ke arah Rara yang memang terlihat begitu cantik. "Dia istri saya" Ucap Arga dingin
Rara yang mendengar perkataan Arga hanya diam tanpa mau ikut berkomentar. Wanita itu terus menikmati udang mentega yang rasanya begitu enak dan membuat Rara dengan cepat menghabiskan udang mentega itu.
Tak lama kemudian, Rara langsung berjalan ke arah kasir dan membayar makanannya sendiri. Setelah itu. Rara keluar dan memutuskan menunggu Arga di dalam mobil.
Arga yang melihat Rara seperti itu tentu saja merasa sangat kesal. Ini baru pertama kalinya Arga merasa sangat di cuekin oleh seorang wanita. Terlebih lagi dia adalah istrinya sendiri.
"Apa-apaan Rara meninggalkan aku sendiri tanpa mengatakan apa-apa" Ucap Arga dan langsung memanggil pelayan di sana untuk membayar makanan yang sudah Arga pesan
"Totalnya berapa?"
"Jadi 120 ribu ya pak. Karna punya mbk nya sudah di bayar"
"Apa! Sudah di bayar?"
"Benar pak"
Setelah mendengar hal itu, Arga berjalan cepat ke arah mobilnya agar bisa segera menemui Rara yang sudah masuk ke dalam mobil terlebih dahulu.
"Apa maksud kamu membayar makanan mu sendiri Ra? Apa kamu mau mempermalukan aku?" Tanyanya sambil menatap dingin Rara
Perkataan Arga langsung membuat Rara menoleh ke arahnya. Wanita itu mengatakan hal yang langsung mampu membuat Arga bungkam.
"Bukan kah kamu sendiri yang mengatakan jika aku wanita matre yang hanya menginginkan hartamu. Akan aku buktikan, Kalau aku tidak seperti yang kamu katakan kak. Aku tidak butuh uang mu" Ucap Rara dingin
"Tidak perlu sok. Akui saja jika memang kamu hanya gila harta"
"Terserah kamu mau mengatakan apa. Tapi yang pasti, Aku tidak seperti itu. Aku mau menerima pernikahan ini murni karna mama Lidya juga rasa cintaku terhadap mu" Ucap Rara dan langsung mengalihkan pandangannya.
Lagi-lagi perkataan Arga membuat dada Rara terasa begitu sesak. ingin sekali Rara menjatuhkan air matanya. Namun sebisa mungkin Rara menahannya.
1Jam kemudian. Mobil Arga sudah tiba di depan kediaman keluarga Nugraha. Di Sana sudah ada anggota keluarga yang menunggu kedatangan Arga dan Rara. Terutama mama Lidya
"Assalamualaikum ma" Ucap Rara sopan sambil mencium punggung tangan Lidya
"Waalaikum salam nak. Bagaimana perjalannya nak. Apa kamu lelah"? Tanya Lidya begitu lembut
"Tidak kok ma. Hanya sedikit capek saja" Ucapnya
"Ayo masuk sayang. Barang-barang kamu biar di bawa sama bibi" Ucap Lidya sambil menggandeng tangan Rara penuh sayang.
Di tempat lain
Vena yang sudah mendengar kabar mengenai Arga dan Rara langsung mengangkat kedua sudut bibirnya. Akhirnya rencananya berjalan dengan mulus.
"Akhirnya, apa yang aku harapkan benar-benar terjadi. Semoga saja mereka berdua secepatnya berpisah"Ucap Vena lagi
Betapa bahagianya perasaan Vena saat ini. Akhirnya hubungan Arga dan Rara saat ini sedang tidak baik-baik saja.
"Akan aku pastikan, Jika kalian akan segera berpisah" Ucapnya dengan senyum merekah dari kedu sudut bibirnya
Sedangkan Tomy. Pria itu masih menunggu kabar dari orang suruhannya. saat mendengar suara rekaman itu, Tomy bisa menebak jika sedang ada yang tidak beres.
Tak lama kemudian. Ada panggilan masuk dari orang suruhannya. Dengan cepat Tomy menjawab panggilan itu
📞:Bagaimana?
📞:Sesuai dengan apa yang kamu kira Tom. Rekaman itu hanya editan
📞:Baiklah. Terimakasih
Setelah mendengar akan hal itu. Tomy langsung memutuskan sambungan telponnya. Pikirannya langsung tertuju pada Arga.
"Semoga kamu tidak pernah menyesali apa yang sudah kamu lakukan terhadap istrimu Ga. Tapi siapa yang sudah melakukan hal ini"
Di saat Tomy memikirkan siapa pelakunya. Tiba-tiba saja bayangan Vena yang pertama kali muncul dalam benak Tomy."Apa jangan-jangan"
dulu aja gak menginginkan anaknya, anaknya di uang begitu saja, sekarang sudah besar mau di ambil secara paksa.
bukannya di episode sebelumnya Queen dan William saudaraan.
trus di part ini Queen saudaraan juga dengan lexan, trus sekarang Queen dan William gak saling kenal.
??????