NovelToon NovelToon
Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten

Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Misteri / Mafia / CEO / Anak Genius / Romansa-Percintaan bebas / One Night Stand / Disfungsi Ereksi / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: Liana kiezia

Trea Desmond seorang wanita 23 tahun kembali ke tanah airnya dengan misi mencari ayah biologis kedua anak kembar nya.

Dalam pencarian itu dia menemukan fakta bahwa gigolo yang dulu ia sewa ternyata adalah bosnya sendiri yang memiliki sifat kejam kepada musuh, terlebih-lebih kepada wanita yang mengaku mengandung benihnya.

Tree terpaksa dan harus bisa membuat pria kejam itu untuk menghamili dirinya, demi sebuah plasenta bayi yang bisa menyelamatkan kedua anaknya sekarang.

Apakah misi Tree mendapatkan anak lagi dari ayah biologis kedua buah hatinya akan tercapai?
Atau sebaliknya?

Tree memilih mundur dan memilih opsi lain untuk menyelamatkan nyawa salah satu dari anaknya.


.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Liana kiezia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Please, Call Me, Mom!

Hay para kesayangan nyai...

Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗

Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘

Disebuah kamar Jet pribadinya. Seorang wanita sangat cantik dengan wajah begitu mulus meski usianya tak lagi muda tengah berbaring dengan keadaan tak berbusana, hanya selimut yang menutupi tubuh wanita itu, sedangkan di sampingnya berbaring sang suami tengah memeluk pinggang rampingnya dengan posesif. Wanita itu adalah Qiana Clarissa Lavina, sang ratu mafia memiliki sifat kejam terhadap musuhnya.

“halo Nyonya, Qiana!” si bencong Sahroni menelepon wanita.

“Bagaimana?" tanya Mommy Qiana.

“Beres, iyeess Nyonya, itu laki sudah aye berikan kotak peninggalan, entu Nona muda!" lapor Sahroni.

“Bagus!” kata Mommy Qiana.

“Lapor Nyonya, saat ini si Ono kucrut lagi berantem dengan dedek gemes anak unta iyess, tamvan.” kata si Sahroni dengan nada gemulainya.

“Kau tau apa yang mereka jadikan topik berantem, Ron?” tanya Mommy Qiana.

“Sepertinya dedek gemes anak unta iyes memberikan memory CCTV mobilnya,” lapor Sahroni.

“Bagus, kita terbantu oleh anak itu, rencananya aku mau turun tangan sendiri.” kata Mommy Qiana menutup panggil telpon tersebut.

“Sayang!" Panggil Deddy Taksa, Tangan kokoh sang Deddy semakin memeluk tubuh Mommy, tak lupa gerape-gerape selama ada kesempatan.

“Ded, bisa tidur kurangi genitnya sedikit? Kita sudah tua loh, anak kita empat!” omel Mommy Qiana pada sang suami.

“Pepaya ku masih segar dan padat, persetan dengan usia karena bagiku kau masih 20 tahun! Bahkan tiada lemak berlebihan,” bisik Deddy Taksa.

“20 tahun apanya coba, ingat Ded, uban kita mulai tumbuh cucu sudah 4, jangan Sampek kejadian Deddy kecetit pada saat si Jery main balapan di terowongan Kasablanka tempo hari itu terulang lagi, malu sama menantu!" Mommy Qiana melepaskan diri dari suami yang super mesumes melebihi anak muda.

Rencananya Mommy Qiana akan menggandeng Tree memasuki pesawat akan tetapi karena ulah si Deddy yang ingin balapan di kamar pesawat, pasangan itu masuk ke dalam jet pribadi mereka 2 jam sebelum berangkat.

“Jika bukan karena perjanjian pengadopsian Tree di sertai sarat yang sedikit aneh yaitu, kita boleh menemuinya ketika usianya 18 tahun, mungkin putri kita itu tidak menderita, Honey!” kata Deddy Taksa mengambil posisi duduk.

“Paman Desmond hanya ingin menanam asal usul Tree karena pria itu takut cucunya menjadi gadis arogan, maklum lah, dia ingin menikmati sisa hidupnya dengan sang cucu sebelum ajal menjemput.” kata Mommy Qiana yang dulu sempat membaca pikiran kakek Desmond.

Wanita itu memejamkan matanya, mengingat hari dimana ia mengangkat Tree sebagai Putrinya.

Flashback ON 5 tahun silam.

Hari itu tanggal 7 Juli tepat usia Tree genap 13 tahun. Hujan mengguyur bumi, bahkan petir begitu mengerikan terdengar jelas di Indra pendengar.

Seorang pria paruh baya berjalan kaki dengan payung di tangannya menghalau hujan yang lebat. Mata sembab serta kesedihan tergurat jelas di wajah keriput pria itu, seakan ribuan beban berdiri di pundak pria lanjut usia tersebut.

“Paman Desmond!” panggil Rafael.

“Tuan, apakah Nyonya muda ada?" tanya kakek Desmond berdiri di teras Vila.

“Ada paman, paman masuk saja!" kata Rafael membantu menutup payung pria tua itu. Lalu memberikan sepasang sendal hangat kepada pria tersebut.

Kakek Tree kecil itu membersihkan kakinya di saluran air hangat di halaman Vila tersebut, lalu ia menerima sendal pemberian Rafael, “Terimakasih Tuan!” kata kakek Desmond.

“Ambillah paman jangan sungkan, anda sangat membutuhkan sendal hangat itu...,” kata si Rafael.

“..., Mari saya antar ke ruangan santai Nona!” Rafael membimbing Kakek tua itu ke dalam rumah.

“Ada apa ini Rafael!” kata Mommy Qiana dengan nada begitu khawatir ketika matanya melihat sosok pria rapuh yang sangat ia kenali di bawa ke hadapannya.

“Anu ... Nona, bolehkah kita bicara,” pinta Kakek Desmond dengan perasaan tak enak.

Mommy Qiana langsung langsung mengerti apa tujuan pria tua itu datang ke rumah ini. Indra ke enam wanita itu begitu luar biasa.

“Baiklah, Rafael kau suruh Banci mengantarkan Teh hangat ke ruang kerja ku!" perintah Mommy Qiana.

“Baiklah Kak!”

“Ayo paman!” Mereka beriringan memasuki ruang kerja Mommy Qiana.

.....

.....

Sudah sepuluh menit pria tua itu terdiam, tiada satu patah katapun keluar dari bibir Kakek Desmond.

“Bagaimana kesehatan Kakek?" tanya Mommy Qiana berbasa-basi.

Pria tua itu membuka resleting jaket yang ia kenakan, tangannya mengambil sebuah kertas yang di lipat persegi empat di bungkus kresek belang-belang hitam putih yang sering kita jumpai di pasar pasar atau di rumah para ibuk-ibuk IRT (Kagak usah ane sebutin, semua orang tau itu kresek, berbeda jika ente sultan🤣.)

Pria itu menyodorkan kertas itu ke tangan Mommy Qiana, dan wanita itu langsung membaca apa isi surat tersebut.

Mata ibu tiga anak itu langsung menetes ketika melihat rekam medis milik Kakek Desmond yang tengah di Vonis memiliki kanker otak stadium tiga.

“Kapan?" tanya Mommy Qiana..

Wanita itu bangun lalu memeluk pria tua itu, mumpung Deddy Taksa tidak ada 🤫.

“Kau keluarga kami paman, kapan penyakit ini menyakiti mu? Apa yang kau minta?” tanya Mommy Qiana mengelus punggung tulang belulang pria tua itu.

“Saya baru tau seminggu ini, nyonya muda! Sa ... saya datang ke sini ingin meminta pertolongan nyonya muda satu kali lagi?" pinta pria tua itu dengan nada gugup.

“Apa itu paman?" tanya Mommy Qiana.

“Saya ingin menitip Tree ketika nafas ini telah putus raganya Nyonya muda. Gadis itu rapuh dan sensitif meski terlihat ceria di sampulnya.”

“Tanpa kau minta, aku akan melindungi putriku. Apakah paman lupa dengan permintaan saya untuk mengadopsi cucu paman? Permintaan itu masih berlaku paman.” kata Mommy Qiana.

Di jawab dengan anggukan kepala oleh Kakek Desmond.

“Mungkin saya babu ter ngelunjak di muka bumi ini nyonya muda. Saya pria memang tak tau diri datang meminta hal yang tak pantas bagi saya orang biasa macem saya ini yang berani datang meminta hal yang begitu luar bisa kepada ada, Nyonya Muda!” air mata pria itu berderai, seakan tenggorokannya tercekat untuk meneruskan ucapannya.

“... Saya yakin usia saya tak lagi bisa bertahan lama, sebab kondisi tubuh saya bukan hanya meliki sakit tersebut melainkan sudah begitu banyak komplikasi yang menggerogoti tubuh ini.”

“Saya akan menyembuhkan anda paman!" kata wanita itu menyentuh tangan keriput Kakek Desmond.

“Tidak nyonya, saya takut tak bisa bertahan ketika berusaha sembuh karena dari segi usia saya tak lagi muda. Saya mohon Nyonya Muda, berikan saya obat agar bertahan setidaknya gadis kecil saya tubuh dewasa. Dia tidak boleh sendirian di dunia ini, saya tidak memiliki siapapun di bumi ini, cukup cucu saya ada yang menjaga, saya tak meminta hal lebih Nyonya muda. Karena saya sadar dengan keadaan tubuh ini,” kata Kakek Desmond.

“Bagaimana tawaran adopsi saya paman?” tanya Mommy Qiana lagi.

“Baiklah saya berikan adopsi cucu saya, tapi sayang punya permintaan Nyonya Muda,” kata Kakek Desmond.

“Apa itu?" tanya Mommy Qiana.

“Biarkan dulu Tree hidup sederhana dengan saya hingga ia beranjak dewasa, jika tuhan memberikan kesempatan bagi saya untuk bernafas pada saat itu. Saya tidak punya tujuan apapun Nona, saya ingin cucu saya tau asal usul dirinya, karena status putri anda begitu besar untuk Gadis kecil itu," kata Kakek Desmond tak berani memandang tuannya, kepalanya menunduk.

“Baiklah mulai saat ini cucumu putri ku, aku sudah mencintai nya semenjak dia bayi, carilah Divya, kau harus sehat untuk mengurus hak asuh Tree.”

Flashback off.

“Aku ingin mentip Tree dulu, gadis itu tidak tau bahwa kita diam-diam mengantarkannya ke negeri orang, Deddy sih mau nganu dulu di jed baru ini,” omel Mommy Qiana.

(Baisa besty 😂 si Deddy bernostalgia, padahal mereka sudah tuwir.)

Wanita itu memungut bajunya lalu berjalan ke arah di mana Tree berada.

Mommy Qiana mengelus surai rambut gadis itu, “Nyonya!”

“Please, Call Me, Mom!,” bisik Mommy Qiana.

^^^To Be Continued^^^

Waduh Eneng Tree jadi anak Mommy Qiana, 🤭 Bagaimana ya jika tau anaknya di buntingin keponakannya sendiri???😂😂😂

Apakah ada samurai yang siap mengeksekusi si Jon🤣🤣.

Sory ya slow up, lagi gak enak badan, badan gak fit 🙏🙏🙏

1
Esih Mulyasih
Luar biasa
Iie Kartika
🙊🙉
Nur Damayulian
semalu malu nya
Nur Damayulian
cewe bar bar
Nur Damayulian
baru awal
Nur Damayulian
Baru awal
Desi Aja
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Niswah
Luar biasa
Susi Andriani
hadirrr saaayaaang
Tysa Nuarista
dari awal baca ngakak terus bawaannya...
nadira ST
dukun ko kayak penjual bahan matrial
nadira ST
dasar glak waras
Lies Atikah
si alexsis jadi menyebalkan gitu jadi sombong omongan nya terlalu merendah kan orang ga lucu sebel aku thor
Lies Atikah
mau sedih jadi ga sedih karna ada kudis kurap ga musim thor wkwk
Lies Atikah
tree cantik manis qiut gemesin lanjut
Bzaa
cusss otewew
mamae zaedan
ngakak,,,
uthornya konyol🤣🤭
mamae zaedan
2 teman yang konyol🤣🤣🤭
mamae zaedan
Luar biasa
mamae zaedan
mampir thor,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!