Dia adalah yang kedua. Tapi justru yang paling berkuasa. Setelah dikhianati oleh kekasih dan sahabatnya sendiri. Jesslyn memutuskan untuk membuat kesepakatan dengan seorang pria dari keluarga ternama demi balas dendam.
Dikhianati dan ditinggalkan karena lumpuh oleh wanita yang dicintainya. Luis Qin memutuskan untuk membalas dendam dengan membuat kontrak nikah dengan seorang gadis cantik berdarah campuran bersama Asteria Jesslyn.
Namun siapa yang menduga, berawal dari kontrak nikah itu mereka berdua malah terjebak dalam perasaan yang tak seharusnya ada.
Apakah Jesslyn dan Luis akan tetap bersama setelah kontrak nikah itu berakhir, atau memutuskan untuk berpisah seperti yang tertulis di dalam kontrak pernikahan tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lusica Jung 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gaun Pengantin
Jesslyn melangkahkan kakinya menyusuri jalanan kota Seoul seorang diri. Kedua tangannya tersimpan di dalam saku mantel hitamnya. Akhir-akhir ini udara di Seoul lebih dingin dari biasanya, padahal masih belum memasuki musim dingin.
Gadis itu menghentikan langkahnya saat sepasang mutiara Hazel-nya melihat sebuah gaun pengantin terpajang disebuah Mannequin, disalah satu boutique di pusat kota.
Sudut bibir gadis itu tertarik keatas. Jesslyn memasuki boutique tersebut dan menghampiri salah seorang karyawan yang bekerja di sana. "Bisa aku melihat dan mencoba gaun itu?" Tanya Jesslyn pada karyawan itu.
"Tentu, Nona. Di boutique kami memberi kebebasan pada konsumen untuk mencoba gaun pengantin yang dia inginkan." Jawabnya.
"Baiklah, aku ingin mencoba gaun pengantin yang itu."
"Tentu, mari saya bantu." Ucap karyawan itu, Jesslyn mengangguk.
Gaun pengantin itu sangat cantik dan Jesslyn berencana untuk membelinya meskipun dia sendiri tidak tau kapan akan memakainya. Dan gaun pengantin itu sudah menarik perhatiannya sejak dia pertama kali melihatnya.
Jesslyn berharap suatu hari nanti dia bisa memakai gaun pengantin itu. Dia juga ingin seperti gadis lainnya, menikah dengan dihadiri banyak tamu undangan, memakai gaun pengantin yang mewah. Berdiri diatas altar bersama pria yang dia cintai dan mencintainya, meskipun hanya satu hari saja, Jesslyn ingin merasakan bagaimana menjadi ratu.
-
-
Jet pribadi milik Luis baru saja mendarat. Kris datang untuk menjemputnya. Luis sengaja memajukan kepulangannya dari jadwal seharusnya. Dan kepulangannya tidak diketahui oleh Jesslyn, gadis itu tidak tau jika Luis pulang hari ini.
"Bagaimana dengan Jesslyn selama aku tidak ada?"
"Nyonya baik-baik saja, Tuan. Beberapa menit setelah Anda pergi, Nyonya terlibat pertengkaran dengan Nyonya Elisa. Dan Nyonya menyebut-nyebut rahasia besar yang disembunyikan oleh Nyonya Elisa," Tutur Kris.
Luis memicingkan matanya. "Rahasia besar yang disembunyikan oleh wanita itu?!" Kris mengangguk. "Segera selidiki dan cari tau rahasia apa yang sebenarnya dia sembunyikan dari keluarga Qin, apakah itu menguntungkan untuk kita atau tidak."
"Baik, Tuan, saya mengerti."
"Oya, Tuan. Saat ini Nyonya sedang berada di luar, Tao bilang dia mau membeli sesuatu. Apakah Anda ingin mencarinya sebelum pulang?" Tawar Kris.
"Boleh juga, tapi bisakah kau membelikan makanan untukku lebih dulu. Aku sedikit lapar,"
"Baik, Tuan."
Kris menghentikan mobilnya disebuah restoran mewah yang terletak di pusat kota. Sambil menunggu Kris kembali, Luis iseng-iseng menyapukan pandangannya, dan tanpa sengaja dia melihat Jesslyn berada disebuah boutique yang khusus menjual dan menyewakan gaun pengantin.
Luis memperhatikan gadis itu. Dia sedang berbincang dengan karyawan toko. Luis tidak tau apa yang sedang mereka bicarakan, tapi tak lama kemudian karyawan itu menyerahkan sebuah kotak segi empat yang di dalamnya berisi gaun pengantin.
"Untuk apa gadis itu membeli gaun pengantin? Apa dia berniat menikah setelah kami berpisah, bukankah masih tersisa 6 bulan lagi, apa dia begitu tidak sabar untuk pergi dari sisiku kemudian menikah dengan orang lain?" Gumam Luis tanpa melepas pandangannya dari Jesslyn.
Perhatian Luis teralihkan oleh kedatangan Kris. Kris kembali dan membawakan makanan untuknya, tapi Luis sudah kehilangan nafsu makanannya.
"Kita langsung pulang saja, makanan ini kau bisa memakannya sendiri. Aku sudah tidak berselera untuk makan," ucap Luis sambil menatap keluar.
Kris hanya menganggukkan kepala tanpa bertanya apa-apa. Dari ekspresi wajahnya, terlihat jelas jika majikannya ini sedang dalam mood yang sangat buruk.
-
-
Jesslyn memicingkan matanya melihat pintu kamarnya sedikit terbuka. Kemudian dia mendorong pintu itu dan mendapati seorang pria yang sangat dia kenal sedang berdiri di balkon kamar sambil menghisap sebatang rokok beraroma mint kesukaannya.
Gadis itu tidak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum. Meletakkan kotak yang dia bawah diatas tempat tidur lalu menghampiri orang itu yang pastinya adalah Luis.
"Kau sudah pulang, kapan kau datang? Lalu kenapa tidak memberitahuku?"
Luis membuang rokoknya yang hanya tinggal setengah lalu dia berbalik badan, posisinya dan Jesslyn saling berhadapan. "Aku tiba beberapa menit yang lalu. Pekerjaanku lebih cepat dari yang aku perkirakan. Lalu kau darimana, dan kotak apa yang kau bawa itu?"
Jesslyn menoleh kebelakang dan tersenyum lebar. "Oh itu, aku membeli sebuah gaun pengantin saat jalan-jalan tadi. Aku pikir aku harus memilikinya, apa kau sudah makan siang? Bagaimana kalau kita makan siang sama-sama. Aku akan memasak makanan kesukaanmu, bagaimana?" Usul Jesslyn.
"Boleh juga, kau pergilah aku akan menunggumu disini." Jesslyn mengangguk. Dia beranjak dari hadapan Jesslyn dan pergi begitu saja.
Luis menatap gaun pengantin itu dengan tatapan tak terbaca. Sudut bibirnya tertarik keatas, bukan senyum manis melainkan senyum pahit. Memangnya apa yang dia harapkan?!
-
-
Kata orang, uang itu berkuasa. Dan hal itu emang benar adanya. Dengan uang, kita bisa membeli apapun yang diinginkan termasuk kekuasaan dan kebebasan. Disaat kita memiliki banyak uang, orang pasti akan bertekuk lutut, karena uang bisa merubah orang baik menjadi jahat.
Leo keluar dari kantor polisi sambil mengurai senyum lebar. Dengan uang yang dia miliki, Leo tidak perlu mendekam di dalam penjara atas apa yang telah dia lakukan pada Rossa. Dia hanya perlu memberi sedikit tips pada mereka, dan para polisi itu pun melepaskannya.
Terusir dari keluarga Wang, bukan berarti Leo jatuh miskin. Dia memiliki uang yang tidak terbatas jumlahnya.
Menjabat sebagai wakil CEO perusahaan ayahnya tak lantas Leo sia-siakan begitu saja. Dia mengambil keuntungan dengan mengk*rupsi sebagian dana perusahaan. Parahnya, perbuatannya itu tidak disadari apalagi diketahui oleh orang lain termasuk ayahnya. Leo bermain dengan bersih dan cerdas.
"Mereka pikir bisa membuatku membusuk di dalam penjara?! Memangnya apa yang tidak bisa kulakukan jika uang sudah berbicara?!"
Leo masuk ke dalam mobilnya. Dia masih memiliki banyak urusan yang harus diselesaikan. Dan datang ke kantor polisi sudah membuang banyak waktunya yang berharga.
-
-
Jesslyn memandang suami kontraknya itu dengan bingung. Luis bersikap aneh sejak dia pulang, suami kontraknya itu menjadi lebih banyak diam dan acuh. Jesslyn mendekati Luis kemudian duduk disebelahnya.
Luis hanya melirik sekilas kearah Jesslyn, lalu pandangannya kembali fokus pada laptop dipangkuannya. "Semua baik-baik saja bukan?" Tanya Jesslyn mengakhiri keheningan.
"Hn,"
"Kau bersikap aneh sejak pulang. Bahkan saat makan siang pun kau lebih banyak diam, dan sekarang pun kau masih tidak mau bicara. Apa sesuatu yang buruk terjadi ketika kau disana?" Tanya Jesslyn memastikan.
"Tidak ada, aku hanya merasa lelah."
"Jika kau lelah, lalu kenapa tidak istirahat dan malah kembali bekerja?"
Luis mendesah berat. Dia menoleh dan menatap Jesslyn dingin. "Tidak bisakah kau diam?! Kau terlalu banyak bicara dan mengganggu pekerjaanku!! Pergilah, dan tinggalkan aku sendiri!!" Pinta Luis.
Jesslyn berdecak sebal. "Sebenarnya ada apa denganmu? Apa kau sedang datang bulan?! Tidak perlu marah-marah juga, pergi ya pergi, lagipula siapa juga yang mau menemanimu disini?! Dasar, Luis Qin menyebalkan!!" Jesslyn bangkit dari duduknya dan pergi begitu saja.
-
-
Bersambung.
kata kata andalan luis/kevin