NovelToon NovelToon
Menatap Senja

Menatap Senja

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Chicklit / Tamat
Popularitas:120.4k
Nilai: 5.2
Nama Author: winda siregar

Bismillah... Kisah ini aku ambil dari beberapa orang yang memiliki pengalaman yang sama. Aku menggabungkannya menjadi sebuah kisah yang mungkin banyak sekali terjadi di kehidupan ini.

Gerd Anxiety adalah Masalah pencernaan, seperti heartburn, mual, dan sakit perut adalah gejala umum yang bisa ditimbulkan baik oleh GERD maupun anxiety. Kalau di masyarakat lebih di kenal dengan sakit asam lambung akut.

Novel ini bercerita tentang perjuangan seorang wanita yang ingin sembuh dari penyakit yang dia derita. Berbagai cobaan hidup, jatuh bangun dalam menghadapi kehidupan ini hingga dia akhirnya sembuh dan sukses.

Jangan lupa pilih menu Favorit ya sebelum dibaca 🥰🥰

*****

Deg.. deg.. deg..

Tiba - tiba saja aku merasa sesak dan kesulitan bernafas. Aku segera meraba dadaku, jantungku sangat kencang sekali berdetak. Keringat dingin mulai membasahi tubuhku. Pakaianku mulai basah karenanya.

Lututku bergetar

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon winda siregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34

Papa dan Mama datang ke kota tempat kami tinggal. Seperti biasa dia menginap di rumah Rahmat dan seperti biasanya juga kami yang selalu datang dan menginap di rumah Rahmat.

Sepulang Mas Fadil kerja kami langsung pergi ke rumah Rahmat. Tentu saja sesuai dengan proses kesehatan. Sebelum berangkat kami pastikan kalau kami semua dalam keadaan sehat, mandi dan tidak singgah - singgah di jalan lagi.

Maklum yang akan kami temui adalah orang tua, kami takut kami akan menjadi pembawa bagi mereka yang sudah mempunyai penyakit bawaan.

Mertua Arif sudah sembuh dan sudah pulang dari rumah sakit setelah di rawat dua minggu di ICU dan dua minggu berikutnya di kamar biasa.

Kebiasaan keluarga setiap ada yang sakit membuat syukuran kecil - kecilan. Kami berkunjung ke rumah mertua Arif yang sudah di sterilkan. Kami juga sudah lebih mengutamakan prokes kesehatan saat masuk ke rumah mereka. Kami melakukan doa bersama sebagai rasa syukur mertuanya Arif sudah sembuh walau masih dalam proses penyembuhan.

"Jadi dek gimana rasanya saat mengalami hal seperti itu? Biar jadi pengalaman bagi kami semua. Maklum ini kan penyakit yang baru saja kita ketahui bersama. Agar kami juga bisa siap jika kami mengalami hal yang sama?" tanya Papaku.

"Awalnya Mas Irwan demam, tapi setelah dua hari sembuh. Setelah itu baru saya yang demam. Panasnya naik turun. Saat cek darah mengarah ke demam berdarah. Tapi setelah lima hari demam saya tidak turun - turun dibawa ke klinik. Entah mengapa Arif tiba - tiba teringat untuk mengukur situasi oksigen. Ternyata sangat rendah. Arif langsung menyuruh membawa saya ke Rumah Sakit. Disana saya tidak tau apa saja yang mereka lakukan kepada saya" jawab Mertua perempuan Arif.

"Saya disuruh Dokter menandatangi semua surat - surat untuk isolasi. Termasuk surat perjanjian kalau saya bersedia dan tidak menuntut apapun jika istri saya maaf kata meninggal dunia. Saya bersedia untuk memakamkannya di perkubuy khusus covid" sambut Om Irwan mertua Arif yang laki - laki.

Kami semua mendengarkan penjelasan Om Irwan.

"Hati saya rasanya hancur Mas, apalagi hasil swab bukan hanya istri saya saja yang positif tapi Tia dan adiknya Bela juga positif. Saya merasa bersalah karena sebelumnya saya yang pertama kali sakit. Pasti saya yang membawa penyakit pada mereka. Hanya saja hasil swab saya negatif. Tapi Arif mencoba mengingatkan saya yang sedang panik untuk tidak mencari siapa yang salah. Yang penting fokus untuk penyembuhan Ibu mereka" sambung Om Irwan.

"Apa yang di rasakan adek?" tanya Mama saya.

"Awalnya saya hanya merasa capek. Jalan sedikit saja kok dada ini berat banget. Setelah tau situasi oksigen saya rendah baru tau kalau saya merasa sesak" jawab Bu Mia mamanya Tia, istri Arif.

"Jadi Pa itulah perbedaan Covid dengan Jantung. Keduanya sama - sama sesak. Kalau sakit jantung siturasinya masih lebih tinggi tapi rasa sesaknya sepertinya dahsyat. Sedangkan covid siturasinya jauh lebih rendah tapi sesaknya masih terlihat santai. Jadi banyak yang terlambat penanganan karena siturasinya sudah terlanjur sangat rendah" ungkap Arif.

Kami semua mengangguk tanda mengerti. Sungguh pandemi ini sangat membuat panik. Memutuskan tali silaturahmi karena sangat takut berkumpul seperti ini dengan orang banyak.

Tidak ada pesta, takut bertemu orang, menghindari tempat - tempat ramai. Takut untuk datang takziah ke rumah orang yang meninggal dunia. Tidak ada lagi mengunjungi keluarga yang sedang sakit. Dan rasanya suasana sangat mencekam.

Pada akhirnya pikiranku melayang ke peristiwa akhir zaman dimana tanda - tanda kiamat sudah semakin dekat. Bulu kudukku seketika berdiri.

Hakikat hidup kita memang lahir kedua ini sendiri dan matipun akhirnya juga sendiri. Hanya amalan dan dosa yang kelak jadi teman dialam kubur sana. Kalau lebih banyak dosa rasakanlah balasannya. Dan kalau lebih banyak pahala bersyukur lah akan mendapatkan keindahan hidup baru dialam sana.

Lagi - lagi aku diingatkan tentang kematian. Apakah diri ini sudah mempunyai bekal yang cukup untuk menuju kesana?

Oh ya Allah aku masih belum sanggup. Dosaku masih seperti pasir di tepi pantai, sangat banyak. Ucapku dalam hati.

"Dua minggu saya tidak melihat matahari, saya dirawat di ruangan tertutup dan sendirian. Saat saya sadar saya melihat banyak alat yang di pasang di tubuh saya" ungkap Bu Mia.

"Apa adek tidak takut?" tanya Mama.

"Saya hanya pasrah dan terus berdoa. Setelah kondisi saya mulai membaik, sudah sadar walau situasi oksigen belum stabil mereka memberi saya ponsel. Saya boleh memegangnya dan berkomunikasi dengan keluarga. Tia selalu mengirim video - video Nasya. Itu yang menghibur saya disana dan jadi semangat hidup agar saya cepat sembuh dan cepat pulang" jawab Bu Mia.

"Setelah dua minggu saya dipindahkan ke kamar yang baru letaknya di lantai paling atas. Saya menangis ketika saya melihat matahari. Ya Allah ternyata aku masih diberi umur panjang, masih bisa kembali melihat matahari. Bisa tau kapan pagi hari, siang, sore atau malam hari. Saya benar - benar merasa hidup kembali" sambung Bu Mia sambil menangis saat menceritakan pengalamannya selama empat puluh hari di isolasi di Rumah Sakit.

"Apa masih ada efek sampingnya sampai sekarang Bu?" tanyaku ingin tahu.

"Ada, masih ada. Ibu belum boleh terlalu capek, jalan jauh aja masih ngos - ngosan. Masih sesak tapi situasi oksigennya sudah normal. Shalat aja masih duduk" jawab Bu Mia.

"Kita harus tetap waspada karena penyakit ini semakin berbahaya kalau ada penyakit peserta. Apalagi Papa punya penyakit jantung, diabetes, tekanan darah tinggi dan kolesterol. Kalau terkena covid bisa semakin bahaya" ujar Arif.

"Kalau saya yang mengalami hal seperti Tante saya rasa saya tidak sanggup. Penyakit saya sebelumnya kan asam lambung dan serangan panik Bu. Bisa - bisa saya matinya bukan karena covid tapi sesak karena serangan panik" ungkap ku.

"Nah itu Kak, obat - obat dan vitamin covid juga bisa memicu asam lambung. Tia kemarin sampai kumat asam lambungnya dan suntik ranitidine" sambut Arif.

"Yang penting semua harus jaga jarak dan jaga diri masing - masing. Sebisa mungkin kita saling mengerti bahwa kita memang tidak bisa hidup sebebas seperti sebelumnya. Kebiasaan saling berjabat tangan, kumpul - kumpul bersama harus dikurangi" ujar Papa.

"Iya benar itu. Dan jangan takut atau malu mengakui kalau kita sedang terkena covid atau sedang tidak enak badan. Kebanyakan orang menutupi keadaannya karena takut dijauhi. Tapi akibatnya fatal. Kita jadi penyebab tertularnya orang lain" sambung Arif.

"Iya di kantor saya juga sudah terbiasa izin sakit karena demam lalu swab. Saat dinyatakan positif langsung umumkan di group WA kalau terkena covid jadi orang - orang yang sebelumnya berinteraksi dengan kita bisa memeriksakan dirinya. Itu langkah untuk memutus rantai covid" ungkap Rahmat.

Wah jadi beryambt pengalaman tentang penyakit yang sedang terjadi saat ini. Fikirku.

"Yang penting kita tetap memakai masker, hand sanitizer dan jaga jarak" itu yang paling dasar" pesan Arif.

Ya Allah semoga wabah ini segera berlalu. Angkatlah semua penyakit ini dari bumi MU ini ya Allah. Biarkan kami beribadah dengan nyaman kembali di rumahMU. Karena sedih rasanya melihat mesjid - mesjid sepi. Doaku dalam hati.

.

.

BERSAMBUNG

1
Andi
banyak pelajaran hidup yang bisa kita petik
nonelnya seperti kehidupan kita sehari'', benar'' hidup seperti nyata kita alami,
luar biasa sekali pengalaman yang bisa kita petik
Masfaah Emah
terima kasih Thor smoga sukses d karya selanjutnya 👍,aku suka ceritanya bagus malah ni kisah nyata bukan halu,aku dah baca karya k Winda pernikahan yg 2, play boy insyaf,kita yg berbeda,n menatap senja sekarang mu mampir yg lain nya , karya k Winda emang the best smoga sukses d karya yg lain nya 🤲👍👍
Masfaah Emah
Alhamdulillah buah dari kesabaran Anggi jdi sukses 👍 smoga lancar usahanya, ni benar2 kisah nya seperti aku, yg pindah rumah baru setahun, karena korona usaha nya jdi merosot,aku jga bikin rumah uang nya separo pinjam dri bank selama 4thn , Alhamdulillah sekarang jga dah lunas walaupun dgn terseok-seok k uanganku, emang benar kata suamiku bahagia nya ga punya utang, karena untuk yg pertama x nya aku punya utang itupun demi ingin punya rumah sendiri, cuman yg beda aku blum bisa mengumpul kan uang untuk menjalankan rukun Islam yang kelima, karena usaha nya makin sulit, mungkin karena banyak nya saingan, tapi Alhamdulillah cukup lah buat makan mah ga susah2 amat, terimakasih ya Thor novel nya banyak pelajaran d kisah ini karena ni bukan kisah halu tpi nyata smoga sukses d cerita berikut nya 🤲🤲🤲👍👍🖕💪💪💪
Masfaah Emah
sma seperti orang tua ku klau berdoa 8 nama anaknya d sebut satu persatu, smoga lancar usahanya, itu kta orang tua ku 🤲
Masfaah Emah
ni novel cerita nya bukan dunia halu, ceritanya seperti nyata, ada kesamaan nya dengan kehidupan ku,
Masfaah Emah
ya Allah ni salah siapa,,? salah didikan nya apa,,? atau salah pergaulan,,? anaknya ga ada hati tuk membantu nenek n kakeknya padahal yg mengurus dia n memberi makan sedari kecil,,,?
Masfaah Emah
Allah memberikan Wati kesempatan untuk menjadi orang yang baik
Masfaah Emah
cobaan demi cobaan telah mereka lalui, tapi blum jga mereka bahagia
Masfaah Emah
Alhamdulillah,, smoga cepat sembuh n seperti sedia kala
Masfaah Emah
npa sih novel ini kaya kisah aku,aku jga yg slalu mengalah,aku 8 bersaudara,kamar ada 7 yg stu ortu kakak rumah nya deket jdi ga pernah nginep klau lgi kumpul aku slalu ga kebagian kamar,aku jga slalu ngalah ska tidur d ruang tv kadang aku jga suka sedih,
Masfaah Emah
seperti bapak ku,pke HP nya yg jadul,ga mau katanya yg sekarang pusing,ga ngerti 🤦😅
Masfaah Emah
emang pada saat itu penuh ketegangan, klau mau keluar takut soal nya d sana sini banyak yg meninggal
Masfaah Emah
emang d waktu itu sakit sedikit ja takut bgt kena covid
Masfaah Emah
bener2 ni anak ngeyel bgt hadeeeh 🤦 harus d gimanain ni anak 🙈
Masfaah Emah
terima kasih Thor benar2 ini pelajaran buat aku cara mendidik anak perempuan Yg susah d atur, pa lgi ni anak tiri susah d kasih taunya d marahin g mna ga d marahin g mna jga, padahal kita ngasih tau tuh sayang sma dia bukan nya benci toh buat kebaikan nya jga, eeh tanggapan nya apa coba,,,?
Masfaah Emah
emang klau punya anak perempuan khawatir bgt, apalagi anaknya yang yg susah d nasihati,klau kata orang Sunda mah seperti nanggey telor d tangan takut jatoh
Masfaah Emah
jadi ingat aku jga, waktu pertama x pindah rumah, awal nya usaha ku jg maju,pas baru setahun pindah rumah kena kofit akhirnya usaha ku menurun, malah waktu pertama kofit ga boleh jualan dan akhirnya usaha ku merosot n suamiku menyalahkan sejak pindah rumah usaha kita menurun, suami ku bilang mungkin rmh ini ga bwa hoki n slalu menyalahkan aku karena aku yg ingin cepat pindah rumah, padahal waktu kita ngontrak usaha kita bagus ,pas pindah ja usaha kita begini , kisah ini persis bgt kaya aku,pasbikin rumah aku ga mau pinjam k orang karna aku jga anti pinjam k orang, karena aku punya ga punya slalu diam, maka angpan orang itu aku slalu punya,
Masfaah Emah
gara2 covit banyak sanak saudara, temen kita yg meninggal, hampir tiap hari dengar orang meninggal d sana sini,aku juga sampai takut 🙈
Masfaah Emah
ya Allah cobaan nya bertubi-tubi, istilah nya sudah jatuh tertimpa tangga,, sabar ya Gi,,,!
Masfaah Emah
🤲🤲🤲,,, walaupun aku terlambat bacanya karena aku baru tau kalo ada novel yg bagus ceritanya 👍,ni padahal pengetahuan cara menyembuhkan penyakit macam Anggi yg d kira penyakit jantung,,..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!