NovelToon NovelToon
BATAS KESABARAN RENATA

BATAS KESABARAN RENATA

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Single Mom / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:21.5k
Nilai: 5
Nama Author: Eys Resa

Bagi Renata, pernikahan adalah ruang tunggu berisi siksaan yang ia jalani demi Dio, putra semata wayangnya. Menikah dengan Aris menuntutnya menjadi wanita yang tak boleh punya rasa lelah. Di rumah itu, dia diperlakukan bak pelayan tanpa gaji, menghadapi ibu mertua yang kejam dan manipulatif, serta menerima hinaan tiada henti dari Siska, adik iparnya yang bermulut tajam.

​Sementara Renata bersimbah peluh dan air mata, Aris justru menjadi suami yang abai. Pria itu selalu menutup mata, lebih mementingkan keluarganya, dan bersikap pelit luar biasa pada anak-istri sendiri.
​Demi Dio, Renata mencoba melapangkan dada dan bertahan dalam diam. Namun, benteng kesabarannya runtuh berkeping-keping saat ia mengetahui bahwa Aris memiliki wanita lain. Lebih menyakitkan lagi, keluarga mertuanya justru membela kebusukan Aris dan menyalahkan dirinya.

Apakah Renata akan bertahan di keluarga toxic itu? atau dia berani mengambil keputusan untuk melawan mereka yang sudah menyakitinya selama ini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eys Resa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

​"Ada apa ini, Mbak Rena?! Mana malingnya?!" tanya Pak Joko, salah satu warga yang meronda, sambil membawa senter besar.

​Rena menunjuk ke arah sofa dengan tangan bergetar, air mata buatan dan asli bercampur di pipinya. "Bukan maling, Pak... tapi suami saya! Dia sudah berbuat mesum dengan wanita lain di atas kursi itu!"

​Mendengar itu, para warga yang datang segera mengarahkan senter mereka ke arah sofa. Mereka pun merasa geram bukan main karena melihat keadaan Linda yang panik dan hanya bisa menutup tubuhnya dengan selimut, sedangkan beberapa helai pakaiannya masih tercecer berantakan di atas lantai.

​"Astagfirullah, Pak Aris! Benar-benar tidak punya urat malu kamu, ya!" bentak Pak Joko. Dia berbalik menatap rekannya. "Gondrong, cepat panggil Pak RT ke sini sekarang juga! Ini sudah mengotori lingkungan kita!"

​"Siap, Kang!" sahut warga bernama Gondrong itu, langsung berlari keluar menjemput Pak RT.

​Aris mencoba membela diri dengan wajah pucat pasi. "Pak, tolong dengarkan dulu! Ini salah paham, dia ini sepupu saya—"

​"Sepupu macam apa yang telanjang dengan selimut di ruang tamu tengah malam begini?!" potong warga lain dengan nada menghina.

​Mendengar keributan yang begitu gaduh di ruang tamu, pintu kamar bagian belakang terbuka. Bu Broto dan Siska pun terbangun dengan nyawa yang belum terkumpul sepenuhnya gara-gara mendengar keributan di luar. Namun, begitu melangkah ke ruang tengah, mata Bu Broto langsung membulat sempurna ketika melihat ternyata keramaian warga sudah terjadi di dalam rumahnya sendiri.

​Matanya semakin membulat lagi, hampir keluar dari rongganya, saat melihat keadaan Linda yang meringkuk ketakutan hanya menutup tubuhnya dengan selimut, sedangkan di sisi lain, Rena sedang menangis histeris di pojokan.

​"Ada apa ini?! Kenapa bapak-bapak masuk ke rumah saya malam-malam begini?!" teriak Bu Broto, mencoba memasang badan.

Setelah memahami apa yang terjadi, dia langsung menunjuk pintu keluar. "Kurang ajar! Keluar kalian semua! Ini adalah urusan keluarga kami, kalian tidak berhak ikut campur! Pergi!"

"Mana bisa begitu, bu. Mereka sudah berbuat mesum, dan itu akan membuat sial lingkungan kita. " celetuk salah seorang warga.

"Nggak bisa gitu, tetap saja ini urusan keluarga kami, kalian nggak usah ikut campur. " Bu Broto kembali mencoba mengusir warga.

​Tapi sayang, gertakan Bu Broto tidak mempan karena tepat di saat itu, Pak RT sudah datang bersama istrinya yang juga ikut tampak tergesa-gesa masuk ke dalam rumah mereka m

​"Benar ini urusan keluarga, Bu Broto? Tapi kalau sudah berbuat asusila dan mengotori kampung, ini jadi urusan warga," tegas Pak RT saat melangkah masuk.

​Istri Pak RT yang melihat kondisi Rena langsung menghampirinya. Dia merangkul bahu wanita itu dengan penuh simpati, mencoba menenangkan Rena yang tubuhnya masih bergetar.

"Sudah, Mbak Rena, tenang ya... Ibu ada di sini. Kami akan membela mbak Rena." ujar Bu RT merasa kasihan dengan wanita malang itu, siapa yang tidak tau penderitaan Rena yang selalu di hina ibu mertuanya setiap hari.

​Pak RT beralih menatap Aris dan Linda dengan pandangan menghina. "Mas Aris, Mbak Linda, pakai baju kalian sekarang. Karena ini sudah larut malam dan keadaan sudah tidak kondusif, saya putuskan masalah ini akan diselesaikan besok pagi jam sembilan di rumah saya."

Lalu Pak RT berbalik ke arah warga yang sudah ramai di luar, jumlahnya tidak sedikit, mereka mungkin terbangun karena mendengar keributan yang terjadi di rumah Aris. Pak RT segera menenangkan warga dan meminta mereka kembali ke rumah masing-masing.

"Bapak Ibu, silahkan kembali ke rumah masing-masing. Jaga kondisi agar tetap kondusif ya. Karena masalah ini akan kami selesaikan besok. Silahkan beristirahat kembali.

​Mendengar keputusan itu, Rena langsung mendongak menatap Pak RT dan Bu RT dengan tatapan memohon. Dia enggan tinggal di rumah itu lagi, barang semenit pun.

​"Pak RT, tolong saya... Saya nggak mau tinggal di rumah ini malam ini," pinta Rena dengan suara serak, melirik ketakutan ke arah Bu Broto dan Aris yang menatapnya penuh amarah. "Saya takut... karena mungkin mereka semua akan mengintimidasi saya setelah membuat keributan ini. Saya meminta perlindungan dari Pak RT."

​Bu RT yang merasa iba langsung mengusap punggung Rena. Dia menatap suaminya, lalu berkata,

"Pak, biar Mbak Rena malam ini menginap di rumah kita saja. Kasihan dia dan anaknya kalau harus tidur di sini bersama orang-orang seperti mereka. Kita semua tau gimana perlakuan mereka selama ini sama mbak Rena."

​Pak RT mengangguk setuju. "Iya, silakan, Bu. Bawa Mbak Rena pulang."

"Makasih Pak RT, saya akan membangunkan Dio dulu."

​Mendapat lampu hijau, Rena segera berlari masuk ke dalam kamar kecilnya melewati suami dan ibu mertuanya begitu saja tanpa permisi. Gerakannya sangat cepat. Dia menggendong Dio yang terbangun dan tampak kebingungan karena kegaduhan tang terjadi di rumahnya, lalu dengan cekatan menyampirkan dua tas ransel besar berisi pakaian mereka yang sudah dia siapkan sejak sore tadi ke kedua bahunya.

​Begitu Rena melangkah keluar kamar dengan barang bawaan penuh, Aris dan Bu Broto membulatkan mata mereka dan langsung menghadangnya di koridor tengah. Mereka berdua menegur Rena dengan nada suara yang bergetar menahan amarah yang luar biasa.

​"Rena! Mau ke mana kamu membawa tas-tas itu?!" bentak Aris, matanya tertuju pada ransel di bahu istrinya. "Apakah kamu mau minggat dari rumah ini, hah?!"

​Bu Broto ikut menimpali dengan telunjuk menunjuk wajah Rena. "Dasar menantu kurang ajar! Kamu sudah bikin malu keluarga ini di depan warga, sekarang kamu mau kabur begitu saja?!"

​Rena menghentikan langkahnya, menatap lurus ke arah suami dan mertuanya tanpa ada lagi ketakutan di matanya. Dia mengeratkan gendongannya pada Dio, lalu tersenyum dingin.

​"Aku tidak kabur, Mas, Ibu," jawab Rena dengan nada suara yang teramat tenang namun sanggup menusuk ulu hati mereka. "Aku hanya sedang menyelamatkan sisa harga diriku dan anakku dari rumah yang penuh dengan manusia menjijikkan seperti kalian. Sampai bertemu besok pagi di rumah Pak RT Kita selesaikan masalah kita disana. "

​Tanpa memedulikan makian tertahan dari Bu Broto, Rena melangkah lebar melewati mereka, keluar dari pintu rumah bersama Bu RT dan beberapa warna.

"Mas Aris, besok saya tunggu di rumah jam sembilan pagi. Jika mas Aris dan mbak Linda nggak datang, saya akan meminya warga untuk menjemput kalian. Karena itu, jika kalian tidak ingin semakin malu, sebaiknya kalian datang baik-baik untuk menyelesaikan masalah ini. "

1
Rina Arie
good
Maya indahsari
real life
Eys Resa: ❤❤❤🌹🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Elina thea
di sini si Aris kelewat bodoh DECH...meskipun jabatannya di turunkan jadi karyawan biasa,seharusnya dia tetap bersyukur...bukannya itu jauh lebih baik daripada jadi driver online
Eys Resa: malu, kak... beban mental mungkin🫢
total 1 replies
Sayekti 0519
Alhamdulillah bagus sekali.ceritanya
aku pikir sampai Rena menikah lagi
Eys Resa: makasih kak, atas dukungannya🙏
total 1 replies
Adrian
kok tamat gak ada extranya kah
mama
yaaah udh tamat ajjh kak
Eys Resa: Terima kasih sudah mampir di novel ini, mohon maaf jika ceritanya terlalu singkat🙏
total 1 replies
putri 💕
y udh tamat aja Thor....gk ada sambungan nya kah thor
Eys Resa: enggak kak. mohon maaf mau istirahat dulu, follow aja nanti kalau ada novel baru biar dapat notif🙏🌹❤
total 1 replies
Heni Setiyaningsih
semangat Rena, semoga jualan nasi gorengnya laris manis
Mefiani
kacian dech lo linda...mangkane dadi mantu tu tau diri..jangan mau enaknya tpi gak mau tanggung jawab saat dirumah palagi kamu juga mencelakai tuan rumah..rasakno🤣🤣
Eys Resa: hahaha
total 1 replies
Sasikarin Sasikarin
good job
Heni Setiyaningsih
/Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
Mefiani
cobaan terus berdatangan....
Mefiani: ok...istirahat aja dulu dan ditunggu meluncur cerita selanjute💪😘
total 4 replies
Mefiani
jangan harap kamu bisa kembali lagi sama rena...setelah apa yang kamu lakukan...terima sajalah keluarga aris dan dio dipaksa berpikir dewasa karena keadaan..💪
Ayunda
sukurin
Mefiani
salahmu dewe aris...mangkane punya istri baik itu dijaga bener2...bukan disia2kan...apalagi sampe terdengar atasanmu..siap2 menderita.kau buang keberuntungan dan kau ambil kesialan..sakano..🤣🤣
Lee Mba Young
semoga Ada warga yg memviralkan biar tmbh malu di tempat kerja Dan di pecat.
Lee Mba Young
semoga viral biar aris di pecat.
stela aza
lanjut thor
putri 💕
jangan lama" dong thor up nya
Lee Mba Young
nikah tanpa izin istri sah juga kena pasal. jd lapor kan sekalian.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!