Slow update..😁
"Setiap tangis ku akan menjadi kutukan bagi mu.. Setiap Air mata ku yang menetes karna mu. Akan selalu menjadi masa kelam yang akan selalu kau ingat. Setiap derita yang kau torehkan di setiap inci tubuh ku, akan menjadi karma penyesalan yang akan terus membelengu jiwa mu... Ini bukan sekedar umpatan atau kutukan belaka. Tapi ini api kemarahan seorang wanita yang sudah kau hancurkan hidup nya..." Aelin Dirwantar.
"Aku akan mengambil seluruh kehidupan mu. Merenggut setiap senyum mu. Menghisap semua sari pati hidup mu. Hingga kamu memohon untuk tiada. Tapi aku tidak akan membiar kan hal itu. Karna mu cinta ku terluka. Jangan salah kan takdir atau pun siapa pun. Karna ini adalah salah mu telah berani menyingung seorang Davin Arselion.." Davin Arselion.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cymut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hinaan pagi buta 2
...33🕊...
"Jangan terpengaruh dengan apa yang ia kata kan Aelin... Aku yakin diri ku bisa menghadapi dua siluman buaya ini..." Batin Aelin berusaha meredam emosi nya.
"Mama... Apa yang kamu kata kan?, Aelin adalah istri ku jadi tentu saja cucu keluarga Arselion akan lahir dari rahim nya..." Sahut Davin dengan nada tidak suka, yang langsung membuat wajah Mrs. Tissa menjadi muram.
Tatapan Aelin jatuh pada Davin, ia sedikit bingung dengan Davin yang kini tengah membela nya.
Sebanar nya apa yang di ingin kan Davin?
Dia adalah pria yang menghancur kan hidup nya, tapi sekarang ia berlagak seperti superhiro yang membela nya.
"Sandiwara apa lagi yang pria tua ini lakukan...?" Pekik Aelin dalam hati yang kini benar- benar bingung dan sedikit buta untuk melihat kebenaran yang sebenar nya.
"Davin..!!!" Gertak Mrs. Tissa dengan nada marah, bahkan tatapan menghunus ia layang kan pada putra palsu nya.
"Mama tidak akan pernah sudi mempunyai cucu dari perempuan ini, mama yakin anak nya pasti akan sama seperti diri nya.. Tidak punya aturan dan murahan.. Secepat mungkin mama ingin kamu mencerai kan dia..." Dengan mantap tangan Mrs. Tissa menunjuk Aelin, yang sejak tadi berusaha tenang untuk menghadapi penghinaan di pagi buta.
Namun Aelin hanya lah seorang manusia biasa, hati nya tentu akan merasa sakit karna di lukai dengan sengaja oleh perkataan- perkataan pahit yang meluncur dengan bebas dari mulut Mrs. Tissa.
Di mata wanita yang sudah mulai mengkeriput itu, ia seperti seonggok kotoran yang sangat menjijik kan. Hingga semua orang menatap nya penuh dengan tatapan merendah kan.
Aelin bangkit dari kursi nya, selera makan nya benar- benar hilang karna hinaan yang ia dapat kan.
Seolah mulut Mrs. Tissa sang mertua tidak pernah ada lelah nya untuk menghina diri nya.
Aelin menatap ke arah Mrs. Tissa dengan wajah datar, menatap wajah Mrs. Tissa yang sudah memerah padam bak bara api.
"Tante,,, jangan kan tante yang tidak sudi mendapat cucu dari ku, bahkan aku pun tidak akan pernah sudi memberi kan seorang anak untuk keluarga tante... Aku juga berpikir, anak ku tidak akan pantas tinggal di tengah- tengah keluarga yang sedikit pun tidak memiliki aturan...
Tante bilang aku tidak memiliki aturan?. Apa tante tidak memiliki cermin di kamar megah tante?
Sekarang siapa yang lebih berkelas, tante yang mulut nya sudah mengalah kan kejulitan netizen, yang terus menghina orang lain namun mengata kan diri nya adalah yang paling mengerti akan aturan bangsawan.
Apa seperti ini bangsawan Arselion bertingkah?.
Atau apa perlu, anak dari keluarga Dirwantar seperti ku, mengajari tante apa itu aturan dan ketatanan kesopanan?." Balas Aelin dengan perkataan yang tak kalah pedas.
Bahkan perkataan panjang nya, mampu membungkam mulut julid sang mertua yang terus saja menghina diri nya, dan mengatas nama kan tata krama.
Saat kehidupan nya hancur, ia sudah cukup mendapat luka dan ketidak percayaan dari orang lain, terlihat bodoh untuk mengata kan sebuah kebenaran yang bahkan di anggap seperti sampah.
Tapi kini, hidup nya telah memasuki fase lembaran baru, ia tidak akan lagi membiar kan orang lain menghancur kan diri nya. Meski mental nya sudah terkoyak- koyak menjadi keping- kepingan.
Tapi ia masih memiliki rasa benci, rasa benci yang menjadi alasan nya hidup , untuk memperlihat kan kepada pria brengsek di depan nya yang dengan seenak jidat nya menghancur kan hidup nya. Jika setelah hidup nya hancur ia masih memiliki kekuatan untuk hidup.
Ia masih sanggup untuk menerima derita yang akan membentur diri nya.
Davin terdiam membisu tidak percaya , melihat sikap berani yang di tunjuk kan Aelin.
Bahkan Aelin membalas ucapan ibu palsu nya dengan begitu apik, namun jelas dengan penghinaan yang tajam.
Ia tidak menyangka jika Aelin masih memiliki nyali untuk menghadapi orang lain, setelah ia mengambil sesuatu yang sangat berharga dari hidup gadis kecil itu.
Aura mengintimidasi bercampur dengan aura berkharisma begitu menguar dari dalam diri gadis itu.
Seperti nya diri nya harus bekerja lebih keras untuk membuat hidup gadis kecil itu benar- benar hancur.
"Lihat lah tingkah istri mu Davin? Bahkan ia berani mendongak kan kepala nya dengan sombong pada mama... Bahkan ia berani mengajari mertua nya tentang aturan dan tata krama.." Sarkas Mrs. Tissa dengan menatap Davin semakin marah.
"Henti kan ma... Jangan terus memojok kan Aelin , seharus nya mama tidak mengatakan hal itu pada Aelin.. Sudah aku kata kan jika dia adalah menantu mu.. Jadi aku mohon jangan menghina nya lagi.. Itu sama saja mama menghina putra mu..." Sahut Davin dengan wajah memelas, berusaha membujuk Mrs. Tissa untuk tidak menghina istri nya lagi.
"Ternyata kamu lebih membela diri nya dari pada mama?" Mrs. Tissa menatap Davin tak percaya.
"Tidak... Tidak seperti itu ma.."
Tanpa basa- basi lagi, Mrs. Tissa bangkit dari kursi nya, lalu bergegas pergi meninggal kan meja makan dengan perasaan marah.
"Ma... Dengar kan aku...!" Panggil Davin dengan akting nya membujuk sang ibu untuk tidak marah.
Namun Mrs. Tissa seperti tuli, tidak mendengar kan panggilan sang putra, bahkan ia tidak menoleh sedikit pun. Kembali langkah nya berjalan dengan cepat meninggal kan tempat yang benar- benar membuat nya kesal.
Davin menghela nafas frustasi, sembari tangan nya memijit pelipis nya.
"Kenapa kamu membela ku? sandiwara apa lagi yang kini kamu main kan?" Celetuk sinis Aelin saat di meja makan hanya ada diri nya dan Davin.
"Kenapa bertanya seperti itu? kamu adalah istri ku jelas aku akan membela mu..." Jawab Davin dengan lembut.
"Cih,, berhenti lah berpura- pura... Dan stop membela ku di hadapan ibu mu itu.. Karna aku masih bisa melindungi diri ku..."
"Kenapa kamu terus mencurigai ku?" Gertak Davin menatap Aelin dengan tatapan luka.
"Karna aku sangat membenci mu..." Jawab Aelin dengan nada penuh kebencian, bahkan tatapan nya menyirat kan kebencian yang sangat besar untuk Davin.
Davin terdiam mendengat jawaban singkat yang begitu jujur.
Namun ia tidak peduli akan kebencian Aelin, yang terpenting bagi nya adalah balas dendam dan membuat sisa hidup Aelin menderita, hingga nafas nya berhenti.
"Jawaban ku sudah sangat jelas untuk mu.. Jadi berhenti lah untuk berpura- pura menjadi suami yang baik.. Karna bagi ku kamu bukan suami ku melain kan pria tua jahat dengan otak kotor." Aelin menjeda kalimat nya.
Menetralisir emosi yang ingin meledak di dalam di dada nya.
"Hari ini aku akan berangkat ke sekolah..."
Sebelun Davin membuka mulut nya untuk menanyakan keputusan Aelin yang akan pergi sekolah, langsung bungkam karna bibir Aelin mendahului nya dengan sangat cepat.
"Jangan coba- coba menghalangi ku.. Atau ibu mu itu akan mulai mengkritik pendidikan ku karna tidak lulus sekolah menengah ke atas. Dan aku tidak ingin ia mengata kan jika gadis seperti ku tidak pantas bersanding dengan putra bejad nya..." Sarkas Aelin yang langsung mendorong kursi dengan keras, dan meninggal kan Davin yang terbakar emosi.
...----------------...
...****************...
Hayyyo... yang baca jangan lupa koment donk... Karya othor yang satu ini belum ada yang ngomenin😭 jadi sedih kan othor😭
yok jangan malas2 tangan nya buat beri komenan mendidik buat othor.. Biar rajin up untuk kalian semua😚
Hehe... Welcome back di karya yang ke tiga...
Jangan Lupa like.
Koment
Vote
Gift.
Rak Favorit
Budayakan beberapa hal yang di atas.
Supaya othor makin semangat😙
Davin & Ael1in biar bahagia1. thor