Novel ini sekuel dari Novel ‘Anak Kembar Sang Mafia’!
Will-lea, bukan hanya kisah cinta antara Will dan Alea saja!
Kisah cinta yang berawal dari sebuah buket bunga pengantin. Kisah perjuangan Asisten pribadi Rayden sang JoKer, William Coopers si Jombo Keren dengan sejuta penggemarnya yang berusaha meraih cinta dari pengawal pribadi Nyonya mudanya yaitu Alea Savannah.
Akan tetapi, perjuangan Rayden dan juga Zhia dalam merawat si kembar Double L serta Triple baby yang akan segera lahir kedunia. Serta mengenai identitas Zaen Levi yang sebenarnya.
Diantara ketiga kisah itu, manakah yang membuat kalian penasaran?
Kisah cinta si JoKer? Keseruan keluarga Xavier dan si kembar Luca Lucia? Atau identitas Zaen Levi?
Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 10 pagi ‘yah!
Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!
Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!
Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat. Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!
Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!
Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!
Terima kasih, All!
FB : Phopo Nira Nira atau Trie Vanny
IG : @Phopo_Nira
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34. Tak Terduga!
...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...
...𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵 ...
...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...
“Haruskah aku mengangkatnya?” ujar Levi yang masih ragu untuk menerima panggilan dengan nomor yang di kenal itu.
“Cepatlah, kalau tidak biarkan aku yang mengangkatnya!” seru Will yang tidak sabar lagi ingin mengetahui siapa sang penelpon itu.
“Iya, siapa tahu itu dari para mantanmu. Hahahaa, ….” sahut Felix yang malah menjadikan Levi sebagai bahan candaannya.
“Tidak perlu, aku akan mengangkatnya sendiri,” ujar Levi yang akhirnya memutuskan untuk menerima panggilan dari nomor yang sama sekali tidak di kenalnya itu.
“Hallo, siapa kau, Hah?” seru Levi dengan nada ketusnya.
“Tuan muda, akhirnya anda mau mengangkat panggilan teleponku ini.” Suara pria paruh baya terdengar sangat tidak asing di telinga Levi.
“Tuan muda? Siapa maksudmu? Kenapa kau memanggilku Tuan muda?”
Levi pun tercengang, karena tiba-tiba pria itu memanggil dirinya sebagai Tuan muda.
Dan bukan hanya Levi saja, Will, Jaydon dan Felix pun juga terkejut karena seseorang tiba-tiba menghubunginya dan memanggil Levi sebagai Tuan muda.
Tampak jelas perubahan raut wajah Levi yang terlihat mulai panik dan terus menghindari tatapan semua orang, terutama tatapan dari Will. Di dalam hati dan pikirannya, Levi jelas mengingat mengenai kenangan masa kecilnya.
“Tuan muda? Apakah berarti selama ini bocah psikopat itu merupakan anak orang kaya?” gumam Felix sembari menatap Will untuk meminta penjelasan.
Namun, Will hanya diam dengan terus memperhatikan Levi yang masih berbicara melalui telepon dengan pria yang memanggilnya Tuan muda itu.
Di saat itu juga, Will juga mulai meragukan mengenai asal usul Levi. Karena selama sepeuluh tahun lebih Will merawatnya, Levi tidak pernah sedikitpun menceritakan soal keluarganya.
“Mungkin saja, dia anak dari seorang mafia juga tapi di negara lain. Apalagi mengingat dia sekarangsedang di kejar dan di awasi oleh seseorang yang ingin membunuhnya. Iya ‘kan?” ujar Jaydon yang ikutan menebak seperti Felix.
“Ouh, … Kau benar juga! Kalau memang seperti itu, kemungkinan dia bisa meraih cintanya,” ujar Felix tanpa sadar.
“Maksudmu cintanya siapa?” tanya Jaydon yang menjadi ikut penasaran.
“Bukan apa-apa, kita perhatikan saja dulu. Apakah Levi benar anak orang kaya atau anak ketua mafia?” ujar Felix yang segera mengalihkan topik.
Bukannya fokus penasaran dengan identitas Levi seperti yang di lakukan Will. Felix malah membicarakan tentang perasaan Levi terhadap Nona kecilnya.
Tiba-tiba Felix teringat dengan perkataan Levi yang ingin menyerah terhadap cintanya pada Nona kecil mereka, karena banyaknya perbedaan mereka.
“Tuan muda, ini saya Bastian! Saya perlu bertemu dengan anda sekarang juga,” ujar Bastian.
“Paman Bastian, orang kepercayaannya kakek!” batin Levi.
Levi pun semakin terbelalak, begitu mengetahui bahwa laawwan bicaranya saat ini adalah Bastian. Orang kepercayaan kakeknya selama ini, reaksi yang di tunjukkan Levi pun membuat Will semakin mendekatinya.
Karena tidak ingin identitasnya yang sebenarnya terbongkar, Levi pun menjauhi teman-temannya itu terutama Will yang tadi hendak mendekat untuk menguping pembicaraannya.
...****************...
Sementara itu, di ruang makan Rayden dan Zhia pun merasa heran karena sampai sekarang para pengawalnya dan juga pengawal si kembar belum datang juga.
Hanya ada Alea saja yang sedari tadi sudah berdiri tidak jauh dari tempat makan para majikannya itu.
Sedangkan Juliadan Noland ternyata sudah berangkat liburan pada dini hari tadi, kerena tidak ingin merepotkan Zhia dan Rayden yang pasti akan mengantar mereka sampai bandara.
“Sayang, ada apa?” tanya Zhia yang menyadari raut wajah Rayden yang tampak sedikit celingukan itu.
“Kemana Will dan yang lainnya sekarang? Kenapa sudah jam segini belum nongol juga,” jawab Rayden sembari memeriksa jam tangannya.
“Mungkin hari ini mereka sedikit terlambat. Sudah jangan di pikirkan, lebih baik habiskan sarapanmu.” Zhai pun mencoba berpikiran positive.
o
“Tidak, Zhi! Meskipun terlambat Will, pasti akan memberitahuku terlebih dahulu,” ujar Rayden yang tidak mau mendengarkan perkataan Zhia.
“Pelayan, apa kau tahu dimana Will dan yang lainnya berada sekarang?” tanya Rayden pada para pelayannya yang berada di sana.
“Iya, Tuan! Mereka sedang berada di depan, sepertinya sedang membahas sesuatu di sana,” jawab salah satu pelayan yang sebelumnya melihat ke empat JoKer itu.
“Panggilkan mereka untuk ke sini secepatnya,” perintah Rayden pada pelayan itu lagi.
“Baik, Tuan!” sahut pelayan itu yang hendak pergi, tapi langkahnya terhenti oleh perkataan Lucia.
“Biar Luci saja yang memanggilnya, Pah! Sekalian Luci mau menunjukkan foto Luci dan adik bayi saat jadi kecambah ini kepada kak Levi,” pinta Lucia sembari menunjukkan dua buah foto yang sedang dia pegang.
“Bolehkan, Mah! Sarapan Luci ‘kan juga sudah habis,” Kini giliran Lucia harus membujuk mamahnya.
“Ya sudah sana,” ujar Zhia yang mengijinkan begitu saja.
“Terima kasih, Mah! Pah!” ucap Lucia.
Lucia pun langsung beranjak dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan ruang makan seorang diri.
Sementara Luca masih asyik memakan buah apel kesukaannya, hingga tidak sadar dia tinggalkan oleh adik kembarnya.
Disisi lain, setelah merasa cukup jauh dari ketiga temannya. Levi pun kembali melanjutkan pembicaraannya dengan Bastian.
Levi tidak memperdulikan tatapan tajam Will, Jaydon dan Felix yang tengah menanti penjelasan darinya itu.
“Hallo, paman Bastian! Apa kabar paman selama ini? Bagaimana dengan kabar kakek?” ujar Levi yang sebenarnya terasa sangat canggung untuk menanyakan hal seperti itu.
“Dan bagaimana paman bisa mendapatkan kontakku?” lanjut Levi penuh penekanan.
“Bukan itu yang terpenting sekarang, Tuan muda! Kita harus bertemu secepatnya, karena ada beberapa hal yang perlu saya sampaikan secara langsung.”
Bastian pun tidak menjawab satu pun pertanyaan Levi. Melalui nada suaranya, Levi seperti mengetahui bahwa Bastian sedang waspada terhadap sekelilingnya seakan tengah di kejar oleh seseorang.
“Apa yang terjadi? Apa paman sedang di kejar oleh seseorang?” tanya Levi yang mulai merasa khawatir dengan keselamatan pamannya itu.
“Iya, sejak semalam saya mau di bunuh oleh pengkhianat. Jadi, Ayo kita secepatnya ketemu Tuan muda. Tidak ada waktu untuk menjelaskan melalui telepon, karena ada berkas yang harus saya berikan secara langsung,” ujar Bastian lagi.
“Baiklah, dimana paman berada sekarang? Saya akan langsung terbang ke sana sekarang juga.”
Levi pun tidak perlu memikirkannya lagi. Untuk sekarang yang terpenting adalah memastikan keselamatan dari orang kepercayaan kakeknya itu. Apalagi setelah mendengar bahwa Bastian mau menyampaikan berkas penting kepadanya.
“Saya sedang berada di taman dekat mansion milik Tuan Xavier. Cepatlah ke sini, sebelum mereka menemukan keberadaan saya, Tuan muda!” ujar Bastian yang sontak saja membuat Levi merasa terkejut untuk kesekian kalinya.
“APA? Sejak kapan mengetahui saya berada di sini?” seru Levi.
“Saya akan menjelaskan semuanya nanti ketika kita bertemu. Cepatlah datang ke taman, Tuan muda!” ujar Bastian yang langsung memutuskan sambungan teleponnya.
Entah kenapa dia merasa tidak aman terus berada di sana, karena itulah dia memilih memutuskan sambungan teleponnya dan segera bersembunyi lagi.
Bersambung,.......
...****************...
Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗
Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 10 pagi ‘yah!😍😍
Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰
Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰
Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat.
Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓
Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!
Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!
Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘