NovelToon NovelToon
My Boyfriend Is Daddy'S Friend

My Boyfriend Is Daddy'S Friend

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Duda / Cintapertama
Popularitas:699
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira Ramadhani

Mencintai ayah sahabat sendiri adalah bencana yang Sintia nikmati setiap harinya. Bersama Arga, ia menemukan kedewasaan yang tidak ia dapatkan dari laki-laki lain. Tapi, menyembunyikan status "kekasih" dari Ara, sahabat terbaiknya, adalah beban yang semakin berat.
Keadaan semakin rumit saat pihak ketiga muncul dengan niat busuk untuk merusak hubungan mereka. Satu rahasia terbongkar, maka semua akan binasa. Sanggupkah Arga melindungi Sintia saat badai mulai datang menghantam komitmen rahasia mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1

Pulang bareng yuk!" ajak Ara pada Sintia yang celingak-celinguk di parkiran mobil kampus. Gadis itu sibuk sambil sesekali melihat handphone- nya.

"Sin? Hei, ayoo."

Sintia yang kaget reflek menjatuhkan ponselnya, Ara berniat ingin mengambil. Namun, Sintia lebih cepat menarik ponsel dalam genggamannya.

"Sorry beib. Abis lo ngapain sih celingak-celinguk sambil lihat ponsel. Janjian sama seseorang, ya?"

Ara curiga, ia memicingkan mata ke arah Sintia. Sedang yang ditatap menggelengkan kepala keras-keras.

"Lagi cek tugas aja," kilahnya. Namun Ara. Teman satu jurusan, teman yang selama ini selalu ada untuk Sintia itu menatap penuh selidik.

"Ngaku deh!"

"Engga, Ra. Beneran aku lagi cek tugas takut nanti ada yang salah."

Ini sudah jam pulang kuliah karena hari ini mata kuliah mereka cuma 2 setelah itu boleh pulang. Tadi mereka sengaja pulang lebih terlambat karena ingin numpang wifi mumpung gratis, hehe.

Ting!

Suara ponsel Sintia. Gadis itu buru-buru mengecek.

Love 💙

Aku udah di depan, kamu dimana?

Setelah mendapat pesan itu Sintia pamit dengan Ara ingin pulang dulu karena ada urusan mendadak. Gadis bernama Araluna Tamara itu mengangguk lalu berniat menelpon papa. Namun, chat dari sang papa membuat ia mengurungkan niat.

Dadyyy:

Maaf ya, Ra. Papa hari ini gak bisa jemput kamu soalnya papa lembur.

Ara pun membalas....

^^^Ara: ^^^

^^^Oke, pa. ^^^

****

Sintia masuk mobil BMW yang terparkir tidak jauh dari kampus, sembari melihat ke belakang barangkali ada orang. Namun, untung saja tidak. Ia memukul lengan pria yang duduk di kursi kemudi. Arga, pacar sekaligus papa sahabatnya, Ara. Mereka berpacaran 2 tahun belakangan ini. Itu pun tidak disengaja.

"Tadi Ara hampir aja megang ponsel aku pas kamu chat," katanya.

"Terus?"

Sintia memelototi Arga membuat pria itu terkekeh. "Lain kali hati-hati. Jangan ceroboh," tuturnya.

Mobil milik Arga mulai bergerak pelan menyusuri jalanan Jakarta. Pria itu sesekali melirik ke arah Sintia yang sibuk menggonta-ganti lagu di radio mobil. Sampai mereka pada sebuah rumah yang terlihat sederhana untuk ukuran perumahan di ibukota.

Arga menggandeng tangan Sintia begitu mereka turun. Senyuman perempuan yang Sintia kenal menyambut keduanya.

"Mama!"

Sintia berhambur ke pelukan Mama, sedang Arga memantau dari dekat. Ia tersenyum tipis melihat ibu dan anak itu.

"Masuk, yuk," ajak Mama.

Didalam rumah terdapat banyak foto Sintia mulai dari bayi sampai ia bertumbuh dewasa. Orang tua Sintia tipikal ingin mengabadikan pertumbuhan anaknya.

Arga merasa ada yang menoel pinggangnya, Sintia berdiri sembari membawa minuman kemudian menyuruh Arga untuk duduk santai di sofa ruang tamu.

"Maaf, ya. Cuma ada ini."

Sintia menuangkan teko berisi teh ke dalam gelas. Arga menerima dan segera meminum. Tapi tiba-tiba pria itu merasa tenggorokannya gatal seketika. Ia batuk alhasil bajunya basah semua. Sintia yang melihat langsung menyambar tisu yang ada didekatnya, kemudian melap kemeja dan juga celana Arga. Pria itu tiba-tiba mendesis.

"Kamu ngapain?" tanyanya.

Sintia dengan santai menjawab. "Celana kamu basah jadi aku lap."

Arga menyingkirkan tangan Sintia, gadis itu bingung, ada yang salah?

"Kenapa?"

Arga membuang muka, menghindari topik.

"Nggak."

"Nggak kok kamu salting gitu, sih!"

Arga berusaha menetralkan napas, ia berdehem sebentar. Kemudian berdiri hendak pergi. Sebelum itu Sintia menahan tangannya.

"Ih, kamu mau kemana?!"

"Ke toilet, sin."

Jawaban Arga membuat Sintia tersenyum kecut. Nggak pernah romantis emang duda satu ini. Nembak aja nggak romantis, coy.

Sintia pergi ke arah dapur dimana Mama sedang menghangatkan sup iga kesukaan Sintia. Aromanya begitu sedap membuat perut Sintia keroncongan.

"Arga mana?" tanya Mama sambil mengaduk sup.

"Ke toilet, Ma."

Masakan sudah siap. Sintia segera membawa beberapa piring dan juga sendok ke meja makan. Barulah disitu Arga muncul dan mulai membantu.

"Jadi kapan nak Arga melamar Sintia?"

Mendengar pertanyaan Mama, Sintia terbatuk-batuk. "Mama!" tegurnya.

Arga hanya tersenyum manis seperti biasa. Tanpa berkata apa-apa.

****

"Kok malem, Pa?"

Ara menyalakan lampu begitu mendengar suara mobil papanya memasuki garasi rumah. Ia memang belum tidur karena tadi sempat begadang untuk mengerjakan tugas kuliah. Gadis itu melihat jam sudah menunjukan pukul 11 malam. Dan tepat Arga pulang.

"Iya. Tadi masih banyak pekerjaan yang harus papa selesaikan."

Ara mengangguk, ia berjalan melewati Arga ingin kembali tidur di kamar. Namun....

Ia mencium sesuatu yang tampak familiar. Seperti pernah menciumnya beberapa waktu lalu.

"Sejak kapan papa ganti parfum cewek?"

Pertanyaan itu seketika membuat Arga tak berkutik ditempatnya.

1
Ekasari0702
kenapa lama sekali up nya
Nadhira Ramadhani: nanti malam insyaallah up kak🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!