NovelToon NovelToon
Legenda Pengguncang Semesta

Legenda Pengguncang Semesta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / Petualangan / Kultivasi / Fantasi Timur
Popularitas:178.4k
Nilai: 5
Nama Author: fak

N/A: Di sarankan baca sampai Chapter 22 atau langsung membaca Chapter 22.
Karena Chapter 1-21 Cuman basa basi doang dan kagak ada tokoh penting di dalamnya.

_________

Aku tidak peduli! Jika aku harus menjadi seorang Iblis.
Aku tidak peduli! Jika aku harus menghancurkan sebuah Kerajaan, maka aku akan menghancurkannya.
Aku tidak peduli! Jika aku harus membantai seorang tidak bersalah, maka aku akan membantainya.
Aku tidak peduli! Jika aku harus menghancurkan sebuah Dunia, maka aku akan menghancurkan Dunia tersebut.

Untuk apa aku melakukannya? Aku akan melakukan apapun agar aku menghasilkan sebuah kekuatan.
Apakah penting kekuatan itu? Bagiku, kekuatan sangatlah penting, banyak orang yang mengincar diriku, karena aku memiliki sesuatu yang berharga di dalam tubuhku.
Aku selalu merasakan, Kesakitan, Kesedihan, Kematian, Penghianatan, semua itu seperti makanan sehari hari bagiku.

Setelah perjuanganku yang sangat panjang, aku di juluki sebagai-

Bai Long, Si Pengguncang Semesta

_________

N/A: Mohon sarannya, saya gak peduli, mau saran kalian kata kata Hinaan, Cacian, kata kata Kejam, saya gak peduli.

'Orang pintar akan merenung, orang bodoh akan marah' Jadi mohon, kasih sarannya.

Saya tidak mengharapkan kalian memberikan Vote/Hadiah, saya hanya ingin kalian memberi saya Saran, agar saya menjadi lebih baik dalam menulis Novel.

Terima Kasih!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

LPS - 034 - Pembunuhan Pertama

Bai Long tersenyum dan naik di gerbong belakang kuda, dan Pria dewasa itu duduk di depan untuk mengendarai kudanya. Saat masuk ke dalam gerbong, di dalam ada sebuah kotak yang menggunung, dan ada kotak yang isinya Buah buahan dan Sayuran.

_________

Bai Long bisa menebak, bahwa Pria dewasa itu adalah seorang pedagang keliling. Bai Long tidak memperdulikan barang barang ini dan menyimpan mereka semua di dalam cincin penyimpananya, dan seketika gerbong kuda yang tadinya sempit, sekarang menjadi lapang.

Pria dewasa itu memasukan kepalanya dari jendela di belakangnya. "Maafkan saya jika gerbong ini sangat semp- Ehhh! Kemana pergi semua barang barangku? A-apakah anda mencurinya?."

Pria dewasa itu ingin meminta maaf pada Bai Long, tapi saat melihat barang barangnya yang hilang dari tempatnya, Pria itu memandang Bai Long dengan tajam.

"Aku tidak mencurinya, aku hanya menyimpannya di dalam cincin penyimpananku. Apakah tidak boleh?." Bai Long menjawab dengan acuh tak acuh. Bai Long sedikit kesel karena dirinya di kira pencuri, dan ingin langsung membunuh Pria itu, tapi Bai Long memakluminya wajar jika orang marah saat barangnya di curi.

"B-bukan tidak boleh, hanya saja saya terkejut. M-maafkan saya sudah menfitnah anda." Pria dewasa itu merasa takut saat di tatap oleh Bai Long, dan meminta maaf. Bai Long hanya menganguk.

Pria dewasa itu menjalankan kudanya dengan perlahan karena mereka masih berada di dalam Kota. Bai Long hanya melihat pemandangan dari luar dan menikmati pemandangannya.

Setelah sampai di pintu masuk Kota, Pria dewasa itu mengeluarkan Token perunggu dan memberikannya pada Penjaga. Penjaga itu melihatnya sebentar dan menganguk, dia memberikannya kembali ke Pria itu.

Bai Long hanya melihat mereka dari jendela saja. Pria dewasa itu menjalankan kudanya dengan kencang tidak seperti sebelumnya, karena mereka sekarang berada di luar Kota.

Di sepanjang jalan Bai Long hanya menutup matanya, dan menyerap Energi di sekitarnya. Bai Long ingin pergi ketempat Ruangan miliknya dan menyerap Energi di dalamnya, tapi jika Bai Long menyerapnya mungkin Energi Qi di sekitar Ruangan akan habis, dan telur itu akan menjadi lebih lama menetas.

Jika ingin menambahkan Energi Qi di Ruangan, itu harus membayar harga yang mahal, seperti Energi Qi yang tersedot habis atau harga Kultivasi. Begitulah pengetahuan yang Bai Long dapat saat menyerap Inti Ruangan itu.

Maka dari itu Bai Long hanya menyerap Kultivasi di luar saja. Bai Long terus menyerap Energi di sekitarnya dan Bai Long mendengar seseorang memanggil, jadi Bai Long membuka matanya.

"Tuan muda, apakah anda tertidur?." Pria itu memanggil Bai Long.

"Tidak, memang ada apa?." Jawab Bai Long.

"Ohh tidak, saya hanya ingin bilang, bahwa untuk sampai di Kota Xiang itu menghabiskan waktu 2 Hari kalau kita tidak beristirahat kalau kita beristirahat, kita mungkin akan sampai dalam tiga hari." Ujar Pria dewasa itu.

"Begitukah." Bai Long menjawab dengan singkat. Bai Long sebenarnya tidak ingin menaiki kuda dan ingin berlari saja lebih cepat, tapi dia tidak mengetahuinya dimana Kota Xiang berada. Bai Long ingin menanyakan pada Pria itu, dan pasti jawabannya akan sulit di cerna.

"Apakah ada yang menarik di dalam Kota Xiang?." Lanjut Bai Long.

"Saya pernah mendengar, bahwa di Kota Xiang 10 Hari lagi akan ada pelelangan yang katanya ada sebuah senjata yang sangat kuat, mungkin itu akan di perebutkan oleh Para Klan kuat dan Sekte sekte yang kuat lainnya." Pria dewasa itu menjawab pertanyaan Bai Long.

"Apakah begitu, hehe sepertinya menarik." Bai Long menyeringai. Mungkin dengan pelelangan ini dia akan mendapatkan uang yang banyak, Bai Long berniat untuk melelang sesuatu yang mungkin akan menghasilkan uang yang banyak.

Kereta kuda langsung terasa canggung saat Bai Long menjawab, Pria dewasa itu merasa bingung apa yang harus dia lakukan untuk tidak membuat Bai Long merasa bosan dengannya. Bai Long hanya diam saja dan menyerap Energi Qi di sekitarnya.

Waktu berlalu, 1 Hari telah berlalu sejak Bai Long dan Pria dewasa itu keluar dari Kota. Di sepanjang jalan mereka, mereka berdua hanya berbasa basi saja. Saat malam, mereka berdua berhenti untuk beristirahat dan memakan sesuatu untuk mengganjal perut.

Saat ini mereka sedang berjalan di hutan berimbun yang katanya banyak para bandit yang akan muncul dan merampok barang yang melewati jalan ini, hal itu membuat Pria dewasa itu sedikit ketakutan saat melewati jalan ini.

Pria dewasa itu ingin berjalan di jalan yang lain, tapi Bai Long melarangnya dan menyuruhnya untuk berjalan di jalan yang lebih cepat dan disuruh untuk mempercayai Bai Long saja. Pria dewasa itu hanya menghelakan nafas, dan percaya pada perkataan Bai Long.

Di sepanjang jalan, Bai Long hanya menyerap Energi terus menerus tanpa berhenti, kecuali Bai Long di ajak bicara oleh Pria dewasa itu.

Bai Long mendengar suara Pria dewasa itu lagi yang membuat dirinya semakin kesel, tapi dari nada Pria itu, seperti dirinya sedang gugup dan ketakutan. Bai Long membuka matanya dengan cepat.

"T-Tuan muda, bangunlah." Pria dewasa itu memanggil Bai Long dengan suara ketakutan dan gugup.

"Apa yang terjadi." Setelah membuka matanya, Bai Long bertanya dengan nada yang santai.

"A-Anda lihat saja sendiri diluar." Ucap Pria itu dengan nada yang seperti tadi.

Bai Long hanya menganguk dan mengeluarkan kepalanya dari jendela di sampingnya. Bai Long melihat 6 Orang laki laki dewasa dengan tubuh yang telanjang dada dengan otot otot yang gede. Bai Long hanya mengehelakan nafas, dirinya sudah menebak pasti ada sesuatu yang membuat dirinya harus bertindak.

"Sudah saya bilang bukan, jalan sini banyak bandit." Pria itu tidak tau harus berkata apa, dia sangat menyesal mendengar perkataan Bai Long.

Bai Long hanya menghiraukan perkataanya seperti tidak mendengar apa apa, dia berjalan keluar dari gerbong setelah itu berjalan ke depan dan menghadapi para Bandit itu. Pria itu sedikit terkejut dengan tindakan Bai Long, dia tidak tau apa yang harus dia lakukan.

"Apa yang kau lakukan, Bocah!." Salah satu bandit yang melihat Bai Long berjalan ke arah mereka, langsung meneriakkinya.

Bai Long menghiraukan perkataannya dan maju ke depan mereka dengan tatapan acuh tak acuhnya saja.

"Apa yang kalian mau dari kami?!." Setelah sampai, Bai Long langsung bertanya pada para bandit dengan tatapan dinginnya.

Mereka merasa seperti tertekan dengan tatapan dingin Bai Long, seperti mereka akan mati kalau berurusan dengannya lebih jauh. Para bandit menyemangati hati mereka untuk tidak gentar dengan Bai Long dan tiba tiba mereka tertawa.

"Hahaha! Kau tau tugas bandit bukan?." Bandit itu tertawa setelah menghilangkan perasaan gentarnya.

"Tak mempankah." Gumam Bai Long yang kesel. Sebenarnya Bai Long memakai Auranya untuk menakuti mereka, sepertinya itu tidak berhasil, walaupun Bai Long tidak menggunakan semua Auranya, hal itu membuatnya kesel.

"Hah......Sepertinya tidak ada cara lain." Lanjut Bai Long sembari membalikan tubuhnya dan menatap Pria yang membawa kuda itu.

"Bisakah kau menutup matamu, kalau kau membuka matamu kau akan melihat sesuatu yang mengerikan." Ujar Bai Long dengan nada perintah.

Pria itu merasa aneh dengan perkataan Bai Long, tapi dia hanya menganguk saja dan mempercai perkataan Bai Long, walaupun dia baru berjumpa dengan Bai Long, tapi dia merasa aman saat Bai Long di dekatnya.

"Saatnya untuk pembunuhan pertamaku." Bai Long membalikkan tubuhnya lagi setelah Pria itu menutup matanya dan menatap para bandit dengan mata acuh tak acuh.

"Apa yang kau lakukan Boc-."

KRASS!

Sebelum menyelesaikan perkataannya, bandit itu merasa perasaan yang dingin di kepalanya dan dia melihat tubuhnya sendiri dari bawah.

"EHHH?!." Semua bandit merasa bingung dengan apa yang terjadi, mereka melihat salah satu temen mereka mati dengan kepala terpenggal.

Mereka semua mengalih pandangannya ke arah kanan mereka, melihat Pria muda yang memegang pedang yang belumuran darah.

"A-apa yang terjadi?." Salah satu bandit tidak bisa berkata apa apa dan menatap terkejut ke arah Bai Long.

Bai Long menghiraukan perkataan mereka dan menatap mereka lagi dengan acuh tak acuhnya, Bai Long baru saja membunuh salah satu bandit dengan sangat cepat. Bai Long menatap tajam mereka sembari bergumam.

'Disappear Like The Wind'

Setelah bergumam, Bai Long menghilang kembali membuat para bandit terkejut.

"D-Dimana k-".

KRASS!

Seperti tadi, belum menyelesaikan perkataannya, bandit itu mati dalam keadaan kepala terpenggel dari tempatnya.

"A-aku menyer-."

KRASS!

"AARRGGH!." Salah satu bandit ingin menyerah, tapi kakinya putus dari tempatnya tanpa dirinya sadari.

"A-aku mohon, j-jangan bunuh kami." Seluruh bandit yang tersisa melepaskan pedang mereka dari tangan dan bersujud.

Bai Long muncul di depan mereka dengan baju yang berdarah dan pedang juga di lumuri darah.

"Kami mohon padamu, tuan. M-maafkan kami sudah menyinggungmu, kami mohon lepaskan kami, kami memiliki istri dan anak yang belum kami beri makan." Para bandit bersujud dengan wajah yang menangis.

"Hemm." Bai Long hanya berdehem saja.

"A-apakah anda ingin melepaskan kami?." Wajah para bandit menjadi cerah dan menatap Bai Long dengan memohon.

"Aku maafkan kalian...."Perkataan Bai Long membuat mereka sangat bahagia. Tapi, bahagia mereka hilang seketika saat mendengar perkataan Bai Long lagi.

"......Tapi, tidak pedangku." Lanjut Bai Long yang langsung melayangkan pedangnya ke arah kepala para Bandit.

KRASS!

KRASS!

KRASS!

KRASS!

Belum sempat berkata 1 kata saja, para bandit merasakan perasaan dingin di kepala mereka, dan mereka melihat tubuh mereka dalam keadaan yang masih bersujud tanpa kepala.

4 Kepala langsung terpenggal dengan sekali tebasan Bai Long. Bai Long merasa perasaan yang camput aduk sekarang, ada perasaan sakit, senang, dan kasihan.

"Beginikah rasanya membunuh seseorang." Bai Long menatap pedangnya yang di lumuri darah para bandit yang baru dia bunuh.

"Hah......Bai Long, Bai Long, baru begini saja kau sudah merasa sakit hati, bagaimana di masa depan kau akan membantai satu keluarga atau bahkan satu Kekaisaran, apakah kau akan menjadi gila.

Ingat pesan Gurumu Bai Long, jadilah seseorang yang kejam pada siapapun bahkan sama orang terdekatmu." Bai Long menyemangati dirinya sendiri untuk tidak gentar dengan perasaan membunuh.

_________

Bersambung.

1
hasbullah 123
Sebenar nya Authorr ini goblok atau songong nya ..novel ini beredar di indonesia sdh seharus nya berbahasa Indonesia ..itu Kultivasi atau yg lain nya maka seharus nya berbahasa Indonesia ..dasar GOBLOKKK
hasbullah 123
Maaf Authoor ..nama Kultivasi atau jurus & yg lain nya tolong ganti dengan bahasa Indonesia & jangan lagi menggunakan bahasa Asing ok
Abi
Kecewa
Abi
Buruk
4wied
butain denah petanya agar lebih jelas
4wied
daun daunan berjatuhan dr akarnya.....( adakah yang tau maksudnya pohon apa )
Abi
up
Claire
plin plan banget , katanya bukan siapa² dan gak mau mencampuri urusan ya , tapi setiap Jia li minta tolong pasti reaksinya berlebihan terus
Nurisan Spc
ap gk ada lanjutannya?
Herry Busali
ok
zofia
kadang buka ini cuma buat poin
Andy Smith
Awaaass ntar ga punya pakaian lagi... h3h3h3
Kurnia Bintara Putra Putra
mantappp
Kurnia Bintara Putra Putra
tekad yg bgs
Kurnia Bintara Putra Putra
lanjutttttt👌👌👌👌👌👌👌👌👌👌
Kurnia Bintara Putra Putra
menarikkkk☕☕☕☕☕☕☕☕☕☕
Arshaka
mantap lebih natural MC nya prosesnya bagus cuma istilah2 nya kalau bisa pakai bahasa Indonesia biar lebih natural alur ceritanya
Arshaka
istilah tingkat kultivasi pakai bahasa Indonesia aj thor kalau bisa
Andy Awaludin
kalimatnya ada yg aneh. " maka keluarlah seseorang " jumlah mereka lima orang... 😀😀😀. seorang tapi lima orang???
Frlandk_: iyakah? maaflah kak, bakal saya ganti nanti. Btw makasih ya kak udh coment kesalahan saya
total 1 replies
Misterius
author ubah sedikit sikapnya mc, karena sy merasa sikap mc nyq kurang bagus
Misterius: okke author aku tunggu yah😊
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!