NovelToon NovelToon
Ibu Untuk Keponakanku

Ibu Untuk Keponakanku

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:4.5M
Nilai: 5
Nama Author: Deche

Kata kunci masuk gc. Siapakah nama wanita yang membuat Toriq terobsesi?

Annisa seorang gadis yang sederhana berasal dari keluarga yang sederhana. Suatu hari Uanya Ibu Elly memintanya untuk pindah ke Jakarta untuk melanjutkan pendidikannya ke sebuah universitas swasta bergengsi di Jakarta. Namun siapa sangka kepindahannya ke Jakarta mengubah hidupnya. Seorang anak kecil berusia 2 tahun bernama Rafa saat pertama kali bertemu dengannya langsung memanggil Annisa dengan panggilan Mamah.

Rafa adalah seorang anak yatim piatu. Kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan. Entah mengapa saat pertama kali Rafa bertemu dengan Annisa, ia merasa Annisa adalah Mamahnya.

Ibu Delima karena tidak ingin berpisah dengan Rafa cucunya meminta Annisa menikah dengan putra sulungnya yang bernama Toriq yang tak lain adalah paman dari Rafa.
Akankah Annisa menerima pinangan dari Ibu Delima dan menikah dengan Toriq?
Toriq sangat terobsesi pada seorang janda muda yang dalam keadaan hamil.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deche, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34. Pulang ke Rumah.

Suara alarm ponsel sayup-sayup terdengar di telinga Annisa. Namun kelopak mata Annisa terasa berat sulit untuk dibuka. Tapi Annisa harus cepat-cepat mematikan alarm ponselnya takut Rafa bangun karena suara alarm.

Tangan Annisa menggapai-gapai lantai mencari ponselnya. Setelah dapat Annisa buru-buru mematikan alarmnya.

“Jam berapa sekarang, Nis?” suara serak laki-laki menyadarkan Annisa jika ada Toriq di kamar ini.

“Jam empat, Bang,” jawab Annisa lalu bangun dari tempat tidur lalu melipat kembali selimutnya.

Toriqpun bangun dari tempat tidur sudah waktunya ia bersiap-siap untuk berangkat kerja. Toriq mengambil bajunya dari tas ransel lalu berjalan menuju kamar mandi.

Annisa menyalakan lampu kamar. Annisa mencari sesuatu yang bisa dimakan untuk sarapan Toriq. Namun nihil tidak ada semua makanan sudah habis. Satu-satunya makanan yang tersisa hanyalah kue milik Rafa. Annisa menyediakan dua potong kue dan sebotol air mineral untuk sarapan Toriq.

Tak lama kemudian Toriq keluar dari kamar mandi menggunakan pakaian operasi.

“Sarapan dulu, Bang. Biar tidak masuk angin,” kata Annisa kepada Toriq.

Toriq melihat hanya ada dua potong kue dan sebotol air mineral di atas meja.

“Maaf, hanya ada kue untuk sarapannya,” kata Annisa kepada Toriq.

“Tidak apa-apa. Nanti setelah selesai operasi Abang belikan makanan,” kata Toriq lalu duduk di sofa untuk menikmati sarapan yang Annisa sediakan. Tak lama kemudian terdengar suara adzan subuh.

“Mau bareng nggak sholatnya?” tanya Toriq kepada Annisa.

“Abang tidak sholat di masjid?” Annisa malah balik bertanya.

“Tidak, waktunya terlalu mepet,” jawab Toriq.

“Sebentar Bang, Annisa wudhu dulu,” kata Annisa lalu masuk ke kamar mandi.

Setelah Annisa selesai wudhu merekapun sholat subuh berjamaah.

Selesai sholat subuh Toriq pamit untuk berangkat kerja.

“Abang pergi dulu, ya. Kunci lagi pintunya ini masih terlalu pagi!” kata Toriq kepada Annisa.

“Ya, Bang,” jawab Annisa.

“Assalamualaikum,” ucap Toriq.

“Waalaikumsalam,” jawab Annisa.

Setelah Toriq pergi Annisa mengunci pintu kamar.

Tiba-tiba terdengar suara dering ponselnya. Tertera di layar ponsel Ua Elly.

“Assalamualaikum,” ucap Annisa.

“Waalaikumsalam.”

“Kata Roland, hari ini Rafa sudah diperbolehkan pulang.”

“Iya, Ua.”

“Kalau begitu Ua mesti ke rumah sakit, mau bayar rumah sakit.”

“Tidak usah, Ua. Bang Toriq yang membayarkan rumah sakitnya.”

“Jadi Toriq yang bayar?”

“Iya, Ua.”

Lalu Annisa menceritakan semuanya yang Toriq katakan kepada Ibu Elly.

“Jadi begitu yang Toriq katakan?”

“Iya, Ua. Annisa jadi tidak enak ke Bang Toriq dan Tante Delima.”

“Bukan cuma kamu saja, Ua juga tidak enak kalau begitu caranya. Bagaimanapun kamu itu tanggungan Ua, bukan tanggungan Toriq.

Terkecuali…..” Ibu Elly tidak meneruskan pembicaraannya.

“Terkecuali apa, Ua?” tanya Annisa penasaran.

“Terkecuali kamu menjadi istri Toriq, baru Ua lepas tangan.”

Annisa kaget mendengar Ibu Elly.

“Kamu tenang saja. Biar Ua yang ngomong ke Toriq. Mudah-mudahan dia mau mengerti.”

“Ya, Ua.”

“Sudah dulu, ya. Ua mau siapkan sarapan untuk Ua Pardi.”

“Assalamualaikum.”

“Waalaikumsalam.”

Annisa menutup ponselnya. Annisa mulai membereskan barang-barang mumpung Rafa masih tidur. Pukul setengah enam Rafa sudah bangun, seperti biasa Annisa langsung memandikan Rafa.

“Rafa tunggu di sini, ya. Mamah mau mandi,” kata Annisa setelah memandikan Rafa.

“Iya,” jawab Rafa yang lagi anteng nonton tv.

Annisa langsung masuk ke kamar mandi.

Lima belas menit kemudian Annisa selesai mandi, ia melanjutkan membereskan barang-barang.

“Mamah….ada yang ketok-ketok pintu,” teriak Rafa memanggil Annisa yang sedang berberes-beres.

Annisa melihat ke kaca pintu ternyata ada Toriq beserta petugas catering berdiri di depan pintu.

Annisa membukakan pintunya.

“Assalamualaikum,” ucap Toriq ketika masuk ke dalam kamar.

“Waalaikumsalam,” jawab Annisa sambil mengambil sarapan Rafa yang diantar petugas catering.

“Abang kok udah datang?” tanya Annisa sambil menyimpan sarapan Rafa di meja.

“Alhamdullilah operasinya lancar, jadi bisa cepat selesai,” jawab Toriq sambil duduk selonjoran di sofa.

“Rafa makan dulu, ya. Kita kan pulang,” kata Annisa kepada Rafa yang sedang asyik menonton tv.

“Tapi Rafa mau pulang cama Mamah,” kata Rafa dengan wajah sedih.

“Iya Rafa pulang sama Mamah. Kita pulang ke rumah Enin, ya,” kata Annisa sambil mengusap-usap kepala Rafa.

“Sekarang Rafa makan dulu,” kata Annisa yang sudah bersiap-siap menyuapi Rafa.

“Baca doa dulu,” kata Annisa.

Dengan terbata-bata Rafa membaca doa sebelum makan. Setelah itu Annisa menyuapi Rafa.

Ketika Annisa sedang menunggu Rafa mengunyah makanannya terdenger suara dengkuran halus di sebelah Rafa. Annisa menoleh ke samping. Dilihatnya Toriq sedang tertidur sambil duduk. Rafa yang mendengar suara dengkuran menoleh ke samping.

“Mamah…Mamah…, Om ajih bobo ssttt,” bisik Rafa kepada Annisa sambil menempelkan telunjuk tangannya yang mungil di depan bibirnya.

“Kecilin cuala pipinya,” kata Rafa sambil menunjuk ke remote tv.

“Iya, ini Mamah kecilin,” kata Annisa sambil memencet remote tv.

Namun ketika Annisa menyuapi Rafa tiba-tiba Rafa bersin dan menyemburkan semua isi mulutnya.

Spontan Toriq terbangun karena suara bersin Rafa.

“Rafa, kenapa makanannya disembur semua?” tanya Toriq ketika melihat makanan yang berceceran akibat tersebur dari mulut Rafa.

“Nggak sengaja, Bang. Rafa tadi bersin,” kata Annisa sambil membersihkan makanan yang disebur oleh Rafa.

“Abang ganti baju dulu. Mau ke loket pembayaran. Tadi loketnya masih tutup,” kata Toriq yang langsung berdiri dari sofa lalu mengambil baju dari tas ranselnya. Kemudian ganti baju di kamar mandi. Setelah selesai ganti baju Toriq pamit untuk mengurus pembayaran biaya rumah sakit Rafa.

Setengah jam kemudian Toriq sudah datang kembali.

“Kok cepat, Bang? Biasanya loket pembayaran rumah sakit suka ngantri,” tanya Annisa dengan heran.

“Alhamdulillah masih kosong, jadi cepat pelayanannya,” jawab Toriq.

“Sudah beres semua?” tanya Toriq sambil memperhatikan barang-barang yang sudah disiapkan oleh Annisa.

“Sudah, Bang,” jawab Annisa.

“Kamu gendong Rafa, biar Abang yang membawakan barang,” kata Toriq.

Ternyata barang bawaannya cukup banyak. Toriq harus menenteng tas baju serta peralatan makan  di tangan kanan dan tangan kirinya belum lagi tas rasel dipunggungnya.

“Dokter Toriq mau pulang kampung, ya?” sahut para suster jaga melihat Toriq membawa barang yang cukup banyak.

“Iya nih, mau pulang ke rumah mertua,” jawab Toriq seenaknya.

“Cie…Dokter Toriq sudah punya mertua, loh,” ujar para suster jaga.

“Duluan, ya. Udah ditunggu mertua nih,” pamit Toriq.

Sedangkan Annisa berjalan sambil menunduk menahan malu mendengar candaan para suster.

Setiba di tempat parkir Toriq langsung membuka bagasi mobilnya.

“Kita sarapan dulu,” kata Toriq yang sedang memasukkan barang-barang ke dalam mobil.

“Mau sarapan dimana? Di kantin atau di luar?” tanya Toriq.

“Terserah Abang saja,” jawab Annisa.

Toriq menoleh ke arah Annisa.

“Kamu tuh, apa-apa terserah Abang. Memangnya kamu nggak punya keinginan?” tanya Toriq dengan wajah kesal.

“Annisa tidak pernah pilih-pilih makanan, Bang. Annisa apa saja suka,” jawab Annisa.

“Kalau begitu kita jalan kaki ke belakang rumah sakit. Di sana ada banyak penjual makanan, Annisa tinggal pilih mau makan apa,” kata Toriq.

“Sini Rafanya, biar Abang yang gendong,” Toriq mengambil Rafa dari gendongan Annisa.

Sambil menggendong Rafa, Toriq berjalan lebih dahulu. Sedangkan Annisa mengikuti Toriq dari belakang.

.

.

Hai readers,

Seperti biasa Deche mau promo novel milik teman Deche.

Judulnya Berbagi Cinta : Ternyata Aku Seorang Pelakor karya author Shan_Neen.

Mampir, ya. Mudah-mudahan suka.

1
ayu cantik
seru
74 Jameela
bagus kak ceritanya
74 Jameela
bu delima jgn egois..bu elly jg enin nya rafa..biarkn rafa bs merasakn ksh syg dr smua keluarganya
Siti Nurbaidah
Luar biasa👍👍👌💕cerita ny mantap n seru
Siti Nurbaidah
mantap👍👍💕💖👌
Bunda Puput
Luar biasa
Deche: Terima kasih
total 1 replies
Cah Dangsambuh
aku mampir kak
Suminah Latara: lanjut thor
total 1 replies
Sastri Dalila
👍👍
Deche: Terima kasih.
total 1 replies
Sandisalbiah
prolog nya menarik
Sandisalbiah
luar biasa
Sandisalbiah: ❤❤❤❤❤
total 2 replies
Sandisalbiah
Hadeh.. si pak suami ini beneran gak mau jauh dr istri.. candu ya..??
Sandisalbiah
istrinya masih kinyis lho Toriq
Sandisalbiah
akhirnya sah.. SAMAWA buat Toriq dan Anissa...
Sandisalbiah
kirain ngilang kemana itu para pejantan.. gak taunya bobok bareng"
Sandisalbiah
OTW halal..
Sandisalbiah
sultan mah bebas.. apa² langsung bayar lunas gak perlu di DePe in...
Sandisalbiah
dr gelagat nya udah gak bener nih si bu Ika
Sandisalbiah
jodohnya abang dokter jd sakit gak perlu jauh² berobat.. dokternya langsung nyamperin
Sandisalbiah
merawat batita itu melelahkan
Sandisalbiah
,Anissa demam malarindu tuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!