Sequel Kembalinya Sang Agen Rahasia & Heroes
Zyan kembali menjalani misi. Kali ini akan menjadi misi terakhirnya, mencari keberadaan Arkan, juniornya.
Siapa sangka kembalinya pria itu ke lapangan malah menemukan konspirasi sejumlah petinggi menggagas Project Black Lock. Diam-diam mereka mengembangkan virus yang diberi nama Regalis-V.
Ada enam target yang sedang dibidik untuk memproduksi Regalis-V. Salah satunya adalah Arsela, anak presiden.
Ketegangan semakin bertambah ketika Zyan tahu target terakhir adalah anaknya sendiri.
Bersama dengan Arkan, pria itu berjibaku, berusaha menyelamatkan target dan menghancurkan Black Lock.
Dalam aksinya, mereka mendapatkan bantuan dari seorang agen tambahan.
Siapakah agen tersebut?
Jangan lupa ikuti medsosku di
FB : Khairunnisa (Ichageul)
IG : ichageul9563
TT : @novelme @ichageul21
Threads : Ichageul
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kericuhan
Sambil berbisik, napi di lapangan melihat napi yang baru saja tiba. Mata mereka mengikuti seorang napi yang berjalan di depan Kenzo. Seorang pria dengan tubuh kurus, rambut gondrong dan punggungnya sedikit bungkuk.
Tak menemukan Kael di lapangan, mata Kenzo kini tertuju pada tiga pria bertubuh tinggi besar yang sedang menatap lurus pada pria di depannya. Dari sorot dan gerak-gerik mereka, sepertinya pria di depannya akan menjadi incaran.
Sang petugas yang berjalan di depan, mengarahkan para napi baru ke hunian masing-masing. Kenzo bersama dengan sepuluh napi baru yang datang bersamanya ditempatkan di Blok B. Blok untuk napi dengan kejahatan pencurian, penganiayaan dan bandar narkoba kecil.
Berhubung Kenzo hanyalah seorang kurir, karenanya dia ditempatkan di sana. Sementara Bruno, Pablo dan kedua temannya ditempatkan di Blok C. Penghuni Blok C memiliki kejahatan yang lebih tinggi dibanding Blok B.
Di LP Verentis Sentral, satu sel dihuni oleh empat orang napi. Begitu petugas menunjukkan sel Kenzo, tampak dua orang napi sudah berada di sana. Selain dirinya, ada juga pria yang tadi berjalan di depannya.
Mata dua napi bernama Dante dan Leander terus memandangi Kenzo serta napi gondrong dan kurus itu.
“Siapa namamu?” tanya Leander pada pria kurus.
“M-Mateo.”
“Kenapa kamu bisa masuk ke sini?”
“Karena mencuri.”
“Cih … lalu kamu?” Leander melihat pada Kenzo.
“Kenzo.”
“Kenapa kamu bisa masuk sini?”
“Aku tertangkap saat mengirim narkoba.”
Tak dipedulikannya tatapan Leander dan Dante. Kenzo langsung menuju ranjangnya dan menjatuhkan bobot tubuhnya di sana. Dengan menggunakan kedua tangan sebagai penopang kepalanya, pria itu bermaksud tidur sejenak.
***
LP Verentis Sentral merupakan penjara yang luas. Semua orang yang melakukan kejahatan di negara ini dikirim ke penjara ini. Menemukan Kael di antara banyaknya napi yang mencapai ratusan, tentu saja bukan hal mudah.
Sudah dua hari lamanya Kenzo berada di Verentis Sentral, tetapi masih belum bisa menemukan Kael.
Kenzo mulai menjalani aktivitasnya sebagai napi. Salah satu tugas yang harus dilakukan penghuni blok A dan B adalah memasak untuk makan malam dan siang. Mereka bekerja berdasarkan shift yang sudah diatur oleh petugas.
Saat ini Kenzo sedang berada di dapur. Bersama 24 orang napi lain, dia sedang memasak untuk semua napi di lapas ini.
Setelah semua masakan selesai, dirinya dan beberapa napi langsung membereskan peralatan yang digunakan dan membersihkan area dapur, termasuk Mateo.
Lima napi yang sedang membersihkan dapur bergegas keluar ketika tiga napi bertubuh tinggi besar masuk ke dalamnya. Mereka tidak mau ada masalah dengan tiga napi tersebut. Hanya tinggal Kenzo dan Mateo di sana.
Ketiga napi itu mendekati Mateo yang sedang mengepel. Salah satunya mengotori lagi lantai yang baru saja dipel oleh pria itu. Tanpa mengatakan apa pun, Mateo mengepel ulang lantai itu.
Melihat Mateo yang tidak bereaksi apa-apa, mereka kembali mengganggu. Namun Mateo tetap tidak menggubris ketiganya sampai membuat mereka kesal.
Napi berambut cepak menarik rambut Mateo sampai kepalanya terdongak. Kemudian sebuah pukulan mendarat di perut pria itu beberapa kali.
Mateo jatuh meringkuk sambil memegangi perutnya dan itu menjadi bahan tertawaan ketiganya. Setelah sekian lama, akhirnya mereka mendapatkan napi yang bisa dimainkan sesuka hati.
Kenzo menghentikan pekerjaannya, kemudian melihat pada Mateo. Salah satu napi yang melihatnya langsung melontarkan ancaman. “Jangan ikut campur kalau kamu tidak mau bernasib seperti dia!”
Kenzo kembali melanjutkan pekerjaannya. Dia mencoba mengabaikan apa yang terjadi pada Mateo. Namun kemudian telinganya kembali menangkap suara rintihan Mateo.
Belum cukup memukul perut pria itu, secara bergantian ketiga napi tersebut menghajar wajah Mateo hingga babak belur. Terakhir sebuah tendangan kencang diberikan hingga tubuh Mateo meluncur sampai mengenai kaki Kenzo.
Refleks Kenzo melihat ke bawah. Wajah Mateo sudah memar di sana, sini. Darah juga keluar dari hidung dan sudut bibir pria itu. Kenzo segera membantu Mateo berdiri. Dia mengambil lap kemudian memberikannya pada pria malang itu. “Kamu diam di sini.”
Kenzo berjalan santai ke dekat tiga napi yang hanya berjarak beberapa meter darinya. Dia berhenti tepat setengah meter di depan ketiganya. “Kenapa kalian menyiksanya? Apa salahnya?”
“Salahnya, aku tidak suka melihat wajahnya!”
“Hahaha!”
Suara mereka terdengar cukup kencang memenuhi seisi dapur. Salah seorang yang berambut cepat mendekati Kenzo. “Jangan ikut campur kalau kamu tidak mau bernasib sama sepertinya. Lebih baik ka—“
BUGH!
Sebuah pukulan mendarat di wajah napi berambut cepak tersebut. Saking kerasnya pukulan Kenzo sampai hidung napi itu mengeluarkan darah. Melihat temannya terkena bogeman, dua rekannya langsung membantu.
Secara bersamaan mereka menyerang Kenzo. Dengan gerakan cepat Kenzo menghindari serangan sambil melancarkan serangan balasan.
BRUK!
Tubuh napi berkepala plontos jatuh ke lantai. Punggungnya menabrak rak di belakangnya.
TUNG!
Sebuah panci stainless jatuh menimpa kepala napi itu, lalu KLONTANG! Mendarat ke lantai.
BRUK! DUK!
Kali ini temannya yang satu ikut jatuh di dekatnya. Sebuah baskom aluminium jatuh menimpa kepalanya dan sukses membuat pria itu meringis kesakitan.
“Kalian sudah membuat tempat ini berantakan, bereskan! Atau—“
Kenzo mengepalkan tangannya pada ketiga napi itu. Mereka segera berdiri kemudian membereskan dapur yang berantakan. Pria itu kemudian membantu Mateo keluar dari dapur.
***
Saat jam makan siang tiba, semua napi dari semua blok segera menuju aula makan. Sambil mengantri makanan, mata Kenzo terus berkeliling mencari keberadaan Kael. Di belakangnya Mateo ikut mengantri. Pria itu tidak mau jauh dari Kenzo setelah peristiwa tadi.
Setelah memenuhi omprengnya, Kenzo segera mencari meja yang kosong bersama dengan Mateo.
Meja di bagian depan sudah terisi semua, demikian juga dengan bagian tengah. Kenzo berjalan menuju bagian belakang. Di sana masih banyak meja yang kosong.
Matanya kemudian menangkap sosok Kael yang sedang duduk sendiri di salah satu meja sambil menikmati makanannya. Segera saja dia melangkahkan kakinya ke meja itu.
Namun langkahnya terhenti ketika melihat seorang napi mengenakan seragam berwarna merah, yang merupakan penghuni Blok C mendekati meja Kael.
Dia mengambil ompreng milik Kael kemudian membuangnya ke lantai, hingga menimbulkan bunyi kencang, KLONTANG!
Melihat makanannya jatuh berhamburan di lantai, Kael segera berdiri. Dia mendekati napi berseragam merah itu. Tinggi Kael hanya sebatas pundaknya saja. Napi yang mengganggunya memang bertubuh tinggi besar.
“Apa kamu ada masalah denganku?” tanya Kael. Suaranya terdengar tegas dan sorot matanya tidak menunjukkan ketakutan sama sekali.
“Aku hanya tidak menyukaimu!”
Napi tersebut mengarahkan telunjuknya ke kening Kael. Belum sampai jarinya menyentuh kening Kael, dengan cepat pria itu menarik telunjuk napi tersebut kemudian memelintirnya dengan kencang.
“Aaarrgghh!”
Tanpa melepaskan telunjuk napi tersebut, Kael menghajar wajah napi tersebut berkali-kali hingga kepalanya terasa pening.
Kael melepaskan telunjuk sang napi seraya melayangkan tendangan kencang. Tubuh napi yang tinggi besar itu terdorong kencang ke belakang dan jatuh tepat di bawah kaki Kenzo.
***
Akhirnya ketemu juga si Kael😂
🏃🏃🏃🏃
huhah huhah huhahhhhhh🫣