Kim Aira Kusuma
Aira (17) adalah anak ketiga dari pasangan Kim Woo Joon dan Indira Kusuma dan memiliki kakak kembar yang sangat menyanyanginya, yaitu Kim Jayden Kusuma dan Kim Jordan Kusuma.
Kenzo Aditama
Kenzo (18) merupakan anak pertama dari pasangan Nathan Aditama dan Lydia Aditama dan tak lupa adiknya yang bernama Daniel Aditama.
Mereka dijodohkan oleh kedua orang tua mereka yang mana adalah sahabat dari mereka kuliah. Mereka pun akhirnya menikah diam-diam tanpa ada yang tahu hubungan mereka, hingga mereka saling jatuh cinta walaupun banyak masalah. Setelah 1 tahun pernikahan mereka Kenzo membuat kesalahan yang fatal mengakibatkan Aira pergi meninggalkannya dalam keadaan hamil sampai tak seorang pun yang tau keberadaannya.
Apakah Aira akan kembali dan memaafkan Kenzo atau Aira akan meninggalkan kenzo selamanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sherly02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kejutan
Di Taman Belakang
Sudah tiga hari Rara dan Kenzo tinggal di kediaman Aditama dan selama itu juga Rara tidak pernah menjawab satu pun pesan atau panggilan telpon dari keluarganya. Terutama dari kakaknya Jordan yang setiap harinya mengirimkan pesan permintaan maafnya kepada sang adik begitu banyaknya ia kirim pesan, namun selalu diabaikan oleh Rara. Rara masih merasa kesal pada Jordan yang mengatakan hal yang cukup membuat Rara tersinggung pada malam itu. Tetapi tetap saja Jordan terus mengirimkan permintaan maafnya dengan tulus pada adiknya.
Seperti hari ini Jordan mengirimkan pesan maaf kepada Rara.
"Rara-ah, mianhae. Jeongmal mianhae", pesan Jordan
"Ra, oppa benar-benar minta maaf sama kamu. Oppa gak bermaksud berkata seperti itu sama kamu, oppa kangen sama kamu, Ra. Oppa mohon kamu pulang ya ke rumah, ini sudah tiga hari kamu ninggalin rumah. Daddy, mommy dan Jayden hyung khawatir sama kamu dek. Oppa mohon kamu pulang lagi ya ke rumah", dengan tulus Jordan meminta maaf pada adik bungsung nya.
Lagu-lagi Rara hanya mengabaikan pesan masuk yang bernamakan kakanya Jordan. Rasanya ia begitu malas untuk menanggapi kakaknya yang satu itu, yang bisa dibilang memiliki mulut pedas pada setiap celetukkannya.
Setelah mengabaikan pesan dari Jordan yang membuatnya malas, kini berbeda saat tiba-tiba ada pesan masuk yang tak lain pesan teror yang sampai kini belum diketahui siapa pengirim pesan tersebut. Rara dibuat kaget sekaligus takut akan isi pesan tersebut. Meskipun takut Rara tetap saja membuka dan membaca isi pesan yang dikirim itu.
"HAI...CEWEK J*LANG. SOMBONG BANGET LO GUE SAPA TAPI LO GAK TERLALU MENANGGAPI GUE YA. HARUS BERAPA KALI GUE BILANG SAMA LO BUAT NIGGALI KENZO, KARENA KENZO CUMA MILIK GUE SATU-SATUNYA. GUE AKAN TERUS BUAT HIDUP LO TERASA SEPERTI DI NERAKA, GUE BAKALAN HANCURIN HIDUP LO BILA PERLU GUE AKAN BUNUH LO DENGAN TANGAN GUE SENDIRI", Rara tidak tau apa yang harus dilakukannya dengan pesan tersebut.
Setelah mendapat pesan teror, kembali Rara dibuat takut oleh orang misterius yang menerornya tiada henti dengan mengirimkan sebuah foto dimana Rara dan Kenzo ada didalam nya. Namun jangan sangka jika itu foto biasa, melainkan foto yang memperlihatkan sebuah pisau kecil yang seperti ditancapkan tepat di jantung Rara dan ada noda merah yang diyakini itu adalah darah yang di mengalir di pisau kecil itu. Begitu terkejutnya Rara melihatnya hingga membuat tubuhnya gemetar hebat disertai merinding di seluruh tubuhnya sampai handphone yang ada ditangannya terjatuh dari genggaman nya. Rara membekap mulutnya dengan kedua tangannya karena ia sangat syok dengan foto itu sampai cairan kristal mengalir dari manik indah miliknya yang membasahi pipinya. Kembali Rara meraih hp nya untuk mencoba menelpon ke nomor orang misterius tersebut, tetapi tidak pernah terhubung sekali pun. Dan kebetulan Kenzo sedang tidak ada di rumah saat ini.
Rara berlari dengan kencang dari taman menuju kamar adik iparnya, rumah terlihat sepi karena papa Nathan dan mama Lydia sedang ada pekerjaan di kantor dan Daniel belum pulang dari sekolah. Rara mengetuk pintu kamar Dea berkali-kali berharap adik iparnya segera membukakan pintu kamarnya.
Tok...tok...tok...
Rara terus saja mengetuk pintu agar Dea mendengar suara ketukan nya, karena saat Rara hendak membuka pintunya malah terkunci dari dalam. Hingga tak lama kemudian pintu kamar pun terbuka.
Ceklek....
Melihat telah Dea membuka pintu, langsung saja Rara memeluk Dea seraya menangis tak kuasa menahan air matanya lagi walau sudah berkali-kali ia menyeka nya. Dea yang melihat kakak iparnya menangis disertai tubuh yang gemetar pun dibuat bingung olehnya. Pasalnya ia benar-benar bingung apa yang telah terjdi pada kakak iparnya tersebut.
"Kakak ipar ayo kita masuk dulu ke kamar Dea, agar tidak ada yang melihat kakak menangis", ajak Dea membopong kakak iparnya. Dea mendudukan Rara diatas kasurnya berusaha membuatnya tenang.
"Kakak ipar, sebenarnya ada apa sampai kakak menangis seperti ini? Kak Kenzo gak nyakitin kakak kan?", tanya Dea tapi Rara hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawabannya.
"Ini coba kamu liat foto", Rara menunjukan foto yang kirim oleh peneror tadi.
Dea yang melihat foto itu pun juga merasa sangat terkejut melihatnya. Dea juga mendapat kiriman pesan teror lagi dari orang yang sama dan ia tunjukkan kepada kakak iparnya.
"BURUAN LO SURUH RARA BUAT TINGGALIN KENZO SAAT INI JUGA ATAU KALIAN JANGAN SALAHIN GUE KALO GUE BERTINDAK KEJAM SAMA SALAH SATU DIANTARA KALIAN. CAMKAN ITU!!!", Rara membulatkan matanya melihat isi pesan tersebut.
"Kita harus apa kak? Gak mungkin kan kita terus diam begini, saatnya kita cari tau siapa orang yang setiap harinya meneror kita seperti ini. Dea takut jika suatu saat nanti dia akan mencelakai salah satu diantara kita", ujar Dea
"Iya, kamu benar. Kita gak bisa terus diam begini, kita harus cari tau siapa yang sudah meneror kita berdua. Oke gini mulai besok di sekolah kita akan terlihat seperti bermusuhan, menjauh satu sama lain tidak seperti kita biasanya yang selalu bersama. Karena aku yakin kalo orang peneror itu adalah siswi dari sekolah kita dan inget jangan sampai kak Kenzo tau soal ini", jelas Rara sambil menyeka airmata nya.
"Oke kak, mulai besok kita akan menjalankan rencana kakak yang tadi. Tapi Dea takut kalau akan terjadi sesuatu nantinya dan juga sepertinya orang itu ingin sekali melihat kakak mati dihadapannya", kata Dea
"Pokoknya mulai besok kita akan menjalankan rencana tadi. Kita akan berpura-pura seperti menjauh, bertengkar layaknya berselisih paham diantara kita berdua dan jangan sampai kak Kenzo tau. Ini hanya rahasia kita berdua" ucap Rara tegas diangguki adik iparnya.
•^•^•
Ken's Restaurant
Saat ini Kenzo sedang berada di restoran miliknya yang ia bangun sendiri dengan uang hasil uang jajan yang selama ini ia kumpulkan dari sejak duduk di bangku sekolah dasar dan ia didukung kedua orangtua nya. Restoran ini sengaja ia bangun untuk istrinya kelak dan kini ia sudah memiliki istri yang tak lain ialah Rara.
Hari ini Kenzo berkunjung ke restoran milikny untuk menyiapkan kejutan untuk Rara. Ia menyuruh pegawai restoran nya untuk membersihkan dan kemudian mendekor ruang VIP yang ada di lantai 2 restoran tersebut. Kenzo memilih ruang VIP agar ia bisa berduan bersama sang istri dan ia akan menyiapkan kembang api untuk menambah suasana lebih romantis.
Dengan cepat ia selasaikan semua urusan yang ada di restoran, karena ia ingin cepat-cepat pulang untuk menemui sang istri tercinta yang ada di rumah menunggu kedatangannya.
"Kak Alka selanjutnya tolong kakak lanjutkan ini semua, karena Kenzo percaya sama kakak", ucap Kenzo menepuk pundak Alka.
"Baik Tuan muda, saya laksanakan", kata Alka membungkuk kan badannya.
Alka adalah manajer kepercayaan sekaligus tangan kanan bagi Kenzo untuk mengelolah restoran nya selama ia tidak datang ke restoran. Alka sudah bekerja cukup lama sejak restoran resmi berkelolah, Kenzo menyerahkan tanggung jawab kepada Alka selagi ia tidak datang. Namun tetap saja Kenzo satu kali atau bahkan dua kali dalam sebuan untuk mengecek semua laporan keuangan restoran selama satu bulan penuh tersebut. Alka pun sudah tahu jika Kenzo telah menikah di usia nya yang masih 18 tahun, awalnya Alka tak percaya jika Kenzo telah menikah tetapi saat Kenzo menunjuksn foto pernikahan nya baru lah Alka mempercayainya.
"Ya sudah kak, Kenzo pamit pulang dulu ya. Nanti malam Kenzo akan datang lagi untuk dinner sama istri Kenzo. Jangan sampai gagal ya kak", ucap Kenzo berdiri dari duduknya.
"Iya tenang saja nanti malam akan berjalan dengan lancar tanpa kendala", jawab Alka
"Oke", Kenzo berlalu meninggalkan kantornya yang ada di restoran sebagai tempat pribadinya. Kemudian iya berjalan menuju dimana mobilnya terparkir. Kenzo yang berjalan melalui pintu utama restoran pun disapa oleh semua pegawainya, tapi Kenzo hanya menganggukan kepalanya dengan wajah dingin miliknya. Ia masuk ke dalam mobilnya dan membawa nya pulang ke rumah.
•^•^•
Kini Rara tengah berada di dalam kamarnya dan ia sudah merasa tenang setelah berbagi masalah kepada adik iparnya yang sama-sama mengalami teror orang yang tak di kenal oleh mereka berdua. Keduanya sudah bertekad untuk menangkap pelaku teror yang selama ini mengganggu kehidupan mereka tiada hentinya, Rara dan Dea merasa takut jika pelakunya nanti akan sampai berbuat nekad sehingga membahayakan nyawa mereka.
25 menit kemudian Kenzo telah sampai di rumah dan langsung menaiki anak tangga menuju kamarnya. Ia sudah tidak sabar bertemu sang istri apalagi akan memberikan istrinya kejutan yang bisa membuatnya bahagia.
Ceklek...
Setelah membuka pintu kamar, Kenzo langsung berhambur memeluk istrinya dari belakang menyebabkan Rara kaget dibuatnya.
"Astaga kak Ken, buat Rara kaget aja sih. Diam-diam udah kayak maling aja", omel Rara membuat Kenzo tertawa kecil.
"Iya...iya kakak minta maaf. Habisnya kamu melamun kayak itu", ujar Kenzo duduk disebelah Rara namun tak melepaskan pelukannya di tubuh mungil istrinya.
"Oh iya nanti malam kamu harus dandan yang cantik terus ikut kakak ke suatu tempat. Oke!", kata Kenzo mencium pundak Rara.
"Iiih geli tau kak. Emang kita mau kemana nanti malam?", Rara begitu penasaran akan ucapan suaminya yang mengajaknya keluar nanti malam.
"Ada deh, pokoknya kamu dandan yang cantik nanti malam", ucap Kenzo diangguki Rara. Kemudian keduanya terbaring lelap diatas kasur berukuran besar itu sambil berpelukan satu sama lain.
••••••••••^•^•••••••
Hai readers kesayangan maaf ya Author baru bisa up hari ini
selamat membaca ya
makasih udah mau up