NOVEL GENRE:
-AZTER WORLD: REINCARNATION, SWORD AND MAGIC, MECHA (?), OVERPOWER, HAREM, ROMANCE, R18 (?)
-ASLEY WORLD: MAGIC, ACADEMY, ADVENTURE
Bercerita tentang seorang tentara bayaran yang mati akibat pengkhianatan adik dan kekasihnya
Bertemu seorang Dewi dan bereinkarnasi ke dunia lain dengan kekuatan yang sangat besar
Mengelilingi dunia bersama banyak keindahan, itulah dia sang "TRUE GOD" dengan kekuatan diluar nalar namun dianggap sampah oleh orang lain
Ikuti cerita Fellix di THE STRONGEST USELESS GOD
.
.
Novel kedua, kalau ada salah penulisan mohon dimaklumi
Jadwal update: Minggu-Jum'at, Sabtu libur
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TRAZAYUYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 33
2 minggu kemudian sang ratu kerajaan Pirus yang sebenarnya sudah selesai dalam pelatihannya, dia sangat terkejut saat mendengar bahwa Priscilla dan Liliana akan pergi ikut dengan Fellix namun dia lebih terkejut mendengar 2 wanita itu telah menikah
Dalam 2 minggu ini tidak ada hal spesial kecuali Fellix yang selalu bersantai dengan kedua istrinya namun saat malam hari dia akan minum-minum di taman saat kedua istrinya tertidur
Fellix selalu terbayang-bayang oleh Freya, dia ingin segera menemukannya dan memperbaiki semuanya dan berkumpul seperti semula
Kembali ke cerita...
Saat ini Fellix sudah bersiap-siap untuk pergi dari kerajaan Pirus bersama istrinya karena dia sudah terlalu lama berada di sana, tidak lupa ratu kerajaan Pirus bersama dengan orang-orang terdekat Priscilla dan Liliana ikut mengantar kepergian Fellix dan istrinya
"Baiklah kami akan pergi dulu" ucap Fellix
"Murid bodoh aku pergi dulu oke" ucap Priscilla pada ratu kerajaan Pirus
"Master apa harus secepat ini anda pergi, padahal aku baru kembali dari pelatihan" ucap ratu kerajaan Pirus sedih
"Yah aku tidak mungkin membiarkan suamiku pergi sendiri, aku harus menemaninya" ucap Priscilla
"Baiklah, terimakasih atas semua yang telah anda berikan padaku ataupun kerajaan ini master" ucap ratu kerajaan Pirus membungkuk hormat
"Jaga diri baik-baik oke, jadilah ratu yang bijaksana" ucap Priscilla mengelus kepala ratu kerajaan Pirus
"Baik master" ucap ratu kerajaan Pirus
Dilain sisi Liliana terlihat sedang berpelukan dengan Sophie
"Aku pergi dulu Sophie" ucap Liliana saat melepas pelukannya
"Jaga diri anda putri, dan jaga juga dia" ucap Sophie sambil melirik Fellix
"Hehe tentu saja aku akan menjaganya karena dia suamiku" ucap Liliana
"Bahkan anda menikah sebelum saya menikah" ucap Sophie
"Maka cepatlah mencari pasangan, jangan cuma berlatih terus" ucap Liliana memprovokasi
"Iya iya mentang-mentang sudah menikah" ucap Sophie
"Hihihi" lalu mereka berdua tertawa bersama
Kembali ke mc kita...
"Apa kalian siap" tanya Fellix setelah melihat kedua istrinya selesai berpamitan
"Kami siap" jawab Priscilla dan Liliana
"Baiklah mari pergi" ajak Fellix lalu menggandeng tangan mereka dan menghilang dari tempatnya
.
.
.
Di sebuah hutan yang sangat gelap dengan aura kematian yang sangat pekat tiba-tiba Fellix muncul bersama kedua istrinya
"Suami kenapa kita ketempat yang menakutkan ini" tanya Priscilla memeluk lengan Fellix
"Benar suami, ini sangat menakutkan" tambah Liliana yang ikut memeluk lengan Fellix
"Aku merasakan sesuatu yang cukup kuat ditempat ini, sepertinya ada sesuatu yang tersembunyi dihutan ini" jawab Fellix
"Memangnya kita dimana sekarang, kenapa ini terasa tidak asing bagiku" tanya Priscilla
"Kita di hutan kegelapan" jawab Fellix santai
"Apaaa, hutan kegelapan" teriak mereka
"Ada apa dengan kalian ini" tanya Fellix
"Bukankah ini hutan yang tak pernah terjamah oleh makhluk hidup, bahkan banyak korban yang menghilang di hutan ini saat mencari tahu apa yang ada didalamnya" ucap Priscilla
"Aku pernah mendengar bahwa bahkan seseorang dilevel 900 menghilang dihutan ini" tambah Liliana
"Hmm begitu ya, kalau begitu mari kita menjelajahi tempat ini" ucap Fellix berbinar
"Eh" mereka berdua terkejut mendengar perkataan Fellix yang ingin menjelajahi hutan kegelapan
"S-suami kau bercanda kan" tanya Priscilla
"B-benar pasti kau bercanda" tambah Liliana
"Tidak, aku serius malah duarius" jawab Fellix
"T-tapi..." mereka menghentikan perkataan mereka saat merasakan sebuah tangan memeluk pinggang mereka
"Tidak perlu takut, apa yang menakutkan dari tempat ini" ucap Fellix
"Enn" mereka hanya mengangguk karena Fellix memeluk pinggang mereka
Setelah melihat istrinya tenang mereka mulai berjalan untuk menjelajahi hutan kegelapan, mereka terus berjalan kearah yang memiliki aura paling kuat
2 jam kemudian mereka berhenti di sebuah istana yang memiliki aura kematian sangat pekat, bahkan Priscilla yang mempunyai level tinggi gemetar ketakutan merasakan aura kematian itu
Fellix yang melihat kedua istrinya gemetar ketakutan langsung mengeluarkan auranya untuk melindungi mereka, sesaat kemudian mereka berhenti gemetar dan merasa nyaman saat aura berwarna emas menyelimuti mereka
"Terimakasih suami" ucap mereka
"Ehem" Fellix pura-pura batuk karena mereka mengatakan sesuatu yang dilarang didalam keluarganya
"Maaf" ucap mereka yang sadar bahwa mereka mengatakan sesuatu yang tidak diperbolehkan
"Jangan diulangi lagi" ucap Fellix mengelus kepala mereka
"Enn" mereka mengangguk senang saat Fellix mengelus kepala mereka
"Mari masuk, sepertinya ada sesuatu didalam sana" ajak Fellix
"Baik suami" ucap mereka berdua
Lalu mereka masuk kedalam istana itu dengan Priscilla dan Liliana yang selalu memeluk lengan Fellix
Krietttt.... (bayangin aja pintu kebuka)
Terdengar suara pintu terbuka yang sangat keras saat Fellix membuka pintu istana yang terlihat menyeramkan bagi orang lain
Saat mereka masuk tiba-tiba sebuah serangan berupa bilah berwarna gelap mengarah pada mereka meskipun tidak melukai Fellix ataupun istrinya yang dilindungi oleh aura miliknya namun melihat jumlahnya membuat Fellix kesal
"Cih mengganggu saja" ucap Fellix kesal karena melihat banyak sekali roh berwarna hitam kemerahan yang menandakan mereka adalah roh kegelapan yang akan menyerang orang-orang yang mereka lihat dan memangsa jiwanya untuk memperkuat diri
-light manipulation: area of light-
Fellix menggunakan skill areanya untuk memusnahkan roh kegelapan itu
"Karena ada istriku disini jadi aku tidak akan bermain-main dan akan memusnahkan apa saja yang mengganggu" Fellix
"Mari lanjutkan" ajak Fellix dan kedua istrinya mengangguk
Mereka lalu menelusuri semua ruangan ditempat itu dan disana mereka menemukan tumpukan harta dan senjata yang jumlahnya sangat banyak namun Fellix tidak tertarik akan hal itu karena dia merasakan sesuatu yang lebih berharga berada di balik pintu besar didepannya saat ini
"Sepertinya ada yang menunggu kita didalam" ucap Fellix
"Sepertinya suami benar, dan itu terlihat tidak baik" ucap Priscilla
"Mari kita lihat apa yang menunggu kita" ajak Fellix
Fellix lalu membuka pintu besar didepannya dan saat mereka masuk suara seseorang yang tertawa menggema dalam ruangan yang terlihat seperti ruang singgasana itu
"Hahahaha akhirnya ada juga cecunguk yang masuk ke istanaku" ucap suara itu yang ternyata berasal dari sebuah kerangka yang duduk di singgasana
"Apa yang dikatakan makanan a*jing ini, dan juga kenapa makanan a*jing bisa bicara apalagi bicaranya sangat sombong" ucap Fellix yang membuat kedua istrinya menahan tawa sedangkan kerangka itu bergetar karena kemarahan dan matanya bersinar merah karena marah
"Dasar manusia hina, apa maksudmu memanggilku makanan a*jing hah" teriak kerangka itu kesal
"Berisik sekali" ucap Fellix yang tiba-tiba muncul didepan kerangka itu dan...
-lenyaplah- ucap Fellix pelan dan kerangka itu secara perlahan berubah menjadi abu
"B*jingan kau manusia" teriak kerangka itu sebelum benar-benar menghilang
"Aku Dewa bukan manusia hmph" dengus Fellix kesal
"Pffttt hahahaha" kedua istri Fellix tiba-tiba tertawa sangat keras saat melihat tingkah suaminya yang kesal karena sebuah kerangka
"Kenapa kalian tertawa" tanya Fellix yang masih kesal sambil menatap mereka dengan tajam
"Tidak ada" jawab mereka yang tiba-tiba terdiam melihat suaminya menatap dengan tajam
'Menakutkan sekali' batin Priscilla dan Liliana
Sesaat kemudian ruangan itu bergetar dan tiba-tiba muncul sebuah tangga menuju kearah bawah saat kursi singgasana tempat kerangka duduk tari hancur
"Hmm menarik" ucap Fellix saat merasakan aura yang sangat kuat dari dalam ruangan bawah tanah itu
"Mari masuk" ajak Fellix lalu menggandeng istrinya menuju ruangan bawah tanah
'Cepat sekali berubahnya, tadi sangat menakutkan sekarang sangat perhatian' batin kedua wanita yang digandeng oleh Fellix
Setelah menuruni tangga yang lumayan banyak mereka tiba disebuah ruangan dimana hanya ada sebuah kurungan di sana, saat diperhatikan dengan baik didalam kurungan itu terdapat sebuah binatang berbentuk seperti serigala namun memiliki 2 kepala dan setiap kepala memiliki warna yang berbeda yaitu putih dan hitam binatang itu terlihat seperti dua tubuh yang digabungkan menjadi satu
(kaya gini serigalanya)
"Serigala yin yang" ucap Fellix terkejut karena dari pengetahuan yang dia miliki jenis serigala ini sudah punah karena dibunuh oleh para Dewa sebab mereka takut akan kekuatan dari serigala ini yang mampu mengendalikan kehidupan dan kematian
Gggrrrrr...
Serigala itu terlihat marah saat melihat kedatangan Fellix dan kedua istrinya
"Kenapa kalian marah padaku, aku saja baru datang ketempat ini" ucap Fellix saat melihat serigala itu marah
"Apa kau ingin menyiksa kami, kalau iya maka pergilah karena kami tidak mau tunduk pada b*jingan seperti kalian para Dewa busuk" ucap serigala itu
"Aku tidak punya urusan dengan Dewa yang kau maksud tapi aku punya urusan denganmu" ucap Fellix sambil memandang serigala itu dengan mata berbinar
"Apa yang kau inginkan manusia" tanya serigala itu
"Meskipun aku kesal kau memanggilku manusia tapi biarlah, aku ingin kau menjadi peliharaan ku" ucap Fellix mengatakan keinginannya
"Hehh hanya manusia lemah sepertimu ingin membuat kami menjadi peliharaan, apa kau bodoh" ucap serigala itu sombong namun tiba-tiba...
Bommmm....
Serigala itu terlempar sampai menabrak dinding saat Fellix memukulnya, bahkan kurungan yang terdapat segel Dewa sampai hancur berkeping-keping saat terkena pukulan Fellix
"Uhuk uhuk, k-kau siapa kau sebenarnya" tanya serigala itu ngeri
"Hanagi Fellix seorang Dewa sejati" jawab Fellix dingin
"Eh" serigala itu terkejut saat mendengar pemuda didepannya mengatakan bahwa dia adalah seorang Dewa sejati
"B-benarkah kau seorang Dewa sejati" tanya serigala itu
Fellix tidak menjawab namun membuka topengnya dan mengeluarkan aura Dewanya yang membuat serigala itu bergetar
"Yang mulia, maafkan hamba yang telat mengenali anda" ucap serigala itu bersujud didepan Fellix
"Yang mulia? telat mengenali? memangnya kau mengenalku" tanya Fellix heran
"Kami pernah diberi pesan bahwa kami akan menemani perjalanan seseorang yang merupakan entitas tertinggi di alam semesta ini yaitu Dewa sejati sang absolut" jawab serigala itu
'Dan wajahmu sangat mirip dengan mereka, itu saja sudah menjadi bukti bahwa kau memang orang yang kami cari selama ini' batin mereka
"Siapa yang memberi kalian pesan" tanya Fellix
"Itu... maafkan kami yang mulia kami tidak diperbolehkan memberitahu anda karena mereka berkata mereka sendiri yang akan memberitahu anda saat anda bertemu dengan mereka" jawab serigala itu
"Cih lagi-lagi muncul sesuatu yang membuatku pusing" ucap Fellix kesal
"Maafkan kami yang mulia" ucap serigala itu
"Siapa nama kalian" tanya Fellix
"Kami tidak memiliki nama yang mulia" jawab serigala itu
"Hmm" Fellix lalu menggunakan mata yin yang untuk melihat status mereka
-NAME : -
-RACE : YIN YANG WOLF
-AGE : 900.000
-JOB : REGULATOR
-LEVEL : 497.000.000
-ELEMENT : LIFE, DEATH
'Hoho mereka memiliki job pengatur ya, job itu bisa mengatur sesuatu yang menjadi elemennya secara mutlak dan mereka memiliki elemen kehidupan dan kematian jadi mereka merupakan pengatur kehidupan dan kematian' batin Fellix
'Level mereka juga sudah mencapai tingkat raja Dewa dan tinggal sedikit lagi mencapai tingkat mahadewa, menarik sekali' lanjutnya
"Baiklah nama kalian sekarang adalah Riki untuk yang putih dan Riku untuk yang hitam, nama itu memiliki arti yang sama yaitu kuat" ucap Fellix
"Terimakasih yang mulia" ucap Riki dan Riku
"Jangan panggil aku yang mulia karena itu menyebalkan, panggil saja dengan namaku" ucap Fellix
"Tidak bisa yang mulia, itu tidak sopan jika memanggil anda dengan nama bagaimana jika kami memanggil anda tuan saja" ucap Riki
"Benar apa yang dikatakan Riki" tambah Riku
"Terserahlah, kalian pasti akan tetap melakukannya meskipun aku menolak" ucap Fellix
"Kalau boleh tau siapa yang ada dibelakang anda tuan" tanya Riki
"Mereka istriku" jawab Fellix
"Ahh salam nyonya" ucap mereka berdua membungkuk kearah Priscilla dan Liliana yang sedari awal diam
"Y-ya t-tolong jangan terlalu sopan karena kami hanya makhluk lemah dan berada di bawah anda" ucap Priscilla gugup
'Aku bahkan tidak tahu berapa levelnya, menakutkan sekali' batin Priscilla
"Tidak tidak bagaimanapun anda adalah istri dari tuan jadi anda adalah majikan kami" ucap Riku
"B-baiklah mohon bantuannya Riki Riku" ucap Priscilla sedangkan Liliana masih terdiam disebelahnya
"Hei jangan takut, mereka sudah menjadi bagian dari keluarga kita sekarang" ucap Fellix yang sudah berada dibelakang Liliana dan memeluknya
"Kyaa suami kau mengejutkanku" teriak Liliana dengan lucu
"Hehehe, bukankah kau senang saat kupeluk seperti ini" ucap Fellix tepat ditelinga Liliana sambil menggigitnya pelan
"Ahh suami geli" desah Liliana pelan
"Cih" Priscilla mendecakkan lidahnya saat melihat Liliana dimanja oleh Fellix
"Ohh ternyata ada yang cemburu ya" ucap Fellix yang sekarang berpindah di belakang Priscilla dan memeluknya
"Siapa yang cemburu hmph" ucap Priscilla sok cuek namun wajahnya sudah memerah karena Fellix memeluknya
"Benarkah, lalu kenapa kau memerah" ucap Fellix pelan tepat di telinganya dan menggigitnya seperti yang dilakukannya pada Liliana
"Emmhh" Priscilla menahan suaranya agar tidak mendesah
"Hehe" Fellix tersenyum melihat Priscilla yang menahan desahannya dan itu membuatnya semakin bersemangat memainkan telinga Priscilla dengan mulutnya
"Ahhh" akhirnya Priscilla mengeluarkan desahannya juga saat Fellix melahap telinga panjang Priscilla
"Suami apa kau tidak malu dilihat mereka" ucap Liliana sambil menunjuk Riki dan Riku yang hanya terdiam memandang kelakuan Fellix pada istrinya
"Ahh kami tidak melihat apa-apa, bukankah begitu Riku" ucap Riki cepat karena takut Fellix akan marah
"Ya Riki benar, kami tidak melihat apa-apa" ucap Riku
"Ehem, baiklah mari kita pergi dari sini" ajak Fellix setelah melepaskan Priscilla
"Baik tuan/suami" ucap mereka
"Ahh aku lupa apakah kalian harus melakukan kontrak denganku" tanya Fellix pada Riki dan Riku
"Bukankah anda sudah membuat kontrak dengan kami" jawab Riku
"Kapan" tanya Fellix
"Saat anda memberikan kami nama" jawab Riki
"Ohh begitu ya, baiklah" ucap Fellix
Mereka lalu meninggalkan istana itu dan melanjutkan perjalanan untuk mengelilingi dunia dimana Fellix mendapatkan keluarga baru yang berupa seekor serigala yin yang
Namun Fellix ataupun yang lainnya tidak ada yang mengetahui bahwa saat Fellix melepaskan serigala atau Riki dan Riku alam Dewa menjadi bergetar hebat seakan sedang ketakutan akan sesuatu, namun karena author yang malas akhirnya tidak dibuat cerita tentang hal itu sekarang dan akan membuatnya nanti saja hehe
.
.
.
(jadi gini besok thor gk bisa up karena ada keperluan jadi hari ini thor buat agak panjang chapter.nya, sabtu thor bakal up 5 ch lagi)
tsundere