NovelToon NovelToon
SURGA CINTA DALAM BISMILLAH

SURGA CINTA DALAM BISMILLAH

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:634.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: radetsa

Sejatinya, perempuan juga harus merasakan keikhlasan dalam pernikahannya sendiri. Dan kalimat Bismillah lah yang membuat gadis bernama Zahrana begitu percaya bahwa Keajaiban Tuhan itu ada.
Setelah mengucapkan kalimat pendek itu, ijab qobul yang terus berulang-ulang, seketika menjadi lancar. Pernikahannya dengan pria Saleh bernama Ajis, yang semula hanya karena keterpaksaan, berbuah menjadi cinta.
Permasalahan-permasalahan tumbuh. Berawal dari kebakaran kios milik Ajis, dan hutang-hutang yang diperbuat oleh Kakak Zahrana, sehingga mengakibatkan rumah orang tuanya tergadaikan.
Suatu hari, Zahrana bertemu Arya lewat chat online, artis papan atas yang mampu membuat namanya melambung setelah memperkenalkan novelnya. Dengan itu ia dapat membantu usaha suaminya bangkit kembali.
Permasalahan dalam keluarganya kembali muncul ketika Arya yang dianggapnya sebatas teman baik, tiba-tiba mengungkapkan perasaan cinta kepadanya. Hal itu pun diam-diam diketahui oleh Ajis. Kecemburuan menyalang di hati Ajis.
Akankah rumah tangga mereka hancur setelahnya? Yuk! Ikuti kisah cinta segitiga Zahrana, Ajis dan Arya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon radetsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MASA LALU 2

"Zahrana..." Ardiansyah datang menghampiri Zahrana yang tengah duduk memandangi laut lepas sambil memeluk lutut di atas pasir pantai.

Perempuan itu dengan cepat mengusap air matanya sebelum menoleh untuk menyahuti panggilan Ardiansyah.

"Hei, kamu mengagetkanku saja..." Celetuk Zahrana mencoba menyembunyikan kesedihannya dari lelaki itu.

Aridiansyah yang tadinya bersemangat, tiba-tiba memudarkan senyuman di bibirnya dengan perlahan. Dia menatap bingung wajah Zahrana sambil terus berusaha menetralkan deru nafasnya yang sempat tersengal.

"Kamu menangis, Zahra?" Tanya nya tampak khawatir.

"Tidak... Siapa yang menangis, heh?" Elak Zahrana dengan cepat, lalu bangkit dari duduknya dan berjalan ke depan memunggungi Ardiansyah yang masih menunggu penjelasan darinya.

"Ada apa sebenarnya, Zahra? Jangan coba-coba menyembunyikan apapun dari aku. Aku sudah mengenalmu dari sejak lama, Zahra..." Ucap Aridiansyah tak percaya akan jawaban gadis itu. Dia mengejar posisi berdiri Zahrana.

"Aku tidak apa-apa, tidak usah berlagak cemas begitu lah, Ri..." Zahrana menyemburkan tawanya. "Kamu kenapa di sini? Kamu membuntutiku, kan? Ayo, ngaku..." Tuduh Zahrana mengalihkan pertanyaan Aridiansyah.

"Tadi aku ke rumahmu, tapi kamu tidak ada di rumah... Ya sudah, aku langsung saja ke pantai..." Jawab Ari yang termakan sikap kepura-puraan gadis itu.

"Ada apa mencariku, heh?"

"Rindu..."

"Hah? Rindu?" Mata Zahrana melotot.

"Jangan pernah bertanya, mengapa aku mencarimu, Zahra... Karena tubuh Aridiansyah tidak akan pernah sempurna tanpa Zahrana-nya..." Terang Ardiansyah mencoba memaparkan isi hatinya.

"Huuuu..." Sorak Zahrana mengejek.

"Lagian kamu pakai tanya segala sih..." Rungut Ari dengan wajah memerah padam ulah tingkah Zahrana yang sama sekali tidak peka dengan ucapannya.

"Tadi aku lihat kamu bahagia sekali, Ri... Ada berita apa nih?"

"Coba tebak! Ada apa-nya..."

"Nggak tahu..." Sahut Zahrana tidak menanggapi suasana hati Ari.

"Ah, nggak seru kamu, Zahra..." Ucap Ari bersungut kecil. "Sebenarnya kamu kenapa sih? Pasti kamu lagi sedih, kan? Ayo cerita..." Paksa Ari lagi.

"Enggak ada masalah apa-apa kok, Ri..." Tukas Zahrana bersikukuh menyembunyikan suasana hatinya saat itu. "Apa ibumu hamil lagi?" Gurau Zahrana kembali mencoba berolok-olok.

"Apa?" Ari melotot mendengar pertanyaan Zahrana yang begitu menjengkelkan baginya.

"Kamu kelihatan bahagia sekali. Apa ibu hamil lagi? Kalau iya, selamat ya, Ri... Kamu bakal punya adik bayi deh..." Sambung Zahrana semakin membuat Ari jengkel.

"Apaan sih kamu? Jangan ngada-ngada ya... Bikin darah tinggiku kumat saja..." Geram Ari berlagak marah.

"Loh, kok?" Zahrana menatap heran wajah Ari dalam sikap kepura-puraannya itu. "Eh, Ri... Harusnya kamu senang jika kamu benar-benar bakalan punya Adik. Bukankah selama ini kamu iri denganku karena aku punya dua adik? Dan kamu malahan berharap punya tiga adik untuk mengalahkanku..." Celoteh Zahrana tanpa rasa dosa.

"Iya, itu dulu, Zahra... Sekarang aku sudah besar, malu tahu..." Ucap Ari bersungut.

"Kenapa harus malu?"

"Ah, sudahlah, Zahra... Kamu ini ada-ada saja. Jadi kamu tidak tahu kenapa aku senang, kan?" Tanya Ari mengembalikan topiq pembicaraan mereka tadi yang sempat hilang karena guyonan Zahrana.

"Tidak tahu, Ari... Aku tidak punya indra ke-enam..." Sungut Zahrana mulai jengah menebak jawaban atas kebahagiaan temannya itu.

"Aku lulus di Universitas xxx, Zahra...!" Seru Ari begitu bersemangat memberitahukan kabar mengapa hatinya begitu bahagia saat itu.

"Waaah... Hebat kamu... Alhamdulillah... Selamat ya, Aridiansyah..." Ucap Zahrana terlihat ikut senang mendengarnya. Tangannya berkatup menampakkan bahwa dia benar-benar bahagia atas keberhasilan Aridiansyah.

"Kamu sendiri gimana, Zahra? Kamu jadinya kuliah dimana?"

"A-aku... Aku nggak jadi kuliah, Ri..." Jawab Zahrana kembali Murung. Kali itu dirinya tidak lagi mampu menyembunyikan kesedihannya.

"Loh, kenapa? Bukankah kamu ingin kuliah seperti kak Rianur?" tampak kekecewaan pada wajah Aridiansyah setelah mendengar pengakuan Zahrana.

"Iya, itu dulu. Sekarang sudah tidak lagi. Aku ingin nganggur saja dulu. Capek belajar terus, otakku rasanya buntu..." Ucap Zahrana beralasan.

Aridiansyah lebih dekat dengannya daripada siapapun, sehingga Ari tahu bahwasanya saat itu Zahrana tengah berbohong kepada dirinya.

"Apa karena biaya?" Terka Ari lirih.

"Hah?" Zahrana tercengang. Iya menatap mata Ari yang juga sedang menatap matanya dengan perasaan yang begitu dalam. "Kamu apaan sih, Ri? Aku saja yang malas kuliah. Perempuan itu ujung-ujungnya bakal jadi ibu rumah tangga, mengurus rumah, mengurus suami, dan kalau ada rezeki, ya ngurus anak... Lagian di antara kita berdua, kamu bisa meraih mimpi kita. Itu sudah lebih dari cukup bagi aku... Kamu sudah mewakilkan mimpiku untuk bersekolah ke jenjang yang lebih tinggi..." Papar Zahrana mengoceh panjang.

"Zahra..." Panggil Ari seraya mencengkram kedua bahu Zahrana. "Tatap mata aku... Berbagilah sedikit saja untuk masalah yang kamu hadapi. Coba kamu ingat, siapa yang paling sedih jika kamu bersedih, hmm?" Aridiansyah mulai paham, saat itu Zahrana berucap banyak hanya untuk menutupi kepedihan di dalam hatinya saja.

Zahrana terdiam. Sejenak hening, lalu ia terisak-isak di hadapan Aridiansyah.

"Aku... Aku ingin sekali kuliah, Ri... Aku ingin..." Tangisnya pecah, membuat suasana pantai berubah mencekam karena suara tangisannya itu. "Tapi untuk apa jika keinginanku itu hanya memberatkan beban kedua orang tuaku, Ri? Aku enggak bisa melihat ayah dan ibuku susah... Aku nggak mau biaya sekolah adik-adikku dan biaya kuliah kakakku terlantar hanya karena aku menuruti keinginanku sendiri..." Ucap Zahrana di sela-sela isaknya.

Ari terpaku. Hatinya ikut perih mendengar nasib gadis di hadapannya itu. Ia menarik kepala Zahrana ke dalam dadanya, lalu membiarkan Zahrana menangis sejadi-jadinya di dalam sana.

.

.

.

.

.

1
Cymoet Sry Wahyuni
Keren..
Ratna Dewita Sari: terimakasih kak🙏
total 1 replies
Cah Dangsambuh
selalu di tunggu kak radesta,,,semangat moga pundi pundi makin banyak dan berkah selamat ber dagang
Cah Dangsambuh: sudah dong ,tapi sayang dah abis juga kita masih setia nunggu karya baru dari kakak
total 2 replies
Salmia
masya Allah,,,, makin senang bacax,
Asri
sudah habis kak, blm ada judul baru kah? 😁
Asri: oke kak, ditunggu judul barunya 😁
total 2 replies
adning iza
kisah lanjutan kah thoorrr maaf krn hampir lupa alury
adning iza: ok thoorrr trima kasih wlau msih nyeseg klo bca endingy zahrana dn ajis😊😊😊 semangat thoorrrr💪💪💪💪🥰🥰🥰🥰
total 2 replies
yuliani Aritonang
aku slalu suka karya mu thour
Ratna Dewita Sari: terima kasih kakak 🤗
total 1 replies
denisa ajja
air mata tak bisa di bendung lagi dan akhirnya luber sampai banjir.
denisa ajja
baper bnget sih. jadi galau kan jadinya hati ini.
makasih kak aku beneran sangat terharu. dri awal baca sampai di bab in mata aku sampai sembab krna kebanyakan nangis.
Ratna Dewita Sari: hehe
terima kasih kembali kk🤗
total 1 replies
yuli
luar biasa
Ratna Dewita Sari: terima kasih kakak 🤗
total 1 replies
Muawanah
baru mampir nieh kak
lgsg pencet tombol ❤️ deh...
Ratna Dewita Sari: terima kasih kakak🤗🥰
total 1 replies
Cah Dangsambuh
fix ini keren zahrana menceritakan dari kitab nguqudhulijain karangan syeh muhammad bin umar nawawi dari banten👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Ratna Dewita Sari: hehe
terimakasih infonya kk
aku cuma ingat ceritanya saja
total 1 replies
bunda DF 💞
ya Allah,, sweet bgt sih merekaaa
Mira Dedipj
inget omongan emak jamqn dulu
jangan asal menyusui anak
takut nya klu gede ya gitu
Jafisa98
Nah bener feelingku pas ajis rasa ngucapin perpisahan dg rumahnya,bilang mo pulang kampung+nyuruh hidayat sering2 kunjungin keluarganya ajis😢
eh kirain tadinya mo dibikin kecelakaan motor si ajis. kak radetza untung tidak sekejam itu & melawan taqdir logic dalam agama kita.
yah memang kepedihan mendalam kehilangan orang yg dicintai kebanyakan terjadi pada pasangan suami-istrikan. dan itu menjadikan batin mereka sakit mendalam itu bagi yg tidak mampu mengatasi kesedihannya. sebab dirundung duka itulah diapun menyusul pasangannya. tapi tidak semua begitu. ada juga yg tetap tegar sampai berpuluh tahun kemudian wafat. kalo yg baru meninggal pasangannya cepet move onnya gk tau sy. gk masuk kategori cinta sesungguhnya kata aku sih hehe.
intinya terimakasih kak radetza karyamu yg ini berkesan juga buat aku❤. walopun gk seagamis yg ku pengen like yg ku maksud kemaren. tapi ini sudah sudah jadi novel yg berkesan juga buatku🌷
pesanku tetap berkarya sesuai passionnya dengan gaya kak radetza karena itu bakal jadi ciri khasnya radetza👍
jangan terlena dengan hal yg sedang ramai. tapi gimana tulisan kita bener2 disukai,dicintai,diresapi oleh pembaca. sehingga bisa saja sebab dari membaca novel ini,personal seseorang bisa benar2 berubah hidupnya menjadi lebih baik dari sebelumnya. kualitas lebih baik daripada kuantitas👍. tapi lebih baik lagi jika kualitas & kuantitas sejalan berdampingan🌷
Barakallahu fiik author radetza❤
Jafisa98: siap kak😍
semangaat terus berkarya lewat tulisan yang tulus🌷✊
total 3 replies
Jafisa98
finally aku nangis kak😭
thankyou👍
Jafisa98
😭😭😭👏
Jafisa98
Astaghfirullah😭
Jafisa98
sakittt😭
Jafisa98
nyesekk bangeet monolognya ajis disini kak. kalo difilmkan udah sesegukan aku nih pasti deh😢
Jafisa98
*pukul*
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!