NovelToon NovelToon
Married With Ex-Boyfriend

Married With Ex-Boyfriend

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Perjodohan / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: leni septiani

Menikah memang impian setiap insan, entah itu muda atau tua. Harapannya adalah menikah dengan sosok yang dicinta, sosok yang di damba dan sosok yang sempurna dari segi manapun.

Tapi bagaimana jadinya jika menikah dengan mantan? Sosok yang pernah membahagiakan sekaligus menjadi sosok yang berakhir menggores luka.

Laura tidak pernah mengharapkan itu, bahkan untuk bertemu saja ia enggan. Namun takdir seolah mempermainkan, kenyataan yang tak diinginkan malah berbalik menjadi jalan menuju pernikahan.

Akankah pernikahan Laura dan Kai berjalan lancar atau justru bebatuan terjal menjadi cobaan yang harus diluruskan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon leni septiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33. Sosok Menyeramkan

"Aku gak nyangka kamu bisa se-sweet ini,” Kai memeluk Laura dari belakang seraya berbisik. Ia benar-benar terharu saat mendengar penjelasan para orang tua tadi. Tidak menyangka bahwa Laura ternyata semengejutkan ini. Pikirannya tidak bisa di tebak tapi berhasil membuat Kai bahagia.

Beberapa hari belakangan Kai memang merasa mulai ragu dan akan menyerah pada hubungannya dengan Laura yang terasa tidak imbang. Tidak menyangka bahwa keraguaannya itu akan Laura patahkan sedemikian hebatnya, membuat Kai tidak menyesal telah melabuhkan hatinya pada sosok Laura yang meski terlihat cuek, ketus dan sinis nyatanya memiliki cinta yang tak kalah besar dengan yang Kai miliki. Beruntung karena kali ini Kai tidak mengandalkan emosi, jadi penyesalan tidak lagi dirinya rasakan dan kehilangan Laura lagi terulang untuk kedua kalinya.

“Terima kasih,” lanjut Kai semakin erat memeluk tubuh ramping Laura yang sudah tidak lagi di balut kebaya, perempuan itu benar-benar berganti dengan piyama yang nyaman padahal hari belum malam.

“Sama-sama dan selamat ulang tahun my hubby,” ucap Laura pelan sambil menyentuh lengan Kai yang melingkar di perutnya, terdapat perban di sana yang Lyra balutkan untuk menutupi luka yang Kai dapat akibat memukul tembok.

Mendengar itu Kai semakin di buat bahagia, lalu membalikkan tubuh Laura agar menghadapnya kemudian ciuman Kai daratkan di bibir tipis sang istri dengan penuh perasaan. Laura yang awalnya terkejut mulai mengulas senyum dan membalas apa yang dilakukan suaminya itu. Laura tidak akan menolak, toh mereka sudah menikah, sah di mata Tuhan dan agama.

“Yank, malam pertamanya boleh di majuin jadi sore pertama gak?” tanya Kai dengan wajah merah dan sorot mata gelap yang memperlihatkan bahwa laki-laki itu tidak lagi bisa menahan gairahnya.

“Boleh aja sih, tapi sayangnya aku lagi dapat tamu bulanan,” senyum Laura masih terukir manis, tangannya bergerak mengelus pipi dan rahang suaminya itu lalu kecupan singkat di pipi Laura berikan semakin membuat Kai menegang dalam posisinya. Baru kali ini Laura berani melakukan itu, tapi sayangnya Kai tidak bisa bertindak seperti apa yang sudah ada dalam bayangannya. “Puasa dulu, ya, Ay. Satu minggu gak akan kerasa kok,” lanjut Laura melepaskan tangan Kai yang masih melingkari pinggangnya lalu melangkah keluar dari kamar, meninggalkan Kai dengan kemalangannya yang tidak bisa langsung mendapatkan jatah pertamanya sebagai suami.

“Kenapa waktunya gak tepat banget sih, Yank!” teriak Kai menjambak rambutnya frustasi.

Laura yang masih berada di belakang pintu kamarnya yang tertutup hanya tertawa pelan, sudah dapat menebak bagaimana wajah lesu Kai saat ini. “Bukan di sengaja Kai, tapi gimana dong, ulang tahun kamu sama kepulangan kamu bertepatan dengan jadwalnya tamu bulananku.” Gumam Laura seorang diri dengan kekehan geli yang masih bertahan di bibirnya, tapi berubah kembali datar saat tiba di undakan tangga terakhir hendak menghampiri keluarganya yang lain, yang masih asyik menggosip ria di ruang depan dan para ibu muda beserta anak-anaknya berada di taman belakang mengacak-acak kebun strawberry, sedangkan para pria muda sedang lomba berenang.

Laura memutuskan untuk ke ruang keluarga, menonton televisi, ada drama yang belum selesai di tontonnya kerena satu minggu ini ia lebih sibuk dengan persiapan pernikahannya. Meskipun hanya ada acara keluarga tetap saja cukup membuatnya tidak memiliki waktu bersantai apalagi ia tidak mengambil cuti dari pekerjaannya.

“Manten baru kok malah sendirian disini, gak mesra-mesraan di kamar sama suami?” suara dengan nada menggoda itu mengalihkan Laura dari layar di depannya, di belakangnya ada Devi yang menatap dengan gurat geli.

“Masih siang, Nty, manusia resenya masih pada berkeliaran, ntar yang ada ke ganggu,” jawab Laura dengan nada santainya, tidak terlihat bahwa perempuan itu sedang menanggapi godaan Aunty-nya. Bagi sebagian orang yang tidak kenal Laura mungkin akan menganggap itu serius, berbeda dengan Devi, Lyra dan yang lainnya yang sudah tahu bagaimana sikap Laura.

“Yang ganggu itu setan, La, apa lagi diantara pasangan yang mau ekhem-ekhem,” kedip Devi penuh arti.

“Tapi di rumah ini manusia yang ganggu, Nty, setannya pada anteng. Tuh samping Aunty, diam aja dari tadi padahal manusia sibuk mondar mandir,” tunjuk Laura ke samping Devi berdiri, tepatnya di sudut dekat guci berharga milik Leo berada. Devi melompat menjauh dengan wajah takut yang amat menggemaskan, membuat Laura menyemburkan tawanya. Ia paling senang saat melihat keluarganya ketakutan dengan cerita-cerita horornya.

Dulu saat masih kecil mungkin Laura merasa terbebani dengan ketakutan orang-orang akan cerita-ceritanya yang di anggap tidak masuk akal dan aneh, tapi setelah terbuka kepada keluarganya, ketakutan mereka adalah kesenangan tersendiri bagi Laura. Ia memang tidak bisa becanda seperti Rapa dan yang lainnya. Tapi cerita hantu mampu membuat Laura tertawa karena merasa lucu dengan ekspresi ketakutan orang-orang di sekitarnya terlebih jika itu Rapa yang ketakutannya sudah berada di level teratas. Tidak ada niat untuk Laura menakuti siapa pun, apa yang di ucapkan memang apa yang dirinya lihat. Laura hanya menyampaikan, jadi jika mereka ketakutan yang bukan salahnya.

“Mulai deh,” sebal Devi menambah tawa Laura.

“Gak nyeremin, kok, Nty, lagi pula dia baik, gak pernah berkeliaran. Cuma duduk di situ aja, nunggu gebetan kayaknya,” cerita Laura masih dengan sisa-sisa tawanya. Devi yang sudah duduk di samping keponakannya itu merapat, takut, tapi juga penasaran.

“Emang setan bisa nunggu gebetan ya, La?” lagi dan lagi Laura tertawa mendengar pertanyaan polos wanita yang sebaya maminya itu.

“Yang Ela tahu cuma alasan mereka meninggal aja, kalau benar enggaknya nunggu ya Ela gak tahu,” Laura mengedikkan bahunya. “Yang di situ itu dulunya meninggal karena kecelakaan waktu mau nemuin pacarnya. Tahun tiga satu.”

“Berarti dia udah tua dong? Aunty aja belum lahir tahun segitu.”

“Heem, tapi dia cantik loh, Nty, ada wajah-wajah bulenya. Yakin deh kalau Aunty liat pasti terpesona apalagi kalau Uncle, jatuh cinta pasti sama itu setan,” tawa Laura kembali berderai saat dilihatnya Devi melayangkan delikan.

“Kamu gak ngarang cerita ‘kan La?” selidik Devi dengan mata memicing. Was-was ponakannya itu sedang mengerjainya.

“Ela gak pandai ngarang cerita, Nty karena Ela itu dokter bukan pengarang. Aunty gak percaya? Mau liat?” dengan cepat Devi menggelengkan kepalanya, menolak tawaran Laura. Sama seperti Lyra, Devi juga tidak berminat untuk kenalan. Secantik dan setampan apa pun makhluk halus tetap saja mereka adalah manusia yang sudah meninggal. Dan itu tidak membuat Devi tertarik untuk melihatnya.

“Kamu gak merasa terganggu, La, lihat mereka? Apalagi di rumah sakit yang pastinya banyak banget dan beragam.”

Laura menggeleng sebagai jawaban atas pertanyaan Devi. “Mungkin karena sejak kecil Ela biasa lihat mereka, jadi sekarang gak merasa terganggu, walaupun kadang masih di buat terkejut kalau-kalau penampakannya menyeramkan.”

“Ada yang pernah buat kamu ketakutan saat melihatnya?” tanya Devi yang ingin sekali mengenyangkan rasa penasarannya.

Laura tidak langsung menjawab, ia berusaha mengingat lebih dulu makhluk seperti apa yang membuatnya ketakutan. “Ada, waktu itu umur Ela baru sembilan tahun kalau gak salah. Hari itu Ela, Papi, Mami sama Kak Queen lagi jalan-jalan di Mall, tiba-tiba Papi dapat telpon dari sekretarisnya di hotel. Karena tahu Kak Queen gak akan berhenti belanja sebelum dia lapar jadinya Papi ajak Ela karena akut mami kewalahan kalau kami di tinggal. Di lift yang biasa di gunakan para tamu, Ela gak sengaja liat sosok yang benar-benar menyeramkan, wajahnya rusak banget, matanya hampir keluar dan di tubuhnya ada banyak pisau yang menancap, ngerinya, darah mengucur dari mana-mana, dan itu buat Ela mual. Sejak melihat itu Ela gak bisa tidur tenang karena terbayang betapa sakit dan mengerikannya siksaan yang hantu itu terima semasa hidupnya. Saat itu Ela belum sanggup cerita sama siapa pun, Ela pendam sendiri ketakutan itu karena gak mau di anggap gila sama semua orang dengan cerita yang kebanyakan orang menganggapnya tidak masuk akal,”

Laura tersenyum miris saat kembali mengingat masa-masa beratnya. Devi yang paham pun segera membawa Laura ke dalam pelukannya seraya menggumamkan kata maaf karena sudah menjadi keluarga yang tidak perhatian pada Laura kecil, yang pastinya di saat seperti itu membutuhkan perlindungan dari rasa takut yang tidak bisa banyak orang pahami.

“Dan satu lagi yang menyeramkan dalam hidup Ela, lebih menyeramkan dari sebelumnya. Melihat arwah Mami untuk pertama kalinya,” lanjut Laura dengan nada lirih yang tersimpan banyak kesedihan. Devi mengusap lembut punggung keponakannya itu, menyalurkan sebuah kekuatan pada Laura yang pastinya rapuh. Tidak ada kata yang Devi lantunkan, karena air mata malah justru mengambil alih. Sedih itu masih dirasakan karena Luna selalu dirinya kenang.

“Ini penganten kenapa malah pelukan sama dedemit, suamimu mana Dek?” Lyra mengerutkan kening melihat dua perempuan beda usia kesayangannya itu berada di sofa ruang keluarga, saling berpelukan dan mengabaikan tayangan yang berlangsung di televisi. Buang-buang listrik.

“Gak ada dedemit yang secantik gue,” delik Devi setelah melepaskan pelukannya dengan Laura.

“Kayak yang pernah liat dedemit aja lo, Dev,” cibir Lyra. “Eh abis pada nangis, ya, kenapa?” tanyanya heran saat mendapati mata Laura dan Devi memerah, wajah keduanya pun sembab dan masih ada bulir bening di sudut mata keduanya. “Kamu gak di jahatin Aunty Dev ‘kan La?”

Buk.

“Sembarangan aja lo kalau ngomong! Kita lagi nonton drama, sedih banget tahu,”

Lyra memutar bola matanya malas, lalu melirik pada layar datar di depannya. “Ini drama komedi, kakak ipar!”

“Meskipun komedi bukan berarti gak ada sedihnya. Kekonyolan hanyalah topeng untuk menutupi luka dalam hati. Lo kayak gak pernah ngalamin aja, Ra,” bantah Devi tidak ingin kalah, tidak juga ingin malu karena ketahuan berbohong.

“Gak usah diingetin sama masa lalu deh, udah basi,” kata Lyra mengibaskan tangannya. “Eh iya, Dek, Kai mana?” tanya Lyra kemudian, teringat kembali bahwa menantu barunya itu tidak berada di samping Laura.

“Tadi sih di kamar,” Laura mengedikkan bahunya.

“Terus kenapa kamu disini, bukannya temenin suami kamu? Ingat loh, siapa yang tiga minggu lalu minta di nikahin,”

“Ela gak lupa, Bun. Tapi urusannya apa sama Ela yang gak nemenin Kai di kamar?” alis Laura terangkat, menatap tidak paham pada bundanya itu.

“Ya pengantin baru mana boleh pisah-pisah gini, temenin atuh, kelonin, Dek biar suami kamu makin cinta,” Lyra mengedipkan matanya menggoda. Membuat Laura memutar bola mata. Tidak aunty-nya tidak bundanya, sama-sama senang menggodanya. Jadi pengantin baru memang serba salah. Nempel godain jauh-jauhan digodain juga.

“Di cubit aja Kai makin cinta Bun sama Ela. Lagian ngapain juga ditemenin, bentar lagi juga Kai turun minta makan,” cuek Laura kembali memalingkan wajahnya pada tayangan di layar yang sudah cukup lama diabaikan.

“Jauh uring-uringan, giliran udah dekat dianggurin. Dasar!” cibir Lyra yang sama sekali tidak Laura hiraukan. Biarlah bunda dan yang lainnya bicara apa, kerinduaannya terhadap Kai biar ia sendiri yang urus nanti. Orang lain tidak perlu tahu. Nanti iri.

1
Zahfira Khairani
ya tegas kan ja ke org tua² klu nolak perjodohan..gt ja ribet...
Modish Line
sadis bgt Laura 😁😁😁😁
Modish Line
😁😁😁😁
Anisa Rahmani
suka sama ceritanya🤗
Rynnn
aaaah sungguh Amazing sekali ceritanya ini author😍🤩😍🤩 ..
speechless!! THE BEST POKOKNYA!!
ngk rela banget kisah ini tamat☹️☹️..
bakalan kangen dengan kai❤️Laura..triplets juga..
apalagi sahabat" rusuhnya somplak nyaa kai🤣
(rasya, andra, miko)
rapa n papi leo jgaa.. tdak ketinggalan pasangan t'sweet t'bucin pandu m bunda lira😍..
aahh bakalan kangen dengan smua nyaa..

Big 👏👏 ntuk author..
tetap semangat n truss lh berkaryaa💖
keyla
terbalik,kesempatan dlm kesempitan🤣🤣
Rahmawaty❣️
udh donk laura jangan judes² sma kai
Rahmawaty❣️
lagi seneng² nya eh tau² nya mlah dijatuhin kejurang🤣🤣
Dwi Tyass PasukanArmada Sllusyangibu
😩😩😩😩😩😩😩😩nangis diriku menangis😭😭😭😭😭
Dwi Tyass PasukanArmada Sllusyangibu
😭😭😭😭 ini kisahku bngt, ya ampun laura dirimu sama aku juga gitu, keguguran janin ga berkembang dan berujung dikuret 😭
Dwi Tyass PasukanArmada Sllusyangibu
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Rini Astuti
kayak kisahnya lyra pandu ... 🤭 orang ke 3 nya sahabat sendiri 🤦‍♀️
Fa Rel
istri leo meninggal kah
Fa Rel
laura adek quenn apa rapa sih thor kok kebanyakan pandu lira bkn leo
🥀Leni Septiani 🥀 HIATUS: adik queen.
kalau bingung bisa di baca berurutan kak. dri kisah pandu lyra (menikah muda) terus kisahnya luna leo (sahabat yang kunikahi) setelah itu kisah rapa dan queen (menjaga hati) baru baca yg ini
total 1 replies
Didin Bherzhel
😃😃😃
Didin Bherzhel
kyak nya seru nih klow d bkin certa s kembar 🙏🙏
masih blom move on q sma keluarga ini trluuu🥰🥰🥰🥰
chaeunwoo
ngebayangin rapa jitak Kai sambil lewat aq ko ngakak ya
chaeunwoo
ga selamanua cobaan rumah tangga tentang pelakor atau pebinor.. tapi cobaan dr keluarga sendiri yg menuntut kesabaran kita.. tinggal sampe dimana, ada ambang batas atau engga ...
chaeunwoo
yank..yank..yank.. palalu peyank
SIlfiana Hidayanti
nangis q dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!