NovelToon NovelToon
SUAMI KITA BERSAMA

SUAMI KITA BERSAMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Contest / Cintapertama / Cintamanis / Patahhati
Popularitas:173.5k
Nilai: 5
Nama Author: Wanda Handayani

Chevani Agra
Seorang janda beranak satu yang diceraikan oleh suaminya tanpa sebab.
Menjadi janda bukan lah satu hal yang menyenangkan apalagi dia harus mengurus seorang anak dan nenek reot yang mulutnya pedas bak cabe rawit.
Saban harinya ia bekerja sebagai babu dan tukang cuci dengan gaji tak seberapa, hingga suatu saat ia dipertemukan kembali dengan mantan suaminya melalui sebuah cara yang sakitnya melebihi perceraiannya kala itu.

Bagaimana kisahnya?
Yuk mampir 😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wanda Handayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PELANGGAN PERTAMA

“Ini ma.” Kataku seraya menyuguhkan segelas susu putih untuk si nenek reot. “Apa kau akan menyuruhku untuk menemanimu hingga susu itu habis?”

Hening.

Oke! Sepertinya tidak ada suruhan lagi, sebaiknya aku kembali tidur. Rasanya pegal-pegal punggungku belum juga hilang.

...***...

Pukul enam tepat.

Aku memperhatikan sesosok perempuan yang wajahnya sangat mirip denganku. Mulai dari mata, hidung, bibir serta bentukan parasnya sungguh tak berbeda dari diriku sendiri. Aku tersenyum puas, entah kenapa aku jadi teringat suwaktu Hero berucap bahwa aku adalah wanita paling cantik yang pernah ia temui seumur hidupnya.

Oh cermin.

Kau sedang tidak berbohongkan?

Entah mengapa semakin kesini aku merasa semakin cantik hihihi.

“Ayo sayang.” Kataku pada Pricil yang masih anteng bermain kuda poninya di atas ranjang. Syukurnya tidak ada permintaan yang lebih aneh selain susu pagi buta tadi dari si nenek tua, jadi aku bisa lebih cepat untuk sampai di rumah Pak Reno.

Hari-hariku terasa sangat menoton. Kerja pulang tidur kerja pulang tidur dan begitulah seterusnya. Tidak ada sesuatu yang istimewa seperti berkencan dengan seorang pria contohnya, atau mungkin membawa Pricil mandi balon di pasar malam. Jujur saja, wanita mana yang tak ingin memiliki seorang suami? Namun entah kenapa sampai saat ini hatiku masih menolak, ia seakan berkata bahwa Hero akan kembali. Ya walaupun aku tak tahu itu bakal terjadi atau tidak.

Aku membawa Pricil dalam gendongan menuju bibir jalan. Anak ini kelihatan sangat comel dengan balutan gaun pink serta bedak celemotan yang bersarang pada area wajahnya.

Tak butuh waktu lama akhirnya kendaraan pribadipun melintas dan membawaku ke sebuah rumah indah nan megah di Pusat Kota.

“Kiri ya bang.” Aku menginterupsi pada sang sopir angkutan umum.

Huh! Aku jadi teringat saat dimana Ratna memperhatikan kami dari rumah sebelah. Apa kabarnya? Apa Pak Rao sudah menemukan dimana keberadaan putrinya itu? Pasalnya ia dan suaminya tidak ada bedanya, nomornya sama-sama tidak bisa dihubungi. Ya Tuhan, tolong lindungi sahabatku itu.

“Ibuuuuuuuu.”

Oh My Good!

Aku tahu betul itu suara siapa.

“Hei bang Refa. Kamu sudah bangun ya?” Seorang bocah bertubuh gembul dengan balutan singlet putih menyembul dari pintu utama. Dia memang begitu, selalu mengejarku bila aku baru saja sampai di rumah ini.

“Talo ibu liat atu di cini belalti atu udah bangunkan?” Ohoou hahaha! Sungguh anak yang cerdas.

“Iya sayang. Dimana papa kamu? Apa dia sudah pergi bekerja?”

“Beyum, tatanya papa tunggu ada yang jagain atu balu pelgi.”

“Ya sudah kalau begitu katakan pada papamu agar dia pergi sekarang. Kan sudah ada ibu.”

“Iya.”

Bugh bugh bugh.

Derap kaki si bocah menghiasi seantero ruangan pagi ini. Semakin hari tubuhnya semakin bengkak, ia tak ada bedanya dengan gajah Sumatera yang sering kulihat di tv-tv.

“Papa! Bu Tefani udah dateng tuh.”

“Hmm.”

“Papa pelgi aja cana! Atu tan udah ada yang jaga.”

“Apa kau tak melihat papamu ini sedang memakai sepatu?”

“Ehehehe. Ohiya Pa, temalam mama puyang loh.”

“Apa?”

Mampus!

Kenapa si ondol-ondol ubu itu pakai ngadu segala sih? Sialnya kali ini aku udah masuk ke dalam rumah. Fix! Pasti Pak Reno akan menyuguhiku dengan sederet pertanyaan mencekik.

“Sini kamu.”

Tuh kan bener.

Kelar.

“I- iya pak.”

“Apa benar Farah pulang kemarin?”

“Eum iya pak."

“Ngapain dia?”

“Tidak ada pak, dia hanya melihat putranya saja.” Plis percaya.

“Selain itu?”

“Tidak ada, Bu Farah langsung pergi lagi.”

“Ck! Istri sialan! Bisa-bisanya dia bersikap seperti ini terhadap suaminya sendiri.”

Huh syukurlah karena ternyata majikanku ini percaya pada babunya. Aku tak mungkin mengatakan bahwa sebenarnya tujuan utama si singa liar itu kesini adalah untuk menjambak rambutku hingga ke akar. Sungguh aku tak ingin menghidupkan api di antara bara yang sudah menyala.

Namun di sisi lain aku juga tak mampu untuk merespon kalimat terakhir dari Pak Reno. Biarlah itu menjadi urusan mereka saja, aku hanya seorang babu di rumah ini. Sangat tak pantas rasanya apabila aku mengikutcampuri urusan majikanku sendiri.

“Papa pergi dulu ya sayang, kamu jangan nakal.”

“Ciap bos!”

Pak Reno mengecup hikmat pucuk kepala Refa yang ditumbuhi oleh rambut-rambut hitam. Aku memperhatikan punggunya hingga benar-benar hilang dari ambang pintu.

“Ibu masuk ke kamar dulu ya bang.” Kataku pada Refa sesaat setelah menutup rapat-rapat pintu depan.

Ya Tuhan semoga tak akan ada jin ifrit yang tiba-tiba nyelonong dan menyiksaku seperti kemarin. Aamiin.

“Sebentar ya sayang.” Aku meletakkan Pricil di atas ranjang kemudian mulai mengeluarkan barang bawaanku dari tas. Tidak ada yang kumasukkan di sini kecuali handphone, dompet dan peralatan mandi serta susu Pricil. Setiap hari selalu begitu.

Setelah selesai akupun kembali meraih Pricil dan membawanya pada gendongan, tak lupa pula sebuah bantal besar dan boneka beruang kubawa sekalian ke arah luar. Aku senang karena pada akhirnya anakku bisa memiliki boneka sebagus dan sebesar ini. Aku sungguh-sungguh berterimakasih pada Sang Ilahi melalui Pak Reno, karena jika bukan karena-Nya maka jongos seperti aku sampai matipun tak akan mungkin bisa memiliki benda berbulu putih seperti ini.

“Wah ada Cukinem di cini.” Soerang ucul berpipi bulat sontak menghamburkan tubuhnya di atas dada boneka berpita merah ini. Huh! Aku lebih senang menyebutnya sebagai beruang gendut, bukan Sukinem.

“Iya sayang. Kalian bermainlah dulu di sini ya, jangan nakal. Ibu harus ke dapur untuk mencuci piring.” Aku meletakkan Pricilia di atas karpet berbulu tempat biasa ia bersemayam bila di rumah ini. Beruang gendut dan bantalnya juga kutinggal di sana.

...***...

Aku menyembulkan diri ke dalam sebuah toko roti yang berada di Pusat Kota. Lima belas menit lagi pukul tujuh tepat, syukurlah karena aku tidak terlambat.

“Sudah datang kau rupanya.” Sebuah suara mengagetkanku di sini.

“Iya bu.”

“Kamu bisa memanggil saya dengan sebutan Bu Neti.”

“Baik Bu Neti.” Aku memperhatikan perawakan wanita ini dari ujung hingga ke ujung. Dia cukup cantik apalagi konde serta kipas yang tergenggam di tangan kanannya itu. Huft! Dia sangat persis seperti penari ronggeng.

Malam sedang berkolaborasi dengan bintang dan bulan demi menerangi bumi. Aku mendengarkan apik-apik penjelasan dari Bu Neti mengenai sistem penjualanan plus bonus dan gajinya. Alhamdulillah, ada sistem bonus. Setidaknya itu bisa memberi tambahan tersendiri bagiku.

“Selamat bekerja Chevani. Dan ingat apa-apa saja pesanku tadi!”

“Baik bu.” Kataku seraya menganggukkan kepala. Kata Bu Neti sebenarnya dia adalah wanita yang baik dan dermawan, namun wanita itu sangat benci kalau para karyawannya tidak memberi senyuman pada customers, terlambat dan jorok.

“Permisi kak. Bolu yang itu berapa ya?”

Wow! Pelanggan pertamaku telah tiba.

...***...

Bersambung

Like & comment

Sehat selalu yaa 🤗

1
it's me oca -off
yuhu kok bisa ya
Sri Mulya
Lanjut Thor semangat
Novie Louretta
tertarik karena judulnya "aneh"...tapi ini sudah tahun 2022 lho, kok belum ada kelanjutan ceritanya 🙂🙃🙃
Novie Louretta
namanya...Chevany, artinya apa thor..?
Sitty Aisyah
kaka ayo up lagi kaa... selalu menunggumu
itin
bacaan diatas umur rata rata karna banyak diwarnai kekerasan 🤭
Wichan606
semnagat up
Fauzan Abdillah
waaaaaa.....abis thor !!!!!
masukin pavorit ah...biar tak lupa...
Fauzan Abdillah
bagi aku, bagus...
Fauzan Abdillah
sama demian....hidup tdk bnyk rintangan....
Fauzan Abdillah
😁😁😁😁😁😁😁astaga !!!! malu donk !!!!
Fauzan Abdillah
kurasa itu Hero....
Fauzan Abdillah
😁😁😁😁😁😁
Fauzan Abdillah
😁😁😁😁😁....
Fauzan Abdillah
dapat rezeki nih..cuci mata 😁😁😁
Fauzan Abdillah
iaa...dia sapa y..?
namax yg hero kok dibenci amat ?
Liliani Luky
kita menunggu kelanjutan nya kakkkk
Sumi Ati
lanjut thor
Liliani Luky
next thorrr...
TK
next Thor 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!