Setelah lulus kuliah, kamu mau ngapain nih bestie? Kerja? Lanjut S2? Atau bahkan langsung nikah?? Xixixi.
Buat yang lanjut S2 semangat, yang kerja ga usah lesu letih dan lunglai, yuk mampir baca kisah seorang tokoh yang berakhir di jodohkan, dan hidup bahagia (?) setelahnya.
Kirana Putri yang baru saja lulus dari pendidikannya, harus merelakan mimpinya dan menikah dengan seseorang yang belum pernah ia temui sebelumnya. Lelaki penyayang, lembut dan setia, tentu saja bukan. Ia menikah dengan orang yang terlihat begitu membencinya, bahkan ia bukanlah wanita satu-satunya bagi suaminya. Mampu kah ia bertahan dalam kehidupan rumah tangga seperti itu? Atau justru ia akan menyerah dan kembali mengejar mimpinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raisya_BC, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ada Aja Nadine
Hari demi hari berlalu, dan bulanpun ikut berganti. Di bulan kemarin, banyak sekali kejadian yang terjadi. Dan mulai muncul berbagai perdebatan kecil di rumah tangga mereka, namun itu membuat keseharian mereka menjadi lebih berwarna.
Dan mereka tidak pernah mendengar kabar Nadine lagi, mereka berpikir kalau Nadine mungkin sudah kapok dan tidak akan menggangu mereka lagi. Di bulan ini, ada sesuatu yang spesial. Yap, bulan ini Ran ulang tahun! Lebih tepatnya hari ini.
Hari ini Ran akan mengantar Keli ke rumah papah dan mamah. Sekarang setiap seminggu sekali, Keli akan main di sana. Papah dan mamah sendiri yang memintanya.
"Ran, saya ke kantor dulu. Nanti sore kita jalan-jalan, oke?" Ucap Rei sembari mengusap kepala Ran lembut.
"Siap!" Sahut perempuan itu senang. Rei mencium pipi dan keningnya kemudian berangkat ke kantor.
Sekarang Ran sudah sendirian di rumah karena Keli sudah ia antar ke rumah mertuanya. Semua pekerjaan rumah juga sudah selesai, dan jam sudah menunjukkan pukul tiga sore. Ia segera bersiap untuk jalan-jalan dan makan malam bersama Rei.
Ia berdiri di depan cermin yang besar, menata rambutnya dan merapikan dress yang ia kenakan. Ia terlihat manis dengan dress berwarna cream yang panjangnya selutut bermotif bunga. Rambut ia ke sampingkan dan memperlihatkan lehernya. Benar-benar manis.
Ia menunggu sebentar. Jam sudah menunjukkan pukul lima sore, seharusnya Rei sudah pulang kantor dan sebentar lagi akan menjemputnya. Tak lama, ada seseorang yang mengetuk pintu. Tanpa berpikir panjang ia segera membukakan pintu.
Namun saat pintu dibuka, Ran terdiam karena terkejut karena yang datang bukanlah Rei. Melainkan seseorang yang sudah lama tidak ia lihat. Nadine.
"Halo~ Apa kabar?" Sapa Nadine dengan senyumnya.
".. Baik" Ran memperhatikan perut Nadine yang semakin timbul.
"Beneran hamil..." Batin Ran.
"Lagi sendiri ya?" Tanya Nadine mendapat anggukan dari Ran.
"Ikut aku yuk? Aku mau ngajak kamu main" Ajak Nadine namun mendapat gelengan dari Ran.
"Saya ga mau mba" Ran menolak.
"Udah kamu ikut aja, ga usah banyak omong. Oke?" Nadine menarik tangan Ran dan menyeretnya keluar dari rumah.
"Mba! Mba! Sakit!! Mba, lepas!" Ronta Ran berusaha melepaskan genggaman tangan Nadine padanya.
"Udah, jangan banyak omong. Nanti kalau tetangga denger gimana?"
"Mba tolong jangan.. Mba mau bawa saya ke mana?" Ucap Ran. Ia menoleh ke sana kemari berharap Rei cepat datang.
"Udah diam!"
Ran tidak menghawatirkan dirinya atau bahkan jalan-jalan bersama Rei setelah ini, tapi ia khawatir dengan Nadine yang sedang mengandung. Bagaimana jika Nadine terjatuh dan bayinya kenapa-napa? Ia tidak memberikan perlawanan yang keras, ia hanya berusaha melepaskan genggaman tangan Nadine sebisa mungkin dengan lembut.
"Mba saya mohon, lepas mba" Pinta Ran dengan tatapan memohon.
"Aduuh cerewet deh!" Setelah berhasil menyeret Ran masuk ke dalam mobil, dengan cepat Nadine menjalankan mobilnya. Ran berbalik ke belakang dan melihat mobil Rei yang baru saja sampai di rumah. Semoga Rei melihat kejadian tadi dan menolong Ran.
***
Rei masuk ke dalam mobilnya dan segera pulang ke rumah. Namun saat sampai di depan gerbang, gerbang itu sudah terbuka dan pintu depan terbuka lebar. Ran tidak akan membuka pintu selebar itu jika sedang sendirian di rumah, bahkan tidak akan membuka pintu ketika sedang sendirian di rumah.
Kemudian ia melihat mobil berwarna kuning di depan, rasanya tidak asing. Dan ia menyadari siapa pemilik mobil itu ketika melihat plat mobilnya. Rei mencoba menghubungi Ran namun tidak ada jawaban. Dan dari jauh ia melihat ada seorang wanita di sebelah kursi pengemudi, wanita itu berbalik ke belakang dan menunjukkan wajahnya. Itu Ran.
Rei segera menancap gas dan mengejar mobil itu. Ia menghubungi Raja untuk meminta bantuan.
"Halo bro, kenapa?" Sapa Raja seperti biasa dengan suaranya yang ceria.
"Ja, Lo di mana?" Tanya Rei dengan suara yang terdengar panik.
"Di rumah"
"Lo sibuk ga? Bisa bantuin gue? Ran di bawa kabur sama si Nadine"
"Serius?! Ga kapok-kapok sumpah" Raja memijat pelipisnya tak habis pikir dengan kegilaan Nadine.
"Lo bisa bantu?"
"Bisa bisa. Kirim lokasi Lo, gue nyusul"
"Oke"
***
"Mba, kita mau ke mana?" Tanya Ran.
"Udah deh diem aja, ngomong terus, berisik!" Pekik Nadine yang terus menambah laju mobilnya.
"Pelan-pelan mba bawa mobilnya, jangan ngebut" Ran mengingatkan.
"Haduh! Ngomong terus!!" Bentak Nadine jengkel.
Nadine harus memberhentikan mobilnya secara mendadak karena ada sesuatu yang menghalanginya di depan. Sebuah balok kayu besar.
"Hadeuuuh apaan sih itu?!" Tanya Nadine kesal.
"Mba ga papa?" Tanya Ran sedikit khawatir.
"Ga papa!"
Tak lama, datang banyak pria berbadan besar menghampiri mobil mereka.
"Mba kenal mereka?" Tanya Ran mulai cemas, karena orang-orang itu keluar dari mobil dan berjalan ke arah mereka.
"Engga!" Sahut Nadine.
si ratu drama nadine minta di baigon nie
pengen ku bunuh dua orang itu😭👍
Cuss bacaa jan lupa tinglkan jejaakk🤗
tkn prfil q aja yaa😍
vielen danke😘