Aiu Himmler harus menanggung semua atas apa yang dia lakukan di masa lampau. Tak punya belas kasih dan sombong waktu duduk di bangku sekolah berimbas pada kehidupannya setelah dia mulai bekerja.
Dulu ada seorang murid laki laki pindahan dari korea, penampilannya bisa di bilang di bawah rata rata. Gemuk sipit dan semua yang berbau bau aneh melekat pada dirinya. Kang Joong Woo, dia laki laki yang tak pernah mengenal rasa benci kepada sesama, penuh dengan belas kasih dan kebaikan.
Namun semua itu berubah karena perlakuan Aiu terhadapnya.
Dia di buly habis habisan setelah berani menyatakan perasaannya kepada Aiu.
Di situlah Joong Woo yang selalu menebar senyum, seketika tak pernah terlihat sama sekali.
Beberapa tahun kemudian Aiu di pertemukan kembali dengan Joong Woo yang sudah berubah.
Tetapi Aiu di tuntut untuk merubah penampilannya di depan Joong Woo.
"Kau pasti akan menyesal ketika tahu siapa perempuan ini sebenarnya"
Apa yang sebenarnya terjadi?
Baca kisah mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AMaeera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Amarah Joong Woo
"Aku yakin kau tidak akan menolak tawaranku, Nona Aiu Himmler "
Laki laki itu menatapnya santai tapi aura gelap kental melingkupi tubuhnya.
Raut wajah Aiu sempat memucat, dadanya berdesir hingga terasa sesak tak bisa bernafas.
"Siapa laki laki ini!"
Sejak laki-laki itu menyebut namanya, Aiu sudah merasa tidak enak hati bahkan dadanya berdebar karena gugup ketakutan.
"Menghadapi Joong Woo saja aku kewalahan apa lagi ditambah 1 makhluk ini! dia pasti lebih licik! aku yakin itu karena ketika melihat matanya saja sudah mampu membuatku tak nyaman!" Aiu terdiam dia merasa harus lebih waspada kepada Yong Jun karena laki-laki itu sepertinya menyembunyikan sesuatu.
Pandangannya nampak menyelidiki raut wajah Yong Jun, Aiu masih diam berusaha keras menahan rasa gelisahnya agar terlihat lebih santai.
Yong Jun menyeringai tatapan matanya lebih dalam senyumnya manis namun tersirat akan sebuah ancaman kepada Aiu.
Aiu menghela nafas panjang, dadanya benar-benar terasa sangat sesak hingga terasa nyeri ketika setiap kali dia bernafas.
Aiu benar-benar sangat terkejut ketika Yong Jun menyebut nama panjangnya.
"Benar-benar sial! aku bersusah-payah untuk menghadapi Joong Woo tetapi kali ini aku di pertemukan lagi dengan laki-laki seperti ini. Astaga laki-laki ini sepertinya lebih mengerikan ketimbang Joong Woo!"
Yong Jun menggeser tubuhnya seakan-akan dia mempersilahkan Aiu untuk masuk ke dalam mobil kedua alisnya pun terangkat dengan senyum yang tak pernah lepas dari bibirnya.
"Maaf Tuan, tapi sepertinya Anda salah orang" Aiu berusaha untuk tetap tenang padahal dadanya seperti terasa mau meledak.
Yong Jun terkekeh kemudian berucap.
" Pendiri perusahaan properti terbesar di Indonesia, sekarang sedang jatuh sakit dan terbaring lemah di atas ranjang Rumah Sakit, dan kini perusahanya diambil alih oleh grup Kang. Lebih tepatnya nyonya Kang Ji Woo Ibu dari Kang Jung Woo orang yang selalu ada di sekitarmu" Yong Jun terus berucap sengaja dengan lambat agar Aiu bisa mendengarnya dengan benar.
Wajahnya terpaku matanya membulat lebar Aiu semakin ketakutan sekaligus penasaran karena Yong Jun tahu benar tentang keluarganya. Tak susah bagi Yong Jun untuk mendapatkan info apa pun yang dia inginkan.
Dia bahkan bisa mendapatkannya dalam hitungan detik.
"Dan saat ini kau sengaja merubah penampilanmu seperti ini dan berada di sekitar Joong Woo hanya untuk mendapatkan kembali perusahaanmu. Aku tidak yakin apakah Joong Woo akan memaafkanmu kalau dia tahu siapa dirimu sebenarnya, Nona Aiu Himmler" nada bicaranya semakin dalam dan terdengar mengerikan.
"Apa maksud Anda Tuan? dan berhenti memanggilku dengan nama itu Tuang Yong Jun yang terhormat saya sama sekali tidak paham dan tidak mengerti dengan apa dan maksud tujuan Anda!" Aiu mengepalkan kedua tangannya erat seolah memperlihatkan betapa dirinya sangat dengan kuat menahan emosinya.
"Bagaimana kalau kita membicarakan hal ini di lain waktu sambil menikmati coklat panas disebuah Cafe. Di sana nanti aku akan mengingatkanmu kembali kepadamu tentang kejadian beberapa tahun silam antara dirimu dan Joong Woo saat kalian duduk di bangku SMP"
"Brengsek! laki laki ini benar benar gila!" umpat Aiu dalam hati.
Yong Jun seperti seorang psikopat dia bahkan mengetahui seluk beluk permasalahan antara Aiu dan Joong Woo sejak dulu, Aiu menggelengkan kepalanya tak percaya.
Sekali lagi Aiu menghela nafas entah untuk yang keberapa kalinya dengan tenang dia berjalan melangkah mendekati Yong Jun.
"Dari mana kau mendapatkan info itu!" ekspresi wajah Aiu yang semula lugu kini terlihat lebih serius.
lagi Yong Jun terkekeh bahkan diselingi dengan sebuah tawa yang suaranya sampai mengganggu pendengaran Aiu.
"Seperti yang aku bilang tadi Nona, kapan-kapan kita perlu berbicara membahas hal ini" seringaian Yong Jun semakin terlihat mengerikan.
"Apa sebenarnya yang kau inginkan?" Aiu sangat yakin bahwa laki-laki itu sangat licik dia tak mungkin mengancam dirinya sekali ini saja, pasti akan ada ancaman-ancaman lainnya suatu saat nanti.
"Aku tidak pernah memiliki masalah denganmu! Jadi kali ini saja aku akan mengikuti apa katamu tapi aku berharap tidak ada akan lain kali atau untuk kedua kalinya Tuan Yong Jun" Tak mau lebih berlama-lama lagi berdebat dengan Yong Jun Ai mencoba mendorong tubuh laki-laki itu yang menghalangi jalannya.
Perempuan itu kemudian masuk ke dalam mobil seperti perintah Yong Jun. Yong Jun tersenyum menertawai diri sendiri seolah Aiu merasa tak memiliki rasa takut sedikit pun dengan dirinya yang sudah berusaha keras mengancam bahkan mengintimidasi dirinya.
Laki-laki itu menutup pintunya kemudian berjalan ke sisi lain dan masuk ke dalam mobil. Yong Jun menyalakan mesin mobilnya sebelum menginjak pedal gas dia menolehkan kepala ke arah Aiu kemudian berucap.
"Coba kalau kau menuruti perkataanku dari tadi, maka kita tidak perlu membuang waktu untuk berdebat."
Tak sepatah kata pun keluar dari mulut Aiu.
Perempuan itu hanya diam mematung duduk dengan pandangan lurus ke depan ekspresi wajahnya pun terlihat dingin.
Yong Jun mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
***
Mobil yang ditumpangi Aiu dan Yong Jun berhenti tepat di lampu merah dan saat itu ternyata mobil milik Joong Woo sudah terlebih dulu berhenti di sana.
Mobil mereka saling berdampingan. Aiu yang jengah dengan suasana di dalam mobil membuang pandangannya keluar, tanpa sengaja dia melihat Joong Woo yang duduk di kursi depan sibuk dengan ponselnya.
Refleks tubuh Aiu terperanjak tangannya sudah meraih gagang pintu, sedikit saja tangannya bergerak maka pintu itu akan terbuka dan jalannya menuju ke Joong Woo lebih dekat akan tetapi Yong Jun yang mengetahui hal itu tiba-tiba berucap.
"Turunlah sekarang larilah ke Joong Woo tapi aku tidak bisa memastikan kalau detik itu juga dia akan berpihak kepadamu" ujung bibirnya terangkat Yong Jun tersenyum penuh dengan misterius.
Aiu yang tak bisa berkutik hanya bisa diam dia mengurungkan niatnya untuk turun dari mobil dan meminta bantuan kepada Joong Woo.
Lampu telah berubah warna menjadi hijau Yong Jun langsung menginjak pedal gas membawa Aiu pergi dan saat itu Joong Woo langsung mengalihkan pandangannya keluar tanpa sengaja ujung matanya melihat sekelebatan bayangan Aiu berada di mobil yang sejak tadi berada di samping mobilnya.
Joong Woo langsung menyimpan ponsel ke dalam saku jas dan mempercepat laju mobilnya hingga kecepatan di atas rata-rata.
Dia berhasil mengejar Aiu mobilnya melaju beriringan dengan mobil Yong Jun. Ekspresi wajah Joong Woo langsung menggelap saat melihat Aiu berada di dalam mobil Yong Jun.
Pikirannya dipenuhi dengan hal negatif saat mengingat bahwa Yong Jun adalah laki-laki yang sangat licik. Joong Woo sangat khawatir laki-laki Itu akan melukai Aiu terlebih lagi saat malam pesta itu dia sempat melihat bahwa Yong Jun sepertinya tertarik dengan Aiu.
Kedua tangannya mencengkeram kuat setir mobil, Joong Woo menggertakkan giginya hingga terdengar suara gigi yang saling beradu hingga terlihat urat halus di pelipisnya.
Yong Jun tersenyum seolah dia memang sengaja melakukannya memancing amarah Joong Woo. Laki-laki itu mempercepat laju mobilnya hingga terjadi kejar-kejaran antara mobil Yong Jun dengan mobil Joong Woo di jalan raya.
Mobil Joong Woo hampir berhasil memblokir mobil Yong Jun akan tetapi laki-laki itu dengan cerdik mendorong mobilnya ke belakang dan melewati mobil Joong Woo begitu saja.
Joong Woo memukul setir mobilnya kesal.
"Sial!" umpatnya, Joong Woo kemudian kembali melajukan mobilnya mengejar Yong Jun.
***
Mobil Yong Jun berhenti tepat di depan lobby perusahaan milik Joong Woo dan selang beberapa detik mobil Joong Woo menyalipnya dan berhenti persis di depan mobil Yong Jun.
Chiiitt!!
Dengan ekspresi wajah penuh menahan amarah Joong Woo membuka pintu kemudian turun dari mobil dan kembali menutup pintunya dengan kasar.
Barak!!
Melihat Joong Woo yang sedang berjalan ke arahnya dengan cepat Aiu langsung membuka pintu dan melangkah turun dari mobil Yong Jun.
"Presdir?" suaranya bergetar ketakutan, entah kenapa Aiu bisa melihat aura gelap bercampur amarah yang sangat menguat di sekitar tubuh Joong Woo hingga membuat Aiu bergidik ketakutan.
"Maaf presdir saya terlambat."
Joong Woo menatapnya dengan lekat dan semakin lama semakin menajam. Joong Woo menghela nafas panjang sebelum berucap.
"Masuklah kedalam!" perintah Joong Woo dengan nada tenang namun terdengar penuh dengan penekanan.
Aiu semakin tidak nyaman dia merasa akan terjadi sesuatu hal yang tak diinginkan antara dirinya dan Yong Jun.
"Tapi presdir...."
"Aku bilang masuk!" sahut Joong Woo dengan cepat tanpa peringatan.
"Apa kau tidak mendengarkan apa kataku!!" tambahnya ketika melihat Aiu masih berdiri di tempat semula, Joong Woo mengeraskan suaranya ke arah Aiu dia bahkan memakai tangannya untuk menunjuk ke lobby membuat perempuan itu tersentak kaget.
Aiu terpaku tubuhnya bergetar sangat ketakutan sebelumnya Aiu tak pernah melihat Joong Woo dengan amarah sampai seperti itu.
Semangat dan sehat sllu..
dia berkorban lagi untuk Joong woo
ayo Joong woo kejar Aiu ke jakarta...