Shella namanya, seorang gadis kecil yang tumbuh dilingkungan keluarga yang membenci ibunya, dia dipisahkan dari Lisna sang ibu dengan cara paksa.
Meski demikian, Shella sering diperlakukan tidak adil setelah ayahnya menikah lagi, namun dia enggan kembali pada ibunya. Seiring berjalannya waktu dia sering menghilang tanpa kabar.
Ini menjadi dilema tersendiri bagi anak korban perceraian. Apakah Shella akan ikut membenci Lisna seperti hasutan yang selama ini diberikan oleh keluarga sang ayah? dan apakah Lisna bisa mendapatkan kembali hati anaknya dengan kesabaran yang dia miliki?
Sikahkan simak kisahnya ya.. 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selly setiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33 Nostalgia
Bu Linlin, sudah lama sekali kami tak bertemu. Hari ini aku akan kekota sekalian mampir kerumahnya, entah beliau masih ingat atau tidak tapi rasanya aku ingin bertemu dan mengucapkan terimakasih karena dulu beliau selalu memberikan nasihat positif bak motivator untukku.
Aku diantar Dimas dengan mobil melaju cukup pelan, setiap kesini aku tak memerhatikan sisi jalanan, ternyata sudah banyak sekali yang berubah.
Dulu jalanan ini masih kosong, dipenuhi pepohonan yang rimbu sehingga jika aku melewatinya sangat terasa sejuk dan nyaman, kini jalanan ini telah dipenuhi pertokoan yang begitu padat riuh dengan banyaknya pembeli yang berkunjung.
Ku lihat ada banyak orang dengan berbagai kesibukan, ada yang memarkirkan motornya didepan sebuah toko sembako dengan terburu-buru sepertinya beliau sedang sangat sibuk hari ini, ada juga bapak tua yang jongkok dengan sebuah tongkat kayu ditangannya didepan bapak itu sebuah mangkuk kecil terisi dengan beberapa uang logam rupanya beliau adalah pengemis jalanan.
Aku turun sebentar menghampirinya memberikan beberapa uang kertas untuk beliau yang sudah renta dimakan usia.
"Terimakasih bu," ucapnya padaku.
Aku hanya tersenyun padanya, seraya berkata dalam hati "tuhan mudahkanlah rizki mereka yang hidupnya kurang beruntung daripada kami" aamiin.
Aku melanjutkan perjalanan menuju tempat tujuan. Ternyata toko bu Linlin telah berubah juga, dulu saat aku kerja disini tokonya masih sangat kecil tidak seperti sekarang yang semakin lengkap. Tapi dimana bu Linlin? aku tak melihatnya disini dan hanya ada seorang wanita berambut pendek duduk didalam toko itu.
"Permisi bu?" aku menyapa beliau.
"Oh iya silahkan. mau beli apa?" jawab wanita itu menghampiriku.
"Ah enggak, saya cuma mau ketemu bu Linlin. ibunya ada?"
"Oh, mama! udah meninggal satu tahun yang lalu. Ngomong-ngomong ini Lisna bukan?"
"Innalillahi.. saya gak tahu,iya Lisna. Ini Yinyin ya?" aku bertanya lagi.
"Iya, wah udah lama banget gak ketemu sini duduk dulu, Lis" Ajaknya padaku.
Yinyin ini adalah anak kedua dari majikanku dulu, usianya 5 tahun lebih tua dariku. Aku sangat suka dengan cara Bu Linlin mendidik anak-anaknya.
...***...
Satu contoh, dulu kalau ada tukang bakso lewat dan anak-anaknya mau jajan bu Linlin selalu bilang "makan nasi dulu nanti boleh jajan" akhirnya anak-anak menurut dan makan, setelah selesai makan bu Linlin bertanya lagi pada mereka "masih mau jajannya? sekarang boleh kok jajan" Alhasil karena sudah kenyang dengan nasi mereka tidak jadi jajan. Begitulah cara bu Linlin menghemat uang dari hal terkecil.
Lanjut kepercakapanku dengan Yinyin ditoko.
"Manglingin Lis, kita baru ketemu lagi setelah setua ini ya" Yinyin membuka pembicaraan.
"Ini siapa? suami kamu?" tanya Yinyin mulai akrab denganku.
"Iya, sejak berhenti kerja dari sini saya nikah lagi Yin, kenalin namanya Dimas" Dimas mengulurkan tangan dan bersalaman dengannya.
"Oh iya, mama udah lama meninggal! biasa karena sakit jadi toko dipegang sama saya" ujarnya bercerita padaku.
"Oh gitu, iya kirain masih ada. Saya mau ketemu tadinya sekalian lewat."
"Iya, kamu udah punya anak berapa?"
"Dari Dimas punya dua Yin, laki sama perempuan."
"Terus siapa anak pertama kamu tuh namanya?"
"Shella" sahutku.
"Iya, udah nikah?" tanya Yinyin.
"Udah tapi 12 tahun nikah belum punya momongan juga."
"Ya ampun, kasihan" Yinyin kaget mendengar ceritaku.
Kami ngobrol tidak begitu lama karena takut mengganggunya yang sedang menjaga toko.
"Kapan-kapan mampir kesini lagi ya" Dia mengantarkan kami keluar toko.
"Iya, nanti mampir lagi."
"Ini mobil kamu?" menunjuk mobil yang terparkir didepan toko.
"Iya, saya sekarang buka toko juga. lumayan lengkap untuk toko didaerah saya ma, jadi bisa kebeli ini juga" aku bercerita sambil tersenyum.
"Syukur Lis, saya tahu gimana perihnya kehidupan kamu yang dulu dan sekarang terbalas ya tinggal menikmati masa tua."
"Ah kamu bisa aja, saya pulang dulu ya sekalian mau belanja dulu buat keperluan ditoko udah pada habis" kata ku sekalian berpamitan.
"Iya silahkan."
Aku masuk kedalam mobil dan melanjutkan tujuan kedua yaitu belanja kebutuhan ditoko.
Sepulang dari sana Handphone ku berbunyi..
ternyata ada pesan singkat yang masuk, setelah ku buka ternyata nomor baru.
"Mah, ayah minta aku bercerai sama Ilham" isi pesan singkat itu.
Jleb... aku terkejut membacanya.
"Kenapa?" tanyaku.
Bersambung....
Terimakasih kepada para reader yang telah bersedia membaca tulisan ini!
Jangan lupa sertakan like, komen yang mendukung untuk author ya... terimakasih 💕💕😊
Salam kenal 😉💐
mampir juga di karyaku
Salam dari novelku : "Cinta Tulus Viola" bila berkenan, mampir ya kak.. hehe ditunggu😅
likeback ke Who is He ya, dah UP😄💕
dan minta tolong kk komen di sana sebagai kehadirannya yah, hehe😅