Mariana dijodohkan dengan Raka, pemuda pilihan orang tua nya . Tanpa sepengetahuan Mariana , Raka ternyata punya hubungan dengan Meli yang merupakan sahabat Mariana . Karena ketidakterbukaan Meli , akhirnya membuat kesalahpahaman . Persahabatan mereka pun Retak .
Suatu hari Mariana tersesat di hutan saat mengikuti kegiatan mapala . Namun dia tidak sendiri. Ada Revan bersamanya . Revan yang diam-diam menyukai Mariana dari dulu , akhirnya bisa mengungkapkan perasaannya . Dan ternyata Mariana juga mempunyai perasaan yang sama .
Cinta mereka terhalang restu orang tua dari Mariana . Akankah mereka bersatu ? bagaimana perjuangan Revan untuk mengambil hati kedua orang tua Mariana ? akankah persahabatan antara Mariana dan Meli kembali terjalin ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiraz Dincer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
Hari pernikahan Meli dan Raka pun tiba . Aula hotel telah di dekor sedemikian rupa . Persiapan telah mencapai final . Sang calon pengantin masih berada di ruang terpisah . Meli beserta kru berada di ruang rias , sedangkan Raka berada di kamar hotel .
"tok tok tok" terdengar seseorang mengetuk pintu kamar Raka . Raka pun menghampiri pintu dan melihat dari lubang kecil siapa orang yang datang . Setelah tahu siapa , Raka langsung membukakan pintu dan menyuruhnya masuk .
"Kenapa panggil Tante kesini?" tanya Bu Nadya heran .
"Tante duduk dulu , ada yang mau Raka obrolin " terangnya sambil mempersilakan Bu Nadya untuk duduk .
"baiklah , sekarang katakan . Ada apa? " tanya Bu Nadya lagi dengan nada sedikit ketus .
"Tante, Raka ngerti ... Tante pasti kesal dengan pernikahan dadakan ini kan ? . Mari buat kesepakatan "
"maksudnya ?" tanya Bu Nadya tak mengerti .
"Raka itu cinta banget sama Mariana dan ingin sekali menikahinya . Tapi mungkin jalan nya harus sedikit berbeda . Setelah Raka mendapatkan apa yang diinginkan , Raka pasti akan menceraikan Meli . " Raka berbicara sedikit pelan .
"apa ? jangan gila Raka" seru Bu Nadya kaget dengan pernyataan Raka .
"ini akan sangat menguntungkan Tante . Raka tahu kalau perusahaan om Yudi itu tengah banyak masalah dan kekurangan dana . Pastinya jatah uang Tante berkurang kan ? nah... Tugas Tante hanya mencegah Revan menikahi Mariana . Raka akan jamin kehidupan Tante . Tante boleh belanja barang-barang branded sesukanya selama Tante masih bisa melakukan tugas itu . Bagaimana ?"
"ta... tapi...." ragu Bu Nadya .
"Tante bisa memikirkannya dulu . Biar semuanya jalan dulu seperti ini . Tugas Tante hanya satu dan Raka yakin itu bukan sesuatu yang sulit ."
"baiklah , Tante usahakan . Kalau begitu Tante permisi dulu "
Senyum puas pun tersungging dari bibir Raka . Membayangkan rencananya ke depan , dengan penuh keyakinan saat nya nanti pasti Mariana akan bertekuk lutut kepadanya .
~~
Meli dan Raka kini telah resmi menjadi sepasang suami istri . Senyum bahagia pun terus terpancar dari wajah Meli , Raka pun demikian . Tepatnya Raka ini akan memulai permainan dengan cara berpura-pura . Para tamu undangan pun telah mengisi seluruh ruangan aula hotel menikmati sajian musik dan hidangan yang telah disediakan . Semua mahasiswa di undang tak terkecuali Revan cs yang merupakan rival nya .
Revan , Mariana , Ucok dan Lina datang terlambat , mereka tidak menyaksikan saat Meli dan Raka berikrar sehidup semati . Mariana memilih pergi bersama Revan cs , dari pada mengikuti mama dan papa nya yang sudah berada di hotel lebih awal .
"yah , kita telat Lin . Gara-gara macet tadi ni " Mariana menggerutu sambil melihat Meli dan Raka yang berada di kursi pelaminan sembari bersalaman dengan para tamu undangan .
"ngga apa-apa, lagian sebenernya gw males datang An . "
"bu ibu yang cantik...udah diskusinya?" canda Revan menengahi Lina dan Mariana yang malah asik mengobrol berdua , dan ditanggapi ketawa ringan dari kedua nya . "ayo!?" ajak Revan mengulurkan tangan ke Ana untuk bergandengan , Ana pun tak segan untuk menyambut uluran tangan itu.
"nona cantik " Ucok meniru gaya Revan mengulurkan tangan ke Lina , tapi dia menolak dengan kasar . "ihh ...ogah" seru Lina sambil berlalu menyusul Mariana .
"alamak, sombong kali kau . Hati-hati , jarak cinta dan benci itu hanya sejengkal saja . hei...tunggu Abang"
~~
Dari jarak beberapa meter , Raka bisa melihat betapa cantiknya Mariana dengan balutan gaun krem selutut dan make up tipisnya .
"cantiknya Mariana , coba aja yang di sebelah gw itu dia...pasti gw ngga sabar pengen cepet-cepet kabur dari pesta dan menghabiskan waktu hanya di kamar sampai puas, hufff" angan Raka melayang kemana-mana.
"Selamat ya Mel" Ana tersenyum tulus dan mengulurkan tangan terlebih dahulu , Meli pun membalas dan hanya menganggukan kepalanya . Meli dan Mariana benar-benar seperti orang asing . Tidak ada pelukan atau pun cipika cipiki yang biasa dilakukan dengan seorang sahabat .
"selamat Raka" Ana juga mengulurkan tangannya sambil tersenyum, tapi diluar dugaan hampir saja Raka nyosor untuk memeluk Mariana . Tapi dengan sigap Revan menarik Ana menjauh .
"Sayang..aku capek, duduk yuk" ajak Meli bergelayut manja di lengan Raka , mencegah sesuatu yang tak diinginkan terjadi . Raka pun hanya bisa mengiyakannya . Kebetulan saat itu orang tua Meli dan Raka sedang mengobrol dengan klien yang lain di meja khusus .
"aneh sekali , Raka bisa secepat itu berubah tunduk sama Meli . Tapi ada bagus nya juga sih , memang udah begitu seharusnya." gumam Mariana yang sedikit tak percaya melihat Raka yang dengan patuh mengikuti keinginan Meli ..
"emm... ngebosenin banget disini . Bagaimana kalau kita cari tempat lain saja . Aku tahu tempat yang asik , kita makan Disana saja yuk?!" ajak Revan .
"ide bagus kau Van , aku juga tak biasa di pesta seperti ini . Ayolah kau traktir ya?" Ucok menimpali .
"gimana ladies ? "tawar Revan ke Ana dan Lina . Dan mereka berdua hanya menjawab dengan mengangguk tanda setuju .
"Let's go" . Mereka berempat pun memutuskan untuk meninggalkan pesta itu .
~~
Tidak berapa lama , mereka sudah sampai di tempat tujuan . Sebuah tempat makan pinggir jalan yang lumayan ramai pengunjung pada waktu itu karena kebetulan malam Minggu .
"kamu ngga apa-apa kan aku ajak makan disini ?" tanya Revan ragu , karena tahu pasti Ana belum pernah makan di tempat seperti itu . Ana tak langsung menjawab .
"tenang, tempat nya bersih dan higienis kok aku jamin ." jelas Revan meyakinkan .
"iya ngga apa-apa Van . Ayo kita masuk dan pesan makanan " ajak Ana tak lupa mengajak Lina dan Ucok juga . Dan mereka pun mencari tempat yang nyaman . Dan waiters pun datang menghampiri menyodorkan menu yang tersedia .
"Bebek goreng disini enak sayang , kamu mau coba?!" tawar Revan .
"boleh...boleh...minum nya lemon tea aja" jawab Ana sambil melihat-lihat .
"Lina, Ucok lu mau pesan apa ?"
"samain aja" jawab Lina dan Ucok barengan .
"cie.... sehati" seru Ucok bangga .
"bang Ucok jangan mulai deh" seru Lina sambil melotot . Revan dan Ana hanya tertawa melihat Lina dan Ucok yang tak akur-akur .
"sayang...kamu sering kesini ya?" tanya Ana penasaran karena sepertinya Revan sangat tahu tempat itu .
"sebenarnya ini tempat makan punya temanku , kadang kalau malam Minggu aku mampir kesini nemenin dia . Karena sekarang udah buka cabang di beberapa tempat , temanku jarang disini ."
"oh iya, disini juga ngga kalah kayak kayak di kafe loh . Ada penyanyi nya juga , kamu nanti bisa request mau lagu apa . Apa lagi Disni kalau malam Minggu selalu ramai . Selain itu kamu juga bisa tampil ke depan kalau mau hehehe"
"hmmm....gimana kalau kamu yang nyanyi buat aku ?!"
Revan yang mendengar permintaan Mariana hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal .😁
Salam dari
"KEKUATAN ASISTEN DIREKTUR"
Jangan lupa feedback nya dan bantu
LIKE, VOTE, RATE dan KOMEN.
Terima kasih🤗
Salam dari
"KEKUATAN ASISTEN DIREKTUR"
Jangan lupa feedback nya dan bantu
LIKE, VOTE, RATE dan KOMEN.
Terima kasih🤗