Cherry adalah seorang gadis yang beruntung, ia memiliki keluarga yang hangat dan sangat menyayanginya, hidupnya seperti impian banyak gadis seusianya terlebih ia memiliki Kakak Laki laki yang selalu melindunginya Kevin, di sekolah berpacaran dengan pria paling populer sekaligus ketua OSIS Dion Prince, namun setelah kehadiran dua Pria bernama Bumi dan Langit hidupnya berubah, masa lalu yang selama ini ia cari kebenarannya perlahan mulai terungkap. Akankah Cherry berhasil mengetahui masa lalunya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YirumaNitya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Suami masa depan
"Halo, Halo, Halo, Halo, Halo Langit." Cherry mulai tak sabar karena pria yang menelponnya itu hanya diam saja.
Langit tertawa kecil lalu berkata "Yang banyak dong bilang Halonya, gue suka dengernya."
"Langit kalau gak penting gue matiin nih ya telponnya." Ancam Cherry.
"E eh jangan dong, Langit kan kangen banget sama Cherryku yang cantik dan imut."
"Ih Langit apaan sih geli banget dengernya." Cherry bergidik, biasanya mereka selalu berbicara non formal, ia jadi geli kalau Langit memakai aku kamu.
"Ya gak apa apa kali, kan biar lebih romantis gitu, kayak orang pacaran"
"Mau banget ya pacaran sama gue?"
"Mau dong, apa syaratnya?"
"Kuras dulu air laut, hahahaaa" Canda cewek itu balas jahil.
Langit ikut tertawa, gadis ini berhasil mengembalikan mood Langit yang sedari tadi turun drastis "Jadi makin kangen sama Lo Cher." Ucap Langit.
"Makanya cepet pulang dong, gue juga kangen kok." Cherry keceplosan.
"Apa bilang lagi sekali lagi." Sahut Langit penuh rasa bahagia.
Cherry tersipu malu lalu berkata "Ih udah ah Langit gak ada siaran ulang."
"Nyesel tau gitu tadi ini telpon gue rekam"
"Untung enggak di rekam, nanti Lo pasti pake itu buat isengin gue."
"Buat bukti kalau neng Cherry udah mulai ada feeling sama gue." Katanya bangga.
"Kalaupun ada gue gak rugi, kan kata Lo Lo itu ganteng dan kaya raya." Cherry menyindir cowok tengil itu.
Bumi nyengir karena tersindir.
"Lo percaya gak sih Cher sebenernya gue tuh belajar dulu sebelum bisa bercandaan di depan Lo."
"Ah masa, kok kayak emang jiwanya sih." Cherry tak percaya.
"Serius, gue nonton banyak drama biar bisa paham psikologi cewek."
Cherry malah ngakak "Ini justru drama banget Langit."
"Kalau Lo gak percaya Lo tanya aja si Bumi gih, mana pernah seorang Langit banyak interaksi sama cewek, yang ada cewek cewek yang ngantri deketin gue."
"Tuh mulai deh mulai"
Langit nyengir "Gue jujur Cherry" Ujarnya lembut.
"Iya deh percaya, yaudah kalau gitu cepet tidur gih udah malem, besok kan sekolah."
"Besok gue gak masuk."
"Kenapa?"
"Lagi pulang ke kota Nirwana." Jawabnya jujur.
"Oh gitu, yaudah Lo hati hati ya disana, jaga kesehatan dan jangan kebut kebutan ya." Ujar Cherry penuh perhatian.
Langit tersenyum senang karena diperhatikan pujaan hatinya "Iya calon istriku."
"Langit Jangan gombal."
"Enggak gombal, emang Lo calon istri gue Cher."
"Langit kita masih anak SMA udah ngoceh sejauh itu ih, geli tau."
"Omongan itu doa Cherry cantik."
"Yaudah doanya jangan to the point di depan gue dong, malu tau." Tukas Cherry tapi sebenarnya ia cukup senang.
"Gue gak mau mikirin nikah ya Langit, mau kuliah dulu terus nanti mau kerja baru deh nikah." Oceh Cherry lagi.
"Terus terus" Langit malah asyik mendengarkan rencana masa depan Cherry. Mengambil notes dan pulpen dari laci meja disamping tempat tidurnya.
"Iya pokoknya umur 24an lah Cherry baru mau nikah, soalnya kata Ibu umur segitu tuh lagi cantik cantiknya, pasti suaminya nanti bahagia punya istri yang cantik dan berkarir." Katanya bercerita dengan polosnya.
Diam diam Langit mencatat ocehan gadis itu.
"Terus Lo mau calon suami kayak siapa, jangan terlalu jujur pengen yang kayak gue ya?" Langit iseng lagi.
"Langit gue tutup nih ya telpon ini." Ancam Cherry.
"Iya deh, serius serius, Lo mau calon suami kayak gimana?"
"Ganteng, Baik, Tinggi, Gak suka ngatur, Kaya Raya, Royal, pekerja keras, dewasa, seiman, asik diajak ngobrol, gak kasar, gak suka selingkuh"
"Ya itu mah udah gue orangnya Cherry." Kata Langit.
"Eh emang iya ya?" Tanya Cherry polos.
"Iya itu mah gue Cherry, tinggal belom dewasa aja."
Mereka akhirnya tertawa bersama.
"Ya semua cewek tuh emang Rara rata kriteria calon suaminya umum kayak gitu Langit, bukan gue doang kaliiii."
"Iya tapi gue udah hampir mendekati kriteria itu, Lo tenang aja, tepat saat umur Lo 24 Tahun gue bakal Lamar Lo Dengan lamaran yang super duper romantis dan gak akan pernah bisa Lo lupain."
"Bohong dikutuk jadi Babi loh Langit."
"Iya Langit akan berusaha biar pantes buat jadi pacar dan calon suami kamu Cherry."
"Iya tapi dikurangin ya tengilnya, nanti banyak cewek yang baper."
"Iya nanti kalau ke cewek lain, gue pasang mode es batu"
"Ih jangan juga, nanti cewek cewek pada penasaran."
"Lha terus harus gimana?" Langit jadi pusing sendiri
"Pokoknya jangan bertingkah." Kata Cherry lagi.
"Iya deh tuan putriku yang cantik, Langit nurut aja, Oia nanti gue pulang shopping lagi yuk." Ajaknya.
Refleks Cherry menolak "Gak mau, gue trauma di ajak shopping sama Lo."
Langit ngakak "Ya maaf gue kan cuma pengen bikin lo seneng dan gak sedih lagi pas itu."
"Ya tapi pulang pulang jadi di curigai sama ibu, di fikir abis nyuri atau bobok celengan." Ocehnya kesal.
"Cherry, Cherry orang lain tuh pasti seneng di ajak Shopping ini malah trauma, emang paling bisa bikin gue gemes."
"Pokoknya gue gamau shopping lagi sama Lo Langit, lagian Lo tuh bisa hemat dikit dong jangan hambur hambur uang terus itu kan bukan uang yang Lo hasilin sendiri."
"Jadi kalau gue udah punya uang sendiri Lo mau ya gue ajak shopping."
"Iya kalau itu duit Lo sendiri gue mau aja, dan pas saat itu tiba gue kuras nanti duit Lo."
Langit tertawa sambil membayangkannya "Gak sabar nungguin saat itu tiba."
"Makanya belajar yang rajin, biar nanti jadi orang sukses." Dengan polosnya gadis itu menasehati pewaris keluarga Wijaya yang sudah pasti akan sukses bahkan saat inipun sudah memiliki 30 persen saham di perusahaan.
"Iya gue janji bakal rajin belajar, yaudah gih sana tidur, kalau kangen telpon lagi ya."
"Iya, bye Lang."
"Bye, good night my beautiful princess."