NovelToon NovelToon
IBU TIRI PENYELAMATKU

IBU TIRI PENYELAMATKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Balas Dendam / Action
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Icita

Setelah enam bulan wafatnya sang Ibu, Dea memutuskan meninggalkan rumah karena tidak tahan terhadap tekanan dan siksaan dari Paman, Bibi dan sepupunya yang sengaja ingin merebut warisan dari sang ayah yang merupakan seorang CEO sebuah perusahaan Ekspor-Impor bernilai ratusan triluin.

Takdir Pelarian Dea mempertemukannya dengan Tania, seorang gadis desa yang merantau ke kota untuk mencari keluarga dan asal usul jati dirinya.
Dea akhirnya mau kembali ke rumah setelah sang ayah menikahi Tania dan menjadi ibu tiri untuk Dea. Kembalinya Dea ke rumah menimbulkan ketidak sukaan dari paman dan bibi Dea, apalagi sekarang adanya Tania yang menjadi perisai hidup bagi Dea.

Banyak drama dan kejadian yang menguras emosi, banyak plot twist dalam setiap bab kejadiannya, baik dalam kehidupan Dea maupun kehidupan Tania dalam mencari keluarganya di ibukota.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Icita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Minyak Jelantah Suci Preman Bercahaya

Kaelen melesat ke depan. Gerakannya tidak seperti manusia normal; ia seolah meluncur di atas udara. Tangannya mengayunkan chakram obsidian dengan putaran yang begitu cepat hingga menciptakan suara dengungan tajam seperti sekawanan lebah besi yang kelaparan.

SWUUUSH!

Satu chakram dilemparkan lurus ke arah leher Xander. Sang Dominus Umbrae tidak berkedip sedikit pun. Ia menjatuhkan lutut kirinya ke lantai, membiarkan cakram hitam itu mendesing hanya beberapa sentimeter di atas rambut peraknya, lalu melepaskan tiga tembakan presisi dari senapan hibridanya.

DOR! DOR! DOR!

Kaelen menyeringai meremehkan. Dengan chakram kedua di tangannya, pria bertato itu menangkis ketiga peluru Xander dengan gerakan memutar yang luar biasa luwes. Percikan api menyala terang di udara saat proyektil timah hancur bertabrakan dengan logam obsidian.

Cakram pertama yang tadi dilemparkan ternyata bekerja seperti bumerang. Senjata itu berbelok di udara, memutar kembali ke arah punggung Xander. Namun, sebelum cakram itu sempat menyentuh Xander, kilatan perak melesat di udara.

TRAAANG!

Tania telah melompat dari sisi pilar, menghantamkan punggung bilah kerambitnya ke bagian tengah chakram yang berlubang, mengubah lintasan senjata itu hingga menancap dalam di sebuah pipa baja tebal di dinding. Pipa itu terbelah seperti mentega yang dipotong pisau panas.

"Satu senjata hilang, Preman Bercahaya!" ejek Tania, langsung merangsek maju untuk menyerang dalam jarak dekat.

Tania melancarkan pukulan beruntun ke arah titik-titik vital Kaelen—leher, ulu hati, dan persendian bahu. Namun, Kaelen terbukti bukan sekadar algojo bermodal tampang seram. Dengan satu chakram tersisa, ia menangkis, menghindar, dan membalas serangan Tania dalam tarian mematikan. Percikan api terus bermunculan setiap kali obsidian bertabrakan dengan kerambit perak.

Tania menendang lutut Kaelen, lalu meliuk ke bawah lengan pria itu, bersiap mengiris tulang rusuknya. Namun saat tangan Tania menyentuh punggung Kaelen untuk mencari tumpuan, ia malah terpeleset.

"Xander!" teriak Tania sambil melompat mundur dengan raut wajah jijik, mengelap tangannya ke celana. "Orang ini licin banget! Dia pakai minyak jelantah sisa goreng lele atau apa?! Kerambitku sampai meleset!"

Kaelen yang sedang mengambil kuda-kuda elegan seketika kehilangan wibawanya. Wajahnya memerah karena amarah. "Ini bukan minyak jelantah, wanita bodoh! Ini adalah minyak Ambrosia suci yang diekstrak dari teratai emas Olympus untuk memaksimalkan fleksibilitas ototku!"

"Halah, bilang saja kau malas mandi dan keringatan," cibir Tania. Ia menoleh ke arah suaminya yang sedang membidik dari jarak sepuluh meter. "Hati-hati, Yah! Jangan ditangkap pakai tangan kosong, nanti tanganmu bau apak!"

Xander hanya bisa memijat pangkal hidungnya dengan tangan kirinya sambil terus menodongkan senapan di tangan kanannya. Di tengah pertarungan menentukan nasib dunia, istrinya masih sempat mengomentari kebersihan tubuh lawan.

"Fokus, Tania. Kulitnya memancarkan panas yang tidak wajar. Tatonya adalah konduktor energi dari reaktor ini," Xander menganalisis dengan dingin, kembali melepaskan tembakan beruntun untuk memojokkan Kaelen.

Sementara itu, di depan terminal utama yang aman di balik barikade, Dea sedang mengetik dengan kecepatan kesetanan. Keringat membasahi dahinya.

"Dua menit lagi, Ayah!" teriak Dea. "Sistem firewall mereka pakai arsitektur kuno yang dilapisi enkripsi kuantum. Tapi... astaga, ini bodoh sekali."

"Ada apa, Dea?" tanya Xander tanpa memalingkan mata dari Kaelen yang sedang berlindung di balik pilar baja menghindari rentetan pelurunya.

"Pertanyaan keamanan lapis ketiganya untuk reset password adalah 'Siapa nama hewan peliharaan pertama Valerius?'!" rutuk Dea frustrasi. "Siapa yang pakai sistem security question gaya bapak-bapak di tahun 2026 untuk melindungi reaktor fusi dunia?!"

"Coba ketik 'Burung Hantu'!" sahut Dirga dari balik palka kereta bor.

Dea mengetik cepat. Layar berkedip merah. "Salah! Kesempatan tinggal dua kali sebelum sistemnya terkunci permanen!"

"Kucing?! Anjing laut?! Naga?!" Dirga mulai menebak asal-asalan.

Tiba-tiba, suara gemuruh aneh yang sangat panjang dan nyaring bergema di seluruh ruangan bawah tanah itu.

KROOOOUUUUKKKKK!

Suaranya sangat dalam, mirip seperti auman monster purba yang kelaparan. Kaelen yang sedang bersiap melompat dari balik pilar mendadak membeku. Sang Eksekutor Olympus itu mencengkeram chakram-nya erat-erat, matanya menyapu kegelapan langit-langit kavern dengan penuh kewaspadaan.

"Senjata biologis apa yang kalian bawa di dalam kereta itu?!" bentak Kaelen ngeri. "Tidak ada makhluk mutan yang diizinkan masuk ke zona reaktor!"

"M-maaf..." Sebuah suara parau terdengar dari balik kereta. Dirga mengangkat sebelah tangannya dengan wajah pucat pasi. "Itu bukan monster. Itu perut saya. Tolak Angin yang tadi dicampur bau vodka benar-benar bikin masuk angin saya memberontak."

Hening sejenak menyelimuti katedral besi itu. Bahkan bunyi desing mesin reaktor seolah terdengar canggung.

Kaelen berkedut menahan amarah. Urat-urat di dahi pria bertato itu menonjol keluar. Ia merasa harga dirinya sebagai penjaga Olympus baru saja diinjak-injak hingga rata dengan tanah.

"Kalian meremehkan Olympus... Kalian menjadikan pertarungan suci ini sebagai lelucon komedi murahan!" Kaelen menggeram keras. Tato emas di sekujur tubuhnya menyala semakin terang, memancarkan uap panas yang membakar udara di sekitarnya. "AKU AKAN MEMBAKAR KALIAN SEMUA MENJADI ABU!"

Kaelen melompat tinggi ke udara, tidak lagi memedulikan pertahanan. Ia mengangkat chakram-nya, berniat menjatuhkan serangan energi penghancur dari atas layaknya meteor mini ke arah Xander dan Tania.

"Tania, sekarang!" seru Xander.

"Siap, Bos!"

Alih-alih menyerang Kaelen yang sedang melayang di udara, Tania mengayunkan kerambitnya ke sebuah tuas katup mekanik berwarna merah di dinding pilar di dekatnya, lalu melompat mundur sejauh mungkin.

Di saat yang sama, Xander menembakkan satu peluru Armor-Piercing tepat ke arah pipa besar berwarna putih beku yang membentang persis di atas lintasan lompatan Kaelen.

DUARRR! CSSSSSHHHHH!

Pipa itu pecah. Ribuan liter nitrogen cair bersuhu minus 196 derajat Celsius yang berfungsi sebagai pendingin darurat reaktor tumpah ruah seperti air terjun raksasa, mengguyur tubuh Kaelen yang sedang dalam kondisi panas maksimal.

Hukum termodinamika mengambil alih. Benturan suhu ekstrem antara tubuh yang mendidih dan cairan pendingin di bawah titik beku menciptakan kejutan termal yang luar biasa.

"ARGHHHH!" Kaelen menjerit saat tubuhnya membeku di udara. Tato emasnya yang gagah itu berkedip-kedip redup dengan suara konsleting listrik yang lucu (pzzt-pzzt), mirip seperti lampu neon warung pecel lele yang mau rusak.

Pria itu jatuh berdebum ke lantai besi layaknya balok es raksasa. Tubuhnya menggigil kejang-kejang, bibirnya membiru, dan kulitnya yang tadi licin karena minyak kini tertutup embun beku.

Tania berjalan santai menghampiri Sang Eksekutor yang sedang terkapar menggigil itu. Ia berjongkok, lalu mengetuk dahi Kaelen pelan dengan gagang kerambitnya.

"Masuk angin, kan, lu?" kata Tania menceramahi. "Makanya, udah dikasih tahu, kalau main di ruang AC sentral itu jangan telanjang dada. Gaya-gayaan sih pakai minyak segala."

Xander menghela napas panjang, menurunkan senapannya. Entah ia harus merasa bangga atau malu karena salah satu prajurit terkuat Elysium baru saja dikalahkan dengan metode yang mengingatkan Xander pada petuah kesehatan ibu-ibu di grup WhatsApp.

Tiba-tiba, Dea bersorak kegirangan. "Bingo! Ayah, Ibu, aku berhasil!"

Xander menoleh. "Apa password-nya, Dea?"

"Admin123!" seru Dea sambil menepuk jidatnya sendiri. "Valerius memang terlihat abadi dan elegan, tapi orang-orang Tiga Pilar Kuno ini benar-benar sekumpulan boomer yang gaptek! Pintu reaktornya terbuka!"

Bersamaan dengan sorakan Dea, lantai di bawah mereka bergetar pelan. Pintu barikade baja setebal dua meter di ujung lorong katedral mendesis, lalu terbuka secara hidrolik. Cahaya biru benderang dari Sun Core yang menyilaukan mata membanjiri lorong.

"Kerja bagus, Putriku," puji Xander. Ia memberikan isyarat agar Freya memapah Dirga yang masih memegangi perutnya. "Mari kita matikan jantung Olympus ini, dan tinggalkan tagihan listriknya untuk Valerius."

Keluarga kecil yang baru saja mengacak-acak barisan pertahanan terkuat dunia itu melangkah masuk ke dalam ruang reaktor, meninggalkan Kaelen yang masih meringkuk kedinginan di lantai, bergumam memanggil-manggil ibu pertiwi Olympus di sela-sela giginya yang bergemeretak.

1
sunaryati jarum
Mantaaap technologynya
sunaryati jarum
Bermimpilah setinggi langit Baskoro,bilang jatuh nanti langsung remek
sunaryati jarum
Makin penasaran
sunaryati jarum
Perang antara klan
sunaryati jarum
Wonder woman kamu Tania
sunaryati jarum
baru mampir
Icita: Tks KK, semoga betah y.. sehat selalu
total 1 replies
ceuceu
ga kebaca alur ceritanya,ternyata beda dari prediksi pembaca,keren sih
ceuceu
Baru mulai baca.
sejauh ini sy suka ceritanya,sy kasi like thor
Icita: mkasih kk, sehat selalu..💪💪
total 1 replies
Nica
sangat suka dan luar biasa...lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!