NovelToon NovelToon
Ketika Wanita Licik Diselingkuhi

Ketika Wanita Licik Diselingkuhi

Status: sedang berlangsung
Genre:Suami Tak Berguna / Pelakor / Selingkuh / Cinta Terlarang / Kaya Raya / Playboy
Popularitas:19.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ocean Na Vinli

Norman Turner mengira Grace Wills, wanita yang mudah dibodohi, sayangnya ia tidak memahami istrinya dengan baik.

Grace Wills malah memilih langkah yang paling berbeda saat mengetahui suaminya mendua.

Apa yang dilakukan Grace Wills? Penasaran, kepoin yuk ceritanya ...

Untuk tahu info update, follow IG: @nana_vinli
Diusahakan update setiap hari, 1 sampai 3 bab.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ocean Na Vinli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepastian

Suasana di sekitar mereka mendadak terasa canggung setelah ucapan Grace.

Norman yang menyadari beberapa karyawan masih memperhatikan mereka segera menurunkan tangannya dari pundak Mona. Dia kemudian berbalik menghadap Grace yang kini mulai menangis.

"Sayang, bukan begitu. Aku hanya refleks tadi. Jangan menangis," kata Norman sambil berusaha menenangkan istrinya.

Grace menggelengkan kepala pelan. Air matanya terus mengalir membasahi pipi.

"Kau jahat, Norman!" balasnya.

Norman langsung merasa bersalah. Dia meraih tangan Grace yang basah karena tumpahan air kopi tadi. Dia membawa Grace sedikit menjauh dari kerumunan karyawan.

Sementara itu, Mona hanya bisa mengepalkan kedua tangannya. Rahangnya mengeras ketika melihat Norman begitu perhatian kepada Grace.

Tatapan sinis Mona segera tertuju kepada Grace. Namun, Grace yang melihatnya hanya menangis sambil menundukkan kepala. Tidak ada yang tahu bahwa di balik wajah sedihnya, terselip senyum tipis.

'Ini baru permulaan!' batin Grace sejenak.

Mona akhirnya tidak tahan lagi. "Pak, saya ke toilet sebentar," katanya dengan suara tertahan.

Tanpa menunggu jawaban Norman, Mona langsung berjalan meninggalkan mereka.

Grace sempat melirik kepergian Mona dari ekor matanya, dan Norman kembali fokus kepada Grace.

"Sudah, sayang. Jangan menangis lagi. Kau bersihkan dulu badanmu di toilet ruanganku. Aku akan mengambilkan pakaian ganti untukmu," kata Norman sambil memegang pundak Grace.

Grace mengangguk pelan. "Baiklah, jangan lama-lama."

"Iya, aku tidak akan lama."

Norman kemudian berjalan menuju lorong lain sambil celingak-celinguk ke segala arah.

Grace memperhatikan punggung pria itu beberapa detik.

Setelah Norman menghilang dari pandangannya, tangannya perlahan menghapus air mata di pipi. Senyum licik muncul cepat di wajahnya. Kemudian, Grace berjalan menuju toilet yang berada di dalam ruang kerja Norman.

Sementara itu, di sisi lain, Norman malah berjalan cepat menuju toilet, hendak menemui Mona.

Sebelum masuk, dia menghampiri seorang satpam yang berjaga tidak jauh dari sana.

Norman mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompetnya lalu menyerahkannya kepada satpam tersebut.

"Seperti biasa," bisiknya.

Satpam itu mengangguk patuh.

Beberapa saat kemudian, sebuah papan bertuliskan 'Toilet sedang dalam perbaikan' dipasang di depan pintu.

Norman segera masuk. Baru saja beberapa langkah, dia sudah mendengar suara Mona dari dalam.

"Perempuan sialan itu! Kenapa dia harus pulang sekarang?" Mona terdengar sangat kesal. Dia sekarang berdiri di depan cermin sambil membasuh wajah dan tangannya.

"Mengapa dia tiba-tiba pulang? Semuanya jadi kacau sekarang!" sambungnya lagi.

Norman menghela napas panjang sejenak. "Mona."

Mona sedikit terkejut. Dengan cepat, dia berbalik dan melihat Norman berdiri tidak jauh darinya.

"Kenapa kau ke sini?" tanya Mona dengan nada ketus.

Norman berjalan mendekati Mona. "Aku ingin bicara," balasnya.

Mona tertawa sinis lalu berkata, "Untuk apa? Kau tidak cinta lagi denganku! Pergi sana, kau temani Grace!"

Norman mengerutkan kening. "Jangan mulai, Mona."

"Jangan mulai? Kau yang memulai semua ini. Kau berubah!" Mona membalas dengan suara meninggi. "Sejak Grace pulang, kau hampir tidak memperhatikanku!"

"Aku harus bagaimana? Kau pikir aku bisa bersikap seperti biasa di depan semua orang?" lontar Norman.

"Tapi kau bahkan membiarkan Grace mempermalukanku tadi di kantor!"

"Karena dia istriku, Mona!" balas Norman, matanya mulai melotot.

Jawaban Norman membuat Mona terdiam sesaat. Namun, kemarahannya kembali muncul.

"Jadi sekarang kau selalu membelanya?"

"Aku tidak selalu membelanya. Aku hanya tidak ingin masalah kita diketahui orang lain, mengertilah, Mona." Norman masih berusaha membujuk Mona.

Mona malah melototkan matanya. "Tapi aku sudah tidak tahan lagi, Norman!"

Norman menghela napas kasar sejenak. "Kita sudah membicarakan hal ini berkali-kali."

"Kau selalu menyuruhku bersabar." Mona menatap Norman dengan mata berkaca-kaca sekarang. "Aku sudah bersabar selama bertahun-tahun. Tapi kali ini aku tidak bisa sabar!"

Norman mengusap wajahnya kasar. "Jangan membuat semuanya semakin sulit, Mona."

Mona hendak menjawab. "Tapi aku—"

"Sudah!" potong Norman cepat dengan wajah mulai memerah.

Mona terdiam selama beberapa detik. "Aku belum selesai bicara."

"Aku tidak mau berdebat lagi!"

"Tapi Norman, aku—"

"Aku bilang cukup! Cukup, Mona. Kau bilang aku berubah? Kau pun juga berubah. Sebelumnya kau tidak seperti ini!"

Mona mengepalkan tangan. Ada sesuatu yang ingin dia katakan, tetapi Norman terus memotong perkataannya.

Mona menarik napas dalam-dalam. Wajahnya terlihat semakin kecewa.

"Kalau begitu, sebaiknya kau katakan pada Grace tentang hubungan kita!"

Mata Norman langsung membesar. "Apa kau sudah gila?!"

"Iya, aku gila karenamu!"

Mona menatap Norman dengan air mata yang mulai menggenang. "Aku sudah tidak sanggup terus seperti ini. Aku ingin kepastian. Sampai kapan, Norman? Ceraikan Grace jalang itu sekarang dan jadilah milikku!"

"Jaga ucapanmu! Aku tidak bisa menceraikan Grace. Aku akan jadi orang pertama di keluargaku yang bercerai dengan pasanganku! Namaku akan tercoreng nanti!"

"Aku tidak peduli!" Mona menyeringai. "Pokoknya ceraikan Grace. Kalau kau tidak mau memberitahu hubungan kita, biar aku sendiri yang akan memberitahu Grace! Puas kau!" sahutnya berapi-api.

Norman yang sejak tadi berusaha menahan emosi akhirnya kehilangan kendali. Tangannya bergerak cepat.

Plak!!!

Suara tamparan terdengar menggema di dalam toilet.

Mona terbelalak. Tangannya perlahan menyentuh pipi yang terasa panas.

Norman sendiri tampak terkejut dengan apa yang baru saja dilakukannya. Selama beberapa detik, mereka hanya saling menatap.

Norman tiba-tiba menatap Mona dengan napas memburu. Pikirannya langsung tertuju pada semua pesan dan panggilan misterius yang selama ini menerornya. Tatapannya berubah penuh kecurigaan.

"Mona ..."

Mona menatap Norman tanpa berkata apa-apa.

Norman melangkah mendekat.

"Apa jangan-jangan kau yang menerorku selama ini, hah?!" serunya.

Bersambung ~

1
Lovita BM
Grace kakean omong, sudah berkali-kali disakitin, lsg jambak rambutnya seret keluar, itu baru perempuan Badas sbg istri sah 😏
yula
💪💪💪💪💪thor
mery harwati
Perusahaan sebesar Siera Sunwork tidak punya nama tamu yang mengundangnya 🫣 Aneh klo relasi bisnis tidak mencantumkan nama perusahaan & nama orang yang akan menghadiri rapat kan? Disabotase, alasan klise itu
Bodyguard pun tak ada bwt Grace ☹️
mery harwati
Grace, aq kasih vote ya bwt kamu biar kamu semakin waspada dengan segala kelicikan keluarga Turner meski mereka taringnya sudah patah💪
Hati² sama Norman ya Grace
mery harwati
Gimana anak keturunan Edmund mau bener kelakuannya, klo biangnya aja udah berotak kotor 🤣
yula
💪💪💪💪💪thor lanjut
yula
💪💪💪💪💪thor
mery harwati
Tragis nasib Johan 😔
Mungkin Julian menjadi tau arti kesetiaan setelah kematian Johan anak tunggalnya
Bagaimana nasib Omar yang menembak Johan? Matikah atw dipenjara?
yula
💪💪💪💪💪thor
Nurhartiningsih
suka deh sama tokoh wanita yg ngga cengeng
Lovita BM
👏🏼👏🏼😲
Lovita BM
nah moment ini yg aq tunggu 😁
Lovita BM
WOWW plot twist nih 👍
mery harwati
Jacob, Hendry, Edmund masih tetep menyalahakan Grace & ingin Grace celaka🙈
Dew666
Siapa yg bantu Grace ? Kevin kah?
Oma Gavin
norman kah atau justru mona
mery harwati
Waahh tak tau klo Grace dalam perlindungan Julian Sinclair meski Grace sendiri tak menyadari perlindungan tersebut 🤭
Belum lagi pasukan bayangan Kevin Cloud & Mia dan jangan lupakan Carmen meski berkhianat pada Grace tapi Carmen berniat menebus kesalahannya dengan membantu Grace menghadapi Norman meski tak harus tampil di depan Grace
Susan Paulina
Di tunggu Up selanjutnya Thor 👍
Lovita BM
kenapa Grace terus disenggol, ntar² lah Thor, tunjukkan aslinya anak Mona bukan anak Norman, biar lebih hebat badai dan guncangannya 🤣👍
Adinda
bagaimana kalau mona simpanan kakeknya norman🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!