NovelToon NovelToon
Tahta Senja Untuk Aira

Tahta Senja Untuk Aira

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Reinkarnasi
Popularitas:921
Nilai: 5
Nama Author: Senja_Puan

Terlahir kembali usai tewas disiksa, Aira bertekad membalas dendam pada Azka dan keluarganya. Ia bangkit merebut tahta, menggagalkan pengkhianatan, dan membuka hati untuk paman Azka, Rizky.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja_Puan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7. PELUKAN DI BAWAH REKADAYA

Cengkeraman tangan Rizky di pergelangan Rani begitu mencengkeram hingga membuat udara di sekitar mereka seolah membeku. Rani melepaskan ringisan kesakitan sebelum akhirnya Rizky menghempaskan tangan gadis itu hingga terhuyung mundur ke dada Azka.

Aira berdiri tepat di samping Rizky. Untuk beberapa detik, pandangannya terkunci pada profil wajah pria itu—garis rahangnya yang tegas, kehangatan yang memancar dari jemari kokohnya, dan aroma khas kayu cendana yang seketika menguar. Memori masa lalu yang kelam mendadak berputar hebat di kepala Aira.

Di kehidupan sebelumnya, pria inilah yang menerobos pintu gudang pengap saat nyawanya di ambang batas, pria ini yang menangis histeris sambil memeluk tubuhnya yang bersimbah darah.

Terbawa oleh emosi haru dan rasa aman yang tak terbendung, refleks tubuh Aira mengambil alih. Tanpa memedulikan ratusan pasang mata yang menonton, Aira memajukan langkahnya dan merengkuh pinggang Rizky, menyembunyikan wajahnya di dada tegap pria itu.

DEG.

Tubuh Rizky yang kokoh seketika menegang sempurna. Napasnya tercekat saat merasakan lingkar lengan Aira di tubuhnya dan kehangatan tubuh wanita itu yang menempel erat.

Seluruh ballroom mendadak gempar. Suara bisik-bisik dan seruan kaget dari ratusan tamu undangan meledak bagaikan gelombang. Di area VIP, Nenek Dina ikut membelalak kaget dari kursi utamanya.

Namun, alih-alih murka, sepasang mata tuanya justru memancarkan binar kehangatan dan senyum tipis yang penuh dengan harapan baru.

Berbanding terbalik dengan Nenek Dina, api amarah membakar keluarga Aira dan Azka hingga ke puncak. Ayah Aira maju beberapa langkah dengan muka merah padam, urat lehernya menonjol menahan malu karena putri sulungnya memeluk paman dari calon suaminya sendiri di tempat umum.

"Aira! Dasar tidak tahu malu! Lepaskan Paman Rizky sekarang juga!" bentak Tante Mia dengan suara melengking penuh kecaman.

"Kamu ini calon tunangan Azka! Berani-beraninya kamu memeluk pria lain di depan seluruh tamu undangan tanpa rasa hormat!"

Azka yang merasa harga dirinya diinjak-injak di hadapan publik turut melangkah berang.

"Aira! Apa-apaan kamu?! Lepaskan Paman!"

Namun, sebelum Azka sempat menyentuh mereka, Aira melepaskan pelukannya secara perlahan. Saat ia mendongak menatap Rizky, ekspresi wajahnya yang semula tajam dan dingin seketika berganti seratus delapan puluh derajat.

Aira menundukkan kepalanya perlahan dengan bahu yang bergetar halus. Matanya yang jernih mendadak berkaca-kaca, memancarkan binar kepasrahan yang amat lembut, rapuh, dan teraniaya.

"P-Paman Rizky..." suara Aira terdengar sangat halus, parau, dan bergetar seolah ia adalah korban pembulian yang amat menderita. "Maafkan saya... Saya hanya sangat takut... Tadi Rani ingin menampar saya, dan Tante Mia serta Sinta terus memojokkan saya... Saya tidak tahu harus berlindung ke mana lagi..."

Rizky mengerutkan dahinya yang tegas. Sepasang mata elangnya menatap turun pada raut wajah Aira yang kini tampak begitu polos, lemah, dan tak berdaya di pelukannya.

Rizky sama sekali tidak bodoh. Dari kejauhan tadi, ia menyaksikan dengan sangat jelas bagaimana Aira berdiri tegak dengan tatapan membunuh, membalas setiap bentakan Tante Mia dengan kalimat-kalimat pedas yang sanggup meremukkan mental lawan.

Namun sekarang, wanita muda di depannya ini secara instan berganti topeng menjadi domba kecil yang malang di hadapannya.

Meskipun menyadari akting luar biasa yang sedang dimainkan Aira untuk memanfaatkan posisinya, bukannya merasa terganggu, sudut bibir Rizky justru tersirat sedikit garis ketertarikan yang sangat tipis.

"Siapa yang keberatan dengan kehadiran saya di sisi Aira?" suara berat Rizky bergema pelan namun memotong seluruh makian Tante Mia dan ayah Aira, menyebarkan ancaman dingin yang mematikan di seluruh ruangan.

1
Yasa
suka banget sama fl yang Badas gini.
Senja_Puan: makasih kak😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!