NovelToon NovelToon
Ingatanku Kembali Ke Usia 18 Tahun

Ingatanku Kembali Ke Usia 18 Tahun

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / CEO / Nikahmuda
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: KGDan

Saat membuka matanya, Clarissa Wilson tidak mengingat, kapan dia telah menikah dengan Stephen Sylvester, lelaki yang sudah lama ia suka.

Clarissa ingat, kalau ia baru saja menyatakan rasa sukanya pada Stephen, di acara kelulusan Sekolah mereka, tapi.. kenapa tiba-tiba saat membuka mata, ia sudah memiliki seorang putri berusia lima tahun bersama Stephen?

Apa yang sebenarnya terjadi? Clarissa merasa ada yang ia lewatkan, begitu ia terjatuh saat ingin memeluk Stephen.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 29.

"Kamu tidak mau samaku lagi, ya? kamu lebih suka dengan pria lain?" suara Stephen terdengar tercekat bertanya pada Clarissa.

Air mata Stephen perlahan mengalir di sudut matanya.

Clarissa semakin membeku, melihat Stephen terlihat begitu tertekan.

"Stephen.. a.. aku.. !"

Stephen melepaskan cengkraman tangannya pada pergelangan tangan Clarissa.

"Kamu benar, tidak ada yang suka samaku!" suara Stephen semakin tercekat, ia menundukkan wajahnya, "Orang tuaku juga tidak menginginkanku lagi!"

Clarissa diam berdiri memandang Stephen, membuatnya menjadi merasa bersalah melihat keadaan Stephen yang tertekan.

Stephen meraih ke dua tangan Clarissa, "Tapi, kenapa kamu bisa berubah begitu saja?" Stephen menatap Clarissa dengan matanya yang semakin sembab.

Clarissa semakin serba salah, membuatnya menggelengkan kepala dengan wajah yang perlahan sedih menatap Stephen.

"Saat di hari kita menikah, kamu bicara begitu baik padaku! kamu bilang padaku, kalau kamu akan selalu mencintaiku seumur hidup!!"

Air mata Stephen semakin mengalir dengan mata, yang tampak semakin merah menatap Clarissa dengan lekat.

Ia kemudian menarik Clarissa, dan memeluknya dengan erat sembari menangis.

"Kenapa? kenapa kamu bisa berubah, Clarissa?!!"

Suara parau Stephen naik saat mengatakannya, sembari semakin erat memeluk Clarissa diantara tangisannya.

Clarissa merangkul leher Stephen, dan perlahan tangannya mengelus rambut Stephen dengan lembut.

"Clarissa, aku mohon! aku tahu, aku salah padamu! aku yang tidak baik!!" Stephen semakin menangis memeluk Clarissa dengan erat, "Bisakah kamu jangan bercerai denganku?"

Clarissa ikut terhanyut dengan kesedihan Stephen, ia yang tidak ingat begitu banyak menyakiti Stephen, perlahan ikut menangis mendengar suara Stephen yang semakin parau.

"Bisakah.. bisakah kamu jangan menyukai pria lain?"

Perlahan Clarissa melepaskan pelukan Stephen, lalu ia kemudian berjongkok di depan Stephen, yang duduk di tepi tempat tidur.

Ke dua telapak tangan Clarissa memeluk wajah Stephen, ia tersenyum hangat menatap wajah sembab Stephen.

"Tenang saja, aku hanya suka padamu, aku tidak menyukai pria lain!"

Dengan air mata yang mengalir dari sudut matanya, Clarissa menatap manik mata Stephen, yang tampak begitu sembab, mengatakan dengan jujur, apa yang ia ucapkan dari dalam hatinya.

Mata Stephen bergerak-gerak menatap Clarissa.

Ia memegang tangan Clarissa yang memeluk wajahnya, "Jangan berbohong padaku, aku mohon!"

Clarissa mengangguk.

Beberapa detik mereka saling menatap.

Perlahan Stephen menundukkan wajahnya mendekati wajah Clarissa.

Clarissa memejamkan matanya, saat bibir Stephen menyentuh bibirnya, dan kemudian perlahan menyambut ciuman Stephen mengulum bibirnya.

Stephen menarik Clarissa dari berjongkok, membawanya duduk ke atas pangkuannya.

Ciuman mereka semakin dalam.

Bruk!

Tubuh Stephen jatuh ke atas tempat tidur, saat Clarissa merubah posisinya di atas pangkuan Stephen.

Stephen tidak bergerak dengan mata terpejam.

Clarissa memandang Stephen sembari perlahan tersenyum tidak percaya.

Ditengah panasnya ciuman mereka, Stephen malah tertidur.

Clarissa mengelus pipi Stephen lembut, lalu mengelap sisa air mata Stephen disudut mata dan pipi.

Ia melepaskan jas Stephen, lalu kemudian sepatu yang belum sempat dibuka saat masuk ke dalam rumah.

Pagi hari.

Stephen menggerakkan kepalanya pelan, lalu perlahan membuka matanya.

Ia melihat wajah Clarissa yang masih tertidur berbaring di sampingnya, dengan posisi tangan Clarissa berada pada dadanya.

Perlahan jemari Stephen menyentuh pipi Clarissa, lalu jemari jempolnya mengelus pelan bibir bawah Clarissa.

Mata Clarissa perlahan terbuka, merasakan elusan jempolnya, dan Stephen dengan cepat menarik tangannya.

Ia merasa malu tertangkap basah.

Ia kemudian bangun dari berbaringnya, lalu duduk dengan raut wajah yang kembali datar.

Clarissa perlahan bangun juga, lalu duduk menghadap Stephen.

"Tadi malam kamu mabuk, aku yang jaga kamu!" katanya dengan bangga cari perhatian Stephen.

Stephen merasa malu mendengar apa yang dikatakan Clarissa, "Maaf" ucapnya pelan.

Ia pasti sudah mengatakan hal yang sangat memalukan pada Clarissa.

Bersambung........

1
pacarnya zayyan XODIAC💚💚💚
tu kan salah paham lagi....
ihhh gemesss deh kenapa gk saling jujur gtu. atau komunikasi kek bir gk salah paham... 😭
pacarnya zayyan XODIAC💚💚💚
wahh Clarissa kamu dibohongin.
memang benar sekertaris nya ettan berbohong.baru aj mulai baikan udah mau salah paham lagi...
Dilla Fadilla
lanjut thor up yg bnyk
kymlove...
bagus Clarissa dan Stephen.. bila perlu hancurkan keluarga anak nakal itu!!
kymlove...
Stephen mana weee
Guest
crazy up thor 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!