Leerant Quan adalah mahasiswa S2 paling njelehi sedunia. Dia tidak mau menyelesaikan tugas akhir akibat pundung sama dosen pembimbingnya ditambah nilai bahasa Inggris nya D gara2 dosennya tua! Akibatnya, ayahnya Timothy Quan ( dr triad Quan Taiwan ) mengultimatum harus lulus dalam waktu kurang dari setahun. Leerant harus kuliah lagi bahasa Inggris dan ternyata dosennya ... Katerina Reeves. Gadis yang empat tahun lebih tua darinya mampu membuat Leerant jungkir balik. Segala cara dilakukan agar putri Kaivan Reeves itu mau dengannya. Sementara Katerina tidak suka pria malas dan njelehi ditambah dia sudah punya pacar. Leerant pun berusaha menikung meskipun harus adu senjata.
Gen 8 klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di Jakarta
Alden segera menghubungi ketiga kakaknya yang berada di Kuwait. Memang ini diluar prosedur karena Shaqeer ikut masuk atas permintaan Kaivan. Bagi Kaivan, kecelakaan ini tidak wajar dan ditambah ucapan besannya yang mencurigakan.
"Ada apa Al? Apakah Zora baik-baik saja?" tanya Dominic yang membuat Alden menatap datar.
"Tanya itu adiknya, bukan adik iparnya!" sungut Alden yang sudah menikah dengan Zora, teman kuliahnya dulu di MIT.
"Lha Zora kemarin habis jatuh di kamar mandi dan kakinya harus dikasih gips, jadi aku tanya lah," jawab Dominic santai.
Alden menggelengkan kepalanya. "Herman aku, kenapa nggak mikirin aku sih?"
"Karena kamu sehat wal Afiat, Ndul," sahut Shaqeer membuat Alden makin manyun.
"Ampun deh! Lupa apa ya aku masuk Bossnya Mas Dombret?" balas Alden sok wibawa.
"Brayden saja nggak ada marwahnya jadi pangeran dua kerajaan, apalagi kamu," kekeh Dominic.
"Tolonglah hambamu ini Tuhan Yesus. Maafkan kakak-kakak aku yang jahil. Mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat," ucap Alden sok takzim.
"Heh!" seru kedua kakaknya sementara Liam sudah tertawa terbahak-bahak.
"Serius sekarang. Mas, aku dapat info siapa yang jadi perantara alat jammer yang dibeli," lanjut Alden.
"Siapa?" tanya Liam semangat.
"Ling Wei."
"Who?" seru ketiga pria yang punya badan besar-besar itu.
"Perantara yang menjual. Dia berada di Beijing. Anak buah Leerant Quan sedang berusaha mencari ...."
"Stop! Apa hubungannya dengan Leerant Quan? Apakah keluarga Quan ...." Shaqeer menatap horor ke Alden. "Leerant suka Kate!"
"Bingo!" senyum Alden.
"Leerant naksir Kate? Sejak kapan?" tanya Dominic bingung.
"Enam tahun lalu. Aku tahu dari Mas Leksi ...." Alden tersenyum usil.
"Tapi Kate sudah sama Tristan. Dan sampai sekarang Leerant masih ngarep Kate?" gumam Shaqeer. "Macam kutunggu jandamu?"
"Heeeiiii," seru ketiga pria itu.
"Lho? Kan benar?" eyel Shaqeer.
"Oke, anak-anak. Kembali serius," ucap Alden yang tahu bakalan panjang urusannya. "Jadi Ling Wei tidak mau bilang siapa. Apa perlu kita datangi?"
"Jangan bilang kamu sudah janjian dengan Leerant." Dominic menatap Alden.
Pria muda ( anak Karina Khan dan Ryuga Giandra tidak dihitung karena masih remaja ) hanya nyengir. "Yuk gegeran."
"Haaaiiissshh!" sungut ketiga kakaknya.
"Eh, Alden, nggak cuma kamu thok yang dapat info," balas Liam.
"Ohya? Apaan tuh?" tanya Alden sambil mengedipkan sebelah matanya macam Jaja Miharja.
"Jangan bilang kamu ketularan manusia purba di Bhayangkara," ejek Shaqeer.
***
Sementara itu ...
"Haattsyiiinngggg!" Dokter Lucky bersin cukup keras di ruang kerjanya membuat dokter Juno dan Suster Lia melirik sebal.
"Dok, kalau flu, kagak usah nularin ke kita-kita dong!" protes dokter Juno yang menggantikan dokter Rahmat.
Dokter bedah senior itu baru saja menjalani operasi pemasangan pen di lutut akibat jatuh tersandung saat hendak ke parkiran mobil. Akibatnya, dokter Rahmat diberikan cuti panjang oleh direktur rumah sakit RS Bhayangkara untuk beristirahat demi kesehatan lututnya. Apalagi usia dokter Rahmat sudah tidak muda lagi.
"Kagak flu gue! Eh, tunggu. Apa ada yang ngrasani gue? Kira-kira ini baik atau buruk?" Dokter Lucky menatap kedua rekan kerjanya yang sudah bersamanya hampir dua dekade.
"Aku yakin itu Pak Tommy deh," kekeh Suster Lia.
"Atau Dok Daisy karena Dok Lucky lupa jemur handuk basah dan masih di sofa," timpal dokter Juno.
Dokter Lucky menatap sebal ke keduanya. "Ada yang bagusan lagi nggak?"
"Kagaaakkkk!" kekeh dokter Juno dan Suster Lia bersamaan sambil tos.
Suami Daisy itu mendengus. "Njelehi lu berdua!"
***
Jakarta, Gedung PRC Group
Katerina menatap wajah ayahnya dan kakaknya dengan perasaan bingung. Dia sungguh tidak menduga jika feeling-nya kecelakaan itu bukan murni kecelakaan, benar-benar terjadi.
"Jammer?" tanya Katerina. "Di dekat ban belakang."
"Iya. Maafkan Daddy ya Kate. Daddy tidak bisa melindungi kamu, Tristan dan Yelena," jawab Kaivan.
"Daddy tidak salah. Daddy tidak ada disana dan tidak ada seorang pun yang menduga akan ada kejadian ini bukan?" ucap Katerina dengan wajah tegar.
Aleksei dan Kaivan melihat bagaimana Katerina sangat kuat menghadapi semuanya. Sangat khas Pratomo, Reeves, Karim, D'Angelo dan Bulgakova. Kuatnya khas wanita Karim, D'Angelo dan Bulgakova, sementara keras kepalanya Pratomo dan Reeves.
"Kate ... Apakah kamu bisa menerima kabar buruk jika semua sepupu kamu yang di Kuwait terbang ke Beijing?" tanya Kaivan.
"Daddy, aku adalah cicitnya Opa Hoshi, Oma Rina, cucunya Opa V dan Oma Katya. Anaknya Daddy dan Mommy. Tidak ada dalam kamus aku tidak bisa kuat dalam menghadapi sesuatu. Apalagi soal suamiku. Jika ketahuan siapa, aku hanya minta satu. Pertemukan aku dengan otaknya! Aku ingin mendengar sendiri kenapa dia melakukan itu!" pinta Katerina. Mata hazelnya tampak kuat sorotnya dan Kaivan bisa melihat darah Russia putrinya sangat kental.
"Sekarang kamu tenang saja di Jakarta. Kamu dilindungi kami semua. Biar kita yang urus. Oke?" ucap Aleksei.
***
Esok Malamnya
Leerant datang ke RR's Meals atas undangan Aleksei. Dia pun segera masuk ke dalam ruang VIP dan di sana sudah ada Dominic, Liam dan Alden. Shaqeer tidak bisa ikut karena hubungan Amerika dan China masih mengambang. Shaqeer sebagai agen FBI, tidak bisa masuk sembarangan ke negara Tirai Bambu itu.
"Nah, kamu sudah datang. Sendirian?" tanya Aleksei.
"Sendirian dan kenapa kalian kemari?" Leerant menatap semua orang.
"Aku sudah dapat informasi dari kenalannya Athrun bukan Zala," jawab Dominic membuat sepupunya menatap sebal. "Lho kan benar? Gundam Seed Destiny?"
"Gue telpon Gizem deh! Suaminya makin plenger saat masuk Konoha," ucap Liam sambil mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Gizem. "G, suamimu kurang minum obat waras!"
***
"Kita ke Beijing besok malam pakai pesawat milik Reeves. Bukan apa-apa, Oom Ai sekalian mau datang rapat pemilik saham jadi bisa sekalian," jawab Aleksei.
"Kok waktunya pas?" tanya Leerant.
"Mengutip ucapan manusia purba satu yang merupakan kesayangan Daisy, suatu kebetulan jika terjadi kebetulan itu jatuhnya kebetulan yang sangat kebetulan," ucap Aleksei membuat Dominic, Liam dan Alden memegang pelipisnya masing-masing. "Kita bisa menerima kebetulan ini hingga kebetulan bisa pas waktunya."
"Hadddeeehhh!" keluh Dominic kesal. "Untung Terry tidak ikutan. Aku bisa pusing!"
***
Sementara itu di Brussels Belgia
"Haattsyiiinngggg!" Terry yang sedang membersihkan mangkuk-mangkuk peliharaan di rumah, bersin cukup keras membuat Ekavira, istrinya terkejut.
"Kamu flu?" tanya Ekavira.
"Nggak! Kesal tidak diajak Dombret dan Doraemon pergi!" balas Terry.
Ekavira cekikikan. "Lha kamu harus melatih tentara bareng sama Mas Akira."
Terry pun memajukan bibirnya. "Nyebelin!"
***
Yuhuuu up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
😇😇😇....
tp yg psti,mreka hrus byar nyawa dgn nyawa.....😡😡😡
Palingan si Theo di sikat habis ala ala triad
opa bon cabe mh cma iseng,mngkn lg gabut....mkanya maen smp k macau....🤣🤣🤣
Kate mgkin leerant belum harus dijawab skrg tpi dia jujur n tulus pdamu..
Yura dan Daniel ga jd child free ya?