NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Tuan Muda Lumpuh

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Lumpuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:13.2k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

“Jadi ini wanita yang akan menjadi istri ku?” Suara nya rendah penuh cemooh. “Ayah benar benar berhasil menemukan wanita yang paling membosankan untuk ku”

Dreven Orsley Dastan, pewaris keluarga Dastan, dikenal sebagai pria kasar, pengacau, sekaligus cassanova yang tak pernah serius pada wanita mana pun. Namun, sebuah kecelakaan membuatnya harus duduk di kursi roda—tanpa sedikit pun mengubah sifat liarnya.

Sampai akhirnya, sang ayah menjodohkannya dengan Elnara Sevana, gadis dingin dan cerdik yang terkenal mampu membungkam siapa pun dengan tatapan dan kata-katanya. Ia bukan wanita yang mudah dipermainkan. Setiap serangan lawan selalu dipatahkan sebelum sempat menjadi ancaman.

Elara diminta untuk melahirkan pewaris untuk keluarga Dastan , dan sebagai gantinya Saham perusahaan.

Elara terkekeh sinis, "Sepertinya tidak adil. Bagaimana jika kesepakatannya begini. Aku rubah putramu menjadi anak anjing penurut dan hadiahnya adalah perceraian untukku. Ini terdengar menguntungkan bagiku"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

"Kenapa kau bodoh sekali sih! Bisa-bisanya aku bersama pria sepertimu."

Dreven menatap Elara dengan tajam, rahangnya mengeras. "Aku bodoh?" suaranya rendah, tapi ada ketegangan di dalamnya.

Elara menyilangkan tangan di dadanya, tidak mau mundur. "Ya, kau bodoh! Kau bodoh karena mau dimanfaatkan, kau bodoh karena terlalu percaya dan kau bodoh karena kau tak bisa melakukan apapun! Kau bahkan untuk berjalan sendiri saja tidak bisa!"

"Memang kau tahu apa tentang diriku? Kau tak tahu apapun." Ucap Dreven dengan dingin dan kemudian menggerakkan kursi rodanya meninggalkan kamar itu.

Elara menghela napas panjang, menatap pintu yang baru saja dibanting oleh Dreven. Amarahnya masih membara, tapi ada sesuatu di mata Dreven, sesuatu yang terlihat seperti... kecewa?

"Pria keras kepala," gumamnya pelan.

---

"Kenapa aku merasa ada sesuatu yang terjadi? Kalian sudah membina hubungan rumah tangga yang baik?" suara Raviel membuat Elara yang sedang memakan sandwich-nya tersedak.

Sedangkan Dreven yang sejak tadi memang memasang senyum bodohnya langsung mengambil susu untuk Elara meskipun dari kursi rodanya dia harus sedikit meregangkan tubuh.

"Pelan-pelan," katanya memperingatkan lalu menatap ke arah ayahnya, "ayah, jangan urusi rumah tangga kami. Lihat, istriku terlihat malu."

Raviel menaikkan satu alisnya, menyandarkan punggung ke kursi dengan tatapan penuh selidik. "Jadi benar?"

"Ayah mertua, jangan bicara sembarangan. Aku dan Dreven tidak melakukan apapun." Katanya dengan tegas seolah memberikan garis batas.

Raviel terkekeh pelan, "oke, jangan marah."

Elara mendengus sedangkan Dreven langsung berbisik pelan di telinga Elara, "tidak melakukan apapun, huh?"

Elara langsung menyikut pinggang Dreven tanpa memandangnya, membuat pria itu sedikit meringis tapi tetap menyeringai puas.

"Jangan bisik-bisik hal aneh di meja makan," desis Elara pelan tanpa menoleh.

Dreven tertawa kecil dan mengambil satu potong roti panggang, suaranya masih berbisik tapi penuh godaan, "Tapi kamu yang mulai duluan tadi pagi, kalau kamu lupa... aku bisa bantu ingatkan."

Wajah Elara langsung memanas, setengah karena kesal, setengah karena malu. Dia memalingkan wajah ke arah jendela, mencoba mengabaikan Dreven yang kini semakin terlihat puas menggoda.

Raviel mengangkat cangkir kopinya sambil berdeham ringan. "Kenapa aku merasa seperti sedang menonton drama romantis."

"Dramanya sebentar lagi tamat kalau dua pria di meja ini tidak diam," gumam Elara pelan sambil menggigit sandwich-nya, membuat Dreven langsung tertawa lebih keras.

Pagi itu, meski penuh sindiran dan godaan kecil, terasa lebih hangat dari biasanya.

Setelah sarapan selesai, Elara pergi ke taman mansion utama yang jelas lebih luas dari mansion sebelumnya.

"Kau bukannya istirahat malah mengikutiku. Luka jahitmu sudah kering?" tanya Elara dengan datar saat melihat Dreven mengikutinya sampai di taman dengan kursi rodanya.

Dreven mengangkat alisnya, seolah tak peduli dengan nada datar Elara. "Lukaku baik-baik saja... dibanding hatiku yang terus disakiti istri sendiri," jawabnya dramatis sambil memegang dadanya seolah sedang terluka parah.

Elara melirik tajam, "Lukamu bukan di situ. Dan berhenti bersikap lebay, kau terlihat seperti tokoh utama sinetron murahan."

Dreven terkekeh, lalu menghentikan kursi rodanya di dekat bangku taman tempat Elara duduk. "Aku hanya tidak mau kau sendirian. Ayah menyuruhku untuk tetap di dekatmu, ingat?"

"Karena ayahmu lebih waras dari kau," balas Elara sambil mengelus batang bunga yang baru mulai tumbuh. "Tapi kalau kau kelelahan dan lukamu terbuka lagi, jangan salahkan aku."

"Kalau aku pingsan di pangkuanmu, itu salahmu juga?"

Elara mendengus pelan, tapi tak membalas. Ada sedikit senyum yang muncul sekilas di ujung bibirnya sebelum kembali datar.

Dreven memperhatikannya diam-diam, lalu bertanya lebih serius, "Elara, kalau aku benar-benar menyelidiki Leandro... dan ternyata dia memang berkhianat, kau akan percaya padaku?"

Elara menatap lurus ke depan, diam beberapa saat sebelum menjawab, "Masalah Leandro itu masalahmu, bukan masalahku. Jadi apa urusannya dengan kepercayaanku?" tanyanya dengan nada yang masih tetap datar.

Dreven terdiam sebelum akhirnya tatapannya kembali terangkat mengarah ke Elara, "lalu bagaimana caranya kau bisa percaya padaku?"

Elara menyentuh bunga tulip yang ditanam disana, "Aku tak percaya siapapun."

"Tapi.. kau mempercayai ayah. Apa yang membuatmu bisa percaya pada ayah sedangkan aku tidak?" Dreven semakin menekan Elara untuk menjelaskan semuanya.

Elara tersenyum simpul, "karena ayahmu memegang rahasiaku. Mau tak mau aku harus sedikit percaya meskipun bisa saja dia mengkhianatiku. Sudah aku bilang, jika terlalu percaya maka akan cepat hancur."

Dreven menatap Elara dengan ekspresi yang sulit dijelaskan, antara kesal, kecewa, dan terluka. Tapi dia juga tahu, Elara tidak sedang mencoba menyakitinya. Perempuan itu hanya... terlalu terbiasa bertahan sendirian.

"Kau hidup seolah dunia ini selalu mencoba menjatuhkanmu," gumam Dreven pelan. "Kau tak percaya siapapun... lalu bagaimana kau bisa berharap ada yang benar-benar di sisimu?"

Elara tertawa kecil, bukan tawa yang bahagia lebih ke getir. "Karena tak ada yang benar-benar tinggal, Dreven. Semua orang pergi, cepat atau lambat. Bahkan ibuku..." Ia terdiam, menggigit bibir bawahnya seolah menahan sesuatu yang ingin dia tahan sejak lama. "Jadi aku belajar satu hal aku hanya punya diriku sendiri."

Dreven mendekatkan kursi rodanya perlahan, menyentuh tangan Elara yang masih memegang batang bunga tulip. "Tapi kau tidak sendiri sekarang. Ada aku, meskipun kadang aku memang... bodoh dan menyebalkan. Dan meskipun aku tidak bisa berjalan sepertimu." Ia tersenyum miring. "Tapi aku di sini, Elara. Aku di sisimu bukan karena terpaksa."

Elara menunduk, tidak langsung menjawab. Kemudian melepas genggaman Dreven di tangannya. "Jangan lupa kita sudah membuat kesepakatan dan akan bercerai enam bulan kemudian. Aku sedang tak ingin membangun hubungan baik denganmu."

Dreven terdiam, dia tahu Elara adalah tipe wanita yang sangat sulit dikendalikan bahkan berjalan sesuai dengan apa yang menurutnya benar. Berbeda dengan banyak wanita yang dia temui.

"Baiklah," ucapnya tanpa memaksa dia juga menyadari jika sekarang dia jauh dari kata pria baik untuk wanita seperti Elara.

Bersambung....

1
Muft Smoker
hati2 elara ,, Galileo pria yg berbahaya ,,
Muft Smoker: 😱😱😱😱😱🤭🤭
total 2 replies
Muft Smoker
lanjuuuut kak ,,
Alia Chans: siap kl🤭
total 1 replies
Muft Smoker
hihihi sbar yx dreven🤭🤭😂😂
Miranda.
kek anak kecil yang lagi bujuk emaknya wkwk
Alia Chans: Dreven nya caper🤭🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Miranda.
akting ga sih ini? biar dapet perhatian dari sang istri?/Doge//Doge/
Miranda.
apa sih kek bocil aja lu, Ren, Ren😂😂
Miranda.
daren aja duduk dikursi. masa bisa ngebalik kursi lain ups—
Muft Smoker
lanjuut kak ,,
Miranda.
jangan bilang BU pliss. si perantara bakalan ngejual harga miring itu nantinya😭😭
Alia Chans: 🤣🤣🤣🤣 gimana ya kak..
total 1 replies
Miranda.
untung ga dikhianati sm dja/Smile/
Miranda.
agak jahat sih. memanfaatkan rasa seseorang
Miranda.
sebuah perintah, atau ramalan nih?🤔
Alia Chans: tannya orang nya langsung 🙄🙄
total 1 replies
Mingyu gf😘
bisa saja draven sebenarnya sudah bisa berjalan, tapi hanya pura pura saja
Alia Chans: bisa jadi sih🤭🤭
total 1 replies
Mingyu gf😘
nahhb semakin curiga sama draven
Mingyu gf😘
jangan jangan draven itu mafia
Mingyu gf😘
waduhhh😭😭prontal banget woyy
Muft Smoker
jgn2 ni ulah Galileo Galilei 🤔🤔🤔



🤭🤭🤣🤣🤣
Muft Smoker: 🤭🤭🤭😁😁😁😁
total 2 replies
Yue xin🥀(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)
emm serem tapi oke🤭🤭
Alia Chans: wow... semoga suka ya☺
total 1 replies
Yue xin🥀(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)
aaaaw so sweet
꧁𝓘𝓷𝓭𝓪𝓱𝓡𝓪𝓶𝓪𝓭𝓱𝓪𝓷𝓲꧂
Wanita yang dia maksud adalah istrinya sendiri
Alia Chans: 🤣🤣🤣 biasa Dreven nyari kesempatan🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!