NovelToon NovelToon
Cinta & Penyesalan Azalea

Cinta & Penyesalan Azalea

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:10.3k
Nilai: 5
Nama Author: Triyani

Azalea yang tidak mau dijodohkan dengan pria bernama Agam, anak dari teman ayahnya mencoba berbagai cara agar perjodohan itu tidak jadi dilaksanakan.

Segala macam cara pun dilakukan oleh Alea agar membuat Agam membenci dirinya dan mundur dari perjodohan itu.

Agam yang tidak ingin membuat Alea semakin terjerumus ke hal hal yang negatif hanya karena tidak ingin dijodohkan dengan dirinya pun akhirnya memutuskan untuk pergi menjauh dan menghilang dari kehidupan Alea.

Namun, disaat Agam sudah pergi, Alea baru menyadari jika di hatinya sudah terpaut kepada pemuda baik itu dan Alea pun merasa sangat kehilangan.

Lalu, bagaimana jadinya, jika sepuluh tahun kemudian keduanya pun kembali dipertemukan dengan Agam yang akan dijodohkan dengan wanita.

Akankah Alea merelakan Agam untuk bersama dengan wanita lain di saat dia sendiri sudah jatuh cinta kepada pria itu? Atau, Alea akan berusaha untuk mendapatkannya kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.33

Pintu baru saja terbuka beberapa senti ketika sebuah tubuh tiba-tiba menerobos masuk dari luar.

Alea yang sama sekali tidak menyangka akan ada seseorang di balik pintu langsung tersentak.

“Ah—!”

Refleks, wanita itu mundur beberapa langkah. Namun belum sempat ia melakukan apa pun, kedua tangan seseorang sudah lebih dulu meraih tubuhnya dan menariknya masuk ke dalam pelukan.

Erat. Orang itu memeluknya dengan sangat erat. Sampai-sampai Alea merasa sesak karena dekapan itu.

Alea membeku seketika. Matanya membulat sempurna. Nafasnya tercekat. Untuk beberapa detik, otaknya bahkan tidak mampu mencerna apa yang sebenarnya sedang terjadi.

Seseorang baru saja menerobos masuk ke apartemennya. Dan sekarang… orang itu sedang memeluknya dengan sangat erat.

“Apa yang….”

“Ini aku sayang. Ini aku, Agam.”

Baru saja Alea akan berteriak. Bahkan, tangannya sudah terangkat, bersiap mendorong tubuh orang yang saat ini tengah memeluknya.

Namun, baru saja Alea membuka suaranya, telinganya langsung menangkap suara yang sangat ia kenali. Suara itu memotong ucapan Alea yang hampir saja berteriak, memanggil security.

Sekujur tubuh Alea seketika kembali membeku. Setelah ia mendengar suara berat yang terdengar serak dan bergetar itu.

“Mas… Agam?” lirihnya. Nyaris seperti bisikan.

Agam tidak menjawab. Namun, ia justru semakin mempererat pelukannya di tubuh Alea.

Pria itu hanya memejamkan mata sambil menenggelamkan wajahnya di bahu Alea.

Seolah-olah ia sedang melepas rindu yang sudah lama terpendam. Padahal, belum lewat dari satu jam dari mereka berpisah.

Alea masih berdiri kaku. Ia benar-benar masih belum bisa mencerna apa yang terjadi saat ini.

Kenapa Agam bisa ada disini? Bukankah tadi, pria itu sedang melangsungkan pertunangan dengan Sania?

Bukankah, seharusnya pria itu masih berada di ballroom bersama keluarga dan tunangannya? Lalu, kenapa sekarang ia ada disini?

Memeluknya dengan sangat erat. Saking erat nya, membuat Alea merasa sesak. Sulit bernafas.

Namun, semua pertanyaan itu seketika menghilang ketika ia merasakan tubuh Agam yang sedikit bergetar.

Pria itu tampaknya sedang menahan sesuatu.

“Aku hampir gila mencarimu…” ucapnya begitu lirih.

Alea menelan ludahnya setelah mendengar suara Agam yang setengah frustasi itu.

Entah mengapa, mendengar suara Agam yang seperti itu membuat hati Alea kembali terasa sakit.

“Kenapa… Mas ada di sini?” tanya Alea yang akhirnya memberanikan diri bertanya.

Bukannya menjawab, Agam malah semakin mengeratkan pelukannya.

“Memangnya, aku harus dimana?” tanya balik Agam tanpa melepaskan pelukannya.

Ia sedikit bergerak, namun, bukan untuk melepaskan pelukannya. Melainkan untuk mencium pipi Alea yang tepat berada di samping wajahnya.

Deg.

Seketika, tubuh Alea kembali dibuat membeku. Bukan hanya membeku, kini, tubuh wanita itu juga dibuat meremang seiring dengan sentuhan bibir kenyal Agam yang mendarat sempurna di pipi mulusnya.

“Mas…” lirih Alea saat merasakan hembusan hangat dari nafas Agam yang menerpa kulit lehernya.

“Aku merindukanmu, sayang.”

Untuk beberapa saat, Alea tidak menjawab ucapan Agam. Lalu, perlahan pelukan itu pun sedikit mengendur, tetapi kedua tangan Agam masih berada berada di tubuh Alea, membelit punggung wanita itu.

Pria itu kemudian menarik wajahnya menjauh dari bahu Alea. Kini, mereka berdua akhirnya saling berhadapan.

Alea bisa melihat dengan jelas bagaimana wajah Agam saat ini. Wajah yang biasanya terlihat tampan dan tenang itu kini terlihat sangat lelah dan penuh kecemasan.

“Aku tahu kamu masih marah dan juga kecewa padaku. Tapi, aku tidak ingin permasalah ini semakin berlarut-larut. Makanya, meskipun kamu marah. Kamu benci. Aku tetap datang untuk menjelaskan semuanya.”

Alea terdiam. Tidak bereaksi apa-apa membuat Agam menarik nafas panjang dan dalam.

“Dengarkan aku baik-baik. Semua itu salah paham.” lanjutnya mencoba meyakinkan sang kekasih akan kejadin satu jam yang lalu.

“Salah paham? Atau Mas sengaja melakukan itu untuk membalas perbuatanku, dulu?” tanya Alea yang akhirnya membuka suaranya.

Tatapan Agam tidak pernah lepas dari wajah Alea. Pria itu menatap wajah cantik Alea yang sembab dengan tatapan rasa bersalah.

“Kalau aku melakukan itu untuk balas dendam. Lalu, untuk apa sekarang aku ada disini dan memelukmu seperti ini?”

Deg.

Jawaban dari Agam sedikit membuat Alea tersentak. Membuatnya langsung mengalihkan pandangannya.

“Aku tidak tahu,”

“Yakin, tidak tahu, kenapa aku disini?” tanya Agam lagi dengan nada yang sangat lembut.

Dan entah mengapa, kelembutan itu membuat pertahanan Alea semakin sulit dipertahankan.

Alea menggigit bibir bawahnya.

Matanya kembali berkaca-kaca saat mengingat kejadian di ballroom tadi.

Agam melepas satu tangannya, lalu menarik dagu Alea agar wanita itu kembali menatapnya.

“Kamu pikir, aku mau bertunangan dengan wanita yang jelas-jelas tidak pernah aku cintai?” ucapnya tepat di wajah Alea.

“Tidak ada yang tidak mungkin. Apalagi, mengingat hubungan kalian juga sudah terjalin cukup lama. Bahkan, dia jauh lebih mengenalmu daripada aku,”

“Kalau kamu berpikir seperti itu. Lalu, untuk apa aku menunda pertunangan ini? Bukankah kami sudah saling mengenal, bahkan sebelum aku mengenal kamu.”

“Mana aku tahu. Yang tahu semua itu kan Mas, bukan aku,”

“Jawabannya, karena aku hanya mencintai kamu, Azalea. Bahkan, setelah sepuluh tahun berlalu pun, hati aku masih milikmu. Jantung ini hanya berdebar saat bersama denganmu. Aku tidak pernah berniat menggantikanmu dengan Sania. Bagiku, dia hanya sebatas teman dan rekan kerja. Hanya itu, tidak lebih.”

Alea terdiam, lalu memejamkan matanya. Dan untuk pertama kalinya sejak ia meninggalkan gedung hotel, Alea tidak lagi berusaha menahan tangisnya.

Ia membiarkan air mata itu mengalir lagi di wajah cantiknya yang sudah sembab itu.

Sementara itu, kedua tangannya yang sejak tadi menggantung di sisi tubuhnya, perlahan terangkat.

Dengan ragu-ragu, Alea pun akhirnya membalas pelukan itu. Ia mencengkram kuat bagian belakang jas yang Agam pakai.

Agam tersenyum lega saat merasakan gerakan kecil dari kedua tangan tersebut.

Pelukannya kembali mengerat.

Kali ini, keduanya tidak mengatakan apa-apa lagi.

Hanya berdiri di ambang pintu apartemen, saling berpelukan dalam diam.

Beberapa menit berlalu, akhirnya Agam memulai kembali bergerak. Ia mengurai sedikit pelukannya.

Lalu menatap lagi wajah cantik Alea yang basah oleh air mata. Perlahan, satu tangannya kembali naik, mengusap lembut pipi Alea yang masih basah.

Ia menghapus sisa air mata itu dengan jempolnya. Hingga beberapa detik kemudian, tangannya berpindah, dari pipi pindah ke ceruk leher Alea.

Dengan lembut, ia menarik leher itu agar semakin mendekat ke wajahnya. Perlahan Agam pun mendekatkan wajahnya ke wajah Alea. Lalu... mendaratkan bibirnya di bibir ranum wanita itu.

Cup.

Seketika, Alea sempat tersentak kecil. Matanya bahkan sempat membulat karena kaget. Ia tidak menyangka Agam akan menciumnya secepat itu.

Namun, hanya dalam hitungan detik, keterkejutan itu perlahan berubah menjadi keheningan yang penuh perasaan.

Alea menutup matanya. Tubuhnya yang semula sedikit menegang mulai mengendur, membiarkan dirinya hanyut dalam kehangatan yang selama ini begitu ia rindukan.

Tanpa sadar, Alea pun mulai membalas ciuman itu dengan penuh perasaan. Membuat Agam pun semakin menarik Alea kedalam dekapannya.

Sampai akhirnya, tubuh keduanya pun menempel sempurna dan untuk sesaat, dunia pun seolah berhenti berputar.

1
Uba Muhammad Al-varo
semoga yang direncanakan oleh Agam dan Azalea menuju pernikahan diberikan kelancaran,kemudahan dan tidak ada halangan apapun 💪💪🔥🔥
Enisensi klara
makasih up nya kk 🤗
🌸 Triyani 🌸: sama sama. maaf ya up nya suka telat 🙏😭
total 1 replies
Uba Muhammad Al-varo
Agam udah lama waktu kamu mencintai Alea sekarang bawa Alea kerumahnya kedua orang tuanya Alea, langsung kamu lamar dan menikahi Alea
dika edsel
klo udah tdk tahan mending kamu cepet nikahin dia deh gam..jgn nakutin anak org..,.,,klo begini caranya lama2 yg ada khilaf juga ntar, dr kepala turun ke pundak lanjut ke lutut akhirnya ke kaki deh😅..kepala pundak lutut kaki..lutut kaki💃💃💃
Enisensi klara
makasi up nya 😍😍😍
Uba Muhammad Al-varo
akhirnya semua kesalah pahaman bisa terselesaikan dengan pelukan dan ciuman, semoga cintanya Agam dan Azalea cepat bersatu dalam ikatan pernikahan yang samawa
Enisensi klara
makasi up nya kk😍😍
Enisensi klara
🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷
Uba Muhammad Al-varo
jadi penasaran apa yang akan Alea lakukan 🤔🤔
Enisensi klara
🩷🩷🩷🩷🩷🩷makasi up nya kk
Uba Muhammad Al-varo
ambyar semua, sekarang apa yang akan kamu lakukan Agam setelah kejadian salah paham ini🤔🤔🤔
Enisensi klara
Ya.. salah Agam sendirilah gak jujur sama ortunya ttg siapa wanita yg dia mau itu alea bukan si Sania😞😞😞
Enisensi klara
Kok aneh sih main tunangan aja 😞😞😞
Oma Gavin
makanya jujur sama keluarga sekarang jadi bumerang dgn diam nya kamu di manfaatkan sama rania di muka umum malu ngga tuh
Enisensi klara
mKasi up nya kk 😍😍
Valen Angelina
hadeh...
Uba Muhammad Al-varo
jadi penasaran apa Agam akan menerima Sania atau dia akan jujur terus terang tentang cintanya ke Alea,pingin tahu aja perjuangannya Agam demi cintanya ke Alea 🤔🤔
dika edsel
cemen banget klo agam manut2 aja...,nah bner kan kejadian...kelamaan nunda sih, salah sendiri backstreet..?? ayo skrg gimana nih mas agam..berani enggak nolak didepan umum.. rejeki jodoh dan maut Tuhan yg ngatur bukan surya atau si minyak goreng sania..jd tunjukkan ketegasan mu gam..
Valen Angelina
trus diam aja gtu... wkkwkww
Enisensi klara
makasi up nya kk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!