NovelToon NovelToon
Cermin Yang Retak

Cermin Yang Retak

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:111.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Aisyah pernah percaya bahwa pernikahannya dengan Raka akan bertahan selamanya. Selama lima belas tahun, mereka membangun keluarga sederhana dari nol, melewati susah dan senang hingga dikaruniai dua anak yang menjadi sumber kebahagiaan mereka.

Sampai suatu hari, suaminya mengaku telah jatuh cinta pada Nabila, sahabat Aisyah sendiri, dan meminta izin untuk menikahinya. Dengan hati yang hancur, pada akhirnya Aisyah mengizinkannya.

Namun, Aisyah tidak ingin menjadi.lemah. Demi anak-anaknya, dia mulai menyusun strategi. Hasil keringatnya bertahun-tahun, ia tak rela dinikmati oleh wanita lain yang sama sekali tak ikut berjuang.

Setelah Aisyah pergi, barulah Raka menyadari tak ada yang lebih baik dari Aisyah. Raka menyesal dan ingin kembali.

Namun, mampukan Aisyah melupakan luka ketika lelaki yang paling ia cintai pernah memilih wanita lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

01

.

Malam telah larut dan Aisyah masih menunggu suaminya pulang. Jam dinding di ruang tengah telah menunjukkan pukul sepuluh malam ketika suara motor yang sangat dikenalnya akhirnya terdengar dari depan rumah. Perempuan yang sejak tadi duduk di sofa itu langsung menoleh ke arah pintu. Ada rasa lega yang muncul begitu saja.

Sejak menikah dengan Raka lima belas tahun lalu, Aisyah sudah terbiasa menunggu kepulangan suaminya. Sesibuk apa pun Raka di luar, sesering apapun lelaki itu pulang larut, Aisyah selalu berusaha memastikan ada makanan hangat di meja dan segelas air untuknya. Dan malam itu pun tidak berbeda.

Aisyah baru saja bangkit dari sofa ketika pintu depan terbuka. Terlihat olehnya Raka masuk dengan langkah pelan. Namun, senyum yang semula menghiasi wajah Aisyah perlahan menghilang saat melihat wajah Raka yang sedikit berbeda dari biasanya.

Biasanya, sepulang bekerja Raka akan langsung menggodanya, bertanya apakah anak-anak sudah tidur atau mengeluh tentang pekerjaannya hari itu. Kadang lelaki itu akan duduk di sampingnya sambil memijat tengkuk dan bercerita panjang tentang pelanggan, pemasok, atau toko mereka yang semakin ramai.

Tetapi malam ini tidak. Raka hanya menutup pintu, meletakkan kunci motor di atas meja, kemudian berdiri diam.

Aisyah berjalan mendekat sambil mengerutkan kening. "Mas?"

Raka mengangkat wajah dan tatapan mereka bertemu. Entah mengapa, Aisyah merasa tiba-tiba jantungnya berdetak lebih cepat.

"Ada apa?"

Raka tidak langsung menjawab. Pria itu hanya berjalan ke arah sofa lalu duduk dengan gerakan yang oleh Aisyah dianggap terlalu hati-hati.

“Ada apa sih, Mas?” tanya Aisyah yang masih berdiri di hadapan Raka. Wanita itu bahkan lupa untuk mengambilkan air minum untuk suaminya.

"Duduklah."

Aisyah akhirnya duduk di sofa di samping Raka. Matanya menatap wajah sang suami yang hanya tampak dari samping. "Kenapa?”

Raka duduk dengan kedua tangannya bertaut di atas lutut. Dari caranya menundukkan kepala, Aisyah tahu ada sesuatu yang sedang dipikirkannya. Sesuatu yang berat. Perasaan tidak enak mulai memenuhi dada Aisyah.

"Mas sakit?"

Raka menggeleng.

"Ada masalah di toko?"

“Tidak."

“Lalu?”

Aisyah semakin bingung melihat suaminya yang tampak tidak baik-baik saja. "Kenapa wajahmu seperti itu? Kalau ada masalah, kita bisa cari solusinya bersama. Itu gunanya kita menikah."

Raka masih saja terdiam dan Aisyah yang tak tahu harus bertanya apa lagi membuat suasana malam semakin hening. Hingga beberapa menit kemudian Raka mengangkat wajahnya perlahan.

"Aisyah..."

"Ya?"

"Ada sesuatu yang ingin ku bicarakan."

Nada suara Raka membuat tengkuk Aisyah terasa dingin. Wanita itu menatap suaminya lekat-lekat. "Ngomong saja."

"Aku tidak tahu harus mulai dari mana." Raka menarik napas panjang.

Aisyah mencoba tersenyum kecil. "Kalau begitu mulai dari yang paling penting."

Raka mengangguk pelan. Lalu kalimat yang sama sekali tak terduga keluar dari mulut lelaki itu. "Aku ingin menikah lagi."

Senyum yang semula menghiasi wajah Aisyah seketika lenyap. Ia tidak paham apa yang baru saja didengarnya. Rasanya seperti ada suara keras yang tiba-tiba meledak di dalam kepalanya, sementara seluruh ruangan mendadak menjadi sunyi.

Aisyah menatap Raka, berharap lelaki itu tidak bercanda. Tetapi wajah pria itu tampak serius.

"Apa?" tanya Aisyah lirih. Ingin memastikan pendengarannya salah.

"Aku ingin menikah lagi."

Tapi ternyata kalimat yang ia dengar dari Raka tidak berubah. Kalimat sederhana yang terasa seperti pukulan keras menghantam dadanya. Tangan Aisyah yang semula menyentuh bahu suaminya perlahan jatuh di atas pahanya sendiri lalu mengepal.

Wanita itu menelan ludahnya dengan susah payah. "Menikah... lagi?"

Raka mengangguk tanpa menoleh. Seakan pria itu takut melihat wajah istrinya.

Aisyah tertawa kecil bukan karena lucu. Melainkan karena ia tidak tahu harus menjawab apa. "Mas pasti bercanda, kan?"

Kali ini Raka menoleh, dan Aisyah masih berharap ia salah mendengar atau suaminya yang salah bicara. Namun…

"Tidak."

Jawaban tegas dari Raka membuat senyum Aisyah benar-benar hilang. Ia menatap lelaki di depannya seolah sedang melihat orang asing. Padahal, ia mengenalnya selama hampir separuh hidupnya.

Lima belas tahun. Lima belas tahun Aisyah hidup bersama Raka. Ia tahu bagaimana Raka suka minum kopi, suaminya tidak menyukai makanan terlalu asin, Raka biasa memeriksa pintu dua kali sebelum tidur, ketika sedang marah, Raka akan lebih banyak diam, dan jika sedang sedih, lelaki itu akan duduk sendirian di teras rumah. Aisyah bahkan hafal suara langkah kaki suaminya.

Tetapi malam ini, baru kali ini Aisyah merasa tidak mengenal lelaki yang sedang duduk di hadapannya.

"Siapa?" Pertanyaan itu akhirnya keluar dari bibir Aisyah.

Raka terdiam. Tetapi diamnya membuat dada Aisyah semakin sesak.

"Siapa perempuan itu, Mas?"

"Aisyah…” Raka menatapnya dengan raut bersalah.

"Siapa?" Aisyah mengulang pertanyaannya dengan suara yang lebih tegas. Wajahnya yang biasa penuh senyum kini terlihat datar dan penuh luka.

Raka menghela napas panjang sebelum akhirnya menjawab.

"Nabila."

Dunia seolah berhenti berputar di sekeliling Aisyah. Tubuh wanita itu bagai membeku mendengar nama yang disebut oleh suaminya.

Nabila. Itu sama sekali bukan nama yang asing baginya. Karena terlalu dikenal olehnya, dan itu terasa jauh lebih menyakitkan baginya.

Nabila adalah sahabatnya. Perempuan yang sering datang ke rumah. Perempuan yang selalu membantunya saat dirinya sedang sibuk di dapur. Perempuan yang pernah membantunya menjaga anak-anak ketika Aisyah sedang sakit. Perempuan yang dulu dia sendiri yang memperkenalkannya pada Raka.

Aisyah menatap Raka dengan sorot matanya yang nanar. "Nabila?" tanya Aisyah seakan masihbtak percaya. Masih berharap telinganya sendiri yang tidak beres.

Namun, Raka mengangguk.

Aisyah menggelengkan kepala seraya mengusap wajahnya perlahan. Ia ingin marah. Ingin berteriak. Tetapi tidak ada satu pun kata yang keluar dari mulutnya. Yang ada hanya rasa sakit yang perlahan menyebar dari dada hingga seluruh tubuhnya.

Raka bergerak memutar posisi duduknya hingga menyamping menghadap wanita itu, lalu menggeser pinggulnya untuk lebih mendekat. “Maafkan aku, Syah,” ucapnya hendak meraih tangan istrinya.

Namun, Aisyah beringsut mundur dan langsung mengangkat tangannya. Memberi isyarat agar Raka tidak menyentuhnya.

Raka berhenti, kedua matanya menatap wajah istrinya yang terlihat begitu kecewa.

Aisyah menarik napas panjang yang terasa begitu berat. Kedua tangannya yang berada di samping pahanya masih terkepal erat.

"Sejak kapan?"

"Sudah beberapa waktu,” jawab Raka sambil menundukkan kepala.

"Beberapa waktu itu berapa lama?"

Namun Raka terdiam. Mungkin pria itu juga tak tahu harus menjawab apa.

Aisyah tersenyum pahit. "Ternyata selama ini aku benar-benar tidak tahu apa-apa," gumamnya menertawakan dirinya sendiri.

Raka mengusap wajahnya kasar. "Aku tahu ini akan menyakitimu. Tapi aku juga tidak bisa membohongi diriku sendiri.”

Aisyah terdiam. Wanita itu bahkan tidak tahu harus menyahuti seperti apa.

“Aku tidak mau berbuat zina,” lanjut Raka. “Tapi aku juga tidak mau menikah diam-diam di belakangmu. Karena itu aku berkata jujur padamu. Aku berjanji akan bersikap adil pada kalian.”

Aisyah menatap wajah Raka lama. Ada banyak hal yang ingin dikatakannya. Namun, lidahnya terasa kelu. Lima belas tahun. Tiba-tiba terasa seperti angka yang begitu mudah dihancurkan hanya dengan satu kalimat. Wanita mengambil nafas dalam sebelum kemudian bertanya,

"Apa kamu masih mencintaiku?"

1
Ilfa Yarni
asyiik skr aisyah dan ank2nya bahagia Akbar emang jodoh yg tepat buat aisyah
Ayuk Witanto
Alhamdulillah Aisyah menerima lamaran Akbar
Ila Latifah
kupikir nabila akan dapat mangda baru dan mena sifilis atau hiv. eh mantep kena tipu
Ilfa Yarni
Hahahahaha syukurin
Muft Smoker
tu laa karma buat km Nabila ,,
km merampas kebahagiaan dan hak Aisyah,,
skarang ap yg di alami Aisyah ,, di alami juga ma km bahkan lebih parah ,,
Oma Gavin
sudah tertimpa musibah tetap tidak sadar itulah nabila perempuan durjana
Oma Gavin
semoga devan predator dan permainan mereka di video kan untuk menjerat nabila dan masuk kandang buaya dijadikan perempuan panggilan biar tau rasa perempuan matre sekelas nabila perlu diberikan penyakit yg mematikan
Aditya hp/ bunda Lia
kan apa kubilang si Nabila yang kena tipu penipu mau nipu malah kena tipu 😂😂
harta hasil nipu ya gak berkah
Aditya hp/ bunda Lia
kali ini si Nabila kena karma kayaknya dia yang bakalan tertipu
Lily
lagian mau hidup enak dengan menjerat laki-laki.
Mundri Astuti
nah ini baru siiipppp
Dini Anggraini
Nabila itu semua perbuatanmu dan raka dulu di lakukan di belakang aisyah dan berapa banyak air mata aisyah dan kedua anaknya karena kalian. Itu juga do'a di sepertiga malam setiap hari aisyah gak pernah putus mangkanya kamu dan raka jadi sengsara sekarang. 👍👍🥰🥰
ahs@
senjata makan tuan🤣🤣🤣
vania larasati
lanjut
ahs@
apakah Devan akan masuk perangkap Nabila jadi mangsa barunya..atau hanya menjadikan Nabila teman tidurnya🤣🤣
Oma Gavin: feeling ku devan bukan laki" bodoh dia justru akan memanfaatkan nabila
total 1 replies
Machmudah
kasih penyakit yg mematikan, smp merenggut nyawa nya, gemes bgt sm modelan kyk nabila
vania larasati
lanjut
Aditya hp/ bunda Lia
begitulah kalo udah banyak duit laki suka lupa diri meski gak semua juga tapi kebanyakan yang lebih tidak tau diri juga ada udah kere tapi hobi selingkuh 🤭
Ayuk Witanto
kamu berhak bahagia lagi Aisyah
Ayuk Witanto
sebenarnya apa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!